Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Prediksi Borneo FC Vs Persipura Jayapura di Ajang Liga 1 Senin | Bursa Transfer: PSM Pinjamkan Zulkifli Syukur ke Sriwijaya FC | Erick Thohir Resmikan Peluncuran Jagat Bumilangit Jilid 1 | Muhammadiyah Sebut Abdul Somad Lakukan Penghinaan Simbol Agama | Abdul Somad Dipolisikan, Gerakan Angkatan Muda Kristen Bicara | 3 Poin Klarifikasi Abdul Somad Soal Tuduhan Penistaan Agama | Ikatan Sarjana Katolik Sayangkan Ceramah Abdul Somad | Pertamina Buka Lowongan Kerja Bagi Fresh Graduate | Pemindahan Ibu Kota, Gubernur Kalbar: Kami Diuntungkan | Klarifikasi Lengkap Abdul Somad Soal Tudingan Penista Agama | Polda NTT: Belum Ada Laporan Resmi Soal Abdul Somad, Tapi... | Pemindahan Ibu Kota, Warga Jakarta: Kami Betah, Tak Mau Pindah | Rahasia Makeup Flawless Segar Iriana Jokowi di HUT RI ke-74 | Prediksi Borneo FC Vs Persipura Jayapura di Ajang Liga 1 Senin | Bursa Transfer: PSM Pinjamkan Zulkifli Syukur ke Sriwijaya FC | Erick Thohir Resmikan Peluncuran Jagat Bumilangit Jilid 1 | Indonesia Kirim 10 Atlet ke Kejuaraan Wushu Junior Asia di Brunei | Qarrar Firhand Juara Balap Gokart Rok Cup di Singapura | 12 Negara Ikuti Tenis Junior Internasional Medco di Palembang | Sho Shimabukuro Juara Nomor Tunggal Tenis Combiphar Open 2019 | Berteman dengan Taurus dan 2 Zodiak Ini Jangan Banyak Bergurau | Sempat Dibully, Celine Dion Lebih Percaya Diri di Usia 51 Tahun | Simak Gaya Jan Ethes Gunakan Baju Adat Bali Hingga Aceh |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Penyebab Anies Stop Swastanisasi dalam Pengelolaan Air di Jakarta | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Senin, 11 Februari 2019 18:54 WIB

Penyebab Anies Stop Swastanisasi dalam Pengelolaan Air di Jakarta | Berita Tempo Hari Ini

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Tim Evaluasi Tata Kelola Air Minum DKI Jakarta saat jumpa pers mengenai penghentian swastanisasi air di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin, 11 Februari 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

SUMUTkota.com, Jakarta -Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memutuskan pihaknya akan melakukan pengambilalihan pengelolaan air di Jakarta dari pihak swasta.

Alasan Anies ``ingin melakukan pengambil alihan itu karena selama dipegang oleh swasta, pembangunan fasilitas air di Jakarta tak mengalami banyak kemajuan.

Baca : Stop Swastanisasi Air, Anies Beberkan Tiga Opsi Pengambilalihan

"Saat swastanisasi dimulai, cakupan awal tahun 1998 adalah 44,5 persen. Sudah berjalan 20 tahun (2018) hanya meningkat sampai 59,4 persen. Artinya, waktu 20 tahun hanya meningkat 14,9 persen," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin, 11 Februari 2019.

Sedangkan cakupan layanan air di Jakarta dijanjikan pihak swasta mencapai 82 persen pada tahun 2023. Melihat lambannya pertambahan cakupan layanan air oleh swasta dan masih besarnya target yang perlu tercapai, Anies ingin pengelolaan diambil alih oleh pemerintah.

Selain lambannya perkembangan pelayanan itu, tingkat kebocoran air mencapai 44,3 persen. Angka itu menjadikan Jakarta sebagai kota dengan kebocoran air tertinggi dari kota-kota metropolitan di dunia

Tak hanya itu, Anies semakin yakin ingin menghentikan swastanisasi air setelah melihat isi kontrak perjanjian antara PAM JAYA dengan Palyja dan Aetra. Dalam salah satu poin perjanjian itu, negara memberikan jaminan keuntungan 22 persen untuk Palyja dan 15 persen untuk Aetra.

Jika kontrak terus berjalan hingga tahun 2023, maka total jaminan keuntungan yang diberikan DKI untuk kedua perusahaan itu sebesar Rp 8,5 triliun. Sedangkan, kata Anies, target perluasan pelayanan yang dijanjikan pihak swasta tak tercapai.

Koalisi Masyarakat Menolak Swastaniasi melakukan aksi di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 22 Maret 2018. Demonstrasi diikuti sekitar 50 orang dengan mengusung tema Aksi Mandi Bareng di Balai Kota DKI Jakarta. Koalisi terdiri dari LBH Jakarta, Solidaritas Perempuan, Jaringan Rakyat Miskin Kota, Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikan (Kiara),  dan Kruha.

"Targetnya tidak tercapai, tapi keuntungannya wajib dibayarkan oleh negara. Kalau hari ini angkanya tercapai, mungkin lain cerita. Tapi hari ini angka itu tidak tercapai," Anies menegaskan.

Dengan berbagai macam alasan itu, Anies ingin segera mengembalikan pengelolaan air kepada Pemprov DKI. Salah satu caranya dengan pengambil alihan melalui perdata, yakni dengan membeli saham, mengambil alih fasilitas secara bertahap, dan pemutusan kontrak secara sepihak.

Simak pula :
Stop Swastanisasi Air, Simak Bagaimana Anies Baswedan Terjepit

Sebagai langkah awal pengambilalihan itu, Anies telah memerintahkan kepada Direktur Utama PD PAM Jaya Bambang Hernowo untuk membuat head of agreement dengan dua perusahaan swasta itu.

"Saya akan meminta Tim Evaluasi untuk mengawal proses pengambilalihan ini," kata Anies terkait pengelolaan air di Jakarta tersebut. Ia tak menyebut kapan proses itu akan rampung. Tetapi, Anies hanya memberikan waktu satu bulan kepada PAM Jaya membuat head of agreement, yang berisi mengenai road map kerja sama Pemprov dengan swasta ke depan.



Penyebab Anies Stop Swastanisasi dalam Pengelolaan Air di Jakarta | Bang Naga | on Senin, 11 Februari 2019 18:54 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Penyebab Anies Stop Swastanisasi dalam Pengelolaan Air di Jakarta
Description: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memutuskan pihaknya akan melakukan pengambil alihan pengelolaan air di Jakarta dari pihak swasta.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1174559/penyebab-anies-stop-swastanisasi-dalam-pengelolaan-air-di-jakarta.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Lampard Samai Rekor Buruk Benitez di Chelsea
» VIDEO: Pokémon World Championships Berhadiah Rp7 Miliar
» TNI AL Sergap Pembajak KM Mina Sejati di Laut Kepulauan Aru
» Timnas Indonesia Intip Lawan di Tour de Indonesia
» FOTO : Ledakan Bom saat Pesta Pernikahan di Afghanistan
» Kepala Bekraf Minta Maaf soal Video Lelang Perpecahan Negeri
» Peter Fonda Bantu The Beatles Ciptakan Lagu Hit

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status

    Page loads : seconds