Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Aksi Frenkie De Jong di Sesi Latihan Bikin Bos Barcelona Terpikat | Jadwal Indonesia Open Kamis Ini: 13 Wakil Berlaga di 16 Besar | Disebut TGPF Gunakan Wewenang Berlebihan, Novel Baswedan: Akrobat | Renang Telanjang di Pantai, 6 Turis di Thailand Ditahan | Situs Pemukiman Neolitik Ditemukan di Yerusalem, Akan Digusur | Kata Bos Mitsubishi Jepang Soal Investasi di Gojek | Hamil, Kimberly Ryder Cari Produk Kecantikan yang Alami | Jadwal Liga 1: Derby Madura United Vs Arema FC Senior-Junior | Mobil Nasional Akan Loncat ke Mobil Listrik Bukan Hybrid | Menjelang Agustusan, Pemerintah Gelar Lomba Hias Gapura | Gaya Adipati Dolken dan 3 Seleb dengan Aplikasi Wajah Tua | Barcelona Incar Penerus Neymar di Santos | Manchester City Vs West Ham 4-1: Rodri Debut, Dipuji Guardiola | Ingin Pergi ke Australia, Ini 8 Fakta Soal Para Pencari Suaka | Guardiola Tegaskan Leroy Sane Tak Akan Tinggalkan Manchester City | Hidrolik Bocor, Pesawat Garuda Tujuan Mekkah Kembali ke Makassar | Ini Penyebab Perpres Mobil Listrik Nasional Belum Terbit | Gelar The Big Start, Blibli Bidik UMKM Yogya Jadi Peserta | Kontroversi Aturan Poligami Aceh | Libur Sekolah, Remaja di Cina Operasi Plastik | Mendukung Jurnalisme Bermutu | Bukan Tim Pencari Prasangka | Perbaikan Planetarium Taman Ismail Marzuki, Ini yang Ditunggu | Selama First Sale Samsung Jual 50 Unit Galaxy A80 Edisi Blackpink | Liga 1 Kamis Hari Ini: Prediksi Persela Lamongan Vs Bali United | Ahli: Sejumlah Spesies Ikan Endemik Indonesia di Ambang Punah | Jadwal Liga 1 Kamis: Persela Vs Bali United, Borneo Vs Barito | Deretan Mobil Keren yang Akan Hadir di GIIAS 2019 | Anggota DPRD DKI Laporkan Rian Ernest PSI ke Polisi Hari Ini | Berat Badan Bayi Tak Naik Tanda Penyakit Jantung? Cek Gejala Lain | Rencana Pergelaran Formula E di Jakarta Belum Final, Sebab ... | Hasil Bola Dinihari: Piala Afrika, Liga Champions, Pramusim MU | Semen Padang FC Terpuruk di Awal Musim, Ini Langkah Weliansyah | Pengacara Novel Baswedan Sindir Canggihnya Hasil Kerja TGPF | TGPF: Novel Baswedan Ajukan Syarat yang Tak Mungkin | GIIAS 2019: Mengintip Kecanggihan Mobil Toyota Fine Comfort Ride | Prediksi Borneo FC Vs Barito Putera: Ancaman Bomber Rafael Silva | Bursa Transfer: Daftar Lengkap Belanja Pemain Klub Liga Spanyol | Lexus RX300 Tampil Gagah dan Mewah Segera Masuk ke Indonesia | Suhu Lebih Dingin di Musim Kemarau, Ini Penjelasan BMKG | Nabila Syakieb Menyusui saat Hamil, Tak Ada Masalah | Diberi Seteguk Minuman Keras, Bayi 1 Bulan di Cina Meninggal | Perpres Kendaraan Listrik Menunggu Diteken Jokowi | PPP Akui Juga Incar Kursi Ketua MPR | Cerita Kalapas Tangerang Heran Kebijakan Aneh Wali Kota Tangerang | Indonesia Open 2019: Cerita Tentang Ketegangan di Laga Pertama | Kualifikasi Piala Dunia 2022: Optimiskah Timnas? Ini Kata Simon | Belajar Kisah Panji di Museum Panji Malang | Tommy Sugiarto Bicara Tantangan Jadi Pemain Non-Pelatnas | Resmi Meluncur, Ini 6 Fakta Menarik Samsung Galaxy A80 | Liga 1: PSM Makassar Vs Persebaya 2-1, Ini Kata Darije dan Djanur | Kemendagri Tengahi Perseteruan Menkumham Vs Wali Kota Tangerang | Kongres Luar Biasa PSSI akan Digelar di Ancol, Ini Tiga Agendanya | Curahan Hati Ronaldo Saat Pulang dan Kumpul Bareng Keluarga | KPK Kecewa Tim Gabungan Gagal Temukan Pelaku Penyerangan Novel | Hasil Piala Afrika Perebutan Posisi Tiga: Nigeria Vs Tunisia 1-0 | Dana Cekak, UNHCR Gandeng RI dan Donatur Tangani Pencari Suaka | 4 Pemanis Alami yang Lebih Sehat untuk Pengganti Gula | Kampanye Anti-Narkoba, Duterte Tak Mau Disidang di Luar Negeri | Indonesia Open: Wakil Merah Putih yang Gagal dan Lolos Babak II | Menteri Darmin Siapkan Aturan untuk Awasi Impor Barang E-Commerce | ASEAN School Games: Bola Voli Putri Bertekad Tebus Kegagalan | Wawancara Septian David Maulana: Soal PSIS, Timnas, Kuliah | Youtuber Dipolisikan, PSI: Garuda Indonesia Jangan Anti Kritik | Kocak, Kaesang Unggah Foto di Kabin Pesawat untuk Sindir Garuda | Bagaimana Kim Jong Un Menyelundupkan Mobil Mewah Menembus Sanksi? | Fenomena Topi Awan Gunung Rinjani dan Potensi Bahayanya | Patrich Wanggai Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Penganiayan | Dilaporkan Karyawan Garuda ke Polisi, Siapakah Youtuber Rius? | Ongkos Produksi Mahal, Ikea Pindahkan Pabrik ke Eropa | Menteri Prancis Mundur Setelah Ketahuan Makan Lobster Mahal | Digugat Karyawan Garuda, Ini Kata Youtuber Rius Vernandes | Iriana Jokowi Padukan Kebaya dan Sepatu Kets, Ini Kata Desainer | Rius Vernandes Dilaporkan ke Polisi, Garuda: Bukan dari Manajemen | Aksi Frenkie De Jong di Sesi Latihan Bikin Bos Barcelona Terpikat | Jadwal Indonesia Open Kamis Ini: 13 Wakil Berlaga di 16 Besar | Disebut TGPF Gunakan Wewenang Berlebihan, Novel Baswedan: Akrobat | Renang Telanjang di Pantai, 6 Turis di Thailand Ditahan | Situs Pemukiman Neolitik Ditemukan di Yerusalem, Akan Digusur | Kata Bos Mitsubishi Jepang Soal Investasi di Gojek | Hamil, Kimberly Ryder Cari Produk Kecantikan yang Alami | Jadwal Liga 1: Derby Madura United Vs Arema FC Senior-Junior | Novel Baswedan Demands Impossible Things to be Fulfilled: TGPF | Mobil Nasional Akan Loncat ke Mobil Listrik Bukan Hybrid |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Tata Ulang Penguasaan Tanah | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Senin, 15 April 2019 07:30 WIB

