Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Gaya Musim Panas Kate Middleton di Pesta Kebun hingga Wimbledon | Sekjen Baru PKB Diumumkan Hari Ini, Berikut Lima Kandidatnya | Ular Berbisa Tewaskan Satpam di Serpong, Ini Kata RSUD Tangerang | Sandiaga Uno: Indonesk Perlu Rebranding untuk Perkuat Merek | Pembalap Belia Herlian Dandi Juara 2 Thailand Talent Cup Seri 4 | Yunani Minta Museum Louvre Pinjamkan Dinding Marmer Parthenon | KNKT Investigasi Penyebab Kapal KM Santika Nusantara Terbakar | Senin, Wimboh Santoso OJK Dikukuhkan sebagai Guru Besar UNS | Greysia / Apriyani Raih Perunggu di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis | Pemerintah Dorong Perusahaan Kecil Dapat Dana dari Pasar Modal | Tinju Dunia: Kovalev Robohkan Yarde di Ronde 11, Simak Videonya | Versi Remaster Final Fantasy VIII Akan Dirilis September | Ke Perseru Badak Lampung, Skuat Persib Bandung Merasa Diuntungkan | Efek Kurang Tidur, Otak Terganggu serta Kekacauan Jiwa dan Raga | Sindir Bambang Soesatyo, Airlangga: Di Golkar Sabar-sabar Dulu | Ingin Mancung, Hidung Perempuan Ini Malah Terlihat Seperti Avatar | Liga 1: Lepas Nerius Alom, PSS Sleman Akan Segera Cari Pengganti | NTB Mengundang DNeX Investasi Wisata Halal | Karang dalam Gabion? Ini Penjelasan Anak Buah Anies | Jadwal Bola Ahad: Liga 1, Liga Inggris, Liga Spanyol, Liga Italia | Densus 88 Geledah Rumah Pelaku Perampokan Toko Emas | Ini Cerita Pedagang Mencari Bajakah di Sampit | Beauty Fit 'n Fab Run Bandung, Peserta Berdandan Sebelum Lari | Tips Merawat Mobil Berwana Putih Agar Terlihat Bersih dan Elegan | Cak Imin Bakal Pangkas Kewenangan Sekjen PKB | Kisah Kucing Hitam Temukan Kotak Simpanan Uang Majikan | Aktivitas di Ranjang Ini Diklaim Bisa Atasi Insomnia | Inilah Susunan Final Kejuaraan Dunia Badminton 2019, Malam Nanti | Pasar Wisata untuk Memulihkan Pariwisata Lombok | Wali Kota Risma Beri Semangat ke Persebaya sebelum Lawan Persija | Google Photos Kini Dapat Mendeteksi Kalimat pada Gambar | Empat Saran INDEF soal Pemindahan Ibu Kota untuk Pemerintah : | Debut Pemain Timnas U-19 Mochammad Supriadi Membela Persebaya | Liverpool Tekuk Arsenal 3-1, Simak 3 Catatan dari Jurgen Klopp | 5 Keuntungan Lari Pagi Hari, Meningkatkan Konsentrasi Seharian | Jadi Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam, Sri Mulyani Buka Programnya | Youtuber Ini Ikuti Diet dan Latihan Fisik Selebriti, Jadi Atletis | Pendatang Baru, Ini 3 Rencana Gebrakan PSI di DPRD DKI | Hasil Bola Ahad Dinihari: Liga Inggris, Liga Spanyol, Liga