Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Dari Luar Sidang MK, 'Presiden 03' Suwono Tak Percaya Jokowi | Balai Minta Perdebatan Pemisahan Pendaki Gunung Rinjani Diakhiri | Bupati Karanganyar Nilai Saksi Prabowo Mengada-ada | PPDB 2019: Orang Tua Diminta Tak Malas Cari Informasi Resmi | 3 Momen Menarik Saat Sidang Sengketa Pilpres di MK | Turnamen Tenis Junior Detec Open Masuki Semifinal, Jumat Ini | Turnamen Catur Japfa: Kushnutdinov Paling Berpeluang Juara Putra | Turnamen Catur Japfa: Empat Pecatur Putri Ini Berpeluang Juara | Wapres JK dan Pejabat Lain Melayat Putra Ketua MA Hatta Ali | Sidang Sugi Nur Diwarnai Baku Hantam Banser dan FPI | Pakar Hukum Menilai Argumen Saksi Prabowo di Sidang MK Lemah | Dicecar Tim Hukum Prabowo, Saksi Ahli KPU Berkelakar di Sidang MK | Puji Saksi Ahli KPU Berlebihan, Tim Hukum Jokowi Ditegur Hakim MK | Pisang Unik Ini Ditemukan di Pulau Kapotar, Papua | Bandingkan dengan Anies, Ahok: Kalau Aku yang Keluarkan IMB, ... | Yusril: Ternyata Bukti Wow Bambang Widjojanto Tak Ada Apa-apanya | Keponakan Jadi Saksi Tim Prabowo, Mahfud MD: Kesaksiannya Mentah | Ahok Bingung Anies Tak Cabut Pergub Soal Reklamasi | Saksi Ahli KPU: Maaf Kalau Saya Menggurui, Karena Saya Guru | Dari Luar Sidang MK, 'Presiden 03' Suwono Tak Percaya Jokowi | Balai Minta Perdebatan Pemisahan Pendaki Gunung Rinjani Diakhiri | Bupati Karanganyar Nilai Saksi Prabowo Mengada-ada | PPDB 2019: Orang Tua Diminta Tak Malas Cari Informasi Resmi | KPK: Don't Judge People by Beard, Short Trousers | Jokowi - Prabowo Meeting to be Held before Election Trials End | Konawe Flood Causes IDR226bn Economic Loss: Governor | Gov't Lowers Airlines Tariff for Low-Cost Carriers | 3 Momen Menarik Saat Sidang Sengketa Pilpres di MK | Businesses Install Rooftop Solar Panel |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Polisi Juga Dalami Keterlibatan Habil Marati | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Rabu, 12 Juni 2019 11:00 WIB

Polisi Juga Dalami Keterlibatan Habil Marati | Berita Tempo Hari Ini

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Muhammad Iqbal (kedua kanan) bersama jajaran kepolisian dan TNI memberikan keterangan pers terkait kasus kerusuhan yang terjadi di depan Gedung Bawaslu pada 21-22 Mei di Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

SUMUTkota.com, Jakarta - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal mengatakan kepolisian sedang mendalami dalang di balik pembelian senjata api ilegal, dan perencanaan pembunuhan tokoh nasional. Sejauh ini menurut keterangan tersangka yang didapatkan polisi, mereka baru menyebut nama Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zein, dan politikus Partai Persatuan Pembangunan, Habil Marati.

Baca juga: Pimpinan PPP Belum Berhasil Menghubungi Habil Marati

 “Penyidik sedang mendalami itu. Sepertinya pertanyaannya menggiring ke inti dalangnya. (Tapi) perlu waktu perlu proses untuk alur tersebut,” ujar Iqbal kepada wartawan dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Selasa 11 Juni 2019.

Iqbal menyebut sejauh ini sudah ada petunjuk dan alat bukti yang mereka miliki. Menurutnya sudah ada keterkaitan antara tersangka ke tokoh-tokoh lainya. “Ada beberapa keterangan dari tersangka bahwa mereka disurh si A disuruh B dari daerah mana,  dari A B C D sudah ada. Tapi belum waktunya saat ini kami sampaikan.”Manajer Timnas Senior Sepakbola Indonesia Habil Marati. ANTARA/Yudhi Mahatma

Iqbal pun membeberkan beberapa pengakuan tersangka. Salah satunya Iwan asal Bogor. Dalam video pengakuan, Iwan mengatakan pada bulan Maret Kivlan Zen mengajaknya bertemu di Masjid Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pada pertemuan itu ia diberikan uang sejumlah Sin$ 15.000, yang ia tukarkan langsung di money changer menjadi Rp 150 juta.

