Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Giant Tutup Gerai, Ekonom UI: Bukan Daya Beli Turun, tapi.. | Wiranto Sebut akan Tangkap Dalang Aksi Sengketa Pilpres Jika... | Halal Bihalal Purnawirawan TNI-Polri, Gatot Nurmantyo Lihat Wajah Kecewa | Harga Anjlok, Peternak Obral Ayam di Pinggir Jalan | Halal Bihalal Purnawirawan TNI, Gatot Nurmantyo Bahas Mati Syahid | Lowongan Terbuka, Jepang Butuh 350 Ribu Tenaga Kerja | Berencana Jadi Ormas, Ini Sepak Terjang Bravo 5 di Pilpres 2019 | Donald Trump Klaim Tidak Perlu Izin Kongres AS untuk Serang Iran | Lapindo Brantas Tagih Balik Piutang 1,9 T, Ini Respons Kemenkeu | AirAsia Blak-blakan soal 4 Rahasia Harga Tiket Pesawat Rendah | Tunggakan Pajak Kendaraan Dinas di Sultra Capai Rp 8,7 Miliar | Izin FPI Masih Dikaji Kemendagri, Ini Peta Dukungan Petisi Online | 4 Mitos Seputar Seks, Apa Hubungan Alat Vital dengan Hidung? | Jaksa KPK Panggil Lagi Lukman Hakim Saifuddin dan Khofifah | Menteri Rini dan PM Laos Jajaki Kerja Sama BUMN di Banyak Bidang | Indonesia Eyeing on Exporting Skilled Migrant Workers to Japan | SpaceX Launches Falcon Heavy Rocket with 24 Satellites | Bulu Tangkis Indonesia Open 2019, Daftar Undian Pertandingannya | Bola Voli Targetkan Emas di SEA Games 2019, Ini Perinciannya | Alasan Kenapa Pria Sebaiknya Tidur Sebelum Pukul 22.30 |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Pendiri Telegram Sebut Penyebab WhatsApp Tidak Aman | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Rabu, 22 Mei 2019 06:49 WIB

Pendiri Telegram Sebut Penyebab WhatsApp Tidak Aman | Berita Tempo Hari Ini

CEO Telegram, Pavel Durov melakukan konverensi pers seusai melakukan pertemuan tertutup di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, 1 Agustus 2017. Durov mengakui bahwa banyak sekali saluran terkait terorisme yang ada di Telegram. TEMPO/Yovita Amalia

SUMUTkota.com, Jakarta - Pendiri Telegram Pavel Durov  memperingatkan pengguna WhatsApp bahwa platform itu tidak akan pernah benar-benar aman. Peringatan itu muncul setelah kerentanan yang memungkinkan peretas menginstal spyware pada ponsel melalui WhatsApp.

Baca juga: Transaksi Bitcoin dan Litecoin Kini Bisa Melalui WhatsApp

Durov percaya masalah utama kelemahan keamanan WhatsApp akibat Facebook tidak mau berbagi kode sumber untuk WhatsApp.

"Tidak seperti Telegram, WhatsApp bukan open source, jadi tidak ada cara bagi peneliti keamanan untuk dengan mudah memeriksa apakah ada backdoors dalam kodenya. WhatsApp tidak mau mempublikasikan kodenya, mereka melakukan hal yang sebaliknya," kata Durov, seperti dilansir laman Techzim, Selasa, 21 Mei 2019.

WhatsApp dengan sengaja mengaburkan biner aplikasi mereka untuk memastikan tidak ada yang bisa mempelajarinya secara menyeluruh.

Menurut Durov, beberapa kali hacker berhasil menembus enkripsi WhatsApp. "Kemudian WhatsApp menambahkan beberapa enkripsi, yang dengan cepat berubah menjadi taktik pemasaran, kunci untuk mendekripsi pesan tersedia untuk setidaknya beberapa pemerintah, termasuk Rusia."

Namun, pada titik tertentu itu sebenarnya lebih buruk karena WhatsApp hanya mengaktifkan enkripsi pada 2012, yang berarti sebelumnya bahwa jaringan seluler dan admin WiFi memiliki akses ke teks.  

Durov mengatakan, ada kemungkinan WhatsApp mengikuti permintaan pemerintah AS yang menempatkan pengguna dalam posisi kompromi. WhatsApp dan perusahaan induknya Facebook bahkan mungkin diminta untuk mengimplementasikan backdoors melalui proses rahasia.

"Tidak mudah menjalankan aplikasi komunikasi yang aman di AS. Seminggu dihabiskan tim kami di AS pada 2016 untuk mencegah 3 upaya infiltrasi FBI. Bayangkan apa yang dapat terjadi 10 tahun di lingkungan itu terhadap perusahaan yang berbasis di AS," tutur Durov.

Selain itu, Durov membenarkan kekhawatirannya yang menyatakan bahwa di Rusia, WhatsApp tersedia secara bebas tapi itu tidak berlaku untuk Telegram yang jauh lebih aman. Kurangnya keamanan memungkinkan mereka untuk memata-matai warga sendiri, sehingga WhatsApp terus tersedia secara bebas di tempat-tempat seperti Rusia atau Iran, di mana Telegram dilarang oleh pihak berwenang.

WhatsApp belum memberikan tanggapan atas tudingan Durov ini.

TECHZIM | PHONEARENA 



Pendiri Telegram Sebut Penyebab WhatsApp Tidak Aman | Bang Naga | on Rabu, 22 Mei 2019 06:49 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Pendiri Telegram Sebut Penyebab WhatsApp Tidak Aman
Description: Pendiri Telegram Pavel Durov telah memperingatkan pengguna WhatsApp bahwa platform itu tidak akan pernah benar-benar aman.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1207933/pendiri-telegram-sebut-penyebab-whatsapp-tidak-aman.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» RUU Penyadapan Ditarget Tuntas Juli, KPK Tak Perlu Izin Sadap
» Kompany Yakin Arteta Cocok Gantikan Guardiola di Man City
» Soal Pimpinan DPR, Gerindra Sebut Tak Ada Waktu Ubah UU MD3
» Gambar Diduga Ninja 250 4 Silinder Beredar di Dunia Maya
» Fotografer Jerry Aurum Disebut Konsumsi Narkoba Sejak 2016
» Napoli Rayu James Rodriguez dengan Nomor Keramat Maradona
» Pabrik Korek Terbakar, Edy Rahmayadi Pelototi Industri Ilegal

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status

    Page loads : seconds