Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Imparsial Kritik RUU Pengelolaan Sumber Daya Pertahanan Negara | Jokowi Minta RKUHP Ditunda, DPR Ingin Jalan Terus | Layangkan Mosi Tak Percaya ke DPR, Mahasiswa akan Unjuk Rasa Lagi | Mi 9 Pro 5G Diluncurkan Hari Ini, Smartphone 5G Termurah? | Di Forum Majelis Umum PBB, JK Pamer Atasi Sampah Plastik di Laut | Usai Temui Jokowi, DPR Batal Sahkan RKUHP Besok | Anak Jokowi, Gibran Rakabuming, Bergabung ke PDIP | Viral Reporter TV Minta Keterangan dari Pria yang Sudah Tewas | Cerita Timnas U-16 Seusai Ditahan Cina 0-0: Lesu Berganti Bahagia | Aksi Mahasiswa Yogyakarta Gejayan Memanggil Digembosi | Jayapura Memanas, Polisi Blokade Jalan Dekat Kampus Uncen | Kesatria Jedi Prabowo ke DPR, Caleg Gerindra Singgung Nepotisme | Keputusan Jonan Lantik Perwira TNI Jadi Pejabat di ESDM Dikecam | Jet Siluman Jepang F-3 Diklaim Lebih Canggih dari F-35 AS | Demo Mahasiswa di Malang Akan Penuhi Depan DPRD | Imparsial Kritik RUU Pengelolaan Sumber Daya Pertahanan Negara | Jokowi Minta RKUHP Ditunda, DPR Ingin Jalan Terus | Layangkan Mosi Tak Percaya ke DPR, Mahasiswa akan Unjuk Rasa Lagi | Mi 9 Pro 5G Diluncurkan Hari Ini, Smartphone 5G Termurah? | Di Forum Majelis Umum PBB, JK Pamer Atasi Sampah Plastik di Laut | OTT Perum Perindo, KPK Sita Sekitar Rp 400 Juta | Moeldoko: KPK Pakai UU Lama, Potensi Hambat Investasi | Jokowi Lempar Bola Panas Alasan Tak Tunda Revisi UU KPK ke DPR | Jalur Rel Ganda Kereta Api Madiun - Ngawi Segera Dioperasikan | Belasan Mahasiswa Paksa Masuk DPR, Ratusan Lainnya Tetap Anteng |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Pendiri Telegram Sebut Penyebab WhatsApp Tidak Aman | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Rabu, 22 Mei 2019 06:49 WIB

Pendiri Telegram Sebut Penyebab WhatsApp Tidak Aman | Berita Tempo Hari Ini

CEO Telegram, Pavel Durov melakukan konverensi pers seusai melakukan pertemuan tertutup di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, 1 Agustus 2017. Durov mengakui bahwa banyak sekali saluran terkait terorisme yang ada di Telegram. TEMPO/Yovita Amalia

SUMUTkota.com, Jakarta - Pendiri Telegram Pavel Durov  memperingatkan pengguna WhatsApp bahwa platform itu tidak akan pernah benar-benar aman. Peringatan itu muncul setelah kerentanan yang memungkinkan peretas menginstal spyware pada ponsel melalui WhatsApp.

Baca juga: Transaksi Bitcoin dan Litecoin Kini Bisa Melalui WhatsApp

Durov percaya masalah utama kelemahan keamanan WhatsApp akibat Facebook tidak mau berbagi kode sumber untuk WhatsApp.

"Tidak seperti Telegram, WhatsApp bukan open source, jadi tidak ada cara bagi peneliti keamanan untuk dengan mudah memeriksa apakah ada backdoors dalam kodenya. WhatsApp tidak mau mempublikasikan kodenya, mereka melakukan hal yang sebaliknya," kata Durov, seperti dilansir laman Techzim, Selasa, 21 Mei 2019.

WhatsApp dengan sengaja mengaburkan biner aplikasi mereka untuk memastikan tidak ada yang bisa mempelajarinya secara menyeluruh.

Menurut Durov, beberapa kali hacker berhasil menembus enkripsi WhatsApp. "Kemudian WhatsApp menambahkan beberapa enkripsi, yang dengan cepat berubah menjadi taktik pemasaran, kunci untuk mendekripsi pesan tersedia untuk setidaknya beberapa pemerintah, termasuk Rusia."

Namun, pada titik tertentu itu sebenarnya lebih buruk karena WhatsApp hanya mengaktifkan enkripsi pada 2012, yang berarti sebelumnya bahwa jaringan seluler dan admin WiFi memiliki akses ke teks.  

Durov mengatakan, ada kemungkinan WhatsApp mengikuti permintaan pemerintah AS yang menempatkan pengguna dalam posisi kompromi. WhatsApp dan perusahaan induknya Facebook bahkan mungkin diminta untuk mengimplementasikan backdoors melalui proses rahasia.

"Tidak mudah menjalankan aplikasi komunikasi yang aman di AS. Seminggu dihabiskan tim kami di AS pada 2016 untuk mencegah 3 upaya infiltrasi FBI. Bayangkan apa yang dapat terjadi 10 tahun di lingkungan itu terhadap perusahaan yang berbasis di AS," tutur Durov.

Selain itu, Durov membenarkan kekhawatirannya yang menyatakan bahwa di Rusia, WhatsApp tersedia secara bebas tapi itu tidak berlaku untuk Telegram yang jauh lebih aman. Kurangnya keamanan memungkinkan mereka untuk memata-matai warga sendiri, sehingga WhatsApp terus tersedia secara bebas di tempat-tempat seperti Rusia atau Iran, di mana Telegram dilarang oleh pihak berwenang.

WhatsApp belum memberikan tanggapan atas tudingan Durov ini.

TECHZIM | PHONEARENA 



Pendiri Telegram Sebut Penyebab WhatsApp Tidak Aman | Bang Naga | on Rabu, 22 Mei 2019 06:49 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Pendiri Telegram Sebut Penyebab WhatsApp Tidak Aman
Description: Pendiri Telegram Pavel Durov telah memperingatkan pengguna WhatsApp bahwa platform itu tidak akan pernah benar-benar aman.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1207933/pendiri-telegram-sebut-penyebab-whatsapp-tidak-aman.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Periksa Saksi, KPK Dalami Rinci Duit Suap Buat Imam Nahrawi
» Ramos Masih Dukung Zidane di Madrid
» Dikepung Asap, Seribuan Sekolah di Palembang Diliburkan
» Kualitas Udara Sumsel Berbahaya, Gubernur Herman ke Malaysia
» KLHK: 14 Perusahaan Asing Disegel Diduga Penyebab Karhutla
» Balon Wakil Ketua PSSI Sebut Masih Besan Jokowi
» Beberapa RUU Sarat Polemik yang akan Disahkan oleh DPR

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status


    Page loads : seconds