Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Terpidana 360 Tahun Penjara Dibebaskan, Jubir Duterte Dicurigai | 8 Jenis Kacang yang Memiliki Manfaat untuk Kesehatan | Cedera Pulih, Lionel Messi Mulai Berlatih Lagi Bersama Barcelona | Cak Imin Pede Deklarasi Muktamar Bali Bawa PKB Menang Pemilu 2024 | 4 Perpindahan Tekini Bursa Transfer: Sturridge, Ribery.. | Awas,Polusi Udara Bisa Sebabkan Depresi dan Bipolar | Abdul Somad Bisa Bernasib Seperti Ahok, MUI: Bukan Ranah Kami | Hasil Lengkap Leg Pertama Babak Play-off Liga Champions | Soal BPJS Kesehatan, Sri Mulyani: Kami Membantu, Tetapi... | Hasil Tour de Indonesia: Angus Lyons Puncaki Klasemen Sementara | Hasil Tenis Combiphar: David Agung Melaju di Tunggal dan Ganda | Pengganti Bambu Getih Getah, Ini Instalasi Bronjong Rp 150 Juta | Maju Jadi Calon Ketua PSSI, Iwan Bule Ingin Ada Divisi Suporter | Suap Gorong-Gorong, Penggeledahan KPK di Kantor PT MAM Rampung | Produksi Susu Sapi Segar Turun Selama Kemarau | Cak Imin Pertimbangkan Hapus Posisi Sekjen PKB | Pemerintah Provinsi Papua Barat Jamin Manokwari Sudah Aman | Papua Akan Jadi Tujuan Blusukan KPSN Berikutnya | Jokowi Telepon Gubernur Pastikan Keamanan Papua Barat | Formulasi RAPBN 2020 Mampu Mengatasi Ketidakpastian Global? | Ditolak Mahasiswa Papua, Fadli Zon Temui Gubernur Khofifah | Video Abdul Somad: Ahok Tidak Masalah, Muhammadiyah Sebut Jin | Undang Abdul Somad, MUI Ingin Tabayyun Soal Ceramah Salib | Bintang Film Porno Temukan Bahagia Hidup di Terowongan | Wawancara Khusus Jokowi: Ibu Kota Baru, PNS Tak Boleh Bolak-balik | Abdul Somad: Pakar Hukum akan Melihat Apakah UAS Melanggar Aturan | Bupati Fakfak Imbau Semua Pihak Menahan Diri | Putri Gus Dur Cerita Tak Datang Muktamar PKB Karena Cak Imin | Abdul Somad Tak Akan Minta Maaf Atas Ceramahnya Tentang Salib | Laura Basuki: Susi Susanti Tertekan, Presiden Telepon & Mau Nikah | Terpidana 360 Tahun Penjara Dibebaskan, Jubir Duterte Dicurigai | 8 Jenis Kacang yang Memiliki Manfaat untuk Kesehatan | Cedera Pulih, Lionel Messi Mulai Berlatih Lagi Bersama Barcelona | Cak Imin Pede Deklarasi Muktamar Bali Bawa PKB Menang Pemilu 2024 | 4 Perpindahan Tekini Bursa Transfer: Sturridge, Ribery.. | Jokowi Provides Land Certificate for Kupang Residents | Awas,Polusi Udara Bisa Sebabkan Depresi dan Bipolar | Internet Blocked in Papua, Telkomsel: Voice Call and Text Works | Abdul Somad Bisa Bernasib Seperti Ahok, MUI: Bukan Ranah Kami | Hasil Lengkap Leg Pertama Babak Play-off Liga Champions |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Cina Sebut Etnis Uighur di Xinjiang Dipaksa Masuk Islam | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Selasa, 23 Juli 2019 11:30 WIB

Cina Sebut Etnis Uighur di Xinjiang Dipaksa Masuk Islam | Berita Tempo Hari Ini

Seorang etnis muslim Uighur menjual alat muslim pada seorang pria di Kota Lama Kashgar di Xinjiang Uighur, 6 September 2018. Warga Uighur dipantau secara ketat oleh Partai Komunis Cina bahkan sampai ke dalam rumah mereka. REUTERS/Thomas Peter

SUMUTkota.com, Jakarta - Cina mengatakan etnis Uighur di Xinjiang dipaksa masuk Islam beberapa abad lalu.

Cina berupaya menjustifikasi kebijakan kontroversialnya, yang diyakini telah menahan 2 juta Muslim Uighur dan minoritas lain di Xinjiang.

Dalam sebuah laporan yang dirilis pada Ahad, Kantor Informasi Dewan Negara Cina menggambarkan Xinjiang sebagai masyarakat dengan beragam agama dan telah hidup berdampingan selama berabad-abad.

