Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Hasil Tour de Indonesia: Angus Lyons Puncaki Klasemen Sementara | Hasil Tenis Combiphar: David Agung Melaju di Tunggal dan Ganda | Pengganti Bambu Getih Getah, Ini Instalasi Bronjong Rp 150 Juta | Maju Jadi Calon Ketua PSSI, Iwan Bule Ingin Ada Divisi Suporter | Suap Gorong-Gorong, Penggeledahan KPK di Kantor PT MAM Rampung | Produksi Susu Sapi Segar Turun Selama Kemarau | Cak Imin Pertimbangkan Hapus Posisi Sekjen PKB | Pemerintah Provinsi Papua Barat Jamin Manokwari Sudah Aman | Papua Akan Jadi Tujuan Blusukan KPSN Berikutnya | Jokowi Telepon Gubernur Pastikan Keamanan Papua Barat | Formulasi RAPBN 2020 Mampu Mengatasi Ketidakpastian Global? | Ditolak Mahasiswa Papua, Fadli Zon Temui Gubernur Khofifah | Video Abdul Somad: Ahok Tidak Masalah, Muhammadiyah Sebut Jin | Undang Abdul Somad, MUI Ingin Tabayyun Soal Ceramah Salib | Bintang Film Porno Temukan Bahagia Hidup di Terowongan | Wawancara Khusus Jokowi: Ibu Kota Baru, PNS Tak Boleh Bolak-balik | Abdul Somad: Pakar Hukum akan Melihat Apakah UAS Melanggar Aturan | Bupati Fakfak Imbau Semua Pihak Menahan Diri | Putri Gus Dur Cerita Tak Datang Muktamar PKB Karena Cak Imin | Abdul Somad Tak Akan Minta Maaf Atas Ceramahnya Tentang Salib | Laura Basuki: Susi Susanti Tertekan, Presiden Telepon & Mau Nikah | Hasil Tour de Indonesia: Angus Lyons Puncaki Klasemen Sementara | Hasil Tenis Combiphar: David Agung Melaju di Tunggal dan Ganda | Pengganti Bambu Getih Getah, Ini Instalasi Bronjong Rp 150 Juta | Maju Jadi Calon Ketua PSSI, Iwan Bule Ingin Ada Divisi Suporter | Suap Gorong-Gorong, Penggeledahan KPK di Kantor PT MAM Rampung | Produksi Susu Sapi Segar Turun Selama Kemarau | Cak Imin Pertimbangkan Hapus Posisi Sekjen PKB | Pemerintah Provinsi Papua Barat Jamin Manokwari Sudah Aman | Papua Akan Jadi Tujuan Blusukan KPSN Berikutnya | Jokowi Telepon Gubernur Pastikan Keamanan Papua Barat |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Soal Motif Kasus Novel Baswedan, KPK: Apa TPF Sudah Tanya Pelaku? | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Jumat, 19 Juli 2019 01:53 WIB

Soal Motif Kasus Novel Baswedan, KPK: Apa TPF Sudah Tanya Pelaku? | Berita Tempo Hari Ini

Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menggelar aksi diam di depan gedung KPK, Jakarta, Selasa, 12 Maret 2019. Aksi solidaritasi itu untuk memperingati 700 hari penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. TEMPO/Imam Sukamto

SUMUTkota.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menganggap janggal tudingan tim pencari fakta bentukan Polri bahwa Novel Baswedan menggunakan kewenangan secara berlebihan. Sebab, bagaimana tim gabungan bisa menentukan motif tanpa mengungkap pelakunya.

"Dari mana tim pencari fakta tahu persepsi dari pelaku? Apakah TPF sudah memeriksa pelaku hingga bisa menyimpulkan itu?" kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, di kantornya, Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019.

KPK, kata Febri, curiga, jangan-jangan kesimpulan tersebut diambil tanpa dasar. "Ini tidak terjelaskan ke publik," sambung Febri.

Sebelumnya, TPF menyatakan balas dendam sebagai motif penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan pada 11 April 2017. Menurut tim, balas dendam itu dipicu penggunaan kewenangan secara berlebihan.

Anggota tim, Nur Kholis, mengatakan penggunaan wewenang yang berlebihan membuat Novel menjadi musuh sejumlah pihak yang berperkara di KPK. Tim meyakini motif balas dendam ini terkait dengan kasus korupsi yang tengah ditangani oleh penyidik senior KPK itu. “Ada yang merasa dendam dan berencana melukai penyidik KPK tersebut,” kata dia.

Febri mengatakan KPK kecewa tim tidak mengungkap pelaku teror, tapi malah terkesan menyerang Novel Baswedan dengan tuduhan penggunaan kewenangan berlebihan. Dia tak berharap tudingan itu justru menjadikan Novel sebagai korban untuk kesekian kali.

Ia mengatakan penyidikan di KPK dilakukan berdasarkan hukum acara yang berlaku. Ia mengatakan kalaupun ada pihak yang merasakan keberatan dengan penanganan perkara di KPK, seharusnya pihak itu bisa melakukan gugatan. Tapi sejauh ini, kata dia, belum pernah ada pihak yang melaporkan pegawai KPK atas dugaan berlaku sewenang-wenang.



Soal Motif Kasus Novel Baswedan, KPK: Apa TPF Sudah Tanya Pelaku? | Bang Naga | on Jumat, 19 Juli 2019 01:53 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Soal Motif Kasus Novel Baswedan, KPK: Apa TPF Sudah Tanya Pelaku?
Description: KPK menganggap janggal tudingan tim pencari fakta bentukan Polri bahwa Novel Baswedan menggunakan kewenangan secara berlebihan.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1226131/soal-motif-kasus-novel-baswedan-kpk-apa-tpf-sudah-tanya-pelaku.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Polisi Sebut Ada Lima Demo di Papua: Dua Ricuh, Tiga Kondusif
» Ratusan Perempuan Jadi Korban Pria Tukang Intip Celana Dalam
» Fahri Sebut Tak Ada Fungsi dari Penambahan Pimpinan MPR
» Ibu Hamil Minum Obat Kedaluwarsa Puskesmas Jadi Dua Orang
» Resmi, Sturridge Direkrut Klub Liga Turki Trabzonspor
» Brimob Polda di Sulawesi Diperbantukan ke Papua Barat
» Ketua DPR Tolak Terlibat Revisi UU MD3

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status


    Page loads : seconds