Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Pengancam Jokowi, Hermawan Susanto Akan Numpang Nikah di Polda | KPU: MK Gelar Sidang Putusan Sengketa Pilpres Tanggal 28 Juni | F2: Tanpa Nilai dari GP Monako, Sean Gelael Bidik GP Prancis | Polri Buka Suara soal Video Viral Pemukulan Remaja oleh Brimob | Hadapi Yusril di Sidang Gugatan Pilpres, Ini Kata Denny Indrayana | Gugur, Pasukan Perdamaian PBB Asal Indonesia Terima Penghargaan | KPAI Jelaskan Kronologis Tewasnya Dua Remaja di Kerusuhan 22 Mei | Nyanyian Pendukung Prabowo-Sandi di Pintu Belakang Gedung MK | Hashim: Pak JK Bisa Telepon Langsung Prabowo, Tak Perlu Perantara | Brimob Brutal Usai Kerusuhan 22 Mei? Ini Kronologis dari Lokasi | Tidak Tewas, Korban Pengeroyokan Brimob Kini di Tahanan Polda | Setelah Ditalak Android, Huawei Kini Dilarang Pakai SD Card | Dahnil Anzar Mengaku Akun Twitter-nya Diretas | Pengancam Jokowi, Hermawan Susanto Akan Numpang Nikah di Polda | KPU: MK Gelar Sidang Putusan Sengketa Pilpres Tanggal 28 Juni | F2: Tanpa Nilai dari GP Monako, Sean Gelael Bidik GP Prancis | Hasil Liga 1: PSS Sleman Vs Semen Padang 1-1, Simak Video Golnya | Hasil Kualifikasi Formula 1 Monaco: Lewis Hamilton Raih Pole | Hipmi Undang Jokowi dan Sandiaga Buka Bersama Besok Sore | Alasan Isuzu Panther Tetap Bertahan di Indonesia | Nama Anak Keempat Kim Kardashian Digunakan untuk Bisnis | Spice Girls Mulai Tur Reuni, Minus Victoria Beckham | Blokir Berakhir, Kominfo Minta Netizen Hapus Aplikasi VPN |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Badai Matahari Munculkan Fenomena Aurora, Begini Prosesnya | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Jumat, 15 Maret 2019 13:31 WIB

Badai Matahari Munculkan Fenomena Aurora, Begini Prosesnya | Berita Tempo Hari Ini

Aurora Borealis terlihat menari di atas Arctic Snowhotel di Rovaniemi, Finlandia, Kamis, 28 Februari 2019. Finlandia menjadi salah satu negara yang menjadikan keindahan fenomena alam ini sebagai daya tarik wisatanya. REUTERS/Alexander Kuznetsov

SUMUTkota.com, Jakarta - Badai Matahari dapat memunculkan fenomena aurora. Oleh karena itu, menurut Peneliti Pusat Ilmu Antariksa LAPAN Rhorom Priyatikanto badai Matahari hari ini Jumat, 14 Maret 2019 menjadi momen bagi para pemburu aurora.

"Lubang korona yang teramati saat ini diperkirakan hanya memicu badai geomagnet kelas G0-G1. G0 bermakna tidak ada badai, G1 badai lemah, dan seterusnya sampai G5 badai ekstrim. G5 jarang terjadi, terakhir tahun 2003," ujar Rhorom, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Jumat, 15 Maret 2019.

Waspada, Jumat Besok Ada Badai Matahari ke Arah Bumi

"Pemburu aurora diminta bersiap, sementara pengguna sinyal tidak perlu khawatir".

Aurora merupakan lampu kutub yang memiliki tampilan alami cahaya di langit Bumi, dan biasanya terlihat di daerah lintang tinggi (sekitar yang Arktik dan Antartika). Menurut Rhorom, fenomena tersebut tidak terjadi di Indonesia.

"Aurora diperkirakan dapat terbentuk di dekat kutub seperti di Skandinavia, Kanada. Sayangnya, aurora tidak pernah bisa dilihat di Indonesia. Lokasi paling dekat dari Indonesia untuk melihat aurora adalah Pulau Tasmania, Australia," kata Rhorom.

Rhorom juga menjelaskan bagaimana proses terbentuknya aurora. Menurutnya peningkatan intensitas angin surya berarti peningkatan jumlah partikel bermuatan dari matahari yang dapat masuk ke Bumi. Masuknya partikel itu harus melewati jalur yang tepat, yakni mengikuti garis-garis medan magnet Bumi yang mengerucut di kutub-kutub Bumi.

"Ibarat corong, daerah dekat kutub Bumi adalah tempat terbaik masuknya partikel tadi. Ketika partikel bermuatan berinteraksi dengan atmosfer Bumi, maka terjadi ionisasi dan pendaran aurora pun muncul," tutur Rhorom. "Seperti halnya lampu neon yang berpendar karena ada arus listrik".

Menurut Rhorom, peningkatan intensitas angin surya mungkin terjadi, tapi tidak meningkat tajam. Bukan kasus ekstrim yang mengganggu sinyal dan membahayakan manusia dengan beragam aktivitasnya.

"Beberapa hari terakhir memang ada lubang korona yang mengarah ke Bumi. Lubang ini menjadi sumber angin surya berkecepatan tinggi, yakni aliran partikel bermuatan dari matahari," kata Rhorom. "Partikel ini tidak mudah mencapai muka Bumi karena ada medan magnet ysng membelokkannya. Sebagian partikel dapat masuk dan membentuk aurora di dekat kutub".

8 Badai Matahari Terbesar yang Pernah Terjadi dalam Sejarah



Badai Matahari Munculkan Fenomena Aurora, Begini Prosesnya | Bang Naga | on Jumat, 15 Maret 2019 13:31 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Badai Matahari Munculkan Fenomena Aurora, Begini Prosesnya
Description: Badai Matahari dapat memunculkan fenomena aurora.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1185589/badai-matahari-munculkan-fenomena-aurora-begini-prosesnya.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status

    Page loads : seconds