Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Perbaikan Jalan Tol Cikampek Dua Arah, Antisipasi Kemacetan Parah | Usai Spiderman Far From Home Marvel Umumkan Fase Keempat MCU | Kecelakaan Maut: Cayla Ditimpa Tangki Pertamina, 3 Orang Tewas | Baku Pukul di Kalideres, Pencari Suaka dari Afrika Biang Onar? | Proyek Anies Lidah Mertua Dinilai Bukan Solusi Jakarta | Lion Air Gunakan Airbus A330-900 Neo untuk Penerbangan Haji | Kecelakaan Maut Truk Pertamina 3 Tewas, Begini Kronologinya | Pencari Suaka Afrika dan Afganistan Pukul-pukulan, Ini Sebabnya | Istri Raja Malaysia: Kami tidak Bercerai | Jokowi Dianggap Harus Bubarkan KPI Karena Berkinerja Buruk | Turis Ini Nyaris Tewas Setelah Meluncur di Perosotan Air | Butet Kartaredjasa: Mau Jadi Seniman Kok Tiba-Tiba Pakai Narkoba | Perbaikan Jalan Tol Cikampek Dua Arah, Antisipasi Kemacetan Parah | Usai Spiderman Far From Home Marvel Umumkan Fase Keempat MCU | Gunung Mas Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan | Alasan Remaja Lebih Rentan Gangguan Kejiwaan karena Game Online | Polisi Sebut Nunung Sudah Konsumsi Narkoba 20 Tahun | Pembengkakan dan 3 Hal ini Isyaratkan Tubuh Kurang Protein | Terbakar di Kecelakaan Truk Pertamina Vs Calya, Ini Data Korban | Indonesia Open: Kata Hendra/Ahsan Usai Dikalahkan Kevin/Marcus | Kopaja Minitrans Terbakar, Transjakarta Dikejutkan Temuan Ini | Juventus vs Tottenham 2-3, Lihat Video Gol Spektakuler Harry Kane |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

PPDB Berbasis Zonasi, Warganet: Buat Apa Ada UN? | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Selasa, 18 Juni 2019 08:30 WIB

PPDB Berbasis Zonasi, Warganet: Buat Apa Ada UN? | Berita Tempo Hari Ini

Orangtua dan calon siswa mengantre penyerahan dan pemeriksaan berkas pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 tingkat SMA-SMK di SMAN 2 Bandung, Jawa Barat, Senin, 17 Juni 2019. ANTARA

SUMUTkota.com, Jakarta - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis zonasi yang diterapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dikeluhkan warganet wali murid karena tidak mempertimbangkan hasil Ujian Nasional (UN).

Baca: PPDB Online, Ratusan Orang Urus Berkas di Dinas Dukcapil Tangsel

"Ya, terus buat apa UN diadakan pak? Tahu gitu tidak usah ikut bimbingan belajar sana-sini, Pak, terbuang sia-sia uang orangtua saya," tulis akun Instagram @qonitafadiyah di laman Instagram Kemendikbud, @kemdikbud.ri.

Kritik penerapan sistem zonasi itu juga dilontarkan warganet lainnya. Pasalnya sejumlah sekolah belum merata kualitasnya maupun sarana prasarananya. Akun @amruafa meminta pemerintah untuk menyetarakan dulu fasilitas sekolah baru kemudian memakai sistem zonasi.

"Masa iya sekolah fasilitas A lebih bagus daripada B, C, D. Katanya biar tidak ada sekolah favorit," tulisnya.

Selain itu, wali murid juga mengeluhkan PPDB berbasis zonasi itu. Akun Facebook Liefy Wirjokoesoemo mengeluhkan susahnya masuk di sekolah negeri karena nilai UN tidak ada pengaruhnya.

"Siapa yang daftar duluan berpeluang besar untuk diterima bila ada zonasi yang sama. Alhasil pagi ini ada yang sudah datang ke sekolah yang dituju jam 03.00 pagi," kata Liefy.

Liefy menyebut anaknya yang datang habis solat Subuh antrean sudah mengular. Liefy mengaku kasihan dengan anak-anak yang memiliki nilai UN tinggi tapi jauh dari zona.

Kebijakan zonasi yang diterapkan sejak 2016 menjadi pendekatan baru yang dipilih pemerintah untuk mewujudkan pemerataan akses pada layanan dan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, Mendikbud bersama Mendagri telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 01 Tahun 2019 dan Nomor 420/2973/SJ. Edaran yang ditujukan kepada para Kepala Daerah ini bertujuan agar Pemerintah Daerah segera menetapkan kebijakan petunjuk teknis (juknis) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018 serta zonasi persekolahan sesuai kewenangan masing-masing.

Sementara Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 mengatur agar PPDB yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar, maupun Pemerintah Provinsi untuk pendidikan menengah, wajib menggunakan tiga jalur, yakni jalur Zonasi (paling sedikit 90 persen), jalur Prestasi (paling banyak 5 persen), dan jalur Perpindahan Orang tua/Wali (paling banyak 5 persen). Nilai ujian nasional (UN) tidak dijadikan syarat seleksi jalur zonasi dan perpindahan orang tua.

Penerapan PPDB yang menyimpang dari Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tidak dibenarkan. Sanksi akan diberikan sesuai peraturan yang berlaku, seperti teguran tertulis sampai dengan penyesuaian alokasi atau penggunaan anggaran pendidikan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Selain kanal yang dikelola pemerintah daerah, masyarakat juga dapat menyampaikan laporan/pengaduan pelanggaran PPDB di antaranya Unit Layanan Terpadu (ULT) melalui http://ult.kemdikbud.go.id; SMS 0811976929; [email protected]

Pengaduan PPDB lainnya, posko Pengaduan Itjen melalui http://posko-pengaduan.itjen.kemdikbud.go.id/; SMS/WhatsApp 08119958020. Selanjutnya, Saber Pungli melalui hotline 193; SMS 1193; [email protected] dan Ombudsman melalui https://www.ombudsman.go.id/pengaduan; hotline 137.*

ANTARA



PPDB Berbasis Zonasi, Warganet: Buat Apa Ada UN? | Bang Naga | on Selasa, 18 Juni 2019 08:30 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: PPDB Berbasis Zonasi, Warganet: Buat Apa Ada UN?
Description: Kebijakan zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang diterapkan sejak 2016 menjadi pendekatan baru yang dipilih pemerintah.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1215638/ppdb-berbasis-zonasi-warganet-buat-apa-ada-un.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» 4 Aksi 'Agen' Ronaldo
» Warga Selandia baru Ramai-ramai Serahkan 10 Ribu Senjata Api
» Juara Indonesia Open 2019, Tien Chen Kehabisan Baju
» VIDEO: 'Black Widow' Singgung Isu Kesetaraan di Comic-Con
» Pacquiao Petinju Tertua Peraih Gelar Kelas Welter
» Kemenag: Bendera Tauhid di MAN 1 Sukabumi Tak Terkait HTI
» Kalah dari Persija, PSM Tetap Yakin Juara Piala Indonesia

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status

    Page loads : seconds