Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Rapat Komisi, Anggota Fraksi PDIP dan PSI Cekcok | Arkeolog Teliti Peradaban Danau Matano, Hilang Karena Gempa? | Helmy Yahya Diberhentikan dari Jabatan Direktur Utama TVRI | Tekuk Laos 4-0, Timnas U-23 Indonesia ke Semifinal SEA Games 2019 | UAS Cerai, Netizen Bandingkan dengan Ahok | UAS Cerai, Ini 7 Poin Klarifikasi Abdul Somad | Straits Times Pilih Jokowi Sebagai Pemimpin Terbaik se-Asia 2019 | Ahok: Pertamina Harus Buat Biofuel 100 Persen | Kata Mouriho Setelah Tottenham Dikalahkan Manchester United 1-2 | Forbes Rilis 50 Orang Terkaya Indonesia, Hartono Masih Teratas | ICJR: Ada Putusan MK, Junimart Tak Bisa Laporkan Rocky Gerung | Rocky Gerung Dukung Junimart Laporkan Dirinya | Rapat Komisi, Anggota Fraksi PDIP dan PSI Cekcok | Arkeolog Teliti Peradaban Danau Matano, Hilang Karena Gempa? | Test Drive Nissan Livina: Serunya Mengunjungi Rumah Orangutan | Polwan Rasial ke Aktivis Papua, Polisi: Berkasnya di Kejaksaan | Tutup Munas Golkar, Airlangga Hartarto: Tak Ada Lagi Kubu Bamsoet | Airlangga Hartarto Tunjuk Lodewijk Jadi Sekjen Golkar Lagi | 12 Titik di Jakarta Timur Dipasangi Lampu Penyeberangan Orang | Rahasia Mandy Moore Lebih Bugar di Usia 30-an, Ubah Pola Diet | Bergaul dan 5 Kebiasaan Ini Bisa Menambah Kecerdasan Anda | Topi Fedora Masuk Liang Lahat, Begini Awal Ciputra Suka Bertopi |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Kontroversi Aturan Poligami Aceh | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Kamis, 18 Juli 2019 07:00 WIB

Kontroversi Aturan Poligami Aceh | Berita Tempo Hari Ini

Penduduk menikmati matahari terbenam akhir tahun di kawasan pantai Desa Suak Ujong Kalak, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Senin, 31 Desember 2018. Menikmati sunset di kawasan pantai masih menjadi alternatif sebagian warga untuk melewati pergantian tahun di provinsi Aceh yang telah menerapkan syariat Islam tersebut. ANTARA

PENERAPAN syariat Islam di Provinsi Aceh selalu mengundang kontroversi. Dulu orang ribut soal hukum cambuk, kini heboh urusan poligami. Sudah saatnya pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat mengevaluasi pemberian otonomi khusus yang terlalu luas terhadap Aceh. Keistimewaan itu telah memicu pelaksanaan syariat Islam yang kebablasan.

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh memang memberikan keleluasaan kepada provinsi ini untuk menerapkan syariat Islam. Pelaksanaannya meliputi antara lain urusan ibadah, hukum keluarga, hukum pidana, dan hukum perdata. Nah, publik geger ketika Provinsi Aceh hendak membikin Qanun Hukum Keluarga yang memuat soal poligami.

Rancangan qanun atau peraturan daerah itu memberikan kelonggaran yang luar biasa bagi suami untuk menikah lagi. Seorang suami boleh memiliki empat istri asalkan mampu secara lahir dan batin. Syarat lain, ia harus mampu bersikap adil terhadap istri dan anak-anaknya. Kendati mensyaratkan pula adanya persetujuan pengadilan, aturan poligami ini dinilai merendahkan martabat perempuan.

Hukum nasional sebetulnya juga mengatur poligami lewat Undang-Undang Perkawinan. Perbedaannya terletak pada prinsip dasar. Undang-undang ini menekankan asas monogami dalam perkawinan dan menempatkan poligami dalam aturan perkecualian. Undang-Undang Perkawinan juga tidak mengatur secara eksplisit bahwa seorang suami boleh beristri hingga empat orang.

Pemerintah daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh sebaiknya memperhatikan kecaman publik. Mereka bisa menghapus aturan tersebut dari rancangan qanun karena Undang-Undang Perkawinan telah memberikan kelonggaran soal poligami. Dari sudut pandang ajaran Islam pun aturan poligami versi rancangan qanun itu masih bisa diperdebatkan.

Banyak ulama memiliki pandangan berbeda mengenai poligami. Ahli fikih Mesir, Syekh Muhammad Abduh, misalnya, berfatwa: sesuai dengan Surat An-Nisa, poligami berlaku dalam keadaan darurat yang hanya dibolehkan bagi orang-orang yang terpaksa dan meyakini bahwa ia akan berlaku adil. Dengan kata lain, sangatlah sulit memenuhi syarat untuk berpoligami.

Bukan kali ini saja qanun Aceh menjadi sorotan. Sebelumnya, publik mengkritik hukum pidana (jinayah) yang mengatur hukuman cambuk. Dari pandangan umum dan semangat konstitusi, hukuman ini tidak manusiawi dan melanggar hak asasi manusia. Masalahnya, pemerintah pusat tidak bisa serta-merta mencabut qanun yang kontroversial. Undang-Undang Pemerintahan Aceh jelas menegaskan bahwa qanun mengenai pelaksanaan syariat Islam hanya bisa direvisi lewat uji materi di Mahkamah Agung.

Mahkamah pun sebetulnya juga tidak mudah mengoreksi sebuah qanun karena tolok ukurnya tentu undang-undang yang mengatur keistimewaan Aceh. Apalagi pemberian otonomi khusus juga diatur oleh konstitusi. Pasal 18 B ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945 menyebutkan negara mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau bersifat istimewa yang diatur dengan undang-undang.

Cara lain untuk mengerem pelaksanaan syariat Islam yang berlebihan di Aceh adalah merevisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh. Negara perlu memberikan rambu-rambu yang lebih terang-benderang mengenai pelaksanaan syariat Islam di Aceh. Sisi buruk penerapan syariat Islam pun perlu dipertimbangkan. Sejauh ini pelaksanaan syariat Islam hanya menjadi semacam “hiasan” dan komoditas politik. Kehidupan sosial-ekonomi masyarakat Aceh tidak menjadi lebih baik dan korupsi justru merajalela.



Kontroversi Aturan Poligami Aceh | Bang Naga | on Kamis, 18 Juli 2019 07:00 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Kontroversi Aturan Poligami Aceh
Description: Aturan poligami dalam rancangan qanun Aceh mengundang pro-kontra. Akibat longgarnya aturan otonomi khusus.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1224559/kontroversi-aturan-poligami-aceh.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Ibu Tak Mengharapkan Messi Raih Ballon d'Or 2019
» Tak Dapat Jabatan, Yusril Tetap Loyal Jokowi
» Banyak Pekerja Meninggal, Angka Harapan Hidup AS Merosot
» Tidak Dibebankan Target, Aiman Raih Emas SEA Games 2019
» Kasus Zina, Jaksa Izinkan Wanita Aceh Cicil Hukuman Cambuk
» Awasi Pemilu, Bawaslu Ingin Hapus Penegakan Hukum Terpadu
» Ma'ruf Ucap Selamat ke Airlangga: Munas Golkar Ternyata Sejuk

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status


    Page loads : seconds