Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Giant Tutup Gerai, Ekonom UI: Bukan Daya Beli Turun, tapi.. | Wiranto Sebut akan Tangkap Dalang Aksi Sengketa Pilpres Jika... | Harga Anjlok, Peternak Obral Ayam di Pinggir Jalan | Halal Bihalal Purnawirawan TNI-Polri, Gatot Nurmantyo Lihat Wajah Kecewa | Halal Bihalal Purnawirawan TNI, Gatot Nurmantyo Bahas Mati Syahid | Lowongan Terbuka, Jepang Butuh 350 Ribu Tenaga Kerja | Donald Trump Klaim Tidak Perlu Izin Kongres AS untuk Serang Iran | Berencana Jadi Ormas, Ini Sepak Terjang Bravo 5 di Pilpres 2019 | Lapindo Brantas Tagih Balik Piutang 1,9 T, Ini Respons Kemenkeu | AirAsia Blak-blakan soal 4 Rahasia Harga Tiket Pesawat Rendah | Tunggakan Pajak Kendaraan Dinas di Sultra Capai Rp 8,7 Miliar | Izin FPI Masih Dikaji Kemendagri, Ini Peta Dukungan Petisi Online | 4 Mitos Seputar Seks, Apa Hubungan Alat Vital dengan Hidung? | Jaksa KPK Panggil Lagi Lukman Hakim Saifuddin dan Khofifah | Menteri Rini dan PM Laos Jajaki Kerja Sama BUMN di Banyak Bidang | Indonesia Eyeing on Exporting Skilled Migrant Workers to Japan | SpaceX Launches Falcon Heavy Rocket with 24 Satellites | Bulu Tangkis Indonesia Open 2019, Daftar Undian Pertandingannya | Bola Voli Targetkan Emas di SEA Games 2019, Ini Perinciannya | Alasan Kenapa Pria Sebaiknya Tidur Sebelum Pukul 22.30 |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Intelijen UEA Diduga Bayar Pengusaha untuk Mata-matai AS | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Rabu, 12 Juni 2019 05:00 WIB

Intelijen UEA Diduga Bayar Pengusaha untuk Mata-matai AS | Berita Tempo Hari Ini

Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan tersenyum ketika dia duduk dengan Presiden AS Donald Trump ketika mereka bertemu di Kantor Oval di Gedung Putih di Washington. [Yeni Safak]

SUMUTkota.com, Jakarta - Lembaga intelijen Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan membayar pengusaha untuk memata-matai pemerintah Amerika Serikat terkait kebijakannya di Timur Tengah.

Pengusaha UEA bernama Rashid al Malik disebut menerima puluhan ribu dolar AS per bulan untuk memperoleh informasi intelijen pemerintahan Donald Trump di Timur Tengah pada 2017, menurut sumber dalam laporan The Intercept pada Senin, seperti dikutip dari Al Jazeera, 11 Juni 2019.

Baca juga: Pengaruh Pangeran Uni Emirat Arab Lampaui MBS di Timur Tengah

Malik melapor kembali ke badan intelijen UEA, National Intelligence Service (NIS), terkait sejumlah topik yang menarik bagi pemerintahan UEA, termasuk upaya AS untuk mediasi krisis diplomatik Qatar, hingga pertemuan antara Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dengan pejabat AS.

"Malik ditugaskan untuk melapor ke intelijen Uni Emirat Arab untuk menangani topik yang berdampak ke UEA, seperti sikap pemerintahan Trump terhadap Ikhwanul Muslim,," ungkap The Intercept.

Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan menerima Putra Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman Al Saud di Abu Dhabi, UEA, 22 November 2018. [REUTERS]

Direktur NIS Ali al Shamsi adaah pejabat pemerintah yang mengawasi langsung misi Malik.

Al Shamsi sendiri bukan sekadar agen intelijen. Dia juga penyampai pesan rahasia untuk Putra Mahkota UEA Mohammed bin Zayed (MBZ) dan saudaranya Pangeran Tahnoun bin Zayed, yang juga menjadi penasihat keamanan nasional UEA.

"Shamsi dan pemerintah UEA jelas berpikir bahwa mereka bisa mempengaruhi Trump dengan berbisnis dengannya," kata salah satu sumber yang akrab dengan operasi intelijen UEA.

Baca juga: Pangeran Uni Emirat Arab Membelot ke Qatar

Bagaimanapun laporan The Intercept disangkal oleh pengacara Malik, yang menyebut kliennya bukanlah bagian dari operasi intelijen.

"Dia (Malik) tidak pernah ditugaskan untuk menyampaikan informasi tentang lingkaran dalam pemerintahan Trump," kata kuasa hukum Bill Coffield.

Menurut undang-undang AS, setiap pihak di luar pejabat konsuler atau diplomatik dilarang beroperasi di wilayah AS mewakili pemerintahan asing, tanpa memberitahu Departemen Kehakiman AS.

Sejauh ini Gedung Putih, CIA, Departemen Kehakiman dan Kedubes UEA di AS menolak menanggapi laporan ini.



Intelijen UEA Diduga Bayar Pengusaha untuk Mata-matai AS | Bang Naga | on Rabu, 12 Juni 2019 05:00 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Intelijen UEA Diduga Bayar Pengusaha untuk Mata-matai AS
Description: Intelijen Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan membayar pengusaha untuk memata-matai pemerintah Amerika Serikat terkait kebijakan Timur Tengah.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1213785/intelijen-uea-diduga-bayar-pengusaha-untuk-mata-matai-as.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Gambar Diduga Ninja 250 4 Silinder Beredar di Dunia Maya
» Fotografer Jerry Aurum Disebut Konsumsi Narkoba Sejak 2016
» Napoli Rayu James Rodriguez dengan Nomor Keramat Maradona
» Pabrik Korek Terbakar, Edy Rahmayadi Pelototi Industri Ilegal
» Jakarta, Kota Rawan Pnemonia pada Balita
» Dihantui Jadwal Padat, PSM Optimistis ke Final Piala AFC
» Anies Terbitkan IMB Reklamasi, Luhut Ogah Ikut Campur

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status

    Page loads : seconds