Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
KPU: MK Gelar Sidang Putusan Sengketa Pilpres Tanggal 28 Juni | F2: Tanpa Nilai dari GP Monako, Sean Gelael Bidik GP Prancis | Polri Buka Suara soal Video Viral Pemukulan Remaja oleh Brimob | Hadapi Yusril di Sidang Gugatan Pilpres, Ini Kata Denny Indrayana | Gugur, Pasukan Perdamaian PBB Asal Indonesia Terima Penghargaan | KPAI Jelaskan Kronologis Tewasnya Dua Remaja di Kerusuhan 22 Mei | Nyanyian Pendukung Prabowo-Sandi di Pintu Belakang Gedung MK | Hashim: Pak JK Bisa Telepon Langsung Prabowo, Tak Perlu Perantara | Brimob Brutal Usai Kerusuhan 22 Mei? Ini Kronologis dari Lokasi | Tidak Tewas, Korban Pengeroyokan Brimob Kini di Tahanan Polda | Setelah Ditalak Android, Huawei Kini Dilarang Pakai SD Card | Dahnil Anzar Mengaku Akun Twitter-nya Diretas | KPU: MK Gelar Sidang Putusan Sengketa Pilpres Tanggal 28 Juni | F2: Tanpa Nilai dari GP Monako, Sean Gelael Bidik GP Prancis | Hasil Liga 1: PSS Sleman Vs Semen Padang 1-1, Simak Video Golnya | Hasil Kualifikasi Formula 1 Monaco: Lewis Hamilton Raih Pole | Hipmi Undang Jokowi dan Sandiaga Buka Bersama Besok Sore | Alasan Isuzu Panther Tetap Bertahan di Indonesia | Nama Anak Keempat Kim Kardashian Digunakan untuk Bisnis | Spice Girls Mulai Tur Reuni, Minus Victoria Beckham | Blokir Berakhir, Kominfo Minta Netizen Hapus Aplikasi VPN | Pidato Pengunduran Diri Theresa May dan Dampak pada Perempuan |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Pentingnya Mencegah Terorisme | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Jumat, 15 Maret 2019 07:35 WIB

Pentingnya Mencegah Terorisme | Berita Tempo Hari Ini

Polisi bersenjata berjaga di lokasi terjadinya ledakan yang diduga bom saat penggerebekan terduga teroris di kawasan Jalan KH Ahmad Dahlan, Pancuran Bambu, Kota Siboga, Sumatera Utara, Selasa, 12 Maret 2019. Peristiwa ini terjadi saat polisi hendak menangkap pelaku terduga tindak pidana terorisme, Husain alias Abu Hamzah. ANTARA

Aksi bom bunuh diri Solimah bersama anaknya yang berusia 2 tahun menunjukkan betapa mengerikan dampak penyebaran paham radikal. Tak cukup memerangi terorisme lewat penangkapan, pemerintah perlu menggencarkan program pencegahan agar tragedi seperti ini tidak terus berulang.

Solimah nekat meledakkan bom ketika rumahnya di Sibolga, Sumatera Utara, dikepung polisi, dua hari lalu. Istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah ini menolak menyerahkan diri setelah sang suami ditangkap. Menurut polisi, Husain merupakan koordinator wilayah Jamaah Ansharud Daulah (JAD). Polisi menemukan 300 kilogram bahan peledak dan empat bom siap ledak di rumahnya.

JAD adalah kelompok yang berbaiat kepada gerakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Kelompok ini merupakan salah satu jaringan ISIS di Indonesia. Jaringan terorisme di negara kita dimotori antara lain oleh ratusan anggota organisasi ISIS asal Indonesia yang pulang dari Suriah. Sejumlah bekas narapidana terorisme pun diduga masih berperan besar dalam menyebarkan paham radikal.

Kasus bom bunuh diri di Sibolga makin memperlihatkan bahwa sel-sel terorisme masih terus aktif di sejumlah daerah. Penggerebekan rumah Husain merupakan pengembangan dari penangkapan terduga teroris di Lampung dan Kalimantan Barat beberapa hari sebelumnya. Awal Februari lalu, polisi juga menangkap seorang anggota JAD di Jawa Tengah.

Pemerintah perlu mengefektifkan program pencegahan karena upaya penangkapan tidaklah cukup untuk membasmi terorisme. Nyatanya, aktivitas sel-sel terorisme tak kunjung surut. Tahun lalu, mereka juga beraksi antara lain lewat bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya pada Mei 2018. Teror ini diduga masih berkaitan dengan kerusuhan di Rumah Tahanan Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, beberapa hari sebelumnya.

Undang-Undang Terorisme yang telah direvisi tahun lalu sebetulnya telah memuat program pencegahan yang cukup detail, meliputi kesiapsiagaan, kontraradikalisasi, dan deradikalisasi. Program kesiapsiagaan dilakukan lewat pemberdayaan masyarakat, peningkatan kemampuan aparat, dan pemetaan wilayah yang rawan terorisme. Adapun program kontraradikalisasi ditujukan kepada kelompok orang yang rentan terpapar paham radikal.

Program deradikalisasi, yang sering dikritik lantaran kurang efektif, berbeda dengan kontraradikalisasi. Program deradikalisasi lebih ditujukan kepada tersangka, terdakwa, narapidana, bekas narapidana kasus terorisme, dan orang yang benar-benar sudah terpapar ajaran terorisme.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme perlu sungguh-sungguh melaksanakan semua program yang diamanatkan undang-undang itu. Tak hanya berfokus pada program deradikalisasi, tapi juga memperkuat program pencegahan yang lain. BNPT perlu bekerja sama dengan kementerian atau lembaga lain untuk menangkal penyebaran ajaran terorisme, termasuk lewat kurikulum pendidikan.



Pentingnya Mencegah Terorisme | Bang Naga | on Jumat, 15 Maret 2019 07:35 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Pentingnya Mencegah Terorisme
Description: Aksi bom bunuh diri Solimah bersama anaknya yang berusia 2 tahun menunjukkan betapa mengerikan dampak penyebaran paham radikal.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1185433/pentingnya-mencegah-terorisme.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status

    Page loads : seconds