Italia | Sebab Generasi X Takut ke Dokter Meski Ingin Hidup Lama | Danau Tengkorak Himalaya Kubur Tengkorak Orang Eropa Ribuan Tahun | Liverpool Torehkan 2 Catatan Apik Saat Kalahkan Arsenal 3-1 | 5 Khasiat Kunyit untuk Kesehatan Mental hingga Jaga Berat Badan | Real Madrid Vs Valladolid 1-1, Ini Rapor Bale dan 6 Fakta Lain | 3 Implikasi Ketatanegaraan Versi Dosen UP Jika Ibu Kota Pindah | Hendra - Ahsan Maju ke Final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 | Buka Laga Serie A Liga Italia, Parma Vs Juventus 0-1 | Neymar Bisa Bermain untuk PSG Hari Minggu Ini, Jika... | Real Madrid Vs Real Valladolid 1-1, Satu Gol dari Karim Benzema | 5 Fakta Seputar Hasil Laga Liverpool Vs Arsenal 3-1 | Tenis Junior Medco: Tunggal Indonesia Semua Lolos ke Final | One Pride MMA: Arm Lock Suwardi Bikin Jeremia Menyerah Tap Out | Hasil Liverpool Vs Arsenal 3-1, The Reds Kokoh di Puncak Klasemen | Gagal Penalti, Marcus Rashford Jadi Sasaran Rasis di Medsos | Liga 2 : Persiraja Banda Aceh Vs Persibat Batang, 4-1 | Sony Alpha 7R IV dan RX100 VII Dirilis, Ini Spek dan Harganya | Massa Tuntut 7 Hal, Yorrys Raweyai Minta Jokowi ke Papua | Klarifikasi Deddy Corbuzier Pasca Dianggap Menyerang Abdul Somad | Terus Dihujat Pasca Opini Soal Abdul Somad, Ini Saran Anggun | Kapal Induk USS Abraham Lincoln Mengancam Iran dari 1.111 Km | Kota Tua Semarang Setelah "Diguyur" Ratusan Miliar | Rusia Resmikan Masjid Terbesar di Eropa | PSI Tolak Pin Emas DPRD DKI, Tina Toon: Jangan Ngambil Gaji | Dari Rongsokan Perang, Harley-Davidson JD 1926 Ditawar Rp 1 M | Tinju Dunia Akhir Pekan: Yarde Berani Tantang Kovalev di Rusia | Mantan Kapolda: Ada Rasa Ketidakadilan di Papua | Gaya Musim Panas Kate Middleton di Pesta Kebun hingga Wimbledon | Sekjen Baru PKB Diumumkan Hari Ini, Berikut Lima Kandidatnya | Ular Berbisa Tewaskan Satpam di Serpong, Ini Kata RSUD Tangerang | Sandiaga Uno: Indonesk Perlu Rebranding untuk Perkuat Merek | Pembalap Belia Herlian Dandi Juara 2 Thailand Talent Cup Seri 4 | Yunani Minta Museum Louvre Pinjamkan Dinding Marmer Parthenon | Krakatau Festival is Lampung's Key Promotional Event: Governor | Tiga Terapi untuk Anak Autisme, dari Perilaku hingga Okupasi | KNKT Investigasi Penyebab Kapal KM Santika Nusantara Terbakar | Senin, Wimboh Santoso OJK Dikukuhkan sebagai Guru Besar UNS |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Faisal Basri Minta Pemerintah dan BI Waspadai Capital Outflow | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Senin, 11 Februari 2019 16:39 WIB