Tata Ulang Penguasaan Tanah | Berita Tempo Hari Ini

Presiden Jokowi (tengah) didampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil (kedua kiri), Seskab Pramono Anung (kiri), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kanan) dan Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali (kanan) menghadiri Penyerahan Sertifikat Tanah Untuk Rakyat di Lapangan Ahmad Yani, Jakarta, Selasa, 23 Oktober 2018. ANTARA/Puspa Perwitasari

Wiko Saputra
Peneliti di Auriga Nusantara

Distribusi dan alokasi tanah yang tidak merata telah memicu masalah ketimpangan di Indonesia. Tanah yang seharusnya menjadi modal ekonomi nasional untuk perwujudan kesejahteraan rakyat sudah terkooptasi oleh kepentingan elite ekonomi. Dalam dua dekade terakhir, kita berada pada jalur "semu" pembangunan yang ditandai oleh pertumbuhan tinggi namun timpang.

Faktanya demikian. Ketimpangan penguasaan tanah sudah "akut". Tak hanya dari distribusinya, tapi juga alokasinya. Kita mesti menjabarkan datanya. Pertama, ketimpangan distribusi penguasaan tanah terlihat jelas di sektor pertanian. Hasil sensus pertanian pada 2013 menunjukkan bahwa 1,5 juta petani kaya (6,16 persen dari total rumah tangga petani di Indonesia) menguasai lahan seluas 8,63 juta hektare atau rata-rata 5,37 hektare per petani. Bandingkan dengan 14,2 juta petani gurem (55,30 persen) yang hanya menguasai 2,67 juta hektare atau rata-rata 0,18 hektare per petani.

Kedua, ketimpangan alokasi penguasaan tanah terjadi di sektor perkebunan sawit. Temuan dari Auriga pada 2018 menunjukkan bahwa 72 persen dari 16,8 juta hektare total luasan tanah yang sudah ditanami sawit dikuasai oleh korporasi. Satu grup usaha bahkan menguasai tanah sekitar 502 ribu hektare, sedangkan petani hanya menguasai rata-rata 2,2 hektare.