Uang tersebut, menurut Iwan, diberikan Kivlan untuk pembelian empat senjata api. Dua senjata laras pendek, dan dua senjata laras panjang. “Saya domisili Binong, Bogor, saya diamankan polisi terkait ujaran kebencian. kepemilikan senjata api, dan ada kaitannya senior saya yakni Mayor Jenderal Kivlan Zen,” ucap dia.

Video selanjutnya berisi pengakuan Tajudin, yang mengaku diperintahkan oleh Kivlan Zen untuk mengeksekusi Menko Polhukam Wiranto, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Badan Intelejen Nasional Budi Gunawan, Staff Khusus Presiden Bidang Intelejen dan Keamanan Gories Mere. “Saya mendapat perintah dari Mayjen Purn Kivlan Zen melalui Haji Kurniawan alias Iwan utk menjadi eksekutor,” tutur  dia.

Satu video lain berisi pengakuan seseorang bernama Irfansyah. Ia mengaku bertemu dengan Kivlan Zen di masjid Pondok Indah, dua hari sehabis pemilu. Irfansyah mengatakan dirinya diperintahkan untuk mengeksekusi Direktur Eksekutif lembaga survei Charta Politica, Yunarto Wijaya. “Pak Kivlan mengeluarkan handphone menunjukkan alamat serta foto Pak Yunarto direktur lembaga quick count,” kata dia.

Kuasa hukum Mayor Jenderal (Purnawirawan) Kivlan Zen, Muhammad Yuntri, mengatakan kliennya menyanggah keterangan para tersangka perencanaan pembunuhan tokoh nasional. Menurut dia keterangan para tersangka berbeda dengan cerita versi Kivlan. “Kivlan secara fakta membantah tegas dengan cerita yang berbeda,” tulis Yuntri dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Selasa 11 Juni 2019.

Sekitar tiga bukan lalu, kata Yuntri, Iwan pernah dimintai tolong Kivlan untuk menggelar kegiatan demonstrasi anti-PKI dalam momentum peringatan hari Surat Perintah 11 Maret (Supersemar). Setelah kliennya memberikan dukungan sejumlah dana, tiba-tiba Iwan memberitahu Kivlan bahwa ada rencana pembunuhan terhadap eks Kepala Staf Kostrad itu oleh para empat petinggi negara melalui Badan Intelijen Negara. “Maka untuk mengantisipasinya, Iwan mendapat tugas melindungi Kivlan dan dipekerjakanlah sebagai sopir pribadi kemana-mana.”

Soal kepemilikan denjata api, kata Yantri, tidak pernah ada transaksi yang melibatkan Kivlan. Maka tuduhan yang kini dijadikan dasar polisi untuk menjerat Kivlan sebagai tersangka dengan Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Pasal 1 tentang kepemilikan senjata api ilegal, ia sebut tidak berdasar.

Pengacara Habil Marati, Sugito Atmo, juga membantah keterlibatan kilennya. “Tak ada relevansi aktivitas pak Habil dengan isu penembakan sejumlah pejabat,” kata dia.

FIKRI ARIGI | AVIT HIDAYAT



Polisi Juga Dalami Keterlibatan Habil Marati | Bang Naga | on Rabu, 12 Juni 2019 11:00 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Polisi Juga Dalami Keterlibatan Habil Marati
Description: Muhammad Iqbal mengatakan kepolisian mendalami keterlibatan Kivlan dan Habil Marati dalam perencanaan pembunuhan tokoh nasional.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1213905/polisi-juga-dalami-keterlibatan-habil-marati.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Jokowi Targetkan Semua Tanah di Gresik Bersertifikat 2024
» BNPT Sebut Kemensos Akan Tampung WNI Simpatisan ISIS
» Mourinho Ingin Latih Tim di Piala Dunia
» KPU Sumsel Bakal Cocokkan Data 638 TPS di Empat Lawang
» Bareskrim Polri Musnahkan 137 Kg Sabu Hasil Operasi Poseidon
» Ketua KPK Sebut Polri Membutuhkan Irjen Firli
» Pemerintah Bantu Pemulangan Jenazah Anak Ketua MA dari Afrika

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status

    Page loads : seconds