Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Jokowi Sebut PPDB Sistem Zonasi Perlu Dievaluasi | Jadwal Liga 1 Hari Ini, Bali United Vs PSIS Semarang | 4 Momen Marsudi Wahyu Kisworo Bikin Gergeran Ruang Sidang MK | Dari Luar Sidang MK, 'Presiden 03' Suwono Tak Percaya Jokowi | Balai Minta Perdebatan Pemisahan Pendaki Gunung Rinjani Diakhiri | Bupati Karanganyar Nilai Saksi Prabowo Mengada-ada | PPDB 2019: Orang Tua Diminta Tak Malas Cari Informasi Resmi | 3 Momen Menarik Saat Sidang Sengketa Pilpres di MK | Turnamen Tenis Junior Detec Open Masuki Semifinal, Jumat Ini | Turnamen Catur Japfa: Kushnutdinov Paling Berpeluang Juara Putra | Turnamen Catur Japfa: Empat Pecatur Putri Ini Berpeluang Juara | Wapres JK dan Pejabat Lain Melayat Putra Ketua MA Hatta Ali | Sidang Sugi Nur Diwarnai Baku Hantam Banser dan FPI | Pakar Hukum Menilai Argumen Saksi Prabowo di Sidang MK Lemah | Dicecar Tim Hukum Prabowo, Saksi Ahli KPU Berkelakar di Sidang MK | Puji Saksi Ahli KPU Berlebihan, Tim Hukum Jokowi Ditegur Hakim MK | Pisang Unik Ini Ditemukan di Pulau Kapotar, Papua | Bandingkan dengan Anies, Ahok: Kalau Aku yang Keluarkan IMB, ... | Yusril: Ternyata Bukti Wow Bambang Widjojanto Tak Ada Apa-apanya | Keponakan Jadi Saksi Tim Prabowo, Mahfud MD: Kesaksiannya Mentah | Ahok Bingung Anies Tak Cabut Pergub Soal Reklamasi | Saksi Ahli KPU: Maaf Kalau Saya Menggurui, Karena Saya Guru | Jokowi Sebut PPDB Sistem Zonasi Perlu Dievaluasi | Jadwal Liga 1 Hari Ini, Bali United Vs PSIS Semarang | 4 Momen Marsudi Wahyu Kisworo Bikin Gergeran Ruang Sidang MK | Dari Luar Sidang MK, 'Presiden 03' Suwono Tak Percaya Jokowi | Balai Minta Perdebatan Pemisahan Pendaki Gunung Rinjani Diakhiri | Bupati Karanganyar Nilai Saksi Prabowo Mengada-ada | PPDB 2019: Orang Tua Diminta Tak Malas Cari Informasi Resmi | KPK: Don't Judge People by Beard, Short Trousers | Jokowi - Prabowo Meeting to be Held before Election Trials End | Konawe Flood Causes IDR226bn Economic Loss: Governor |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Rusuh 22 Mei dan Benalu Demokrasi | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Rabu, 12 Juni 2019 10:55 WIB

Rusuh 22 Mei dan Benalu Demokrasi | Berita Tempo Hari Ini

Massa melakukan perlawanan ke arah petugas di depan kantor Bawaslu di kawasan Thamrin, Jakarta, Selasa, 21 Mei 2019. ANTARA

KERUSUHAN yang terjadi di sejumlah lokasi di Jakarta pada Rabu dinihari, 22 Mei lalu, harus diusut tuntas. Perkara itu dengan dalih apa pun tidak boleh dibiarkan menguap begitu saja. Pelaku lapangan dan auktor intelektualisnya mesti mendapat sanksi hukum yang tegas.

Pemerintah tak boleh gentar membongkar habis-habisan kejahatan para pelaku dan dalang kerusuhan. Mereka mengobarkan amuk dengan dalih menolak hasil penghitungan suara pemilihan presiden 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum. Kendati belum ada pengumuman resmi dari kepolisian tentang korban huru-hara itu, disebutkan delapan orang hilang nyawa dan 737 lainnya terluka.

Unjuk kekerasan yang bermula dari kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, dan kemudian menyebar ke sejumlah lokasi lain itu amat kentara dirancang secara serius. Indikasinya, penyerangan terhadap petugas keamanan dan aksi kekerasan lain baru terjadi ketika massa yang memiliki izin unjuk rasa sudah membubarkan diri pada pukul 21.00. Selain itu, ditemukan ada pengiriman pelaku kerusuhan dari kota-kota lain.

Polisi sudah menyebut keterlibatan sejumlah pensiunan perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia dalam insiden itu. Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus, Mayor Jenderal Purnawirawan Soenarko, telah ditahan karena diduga menyelundupkan senjata serbu untuk memanaskan kerusuhan 22 Mei tersebut.

