Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Kecelakaan Maut: Cayla Ditimpa Tangki Pertamina, 3 Orang Tewas | Baku Pukul di Kalideres, Pencari Suaka dari Afrika Biang Onar? | Proyek Anies Lidah Mertua Dinilai Bukan Solusi Jakarta | Lion Air Gunakan Airbus A330-900 Neo untuk Penerbangan Haji | Kecelakaan Maut Truk Pertamina 3 Tewas, Begini Kronologinya | Pencari Suaka Afrika dan Afganistan Pukul-pukulan, Ini Sebabnya | Istri Raja Malaysia: Kami tidak Bercerai | Turis Ini Nyaris Tewas Setelah Meluncur di Perosotan Air | Jokowi Dianggap Harus Bubarkan KPI Karena Berkinerja Buruk | Butet Kartaredjasa: Mau Jadi Seniman Kok Tiba-Tiba Pakai Narkoba | Gunung Mas Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan | Alasan Remaja Lebih Rentan Gangguan Kejiwaan karena Game Online | Polisi Sebut Nunung Sudah Konsumsi Narkoba 20 Tahun | Pembengkakan dan 3 Hal ini Isyaratkan Tubuh Kurang Protein | Terbakar di Kecelakaan Truk Pertamina Vs Calya, Ini Data Korban | Indonesia Open: Kata Hendra/Ahsan Usai Dikalahkan Kevin/Marcus | Kopaja Minitrans Terbakar, Transjakarta Dikejutkan Temuan Ini | Juventus vs Tottenham 2-3, Lihat Video Gol Spektakuler Harry Kane | RUU Perlindungan Data Pribadi Telah Ditandatangani Menkominfo | Rugikan Jemaah, YLKI: Penjualan Kartu Zain Harus Dilarang |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Sampah Plastik Banjiri Asia Tenggara Sejak Cina Menutup Pintu | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Selasa, 18 Juni 2019 15:23 WIB

Sampah Plastik Banjiri Asia Tenggara Sejak Cina Menutup Pintu | Berita Tempo Hari Ini

Petugas Dinas Kesehatan membersihkan ribuan jarum suntik limbah medis yang ditemukan di tepi jalan kawasan Jebres, Solo, Jawa Tengah, Selasa, 5 Maret 2019. Ribuan jarum suntik itu dibuang dengan kondisi terbungkus plastik di jalan KH Masykur. Foto: Bram Selo Agung

SUMUTkota.com, Jakarta - Permasalahan limbah sampah plastik yang kini membanjiri Asia Tenggara berawal dari kebijakan Cina yang melarang impor nyaris segala jenis limbah plastik. Padahal, Cina sebelumnya merupakan negara pengimpor sampah plastik terbesar.

Baca: Viral, Ini Seruan Susi Pudjiastuti tentang Buang Sampah

Untuk melindungi lingkungan dan kualitas udara, pemerintah Xi Jin Ping memutuskan untuk melarang impor plastik, yang didatangkan dari luar negeri oleh industri daur ulang domestik. Tertutupnya pintu di Cina ini membuat negara maju kelabakan dan  mencari negara lain sebagai tujuan pengapalan limbah plastiknya. Mayoritas kontainer berisi limbah plastik tersebut berujung ke negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Republik Indonesia mencatat, setidaknya ada empat kasus impor limbah sampah plastik ke Tanah Air sejak Januari 2018 hingga Juni 2019.  Kasus pertama adalah temuan limbah plastik di Surabaya, Jawa Timur.

Bea Cukai mendapati ada lima kontainer yang semestinya berisi skrap kertas dari Amerika Serikat. Namun ternyata, kertas bekas impor itu dicampur sampah plastik dan mengandung limbah bahan berbahaya dan beracun alias B3.

Kini, kontainer berisi sampah plastik itu sudah dikembalikan ke negara asal. "Seluruhnya sudah direekspor," ujar Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Ditjen Bea Cukai Syarif Hidayat melalui keterangan tertulis kepada Tempo, Senin, 17 Juni 2019.

Data dari UN Comtrade menunjukkan, gelombang limbah plastik berbelok dari Cina ke negara-negara di Asia Tenggara hanya dalam setahun. Ekspor limbah dan skrap platik (HS 3915) dari Kanada, Amerika Serikat, Britania Raya, dan Jepang dikapalkan menuju Cina, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Vietnam berdasarkan laporan negara pengekspor.

Pada 2017, Cina menyerap sebagian besar limbah plastik yang dikapalkan oleh 4 negara dengan total volume 1,5 juta ton. Namun pada 2018,  Cina hanya mengimpor sekitar 60.000 ton limbah plastik dari 3 negara, dan sama sekali tidak menerima pengiriman limbah plastik dari Amerika Serikat.

Baca juga: Menteri Siti Nurbaya: Sampah Plastik Ilegal Akan Direekspor

Pada periode yang sama, impor limbah plastik Malaysia dari 4 negara naik dari 298.000 ton menjadi 537.000 ton. Limbah plastik yang diterima Indonesia dari 4 negara naik dari 70.500 ton menjadi 120.000 ton.

Lonjakan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia harus lebih awas terhadap limpahan arus ekspor limbah sampah plastik dari negara maju. Tidak hanya yang ilegal, tetapi juga yang masuk dengan resmi.

BISNIS | CAESAR AKBAR

 


Sampah Plastik Banjiri Asia Tenggara Sejak Cina Menutup Pintu | Bang Naga | on Selasa, 18 Juni 2019 15:23 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Sampah Plastik Banjiri Asia Tenggara Sejak Cina Menutup Pintu
Description: Setidaknya ada empat kasus impor limbah sampah plastik ke Tanah Air sejak Januari 2018 hingga Juni 2019.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1215787/sampah-plastik-banjiri-asia-tenggara-sejak-cina-menutup-pintu.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Warga Selandia baru Ramai-ramai Serahkan 10 Ribu Senjata Api
» Juara Indonesia Open 2019, Tien Chen Kehabisan Baju
» VIDEO: 'Black Widow' Singgung Isu Kesetaraan di Comic-Con
» Pacquiao Petinju Tertua Peraih Gelar Kelas Welter
» Kemenag: Bendera Tauhid di MAN 1 Sukabumi Tak Terkait HTI
» Kalah dari Persija, PSM Tetap Yakin Juara Piala Indonesia
» Jepang Belum Putuskan Kirim Pasukan Gabung Koalisi AS ke Iran

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status

    Page loads : seconds