Faisal Basri Minta Pemerintah dan BI Waspadai Capital Outflow | Berita Tempo Hari Ini

Faisal Basri. TEMPO/Jati Mahatmaji

SUMUTkota.com, Jakarta - Ekonom dari Universitas Indonesia Faisal Basri mengimbau pemerintah dan Bank Indonesia mewaspadai potensi arus modal asing yang masuk dan kembali berbalik ke luar atau capital outflow. Terlebih gejolak perekonomian global masih terus berlanjut.

Baca: Faisal Basri: Ada Indikasi Oligopoli Kenaikan Harga Tiket Pesawat

"Untuk mengurangi gejolak makroekonomi ke depan, pekerjaan rumah kita adalah menekan defisit akun lancar lewat serangkaian kebijakan struktural untuk meningkatkan ekspor dan daya saing industri dalam negeri agar bisa bersaing dengan produk impor," ujar Faisal Basri, Ahad, 10 Februari 2019.

Dengan begitu, menurut Faisal Basri, Indonesia bisa mengurangi ketergantungan pada dana asing. "Terutama investasi portofolio," ujarnya.

Faisal Basri mengungkapkan neraca pembayaran pada 2016 dan 2017 berhasil mencatatkan surplus cukup besar yaitu senilai US$ 12 miliar dan US$ 11,5 miliar. Di saat yang sama neraca pembayaran juga mencatatkan current account deficit.

Hanya saja, arus modal asing yang mengalir ke dalam negeri pada periode tersebut terbilang cukup deras sepanjang tahun sehingga mampu melampaui nilai defisit akun lancar. Kondisi tersebut disebutnya membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil selama periode 2016-2017. Keadaan tersebut berbalik arah pada 2018 lantaran arus modal asing langsung maupun portofolio mengalami penurunan.

Neraca pembayaran secara umum mencatatkan seluruh transaksi atas keluar masuknya uang dalam denominasi mata uang asing di suatu negara. Secara garis besar, neraca pembayaran berasal dari dua kelompok transaksi yaitu transaksi dari arus barang/jasa (current account) dan arus modal/finansial (capital account).

Faisal Basri mengungkapkan perbaikan pada neraca arus modal atau finansial sepanjang tahun lalu baru melaju pada tren yang positif pada kuartal akhir 2018. Hal tersebut disebutnya tak terlepas dari langkah pemerintah yang gencar menerbitkan surat utang.

Investor asing kemudian merespons dengan membeli surat utang pemerintah senilai US$ 4,75 miliar. Angka itu lebih besar dari pembelian surat utang negara oleh investor asing selama triwulan I-III 2018 senilai US$ 4,7 miliar.

Di kuartal akhir 2018, investor asing juga gencar melakukan pembelian surat utang swasta yang berperan terhadap masuknya arus modal senilai US$ 6,6 miliar. Angka tersebut jauh melampaui keseluruhan tahun 2017 yang hanya senilai US$ 5,1 miliar.

Faisal Basri mengungkapkan defisit neraca pembayaran yang terjadi sepanjang tahun lalu terjadi karena Indonesia mencatatkan defisit akun lancar tertinggi sepanjang sejarah. Peningkatan defisit akun lancar itu terutama tak terlepas dari lonjakan impor barang sebesar 20,7 persen, sedangkan ekspor barang hanya tumbuh 7 persen.

Neraca Pembayaran Indonesia mencatatkan defisit senilai US$ 7,3 miliar sepanjang 2018. Angka itu berbanding terbalik dengan pencapaian tahun sebelumnya yang mencatatkan surplus senilai US$ 11,6 miliar.

Baca: Faisal Basri Kritik Utang, Sri Mulyani: Jangan Lihat Nominal Saja

Tekanan pada neraca pembayaran terjadi karena defisit akun lancar (current account deficit/CAD) menggelembung hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya dari senilai US$ 16,96 miliar pada 2017, menjadi senilai US$ 31,1 miliar di sepanjang 2018. Sementara itu, kata Faisal Basri, arus modal dan finansial US$ 25,2 miliar lebih kecil dari defisit akun lancar yang menyebabkan defisit pada neraca pembayaran.

BISNIS



Faisal Basri Minta Pemerintah dan BI Waspadai Capital Outflow | Bang Naga | on Senin, 11 Februari 2019 16:39 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Faisal Basri Minta Pemerintah dan BI Waspadai Capital Outflow
Description: Ekonom dari UI Faisal Basri mengimbau pemerintah dan BI mewaspadai potensi arus modal asing yang masuk dan kembali berbalik ke luar.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1174519/faisal-basri-minta-pemerintah-dan-bi-waspadai-capital-outflow.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Tidur Terpisah dengan Pasangan Buat Hubungan Kian Harmonis
» VIDEO: Prediksi Liga Italia 2019/2020
» Daftar Bahan Kimia yang Sebaiknya Dihindari Ibu Hamil
» BMKG Sebut Kalimantan Punya Sesar, Tapi Lebih Aman dari Gempa
» FOTO: Umat Hindu Peringati Kelahiran Dewa Krishna
» Bamsoet Dorong Pejabat Negara Migrasi ke Mobil Listrik
» Hasil Liga Spanyol: Madrid Gagal Menang di Bernabeu

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status


    Page loads : seconds