Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Jokowi Minta RKUHP Ditunda, DPR Ingin Jalan Terus | Layangkan Mosi Tak Percaya ke DPR, Mahasiswa akan Unjuk Rasa Lagi | Mi 9 Pro 5G Diluncurkan Hari Ini, Smartphone 5G Termurah? | Di Forum Majelis Umum PBB, JK Pamer Atasi Sampah Plastik di Laut | Usai Temui Jokowi, DPR Batal Sahkan RKUHP Besok | Anak Jokowi, Gibran Rakabuming, Bergabung ke PDIP | Viral Reporter TV Minta Keterangan dari Pria yang Sudah Tewas | Cerita Timnas U-16 Seusai Ditahan Cina 0-0: Lesu Berganti Bahagia | Aksi Mahasiswa Yogyakarta Gejayan Memanggil Digembosi | Jayapura Memanas, Polisi Blokade Jalan Dekat Kampus Uncen | Kesatria Jedi Prabowo ke DPR, Caleg Gerindra Singgung Nepotisme | Keputusan Jonan Lantik Perwira TNI Jadi Pejabat di ESDM Dikecam | Jet Siluman Jepang F-3 Diklaim Lebih Canggih dari F-35 AS | Demo Mahasiswa di Malang Akan Penuhi Depan DPRD | Jokowi Minta RKUHP Ditunda, DPR Ingin Jalan Terus | Layangkan Mosi Tak Percaya ke DPR, Mahasiswa akan Unjuk Rasa Lagi | Mi 9 Pro 5G Diluncurkan Hari Ini, Smartphone 5G Termurah? | Di Forum Majelis Umum PBB, JK Pamer Atasi Sampah Plastik di Laut | OTT Perum Perindo, KPK Sita Sekitar Rp 400 Juta | Moeldoko: KPK Pakai UU Lama, Potensi Hambat Investasi | Jokowi Lempar Bola Panas Alasan Tak Tunda Revisi UU KPK ke DPR | Jalur Rel Ganda Kereta Api Madiun - Ngawi Segera Dioperasikan | Belasan Mahasiswa Paksa Masuk DPR, Ratusan Lainnya Tetap Anteng | POMNAS: Kania Ratih Pecahkan Rekornas Renang 50 Meter Gaya Bebas |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Intelijen UEA Diduga Bayar Pengusaha untuk Mata-matai AS | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Rabu, 12 Juni 2019 05:00 WIB

Intelijen UEA Diduga Bayar Pengusaha untuk Mata-matai AS | Berita Tempo Hari Ini

Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan tersenyum ketika dia duduk dengan Presiden AS Donald Trump ketika mereka bertemu di Kantor Oval di Gedung Putih di Washington. [Yeni Safak]

SUMUTkota.com, Jakarta - Lembaga intelijen Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan membayar pengusaha untuk memata-matai pemerintah Amerika Serikat terkait kebijakannya di Timur Tengah.

Pengusaha UEA bernama Rashid al Malik disebut menerima puluhan ribu dolar AS per bulan untuk memperoleh informasi intelijen pemerintahan Donald Trump di Timur Tengah pada 2017, menurut sumber dalam laporan The Intercept pada Senin, seperti dikutip dari Al Jazeera, 11 Juni 2019.

Baca juga: Pengaruh Pangeran Uni Emirat Arab Lampaui MBS di Timur Tengah

Malik melapor kembali ke badan intelijen UEA, National Intelligence Service (NIS), terkait sejumlah topik yang menarik bagi pemerintahan UEA, termasuk upaya AS untuk mediasi krisis diplomatik Qatar, hingga pertemuan antara Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dengan pejabat AS.

"Malik ditugaskan untuk melapor ke intelijen Uni Emirat Arab untuk menangani topik yang berdampak ke UEA, seperti sikap pemerintahan Trump terhadap Ikhwanul Muslim,," ungkap The Intercept.

Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan menerima Putra Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman Al Saud di Abu Dhabi, UEA, 22 November 2018. [REUTERS]

Direktur NIS Ali al Shamsi adaah pejabat pemerintah yang mengawasi langsung misi Malik.

Al Shamsi sendiri bukan sekadar agen intelijen. Dia juga penyampai pesan rahasia untuk Putra Mahkota UEA Mohammed bin Zayed (MBZ) dan saudaranya Pangeran Tahnoun bin Zayed, yang juga menjadi penasihat keamanan nasional UEA.

"Shamsi dan pemerintah UEA jelas berpikir bahwa mereka bisa mempengaruhi Trump dengan berbisnis dengannya," kata salah satu sumber yang akrab dengan operasi intelijen UEA.

Baca juga: Pangeran Uni Emirat Arab Membelot ke Qatar

Bagaimanapun laporan The Intercept disangkal oleh pengacara Malik, yang menyebut kliennya bukanlah bagian dari operasi intelijen.

"Dia (Malik) tidak pernah ditugaskan untuk menyampaikan informasi tentang lingkaran dalam pemerintahan Trump," kata kuasa hukum Bill Coffield.

Menurut undang-undang AS, setiap pihak di luar pejabat konsuler atau diplomatik dilarang beroperasi di wilayah AS mewakili pemerintahan asing, tanpa memberitahu Departemen Kehakiman AS.

Sejauh ini Gedung Putih, CIA, Departemen Kehakiman dan Kedubes UEA di AS menolak menanggapi laporan ini.



Intelijen UEA Diduga Bayar Pengusaha untuk Mata-matai AS | Bang Naga | on Rabu, 12 Juni 2019 05:00 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Intelijen UEA Diduga Bayar Pengusaha untuk Mata-matai AS
Description: Intelijen Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan membayar pengusaha untuk memata-matai pemerintah Amerika Serikat terkait kebijakan Timur Tengah.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1213785/intelijen-uea-diduga-bayar-pengusaha-untuk-mata-matai-as.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» KLHK: 14 Perusahaan Asing Disegel Diduga Penyebab Karhutla
» Balon Wakil Ketua PSSI Sebut Masih Besan Jokowi
» Beberapa RUU Sarat Polemik yang akan Disahkan oleh DPR
» Era Jokowi Dianggap Terburuk dalam Penanganan Kasus Munir
» MU Harus Bayar Harga Lepas Lukaku ke Inter
» Mulan Jameela, Biduan Kafe yang Melenggang ke Senayan
» Pejabat Perum Perindo sedang Rapat Saat Ditangkap KPK

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status


    Page loads : seconds