Ketiga, alokasi penguasaan tanah di kawasan hutan juga mengalami ketimpangan. Berdasarkan hasil evaluasi Gerakan Nasional Penyelamatan Sumber Daya Alam (GNPSDA) Komisi Pemberantasan Korupsi pada 2018, sebanyak 40,46 juta hektare lahan di kawasan hutan dikuasai oleh usaha besar, sedangkan masyarakat hanya 1,74 juta hektare.

Keempat, meski akses masyarakat terhadap usaha pertambangan sudah dibuka lewat izin pertambangan rakyat, alokasinya tidak signifikan. Hal ini berbeda dengan izin pertambangan untuk perusahaan yang alokasinya luas. Rata-rata penguasaan lahan oleh 32 pemegang kontrak karya adalah 40.753 hektare dan untuk 26 pemegang perjanjian karya pengusahaan batu bara seluas 28.575 hektare, sedangkan 171 izin pertambangan rakyat hanya menguasai rata-rata 3,2 hektare (GNPSDA KPK, 2018).

Tujuh dekade pembangunan pasca-kemerdekaan justru memekarkan praktik penguasaan tanah oleh para tuan tanah. Meski sistem feodal sudah berakhir dengan terkikisnya kekuasaan raja-raja di Nusantara, tanah masih terkooptasi di segelintir masyarakat. Hanya penguasanya yang berubah dari raja ke elite ekonomi.

Tak mudah menata ulang penguasaan tanah di Indonesia karena elite ekonomi yang telah menduduki tanah memegang kekuatan dalam pemerintahan, baik secara langsung memegang posisi strategis di pemerintahan maupun berada di balik layar kekuasaan (shadow government). Reforma agraria, yang menjadi pintu masuk untuk menata ulang ketimpangan penguasaan tanah, hanya menjadi simbol kebijakan "populis" pemerintahan, yang berujung pada bagi-bagi sertifikat tanpa merekonstruksi ulang penguasaan tanah.

Saat ini kita membutuhkan agenda reforma agraria yang lebih ajek. Dimulai dari niat kuat pemerintah untuk mengembalikan arah agenda reforma agraria ke jalur aslinya, yaitu mengubah ketimpangan struktur penguasaan tanah untuk kepentingan petani yang tak bertanah atau tanahnya sempit, buruh tani, dan masyarakat miskin. Jalurnya adalah meredistribusi tanah negara, yakni hak guna usaha (HGU) dan kawasan hutan, kepada mereka.

Khusus tanah yang berstatus HGU, ini harus menjadi prioritas dari tanah obyek reforma agraria. HGU yang akan habis masa berlakunya dan HGU yang ditelantarkan harus segera diredistribusikan kepada petani gurem dan buruh tani. Redistribusinya bisa berbentuk penguasaan kolektif oleh petani untuk pengembangan usaha pertanian komersial.

Terhadap kawasan hutan, tanah yang sudah terlanjur dikuasai oleh petanibukan skala komersialharus dilepaskan dari kawasan hutan dan diberikan legalitas haknya. Mereka bisa memanfaatkan tanah tersebut dengan baik dan memiliki kepastian berusaha.

Dua agenda ini, bila dijalankan dengan baik, akan bisa menurunkan ketimpangan penguasaan tanah. Meski demikian, pelaksanaannya penuh tantangan karena ada syaratnya. Syaratnya adalah datanya harus detail, birokrasinya tidak boleh korup, perlu batas waktu pelaksanaan dan kelembagaannya, organisasi di tingkat petani harus kuat, dan elite politik harus terpisah dari elite ekonomi. Kalau itu tidak ada, apa pun bentuk agenda reforma agraria hanyalah "semu".



Tata Ulang Penguasaan Tanah | Bang Naga | on Senin, 15 April 2019 07:30 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Tata Ulang Penguasaan Tanah
Description: Distribusi dan alokasi tanah yang tidak merata telah memicu masalah ketimpangan di Indonesia.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1195744/tata-ulang-penguasaan-tanah.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Pengakuan Pengamen Salah Tangkap soal Perlakuan Oknum Polisi
» LIPI Ungkap Fenomena Gempa Megathrust dan Tsunami
» Jadwal Siaran Langsung Indonesia Open 2019, Kamis 18 Juli
» Rapper Crush Gabung di Agensi Milik PSY
» Wayan Koster: Gempa Bumi Bali Pertanda Baik dan Bawa Berkah
» Warga Hong Kong, Manusia 'Pemuja' French Toast
» Kilas Balik Salah Tangkap dan Penyiksaan 6 Pengamen Cipulir

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status

    Page loads : seconds