Dokumen setebal 6.800 kata, dirilis secara penuh oleh kantor berita negara Xinhua, mengatakan bahwa Xinjiang "menghormati kebebasan warga negara untuk percaya, atau tidak percaya, pada agama apa pun," seperti dikutip dari CNN, 23 Juli 2019.

Laporan juga mengatakan Islam diperkenalkan ke wilayah Xinjiang dengan paksa selama perang agama di abad ke-10, yang mengakhiri dominasi agama Buddha selama berabad-abad.

"Peralihan Uighur ke Islam bukanlah pilihan sukarela yang dibuat oleh rakyat biasa, tetapi hasil dari perang agama dan pemaksaan oleh kelas yang berkuasa," kata laporan itu.

"Islam bukanlah adat atau satu-satunya sistem kepercayaan masyarakat Uighur," tambahnya.

Cina secara resmi adalah negara ateis, meskipun sekitar 18 persen populasi mengidentifikasi diri mereka sebagai penganut Buddha, 5 persen Kristen dan Muslim di bawah 2 persen, menurut CIA Factbook.

Pekerja melewati bangunan pusat pendidikan keterampilan kejuruan untuk Muslim Uighur yang dikelilingi pagar berduri di Dabancheng, Xinjiang, Cina, 4 September 2018. Berdasarkan laporan, para tahanan beragama Islam dipaksa keluar dari agama mereka dan bersumpah setia kepada Partai Komunis Cina. REUTERS

Xinhua mengatakan sejarah wilayah Xinjiang telah terdistorsi oleh "pasukan asing yang bermusuhan dan pasukan separatis, ekstremis agama dan teroris."

Laporan juga menampik etnis Uighur diturunkan dari Turki, dengan menyebut Xinjiang sebagai bagian dari Cina dan tidak pernah disebut Turkistan Timur.

Beijing telah memiliki sejarah yang panjang atas Xinjiang, sebuah wilayah otonom di ujung barat Cina yang merupakan rumah bagi populasi yang relatif kecil, sekitar 22 juta di negara berpenduduk 1,4 miliar orang.

Etnis Uighur yang mayoritas Muslim, yang secara etnis berbeda dari kelompok etnis mayoritas negara itu, Cina Han, membentuk mayoritas di Xinjiang, di mana jumlah mereka hanya di bawah setengah dari total populasi.

Laporan mengatakan sekarang ada 24.800 tempat untuk kegiatan keagamaan di Xinjiang, termasuk 24.400 masjid dan 400 kuil, gereja dan tempat-tempat doa lainnya.

Orang-orang Uighur menyebut kampanye Cina terhadap orang Uighur seperti sebuah genosida budaya, di mana mantan tahanan kamp menggambarkan indoktrinasi dalam propaganda Partai Komunis dan larangan di seluruh wilayah mengenai budaya dan tradisi Uighur.

Pada 2017, jenggot panjang dan cadar dilarang di Xinjiang, atau memberi nama yang tidak sesuai. Pada tahun 2018, pegawai negeri Cina mulai wajib tinggal di rumah bersama keluarga Uighur untuk membantu penduduk Xinjiang berasimilasi, dan mengawasi praktik-praktik keagamaan atau budaya yang tidak disukai.

Pemerintah Cina telah membantah memiliki kamp pendidikan ulang di Xinjiang, menggambarkan kamp sebagai pusat pelatihan kejuruan sukarela.

Cina membela diri bahwa pusat-pusat pendidikan etnis Uighur itu sebagai bagian penting dari program memerangi radikalisasi Islam, yang menurut laporan itu meningkat di seluruh dunia setelah Perang Dingin, sebelum menyebar ke Xinjiang.



Cina Sebut Etnis Uighur di Xinjiang Dipaksa Masuk Islam | Bang Naga | on Selasa, 23 Juli 2019 11:30 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Cina Sebut Etnis Uighur di Xinjiang Dipaksa Masuk Islam
Description: Kantor Informasi Dewan Negara Cina merilis laporan bahwa etnis Uighur di Xinjiang dipaksa masuk Islam beberapa abad lalu.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1227556/cina-sebut-etnis-uighur-di-xinjiang-dipaksa-masuk-islam.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Kementerian ESDM Bangun Akademi Migas di Sumsel Tahun Depan
» Harga Satu Gol Sanchez di MU Rp141 Miliar
» Belum Rilis, Album 'Lover' Taylor Swift Laku 1 Juta Kopi
» Indung Didakwa Jadi Perantara Suap Bowo Sidik
» Gereja Batu Berumur 1400 Tahun Ditemukan di Inggris
» Insiden Papua, Ristekdikti Koordinasi dengan Rektor Uncen
» Parpol Dinilai Tak Punya Konsep Jelas Soal GBHN

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status


    Page loads : seconds