Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Polri Buka Suara soal Video Viral Pemukulan Remaja oleh Brimob | Hadapi Yusril di Sidang Gugatan Pilpres, Ini Kata Denny Indrayana | Gugur, Pasukan Perdamaian PBB Asal Indonesia Terima Penghargaan | KPAI Jelaskan Kronologis Tewasnya Dua Remaja di Kerusuhan 22 Mei | Nyanyian Pendukung Prabowo-Sandi di Pintu Belakang Gedung MK | Hashim: Pak JK Bisa Telepon Langsung Prabowo, Tak Perlu Perantara | Brimob Brutal Usai Kerusuhan 22 Mei? Ini Kronologis dari Lokasi | Tidak Tewas, Korban Pengeroyokan Brimob Kini di Tahanan Polda | Setelah Ditalak Android, Huawei Kini Dilarang Pakai SD Card | Dahnil Anzar Mengaku Akun Twitter-nya Diretas | Hasil Liga 1: PSS Sleman Vs Semen Padang 1-1, Simak Video Golnya | Hasil Kualifikasi Formula 1 Monaco: Lewis Hamilton Raih Pole | Hipmi Undang Jokowi dan Sandiaga Buka Bersama Besok Sore | Alasan Isuzu Panther Tetap Bertahan di Indonesia | Nama Anak Keempat Kim Kardashian Digunakan untuk Bisnis | Spice Girls Mulai Tur Reuni, Minus Victoria Beckham | Blokir Berakhir, Kominfo Minta Netizen Hapus Aplikasi VPN | Pidato Pengunduran Diri Theresa May dan Dampak pada Perempuan | Piala Sudirman 2019: Ditekuk Jepang 1-3, Indonesia Gagal ke Final | Syuting John Wick 3, Yayan Ruhian Cerita Cara Kerja Hollywood |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Debat Cawapres, Solusi Pengangguran Terdidik Diharapkan Muncul | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Jumat, 15 Maret 2019 03:04 WIB

Debat Cawapres, Solusi Pengangguran Terdidik Diharapkan Muncul | Berita Tempo Hari Ini

Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi dan Ma'ruf Amin, bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, usai Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019. REUTERS/Willy Kurniawan

SUMUTkota.com, Jakarta - Wakil Direktur Insitute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menyebut para calon wakil presiden perlu membicarakan soal meningkatnya pengangguran terampil dan terdidik dalam debat calon wakil presiden atau debat cawapres pada Ahad, 17 Maret 2019.

Baca juga: Radhar Panca Dahana dan 2 Rektor jadi Panelis Debat Cawapres

"Pengangguran yang sulit diturunkan ternyata dari lulusan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) dan universitas," ujar Eko di Restoran Rantang Ibu, Jakarta, Kamis, 14 Maret 2019. 

Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) pada Agustus 2018, Eko mengatakan persentase pengangguran lulusan Sekolah Menengah Atas 27,57 persen dan Sekolah Menengah Kejuruan berjumlah 24,74 persen dari total sekitar 7 juta pengangguran di Indonesia. Di samping itu pengangguran dari lulusan universitas mencapai 10,42 persen. "Tingkat pengangguran dari SMK dan universitas mengalami tren kenaikan sejak 2013."

Persentase itu, ujar Eko, menunjukkan bahwa sektor ekonomi yang memerlukan keahlian dan keterampilan di Indonesia, khususnya sektor industri manufaktur, tumbuh lambat. Sehingga, daya serap bagi angkatan kerja terlatih dan terdidik masih rendah. 

"Padahal promosi ke dua program itu (SMK dan kuliah) masih sangat tinggi, di sisi lain probabilitas menganggur setelah berkuliah juga tinggi. Ini perlu dicari solusinya," kata Eko.

Imbasnya, Eko mengatakan pekerja berdasarkan pendidikan pun sebagian besar hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama ke bawah. Dari data yang sama, pekerja lulusan SD ke bawah ada 50,56 juta orang atau 40,69 persen dari total 124,01 juta masyarakat yang bekerja. Sementara pekerja lulusan SMP ada 22,43 juta atau 18,09 persen dari total. 

"Ini menggambarkan daya saing dan produktivitas yang rendah dalam perekonomian," kata Eko. Ia berujar sebagian besar pekerja berpendidikan rendah itu menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian yang kontribusinya pun semakin kecil kepada pertumbuhan ekonomi.

Eko menduga persoalan banyaknya tenaga kerja terdidik dan terlatih yang menganggur timbul lantaran selama ini pemerintah lebih banyak berfokus kepada sisi suplai tenaga kerja, ketimbang sisi kebutuhan pasar. "Jadi bisa jadi pelatihan dan pendidikan yang ada tidak relevan dengan kebutuhan pasar."

Dalam kesempatan yang sama, peneliti Indef Ahmad Heri Firdaus menyebut permasalahan pengangguran terdidik dan terlatih terlihat dalam grafik ketidakcocokan antara pendidikan dan pekerjaan di Indonesia. Dari data tersebut, 53,33 persen tenaga kerja mengalami ketidakcocokan vertikal. 

"Mereka over atau under education dan skill," kata dia. Adapun 60,62 persen mengalami ketidakcocokan horizontal. Artinya, bidang studi dan keterampilan tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan dan keterampilan pekerja.

Debat cawapres antara Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno tersebut akan mengangkat tema kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya.



Debat Cawapres, Solusi Pengangguran Terdidik Diharapkan Muncul | Bang Naga | on Jumat, 15 Maret 2019 03:04 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Debat Cawapres, Solusi Pengangguran Terdidik Diharapkan Muncul
Description: Wakil Direktur Indef Eko Listiyanto menyebut para calon wakil presiden perlu membicarakan soal meningkatnya pengangguran terdidik dalam debat cawapres.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1185364/debat-cawapres-solusi-pengangguran-terdidik-diharapkan-muncul.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status

    Page loads : seconds