Belakangan, muncul nama Kolonel Purnawirawan Fauka Noor Farid, yang ditengarai berperan merekrut komandan lapangan aksi kerusuhan. Fauka saat berpangkat kapten tergabung dalam Tim Mawar. Tim ini di Pengadilan Mahkamah Militer pada 9 April 1999 terbukti menculik sejumlah aktivis pada 1997-1998. Fauka divonis 1 tahun 4 bulan penjara, tapi tidak dipecat sebagai anggota TNI. Belakangan, Fauka bersama Soenarko tercatat sebagai pengurus Partai Gerindra.

Dari sisi lain, terdapat indikasi pelanggaran yang dilakukan aparat kepolisian saat mengamankan aksi massa. Penyerangan terhadap tenaga medis, penganiayaan terhadap anak di bawah umur dan jurnalis, serta dugaan penggunaan peluru tajam untuk meredam perusuh menjadi cerita lancung lain dari amuk 22 Mei.

Keterlibatan dua pensiunan tentara menambah panjang deretan orang yang diduga ikut menjadi pemicu kerusuhan 22 Mei lalu. Sebelumnya, bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Mayor Jenderal Purnawirawan Kivlan Zen, dan politikus Eggi Sudjana sudah ditahan polisi. Diduga ada nama-nama besar lain yang merancang dan terlibat dalam kerusuhan tersebut. Siapa pun dan bagaimana peran mereka harus dibuka lebar. Pelbagai klaim polisi tentang skenario rusuh mesti dibikin benderang di pengadilan.

Agar rusuh tak menjadi bom waktu pelanggaran hak asasi manusia, pemerintah harus membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF). Tim serupa pernah dibentuk untuk mengusut sejumlah perkara pelanggaran hak asasi manusia. Payung hukum yang bisa dipakai adalah Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Dipicu oleh kontestasi politik-Joko Widodo ikut berlaga di dalamnya-TGPF harus dipimpin dan diisi tokoh independen. Penempatan pejabat negara bisa menjadi masalah baru karena akan dengan mudah dituding sebagai upaya Jokowi menghabisi lawan politik. Para pegiat hak asasi manusia, tokoh masyarakat, serta akademikus yang memiliki rekam jejak bagus, kredibel, dan bebas kepentingan layak dipilih.

Jokowi mesti memastikan TGPF bekerja lurus dan profesional. Siapa saja yang terlibat, tidak terkecuali kontestan pemilihan presiden 2019, harus diproses hukum. Pengalaman buruk pembentukan tim sejenis untuk perkara pelanggaran hak asasi manusia, seperti kerusuhan 1998, peristiwa Talangsari, dan kematian Munir, yang tidak tuntas hingga kini, tak boleh terulang lagi. Penganiayaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, bahkan diusut oleh tim gabungan yang sebagian besar diisi anggota Kepolisian RI-lembaga yang dinilai tak netral dalam perkara ini.

Hasil TGPF mesti dibuka luas kepada publik dan tidak menjadi alat tawar politik untuk mengakhiri kegaduhan Pemilihan Umum 2019. Presiden hendaknya menyadari, jika tak dituntaskan, perkara huru-hara 22 Mei akan menjadi bom waktu yang tiap saat bisa meledak. Menewaskan delapan orang dan melukai ratusan lainnya, rusuh Mei akan selalu dikenang sebagai pelanggaran hak asasi yang tak jelas siapa pelaku dan dalangnya.

Membuat benderang kerusuhan 22 Mei, dengan menyeret otak dan penyandang dananya ke penjara, harus dijadikan momentum untuk mengakhiri sejarah politik kekerasan Orde Baru yang terus menempel dan menjadi benalu dalam demokrasi kita.



Rusuh 22 Mei dan Benalu Demokrasi | Bang Naga | on Rabu, 12 Juni 2019 10:55 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Rusuh 22 Mei dan Benalu Demokrasi
Description: KERUSUHAN yang terjadi di sejumlah lokasi di Jakarta pada Rabu dinihari, 22 Mei lalu, harus diusut tuntas.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1213896/rusuh-22-mei-dan-benalu-demokrasi.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Vietnam Gandeng Rusia untuk Rawat Jasad Ho Chi Minh
» YouTube Jajal Fitur 'Dandan Virtual' dengan Teknologi AR
» KPK Belum Terima Informasi 9 Pati Polri Ikut Seleksi Capim
» Jokowi Targetkan Semua Tanah di Gresik Bersertifikat 2024
» BNPT Sebut Kemensos Akan Tampung WNI Simpatisan ISIS
» Mourinho Ingin Latih Tim di Piala Dunia
» KPU Sumsel Bakal Cocokkan Data 638 TPS di Empat Lawang

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status

    Page loads : seconds