Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
KPU: MK Gelar Sidang Putusan Sengketa Pilpres Tanggal 28 Juni | F2: Tanpa Nilai dari GP Monako, Sean Gelael Bidik GP Prancis | Polri Buka Suara soal Video Viral Pemukulan Remaja oleh Brimob | Hadapi Yusril di Sidang Gugatan Pilpres, Ini Kata Denny Indrayana | Gugur, Pasukan Perdamaian PBB Asal Indonesia Terima Penghargaan | KPAI Jelaskan Kronologis Tewasnya Dua Remaja di Kerusuhan 22 Mei | Nyanyian Pendukung Prabowo-Sandi di Pintu Belakang Gedung MK | Hashim: Pak JK Bisa Telepon Langsung Prabowo, Tak Perlu Perantara | Brimob Brutal Usai Kerusuhan 22 Mei? Ini Kronologis dari Lokasi | Tidak Tewas, Korban Pengeroyokan Brimob Kini di Tahanan Polda | Setelah Ditalak Android, Huawei Kini Dilarang Pakai SD Card | Dahnil Anzar Mengaku Akun Twitter-nya Diretas | KPU: MK Gelar Sidang Putusan Sengketa Pilpres Tanggal 28 Juni | F2: Tanpa Nilai dari GP Monako, Sean Gelael Bidik GP Prancis | Hasil Liga 1: PSS Sleman Vs Semen Padang 1-1, Simak Video Golnya | Hasil Kualifikasi Formula 1 Monaco: Lewis Hamilton Raih Pole | Hipmi Undang Jokowi dan Sandiaga Buka Bersama Besok Sore | Alasan Isuzu Panther Tetap Bertahan di Indonesia | Nama Anak Keempat Kim Kardashian Digunakan untuk Bisnis | Spice Girls Mulai Tur Reuni, Minus Victoria Beckham | Blokir Berakhir, Kominfo Minta Netizen Hapus Aplikasi VPN | Pidato Pengunduran Diri Theresa May dan Dampak pada Perempuan |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Geng Motor Belanja 'Cabe-cabean' Usai Membunuh, Kapolres Menangis | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Jumat, 15 Maret 2019 11:47 WIB

Geng Motor Belanja 'Cabe-cabean' Usai Membunuh, Kapolres Menangis | Berita Tempo Hari Ini

Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Hengki Haryadi (dua dari kiri) memegang salah satu senjata yang digunakan oleh anggota geng motor saat konferensi pers di kantornya, Selasa, 19 Februari 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

SUMUTkota.com, Jakarta - Kapolres Jakarta Barat Komisaris Besar Hengki Haryadi mengungkapkan fakta miris tentang perilaku anggota geng motor yang tak menyesal membunuh korbannya.

Baca: Geng Motor Bunuh Pejalan Kaki di Daan Mogot, Begini Peristiwanya

Hengki mengatakan, para pelaku yang rata-rata masih di bawah umur itu bahkan mencari 'cabe-cabean', istilah untuk gadis yang berprofesi sebagai pekerja seks.

"Setelah merampok dan membunuh orang, tidak menyesal sama sekali. Yang terjadi justru mencari wanita, anak-anak kecil. Tawar-tawaran, lu harganya berapa? Lu berapa?," kata Hengki di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kamis, 14 Maret 2019.

Temuan polisi tentang perilaku miris kawanan geng motor di Jakarta ini dipaparkan dalam Silaturahmi Forum Koordinasi Pimpinan Kota di Kantor Wali Kota Jakarta Barat. Acara yang mengundang kepala sekolah se-Jakarta Barat itu dilakukan untuk sosialisasi kejahatan jalanan dan narkoba. Juga hadir di sana Wali Kota Jakarta Barat Rustam Efendi serta Dandim Jakarta Barat Letnan Kolonel Jatmiko Adhi.

"Ini fakta, saya pun menangis," ujar Hengki.  

Hengki menjelaskan, fakta tentang tidak adanya penyesalan anggota geng motor setelah membunuh dan 'belanja cabe-cabean' didapat ketika polisi memeriksa akun media sosial milik mereka.

Di hadapan peserta acara Silaturahmi, Hengki juga memutarkan video tawuran geng motor yang sempat diunggah secara live di akun instagram oleh pelaku. Dalam video itu terlihat, kedua kelompok saling lempar. Beberapa di antaranya peserta tawuran membawa senjata tajam seperti celurit.

"Dia live di medsos untuk menunjukkan aktualisasi diri, menunjukkan eksistensi," kata Hengki.

Februari lalu, Polres Metro Jakarta Barat mencatat ada 25 kelompok geng motor di wilayahnya. Delapan di antaranya ditangkap.

Geng motor yang sudah ditangkap di antaranya basmol (barisan manusia oleng), swiss (sekitar wilayah slipi), garjok (garden pojok) dan israel (istana sekitar rel).

Kasus pembunuhan yang dilakukan oleh geng motor terjadi di Jalan Tanah Sereal Raya, Tambora, Jakarta Barat pada 20 Januari 2019. Peristiwa itu menewaskan Adam Ilham. Kasus pembunuhan juga terjadi di Tanjung Duren, Jakarta Barat 5 Februari 2019 dengan korban Ahmad Al Fandri.

Baca: Pengakuan Geng Motor: Tak Ada Lawan, yang Ada di Tempat Disikat

Hengki mengatakan, anggota geng motor sanggup menganiaya korban hingga tewas karena pengaruh dari obat-obatan. Hampir seluruh pelaku, ujar Hengki, memakai narkoba dan obat daftar G seperti tramadol. "Sehingga hilang rasa takutnya, empatinya, dan memiliki semangat berlebihan, dan akhirnya menimbulkan korban," kata dia pada 19 Februari 2019.



Geng Motor Belanja 'Cabe-cabean' Usai Membunuh, Kapolres Menangis | Bang Naga | on Jumat, 15 Maret 2019 11:47 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Geng Motor Belanja 'Cabe-cabean' Usai Membunuh, Kapolres Menangis
Description: Fakta tidak adanya penyesalan anggota geng motor setelah membunuh dan 'belanja cabe-cabean' didapat ketika polisi memeriksa akun media sosial mereka.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1185550/geng-motor-belanja-cabe-cabean-usai-membunuh-kapolres-menangis.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status

    Page loads : seconds