Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Ibadah Haji, Wagub Jabar Akan Gelar Upacara 17 Agustus di Mekah | Pansel KPK Tolak Keinginan Ketua DPR Soal Konsultasi ke Komisi 3 | Soal Motif Kasus Novel Baswedan, KPK: Apa TPF Sudah Tanya Pelaku? | Begini Perjalanan Kisruh Wali Kota Tangerang dan Menteri Yasonna | ASEAN School Games XI 2019 Resmi Dibuka Menpora | Gempa Halmahera, Menteri Sosial Salurkan Bantuan Rp 1,3 Miliar | Ketua MPR Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032 | Volkswagen Tiguan Allspace Kini Lebih Lapang, Cocok untuk Liburan | TGPF: Novel Baswedan Ajukan Syarat yang Tak Mungkin | Pengacara Novel Baswedan Sindir Canggihnya Hasil Kerja TGPF | Alasan DKI Bongkar Instalasi Bambu Getah Getih di Bundaran HI | Salip Bill Gates, Bernard Arnault Jadi Orang Terkaya di Dunia | Renang Telanjang di Pantai, 6 Turis di Thailand Ditahan | Masuk Bursa Menteri Jokowi, Ini Komentar Bos Gojek Nadiem Makarim | Lihat Bagaimana Agnez Mo dan BCL Tampak Tua Lewat FaceApp | Cerita Kalapas Tangerang Heran Kebijakan Aneh Wali Kota Tangerang | Ingin Pergi ke Australia, Ini 8 Fakta Soal Para Pencari Suaka | Imbauan Garuda Viral, AirAsia Malah Gelar Lomba Foto di Pesawat | Ibadah Haji, Wagub Jabar Akan Gelar Upacara 17 Agustus di Mekah | Pansel KPK Tolak Keinginan Ketua DPR Soal Konsultasi ke Komisi 3 | Soal Motif Kasus Novel Baswedan, KPK: Apa TPF Sudah Tanya Pelaku? | Begini Perjalanan Kisruh Wali Kota Tangerang dan Menteri Yasonna | ASEAN School Games XI 2019 Resmi Dibuka Menpora | Gempa Halmahera, Menteri Sosial Salurkan Bantuan Rp 1,3 Miliar | Ketua MPR Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032 | Volkswagen Tiguan Allspace Kini Lebih Lapang, Cocok untuk Liburan | Didakwa Hilangkan Suara Caleg, Begini PPK Dicecar di Persidangan | Audi Q8 Seharga Hampir Rp 2,5 M hadir di GIIAS, Ini Kelebihannya |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Jumlah Sekolah Ramah Anak Anti Bullying di DKI Akan Ditambah | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Selasa, 23 April 2019 06:13 WIB

Jumlah Sekolah Ramah Anak Anti Bullying di DKI Akan Ditambah | Berita Tempo Hari Ini

Ilustrasi persekusi, bullying. Shutterstock

SUMUTkota.com, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta merencanakan program percepatan pembangunan 1.200 Sekolah Ramah Anak di Ibu Kota. Dinas Pendidikan DKI menargetkan jumlahnya mencapai 60 persen dari total 4.629 sekolah. Program tersebut dinilai efektif untuk mencegah tindak kekerasan atau perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan DKI  Ratiyono membeberkan fasilitas sarana dan prasarana sekolah di Ibu Kota cukup memadahi untuk menjadikan sekolah-sekolah tersebut menjadi ramah anak. Namun, perlu pelatihan sumber daya manusia dan menyiapkan sistem agar jumlah Sekolah Ramah Anak untuk mencegah bullying semakin banyak. "Dengan begitu dalam waktu tidak terlalu lama semua sekolah di Jakarta harus ramah anak," kata dia, Senin, 22 April 2019, seperti dikutip dari Koran Tempo edisi Selasa, 23 April 2019.

BacaAnak Dibully Senior, Orang Tua Siswa SMAN 7 Bogor Lapor Polisi

Ratiyono menargetkan dalam setahun ini akan ditambah jumlah Sekolah Ramah Anak menjadi 1.200 dibanding sebelumnya. Saat ini, jumlah Sekolah Ramah Anak dari berbagai jenjang di semua wilayah DKI hanya 315. Padahal, jumlah sekolah negeri dan swasta mencapai ribuan.

Karena itu dia melakukan percepatan dengan mengumpulkan semua pihak atau stakeholder, termasuk para kepala sekolah. Mereka akan mendapatkan pelatihan dan pembekalan pembangunan sistem Sekolah Ramah Anak. Setiap sekolah juga diminta mencontoh dari sekolah-sekolah lain yang terlebih dulu merintis menjadi Sekolah Ramah Anak.

Pemberlakuan sistem Sekolah Ramah Anak akan dilakukan secara serentak di Jakarta mulai tahun ini. Kata Ratiyono, program ini tak memerlukan anggaran khusus melainkan hanya berbekal dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dia mencontohkan, pihak sekolah bersama orang tua murid mencegah tindak kekerasan atau bullying. Jika terjadi kekerasan, mereka akan melakukan tindakan taktis sebagai upaya penanganan.

Pihak sekolah juga melakukan pencegahan keamanan siswa, makanan, termasuk mencegah siswa tidak merokok dan menggunakan obat-obatan terlarang. Menurut Ratiyono, caranya DKI akan melibatkan berbagai pihak terkait. "Misalkan latihan bencana kami undang BPBD, guru-guru dilatih, lalu dipraktekkan di sekolahnya."

Ratiyono pun menyatakan optimistis semua target itu bakal tercapai lantaran adanya komitmen yang kuat dari masing-masing sekolah dan orang tua murid. Dia mengatakan sekolah di DKI harus menjadi barometer Sekolah Ramah Anak di Indonesia.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, mengatakan bahwa program Sekolah Ramah Anak dapat menurunkan tingkat kekerasan dan perundungan atau bullying yang terjadi di sekolah. "Sekolah harus bergerak berlandaskan kepentingan yang terbaik untuk anak, menyediakan kondisi sosial, fisik, dan emosional yang tepat untuk mempromosikan pembelajaran serta pembentukan identitas," kata Retno.

Inisiatif awal pembentukan Sekolah Ramah Anak ini dilandaskan Konvensi Hak Anak menurut Perserikatan Bangsa-bangsa. Hak-hak yang mendasar yang harus didapat anak di antaranya mulai dari dilahirkan, memiliki nama dan kewarganegaraan, merasa aman dan dilindungi dari kekerasan pelecehan dan eksploitasi, menerima pendidikan berkualitas, dan lain sebagainya.

SimakDiduga Korban Bullying, Siswa SD Ini Kejang-kejang 

Menurut Retno, sekolah harus melindung hak-hak tersebut sembari menuju pada realisasi potensi terbaik setiap anak di dalam dan di luar sekolah. Ini berarti mempromosikan inklusivitas, martabat, toleransi, kesehatan, status gizi, dan kesejahteraan, serta sistem dukungan masyarakat. Karena itu, dia mendukung upaya DKI untuk melakukan percepatan Sekolah Ramah Anak di Jakarta.

Adapun Deputi Menteri Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Lenny Rosalin, sebelumnya membeberkan bahwa sebagian besar anak Indonesia belum memanfaatkan waktu luang yang baik di luar sekolah. "Kalau anak terus beraktivitas positif di luar jam sekolah, maka dorongan anak ke arah negatif bisa ditekan,” ucap dia.

Dia menemukan bahwa waktu luang yang tidak dimanfaatkan dengan baik sangat berhubungan dengan peningkatan jumlah kasus tawuran, perisakan atau bullying, perokok usia dini, penyalahgunaan narkotika, dan tindakan kejahatan lain yang melibatkan anak di sekolah. Karena itu diperlukan perlindungan terhadap anak untuk mewujudkan Indonesia layak anak.

AVIT HIDAYAT | LARISSA HUDA



Jumlah Sekolah Ramah Anak Anti Bullying di DKI Akan Ditambah | Bang Naga | on Selasa, 23 April 2019 06:13 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Jumlah Sekolah Ramah Anak Anti Bullying di DKI Akan Ditambah
Description: Waktu luang yang tidak dimanfaatkan dengan baik oleh siswa sekolah sangat berhubungan dengan peningkatan jumlah tawuran dan perisakan atau bullying.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1198203/jumlah-sekolah-ramah-anak-anti-bullying-di-dki-akan-ditambah.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Kapolda Sumsel Pasrah Usai Uji Kompetensi Capim KPK
» Brendan Rodgers Batasi Waktu Penjualan Maguire
» Konflik di Mesuji, Polisi Minta Sikap Pengelola Hutan Lindung
» Anggota Orkestra Afghanistan Hilang di Slovakia
» Kantor Partai Berkarya Surabaya Dibobol Maling
» Warga di Lokasi Bentrok Mesuji Mengungsi ke Kantor Polisi
» Tak Bela Menteri Terkait Video Seks, Anwar Ibrahim Dikritik

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status

    Page loads : seconds