Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Gagal Penalti, Marcus Rashford Jadi Sasaran Rasis di Medsos | Liga 2 : Persiraja Banda Aceh Vs Persibat Batang, 4-1 | Sony Alpha 7R IV dan RX100 VII Dirilis, Ini Spek dan Harganya | Massa Tuntut 7 Hal, Yorrys Raweyai Minta Jokowi ke Papua | Terus Dihujat Pasca Opini Soal Abdul Somad, Ini Saran Anggun | Klarifikasi Deddy Corbuzier Pasca Dianggap Menyerang Abdul Somad | Kota Tua Semarang Setelah "Diguyur" Ratusan Miliar | Kapal Induk USS Abraham Lincoln Mengancam Iran dari 1.111 Km | Rusia Resmikan Masjid Terbesar di Eropa | Hasil Bola Liga Inggris dan Liga Spanyol Sabtu Dinihari | PSI Tolak Pin Emas DPRD DKI, Tina Toon: Jangan Ngambil Gaji | Dari Quraish Shihab Hingga MUI Bicara Soal Abdul Somad | Dari Rongsokan Perang, Harley-Davidson JD 1926 Ditawar Rp 1 M | Gagal Penalti, Marcus Rashford Jadi Sasaran Rasis di Medsos | Liga 2 : Persiraja Banda Aceh Vs Persibat Batang, 4-1 | Sony Alpha 7R IV dan RX100 VII Dirilis, Ini Spek dan Harganya | Hasil Kualifikasi MotoGP Inggris: Marquez Terdepan, Rossi Kedua | Main di Kandang, Manchester United Keok 1-2 Lawan Crystal Palace | Gelar Nobar Film Bumi Manusia, Ini Komentar Erick Thohir | Manchester United Vs Crystal Palace 1-2: Gagal Lagi di Penalti | Pahami Taurus dan 3 Zodiak Ini yang Sulit Mengakui Kesalahannya | Persebaya Vs Persija Jakarta 1-1, Ini Komentar Julio Banuelos | Perawatan Gigi Berlubang Ada 5 Tahapannya |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Menhub Evaluasi Kebijakan Ganjil Genap, Taksi Online Dibahas | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Rabu, 14 Agustus 2019 08:40 WIB

Menhub Evaluasi Kebijakan Ganjil Genap, Taksi Online Dibahas | Berita Tempo Hari Ini

Petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengatur lalu lintas saat uji coba perluasan ganjil genap di Matraman - Salemba, Jakarta, Senin, 12 Agustus 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

SUMUTkota.com, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan menggelar rapat evaluasi perluasan kebijakan pembatasan kendaraan berpelat ganjil genap di Jakarta hari ini, Rabu, 14 Agustus 2019. Rapat itu rencananya mengundang jajaran pejabat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub.

"Kepada Pak Menhub, saya akan laporkan hasil rapat dengan Dinas Pehubungan Provinsi DKI Jakarta. Mereka sudah gelar survei 2 minggu lalu dilaporkan ke kami," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi saat dihubungi pada Rabu, 14 Agustus 2019.

Budi Setiyadi masih enggan menggamblangkan hasil survei Dinas Provinsi DKI Jakarta. Namun, ia menyatakan salah satu poin yang disoroti survei itu adalah persoalan kendaraan yang kebal terhadap aturan ganjil-genap.

Menurut Budi Setiyadi, Kementerian Perhubungan masih perlu menggodok lagi jenis kendaraan yang boleh masuk ke area terkena dampak kebijakan itu. Adapun kendaraan yang diperkenankan melintas kawasan ganjil-genap saat ini adalah ambulans, truk pemadam kebakaran, angkutan umum pelat kuning termasuk taksi, kendaraan yang digerakkan dengan motor listrik, sepeda motor. 

Lalu, angkutan barang khusus bahan bakar minyak dan gas, kendaraan pimpinan lembaga tinggi seperti presiden, wakil presiden, ketua MPR, Ketua DPR, Ketua DPD, Ketua MA, Ketua MK, Komisi Yudisial, dan BPK. Kemudian, kendaraan berpelat dinas, TNI, dan Polri. 

Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara juga dibolehkan melintasi kawasan ganjil-genap. Selanjutnya, kendaraan yang dalam kondisi khusus memberikan pertolongan kepada korban kecelakaan lalu-lintas serta kendaraan untuk kepentingan seperti pengangkut uang.

"Jumlahnya (jenis kendaraan kebal kebijakan) bisa saja nanti bertambah atau berkurang," ucapnya.

Menurut Budi Setiyadi, pihaknya juga akan merembuk nasib taksi online. Saat ini, taksi berbasis aplikasi yang dinaungi Gojek dam Grab Indonesia belum dibolehkan masuk kawasan ganjil-genap meski statusnya sama dengan taksi berpelat kuning.

"Kebijakan itu nanti tergantung DKI. Apakah akan boleh masuk atau tidak. Evaluasinya disampaikan tiap pekan," ujarnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya menyampaikan taksi online tak memperoleh izin masuk area ganjil genap karena tidak memiliki penanda yang membedakan dengan angkutan pribadi. Padahal, dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 118 Tahun 2019, taksi online telah tergolong dalam kelompok angkutan umum.

FRANCISCA CHRISTY ROSANA



Menhub Evaluasi Kebijakan Ganjil Genap, Taksi Online Dibahas | Bang Naga | on Rabu, 14 Agustus 2019 08:40 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Menhub Evaluasi Kebijakan Ganjil Genap, Taksi Online Dibahas
Description: Menhub Budi Karya Sumadi akan menggelar rapat evaluasi perluasan kebijakan pembatasan kendaraan berpelat ganjil genap di Jakarta hari ini.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1235709/menhub-evaluasi-kebijakan-ganjil-genap-taksi-online-dibahas.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Kalahkan Fajar/Rian, Ahsan/Hendra ke Final Kejuaraan Dunia
» Bamsoet Soal Molotov di DPP Golkar: Bisa Diciptakan Sendiri
» FOTO: Demonstrasi di Hong Kong Kembali Ricuh
» Liverpool Unggul 1-0 atas Arsenal di Babak Pertama
» Direkrut Klub Norwegia, Pemain Muda Ganti Nama Jadi Messi
» Luhut: Kalau Enggak Ada Gejolak, Bukan Papua Namanya
» Hasil Liga Inggris: Rashford Gagal Penalti, MU Kalah Perdana

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status


    Page loads : seconds