Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Rutin Makan Buah, Turunkan Berat Badan dan Tekanan Darah | Klasemen La Liga pekan Ke-24: Barcelona Menang, Real Madrid Seri | Klasemen Serie A Berubah: Juventus Menang, Inter Dikalahkan Lazio | Minum Air Putih saat Perut Kosong ala Jepang, Rasakan Manfaat Ini | Hasil Bola Senin Dinihari: Bayern Menang, Inter Keok, Madrid Seri | Kejuaraan Angkat Besi Junior Asia: Rizky Pecahkan Dua Rekor Dunia | GPMI Urung Deklarasi Anies Baswedan Pilpres 2024 Sekarang, tapi.. | Indosat PHK 677 Karyawan, Ini Dugaan Serikat Pekerja | Hasil La Liga Spanyol: Real Madrid Vs Celta Vigo 2-2 | Qarrar Firhand Juarai Dua Kelas Kejuaraan Gokart Asia AKOC 2020 | Hasil Serie A Liga Italia: Lazio Vs Inter Milan 2-1 | Hasil - Klasemen Liga Inggris: Tottenham dan Arsenal Menang | Indonesia Panen 16 Emas di Kejuaraan Angkat Besi Junior Asia 2020 | Bursa Transfer: Chelsea Dapatkan Matias Vecino dari Inter Milan | Melawan, KSPI Tak Mau Masuk Tim Omnibus Law Bentukan Pemerintah | Hasil Liga Italia: Tanpa Ronaldo, Juventus Vs Brescia 2-0 | Jadwal Bola Semifinal Piala Gubernur Jatim Senin Ini, Live MNCTV | Jadwal 16 Besar Liga Champions Dimulai Pekan Ini, Live SCTV | Irfan Jauhari: Shin Tae-yong Tak Suka Pemain Gemar Mengeluh | Lionel Messi Aalami Paceklik Gol Terburuk di La Liga Sejak 2014 | Panitia Gereja Karimun Dilaporkan atas Dugaan Menista Agama | Kisah Ahok di Penjara, 15 Ribu Surat hingga Cuan Rp 19 Miliar | Cerita Ahok Belajar Bisnis Ayam dengan Gatot Nurmantyo | Tak Direstui Anies Baswedan, GPMI Batal Deklarasi Pilpres 2024 | Panitia Gereja di Karimun Diproses Hukum, Ini Kata Mabes Polri | Indo Barometer: Prabowo Menteri Paling Populer di Kabinet Jokowi | Kejaksaan Agung Tangkap Buron Kasus Bank Century | WNI Eks Wuhan Dapat Uang Saku Rp 1 Juta | Banjir Jakarta Parah? Bima Arya: Jangan Bandingkan Anies dan Ahok | Demokrat Bocorkan Pemimpin Baru, SBY akan Lengser? | | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Ini Cerita Pedagang Mencari Bajakah di Sampit | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Minggu, 25 Agustus 2019 07:25 WIB

Ini Cerita Pedagang Mencari Bajakah di Sampit | Berita Tempo Hari Ini

Seorang warga Sampit mencoba air rendaman kayu Bajakah yang dijual di Pasar Keramat Sampit, Jumat (23/8/2019). ANTARA

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Ramainya pemberitaan tentang kayu bajakah sebagai penyembuh kanker, tanaman merambat khas Kalimantan ini banyak dicari dan dijual, termasuk di Kabupaten Kotawaringin Timur.

"Lumayan banyak yang pesan. Hari pertama saya berjualan, laku sekitar Rp500.000. Saya hanya berjualan di Sampit, belum melayani penjualan ke luar daerah," kata Saiful, salah seorang penjual bajakah di Sampit, Jumat, 23 Agustus 2019.

Sudah empat hari Saiful berjualan bajakah di Pasar Keramat Sampit. Dia menjual dengan harga bervariasi sesuai ukuran, mulai dari Rp10.000 hingga Rp20.000 per batang. Untuk bajakah kering, dia menjual dengan harga Rp10.000/ons atau Rp100.000/kg.

Saiful mengaku mendapatkan bajakah dari hutan di kawasan hulu Sungai Mentaya. Untuk mendapatkannya tidak mudah karena harus masuk ke hutan yang jaraknya sekitar 2 kilometer dari Sungai Mentaya.

Untuk mencapai lokasi, hanya bisa menggunakan perahu kecil bermesin atau sering disebut ces. Namun ketika masuk ke anak sungai dalam hutan, mesin ces tidak bisa digunakan karena hutan rawa gambut dangkal sehingga perahu kecil itu harus dikayuh.

Selain jarak yang jauh dan medan sulit, tantangan mencari bajakah adalah satwa liar yang bisa mengancam keselamatan. Untuk mendapatkan bajakah, harus orang yang benar-benar paham agar tidak salah mengambil tumbuhan yang hidupnya menggantung itu karena dikhawatirkan malah mengambil kayu beracun.

Menurut Saiful, bajakah merupakan obat tradisional yang sejak dulu digunakan turun temurun oleh masyarakat Suku Dayak. Namun diakui, bajakah makin populer dan diburu setelah penelitian dua pelajar Palangka Raya tentang khasiat bajakah mampu menyembuhkan penyakit kanker.

"Mungkin juga masih ada manfaat lainnya yang kita belum tahu. Untuk membedakan Bajakah dengan tanaman lain serupa, Bajakah kalau dipotong pasti keluar air. Warnanya seperti teh dengan rasa sepet," kata Saiful.

Pengolahan Bajakah yaitu dengan cara dipotong, diracik, dibelah, dijemur dan direbus. Lebih bagus direndam satu malam, pagi harinya, baru diminum supaya zat yang terkandung dalam Bajakah keluar semua.

"Prosesnya panjang. Mengerikannya saja biasanya sampai dua hari. Mudah-mudahan saja Bajakah bisa menyembuhkan penyakit dan bermanfaat bagi banyak orang," harap Saiful.

Roby, warga Sampit mengaku membeli Bajakah untuk dikirim ke kampung halamannya di Pulau Jawa. Dia berharap Bajakah mampu menyembuhkan penyakit yang diderita kerabatnya.

"Ini bentuk ikhtiar selain pengobatan secara medis. Bajakah ini menjadi harapan baru banyak orang ketika pemeriksaan medis menunjukkan hasil yang memprihatinkan," demikian Roby.



Ini Cerita Pedagang Mencari Bajakah di Sampit | Bang Naga | on Minggu, 25 Agustus 2019 07:25 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Ini Cerita Pedagang Mencari Bajakah di Sampit
Description: Pedagang bajakah di Sampit mencari tanaman yang diyakini bisa menyembuhkan kanker ini ke hutan di Sungai Mentaya.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1239907/ini-cerita-pedagang-mencari-bajakah-di-sampit.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» AS, Kanada, Italia, Bakal Jemput Warga di Kapal Pesiar Jepang
» Hasil Liga Spanyol: Real Madrid Gagal Menang Lawan Celta Vigo
» Hasil Liga Italia: Lazio Kalahkan Inter Milan
» Sabu dan Ribuan Ekstasi Asal Malaysia Gagal Diselundupkan
» Kosta Rika Gagalkan Penyelundupan 5 Ton Kokain
» Liverpool Sudah Lampaui Poin MU Saat Juara Liga Inggris 96/97
» IMF Perkirakan Virus Corona Hambat Pertumbuhan Ekonomi Global

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds