Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Mobil Nasional Akan Loncat ke Mobil Listrik Bukan Hybrid | Gaya Adipati Dolken dan 3 Seleb dengan Aplikasi Wajah Tua | Barcelona Incar Penerus Neymar di Santos | Manchester City Vs West Ham 4-1: Rodri Debut, Dipuji Guardiola | Ingin Pergi ke Australia, Ini 8 Fakta Soal Para Pencari Suaka | Guardiola Tegaskan Leroy Sane Tak Akan Tinggalkan Manchester City | Hidrolik Bocor, Pesawat Garuda Tujuan Mekkah Kembali ke Makassar | Ini Penyebab Perpres Mobil Listrik Nasional Belum Terbit | Gelar The Big Start, Blibli Bidik UMKM Yogya Jadi Peserta | Kontroversi Aturan Poligami Aceh | Libur Sekolah, Remaja di Cina Operasi Plastik | Mendukung Jurnalisme Bermutu | Bukan Tim Pencari Prasangka | Perbaikan Planetarium Taman Ismail Marzuki, Ini yang Ditunggu | Selama First Sale Samsung Jual 50 Unit Galaxy A80 Edisi Blackpink | Liga 1 Kamis Hari Ini: Prediksi Persela Lamongan Vs Bali United | Ahli: Sejumlah Spesies Ikan Endemik Indonesia di Ambang Punah | Jadwal Liga 1 Kamis: Persela Vs Bali United, Borneo Vs Barito | Deretan Mobil Keren yang Akan Hadir di GIIAS 2019 | Anggota DPRD DKI Laporkan Rian Ernest PSI ke Polisi Hari Ini | Berat Badan Bayi Tak Naik Tanda Penyakit Jantung? Cek Gejala Lain | Rencana Pergelaran Formula E di Jakarta Belum Final, Sebab ... | Hasil Bola Dinihari: Piala Afrika, Liga Champions, Pramusim MU | Semen Padang FC Terpuruk di Awal Musim, Ini Langkah Weliansyah | Pengacara Novel Baswedan Sindir Canggihnya Hasil Kerja TGPF | TGPF: Novel Baswedan Ajukan Syarat yang Tak Mungkin | GIIAS 2019: Mengintip Kecanggihan Mobil Toyota Fine Comfort Ride | Prediksi Borneo FC Vs Barito Putera: Ancaman Bomber Rafael Silva | Bursa Transfer: Daftar Lengkap Belanja Pemain Klub Liga Spanyol | Lexus RX300 Tampil Gagah dan Mewah Segera Masuk ke Indonesia | Suhu Lebih Dingin di Musim Kemarau, Ini Penjelasan BMKG | Nabila Syakieb Menyusui saat Hamil, Tak Ada Masalah | Diberi Seteguk Minuman Keras, Bayi 1 Bulan di Cina Meninggal | Perpres Kendaraan Listrik Menunggu Diteken Jokowi | PPP Akui Juga Incar Kursi Ketua MPR | Cerita Kalapas Tangerang Heran Kebijakan Aneh Wali Kota Tangerang | Indonesia Open 2019: Cerita Tentang Ketegangan di Laga Pertama | Kualifikasi Piala Dunia 2022: Optimiskah Timnas? Ini Kata Simon | Belajar Kisah Panji di Museum Panji Malang | Tommy Sugiarto Bicara Tantangan Jadi Pemain Non-Pelatnas | Resmi Meluncur, Ini 6 Fakta Menarik Samsung Galaxy A80 | Liga 1: PSM Makassar Vs Persebaya 2-1, Ini Kata Darije dan Djanur | Kemendagri Tengahi Perseteruan Menkumham Vs Wali Kota Tangerang | Kongres Luar Biasa PSSI akan Digelar di Ancol, Ini Tiga Agendanya | Curahan Hati Ronaldo Saat Pulang dan Kumpul Bareng Keluarga | KPK Kecewa Tim Gabungan Gagal Temukan Pelaku Penyerangan Novel | Hasil Piala Afrika Perebutan Posisi Tiga: Nigeria Vs Tunisia 1-0 | Dana Cekak, UNHCR Gandeng RI dan Donatur Tangani Pencari Suaka | 4 Pemanis Alami yang Lebih Sehat untuk Pengganti Gula | Kampanye Anti-Narkoba, Duterte Tak Mau Disidang di Luar Negeri | Indonesia Open: Wakil Merah Putih yang Gagal dan Lolos Babak II | Menteri Darmin Siapkan Aturan untuk Awasi Impor Barang E-Commerce | ASEAN School Games: Bola Voli Putri Bertekad Tebus Kegagalan | Wawancara Septian David Maulana: Soal PSIS, Timnas, Kuliah | Youtuber Dipolisikan, PSI: Garuda Indonesia Jangan Anti Kritik | Kocak, Kaesang Unggah Foto di Kabin Pesawat untuk Sindir Garuda | Bagaimana Kim Jong Un Menyelundupkan Mobil Mewah Menembus Sanksi? | Patrich Wanggai Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Penganiayan | Fenomena Topi Awan Gunung Rinjani dan Potensi Bahayanya | Dilaporkan Karyawan Garuda ke Polisi, Siapakah Youtuber Rius? | Ongkos Produksi Mahal, Ikea Pindahkan Pabrik ke Eropa | Menteri Prancis Mundur Setelah Ketahuan Makan Lobster Mahal | Digugat Karyawan Garuda, Ini Kata Youtuber Rius Vernandes | Iriana Jokowi Padukan Kebaya dan Sepatu Kets, Ini Kata Desainer | Rius Vernandes Dilaporkan ke Polisi, Garuda: Bukan dari Manajemen | Mobil Nasional Akan Loncat ke Mobil Listrik Bukan Hybrid | Gaya Adipati Dolken dan 3 Seleb dengan Aplikasi Wajah Tua | Barcelona Incar Penerus Neymar di Santos | Manchester City Vs West Ham 4-1: Rodri Debut, Dipuji Guardiola | KPK Upset by TGPF's Failure to Uncover Novel Baswedan's Attacker | Ingin Pergi ke Australia, Ini 8 Fakta Soal Para Pencari Suaka | Guardiola Tegaskan Leroy Sane Tak Akan Tinggalkan Manchester City | Hidrolik Bocor, Pesawat Garuda Tujuan Mekkah Kembali ke Makassar | Ini Penyebab Perpres Mobil Listrik Nasional Belum Terbit | Gelar The Big Start, Blibli Bidik UMKM Yogya Jadi Peserta |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Bukan Sekadar Hutan Wisata | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Senin, 15 April 2019 07:05 WIB

