Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
PDIP Gelar Rakernas Bahas Percepatan Kongres Hari Ini | Jelang Balap Blancpain GT di Suzuka, Rio Haryanto Latihan Gokart | Taylor Swift Bakal Rilis Koleksi Fashion dengan Stella McCartney | Jalur Mandiri Unair 1.600 Kursi, UKA Tertinggi Rp 99 Juta | YLKI Menilai Aturan Denda Grab Adil | Eks ISIS The Beatles Mengaku Pernah Selamatkan Algojo Barat | Surat Undangan Buat HTI, Pegawai DKI Salahkan Google | Jadwal bola Rabu Ini: Becamex Vs PSM, Persebaya Vs Madura United | Hasil Euro U-21: Wan-Bissaka Bikin Prancis Tekuk Inggris 2-1 | Persib Vs Tira Persikabo 1-1: Rene Albert Kecewa, Rahmad Puas | Viral ASN Kota Tangerang Hina Babu, Ini yang Dilakukan Pemda | Hal yang Kurang Saat Malioboro Bebas Kendaraan Bermotor Adalah... | Lombok Jadi Tuan Rumah South East Biospher Reserve Network | Orang Tua Perlu Tahu, Terlalu Higienis Bikin Anak Mudah Sakit | Pegawai DKI Undang HTI Rapat Dibuatkan BAP | Di Balik Viral ASN Tangerang Hina Babu, Atasan Ikut Bicara | Gerindra Berpeluang Isi Wagub DKI, M Taufik: Saya Lagi Pikirkan | Tawari Anggota TNI Jaga Sidang MK Jadi Menantu, Ini Alasan Rany | Usai Konfrontasi Kasus Makar, Ini Reaksi Kivlan Zen dan Kurniawan | Sabu Pulau Seribu: Kurir dari Aceh, Paket dari Warga Nigeria | Gempa 6,7 Magnitudo Goyang Jepang, Simak yang Terjadi | Usai Konfrontasi dengan Habil Marati, Kivlan Zen: Saya Difitnah | Kasus Suap Bowo Sidik, KPK Jadwalkan Periksa Anggota DPR M. Nasir | WhatsApp Android Punya Fitur Baru, Sudah Coba? | Trauma Dituding Hina Babu, Pegawai Kota Tangerang Tutup Facebook | Kos Mahasiswa Eksklusif Rasa Hotel di Yogyakarta, Tahu Harganya? | Dituding Hina Babu, Pegawai Kota Tangerang: Facebook Saya Dihack | Dituding Hina Babu, Pegawai Kota Tangerang Akan Klarifikasi | Syahrini Bulan Madu, Netizen Ledek Tulisan Andvanture | PA 212 Mau Halal Bi Halal, Polisi Imbau Tak Demo di Depan MK | Denda untuk Penumpang dan Driver Grab Dinilai Cukup Mendidik | Polri Pantau Grup WhatsApp, Rudiantara: Saya Dukung | Alexanda Kotey, Buka-bukaan Hidup Sebagai Militan ISIS | PDIP Gelar Rakernas Bahas Percepatan Kongres Hari Ini | 49 Non CnC Tin Businesses May Lose Permits | Jelang Balap Blancpain GT di Suzuka, Rio Haryanto Latihan Gokart | Taylor Swift Bakal Rilis Koleksi Fashion dengan Stella McCartney | Jalur Mandiri Unair 1.600 Kursi, UKA Tertinggi Rp 99 Juta | YLKI Menilai Aturan Denda Grab Adil | Eks ISIS The Beatles Mengaku Pernah Selamatkan Algojo Barat | Surat Undangan Buat HTI, Pegawai DKI Salahkan Google | Jadwal bola Rabu Ini: Becamex Vs PSM, Persebaya Vs Madura United | Hasil Euro U-21: Wan-Bissaka Bikin Prancis Tekuk Inggris 2-1 |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Hadapi Kubu Prabowo, Tim Jokowi Minta MK Keluarkan Putusan Sela | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Rabu, 12 Juni 2019 08:00 WIB

Hadapi Kubu Prabowo, Tim Jokowi Minta MK Keluarkan Putusan Sela | Berita Tempo Hari Ini

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Arsul Sani (kedua kiri) bersama kuasa hukum Yusril Ihza Mahendra (ketiga kiri), Direktur Hukum dan Advokasi TKN Ade Irfan Pulungan (kiri) dan Wakil Direktur Hukum dan Advokasi Juri Ardiantoro berkonsultasi dengan petugas di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin 27 Mei 2019. TKN mendatangi MK untuk meminta penjelasan tentang menjadi pihak terkait dalam permohonan gugatan Prabowo-Sandi terhadap hasil Pilpres 2019. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

SUMUTkota.com, Jakarta - Tim kuasa hukum pasangan calon Jokowi - Ma'ruf Amin berencana meminta Mahkamah Konstitusi mengeluarkan putusan sela dalam sidang perdana gugatan sengketa hasil pemilihan presiden 2019 yang akan digelar Jumat nanti, 14 Juni. Mereka meminta majelis hakim menilai apakah gugatan sengketa yang diajukan kubu Prabowo - Sandiaga Uno  memenuhi syarat.

"Kami akan menggunakan hakuntuk meminta agar MK mengeluarkan keputusan sela, putusan pendahuluan apakah materi atau substansi permohonan memenuhi syarat untuk diadili pokok perkaranya," kata wakil ketua tim kuasa hukum Jokowi - Ma'ruf, Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019.

Baca juga: MK Gelar Sidang Sengketa Pilpres Sampai ... 

Arsul mempertanyakan sejumlah poin gugatan yang diajukan tim kuasa hukum Prabowo -Sandiaga. Misalnya, tim kuasa hukum Prabowo mempersoalkan posisi Ma'ruf Amin sebagai Dewan Pengawas Syariah di Bank Negara Indonesia Syariah dan Bank Syariah Mandiri. Bambang Widjojanto cs sebelumnya menyebut Jokowi - Ma'ruf harus didiskualifikasi, dengan alasan pejabat atau karyawan Badan Usaha Milik Negara harus mundur apabila boleh mencalonkan diri.

Menurut Arsul, BNI Syariah dan Bank Syariah Mandiri bukanlah BUMN seperti dimaksud dalam Undang-undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN. Dia juga menjelaskan bahwa Dewan Pengawas Syariah bukanlah karyawan, atau direksi atau komisaris yang merupakan pejabat badan usaha berbentuk perseroan terbatas.

Dia mengingatkan, gugatan perselisihan hasil pemungutan suara (PHPU) yang diatur dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu berbicara ihwal kuantifikasi angka perolehan suara, bukan lagi memenuhi syarat atau tidaknya seorang calon presiden atau wakil presiden.

"Itu jelas salah alamat, salah tempat, dan salah waktu, tiga-tiganya," kata Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan ini.

Baca juga: JK Yakin Jokowi dan Prabowo akan Bertemu Setelah Putusan MK

Timnya juga akan meminta hakim MK menolak perbaikan berkas yang dilakukan tim kuasa hukum Prabowo. Perbaikan berkas ini diserahkan kemarin, Senin, 10 Juni 2019. Menurut Arsul, Bambang Widjojanto cs tak memiliki dasar untuk melakukan perbaikan. Arsul merujuk pada Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 1 dan 2 Tahun 2019 serta UU Pemilu. "Bukannya kami takut dengan materi atau substansi perbaikan, tapi karena memang tidak ada dasarnya," kata dia.

Tim juga akan mempertanyakan tim kuasa hukum Jokowi adalah status Bambang Widjojanto sebagai Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan bidang Pencegahan Korupsi, tim bentukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Menurut Arsul,  advokat yang menjadi pejabat publik atau pejabat negara tak boleh menjalankan tugasnya sebagai advokat.

Dia merujuk pada UU Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat. "Dia harus nonaktif. Tidak bisa, cuti itu tidak bisa, harus mundur. Itu kemungkinan akan kami pertanyakan juga," ujar Arsul.



Hadapi Kubu Prabowo, Tim Jokowi Minta MK Keluarkan Putusan Sela | Bang Naga | on Rabu, 12 Juni 2019 08:00 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Hadapi Kubu Prabowo, Tim Jokowi Minta MK Keluarkan Putusan Sela
Description: Tim hukum Jokowi - Ma'ruf juga akan meminta hakim MK menolak perbaikan berkas yang dilakukan tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1213849/hadapi-kubu-prabowo-tim-jokowi-minta-mk-keluarkan-putusan-sela.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Terlalu Kaya, McGregor Makin Sulit Diminta Bertarung di UFC
» KPK Sebut Koruptor Bisa Dibui di Lapas 'Maximum Security'
» Khofifah Ingin Bangun Pusat Keuangan Syariah di Madura
» iPhone 5G Apple Diperkiran Baru Meluncur 2020
» Jorge Lorenzo Ungkap Alasan Sering Kecelakaan di MotoGP 2019
» Elton John akan Terima Penghargaan dari Presiden Prancis
» Israel Blokir 1.700 Situs Paedofil

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status

    Page loads : seconds