Bukan Sekadar Hutan Wisata | Berita Tempo Hari Ini

Gajah betina Kebun Binatang Gembira Loka Yogya, Sobaya merayakan ulang tahunnya ke 37 bersama para pengunjung, Kamis (7/3). (TEMPO/Pribadi Wicaksono)

LEMBAGA Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) semestinya membatalkan keputusan menurunkan status pengelolaan Kebun Raya Bogor. Perubahan dari pusat konservasi tumbuhan menjadi unit pelaksana teknis balai konservasi tumbuhan akan mendegradasi peran kebun berusia 200 tahun lebih itu menjadi sekadar kawasan wisata.

Perubahan itu berlaku sejak LIPI menerbitkan Peraturan Nomor 1 Tahun 2019 pada Januari lalu. Dalam reorganisasi ini, pengelola balai hanya bertugas mengatur koleksi vegetasi, menyelenggarakan pendidikan lingkungan, dan menjadikan Kebun Raya sebagai obyek wisata. Adapun fungsi penelitian dan pengembangan, yang erat kaitannya dengan konservasi, diserahkan kepada lembaga terpisah.

Status unit pelaksana teknis itu membuat pengelola akan lebih berkonsentrasi meningkatkan pendapatan. Dengan koleksinya berupa 13.061 pohon yang terdiri atas 213 suku, 1.200 marga, dan 3.151 spesies serta lokasi yang strategis di tengah kota, target itu mudah dicapai. Tahun lalu, pengunjung kawasan ini mencapai 1,6 juta orang, meningkat hampir dua kali lipat dari dua tahun sebelumnya.

Problemnya, jika pengelola hanya mengejar pendapatan, fungsi Kebun Raya sebagai kawasan konservasi di luar habitat aslinya bisa saja terabaikan. Padahal hal itu merupakan alasan utama pendirian Kebun Raya. Secara spesifik Peraturan Presiden Nomor 93 Tahun 2011 tentang Kebun Raya, pada bagian pertimbangan, huruf a, menyatakan peran utama kebun raya adalah untuk “mengurangi laju degradasi keanekaragaman tumbuhan”.

Sebagai balai yang menyelenggarakan fungsi wisata, apalagi jika dibebani target pendapatan, paradigma pengelolaan Kebun Raya Bogor akan bergeser menjadi bisnis. Pengelola akan cenderung berkonsentrasi pada upaya meningkatkan atraksi untuk mendatangkan makin banyak pengunjung. Ceceran sampah, tangan jail, dan lalu-lalang kendaraan pun bisa mengganggu vegetasi sensitif.

Memang ada Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya, yang bertanggung jawab atas penelitian dan pengembangan. Mereka pasti menaruh perhatian besar pada konservasi. Tapi mereka bukan pengelola Kebun Raya Bogor. Bagaimana mereka bisa memastikan langkah konservasi terlaksana jika Kebun Raya Bogor berada di bawah penguasaan balai yang orientasinya mungkin berbeda, yakni mengejar pendapatan sebanyak-banyaknya?

Dapat dibayangkan betapa besar kerugian yang bakal diderita kalau LIPI berkeras pada rencana ini. Negara akan kehilangan habitat ex situ yang dapat diandalkan bagi pelestarian vegetasi. Sebagai contoh, saat ini ada 147 dari 467 spesies tumbuhan Nusantara yang terancam punah dikembangkan oleh Kebun Raya Bogor. Tanpa perawatan maksimal, tumbuhan itu bisa saja punah.

Kebun Raya Bogor, yang didirikan Sir Thomas Stamford Raffles, Letnan Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada 1811-1816, telah menyumbang banyak bagi pengembangan dan konservasi vegetasi di Tanah Air. Kebun ini berjasa menyebarkan banyak komoditas perkebunan, seperti kelapa sawit, atau kina sebagai tanaman obat antimalaria. Selain itu, banyak ahli botani sejak dulu menggunakannya untuk penelitian. Hal baik itu mesti kita pertahankan. Biarkan Kebun Raya Bogor tetap sebagai pusat konservasi. Jangan merusaknya dengan menjadikannya sekadar sebagai kawasan wisata.



Bukan Sekadar Hutan Wisata | Bang Naga | on Senin, 15 April 2019 07:05 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Bukan Sekadar Hutan Wisata
Description: Status Kebun Raya Bogor diturunkan menjadi balai. Fungsi sebagai kawasan konservasi ex situ terancam.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1195912/bukan-sekadar-hutan-wisata.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Kilas Balik Salah Tangkap dan Penyiksaan 6 Pengamen Cipulir
» Gembong Narkoba Meksiko El Chapo Divonis Penjara Seumur Hidup
» Kitman dan Seni Memanjakan Pemain Bola
» Harga Minyak Dunia Melemah Terseret Kenaikan Stok BBM AS
» LAPAN: Tujuh Provinsi Rawan Kebakaran Hutan
» Tak Netral di Pemilu 2019, Ketua Bawaslu Surabaya Dicopot
» Santai di Taman, Irina Shyak 'Move On' dari Bradley Cooper

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status

    Page loads : seconds