Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Debat Capres Kedua, Ada Sesi Adu Argumen Tanpa Batas Waktu | Ini Alasan Migo e-Bike Dilarang Dikendarai di Jalan Raya | Desa Sardonoharjo jadi Percontohan Kawasan Anti Politik Uang | Reaktor Triga Milik Batan Ini Berumur 54 Tahun | Parkir Liar di Tanah Abang Kembali Merajalela, Ini Saran DPRD DKI | Kelompok Masyarakat Marginal Dinilai Apatis terhadap Pemilu | Chusnul Mariyah Imbau Para TKI Tidak Golput dalam Pemilu | Uskup Agung Semarang: Umat Menjadi Pemilih Bertanggung-jawab | Rating Bukalapak di App Store Merosot ke Level 3,0 | Kawasaki Siapkan Motor Listrik Penerus Ninja Masa Depan | 5 yang Baru dalam Format Debat Capres Jokowi vs Prabowo Malam Ini | Sandiaga Uno Ceritakan Awal-mula jadi Mentor Bos Bukalapak | Persib Lawan Arema FC Besok, Mali Termotivasi Golnya Musim lalu | Menteri BUMN: Jalur Lintas Selatan Banyuwangi Segera Diselesaikan | Sergio Ramos Jahat? Ada yang Lebih Brutal, Gentile | BMKG: Hujan Melanda Sebagian Wilayah di Jakarta pada Ahad Ini | Debat Pilpres, Jadi Ajang Adu Data antara Jokowi dan Prabowo | Agenda Wisata di Singapura Selama Februari 2019 | Debat Capres Kedua Digelar Nanti Malam, Simak Segmennya | Tenaga Vespa GTS Ini Mampu Taklukkan Motorsport 150cc | Tanpa Ronaldo, Real Madrid Masih Punya Sergio Ramos | Lokasi Debat Capres Kedua Telah Steril Sejak Sabtu, Dijaga Ketat | Batan Teliti Sebab Stunting dengan Teknologi Analisis Nuklir | Hakim Izinkan Tes DNA, Dokter Ini Diduga Ayah dari 200 Anak | FITRA Ingatkan 2 Kandidat Ada Celah Korupsi Sektor Infrastruktur | Jadwal Final Four Proliga Ahad: Perebutan Satu Tiket Grand Final | Dinas Ke Yogyakarta, Sri Mulyani Sempatkan Makan Gudeg Yu Djum | Dosen ITB: Dana Riset Belum Jelas untuk Industri 4.0 | Lawan Girona Malam Ini, Peluang Real Madrid Terus Memepet Barca | Cerita Sudirman Said Diminta Jokowi Tunda Laporan Audit Petral | Siti Badriah Dilamar Kekasih di Korea Selatan | Barcelona Vs Real Valladolid 1-0, Messi Gagal Penalti Satu Kali | Eks Wagub Sandiaga Uno: Anies Bilang, Sudah Bro Saya Pegang DKI | Haedar Nashir: Muhammadiyah Jaga Jarak dengan Perebutan Kekuasaan | Perjalanan Princess Megonondo, Miss Indonesia 2019 | Olahraga Bersama Pasangan, Anda Bisa Dapat 4 Manfaat Tambahan | Mobil Listrik Blits Handal Menaklukkan Jalur di Kalimantan | Joko Driyono Tersangka, PSS Sleman Tetap Fokus Buru Pemain Liga 1 | Joko Driyono Tersangka, PSS Sleman Pikirkan Kepastian Liga 1 | Buku Sosiolog Prancis Sebut 80 Persen Imam di Vatikan Gay | Timnas U-22 Bakal Hadapi Persaingan Ketat di Piala AFF | Top Skor Liga Spanyol Pekan 24: Messi Torehkan Catatan Hebat | Taufik Gerindra Yakinkan PKS Prabowo Tak Intervensi 3 Cawagub DKI | Atasi Masalah Ejakulasi Dini dengan 4 Cara Ini | Top Skor Liga Italia Pekan 24: Piatek Borong Gol, Tekan Ronaldo | Proliga: Popsivo Lolos, Tantang Putri Pertamina di Grand Final | Hasil dan Klasemen Liga Italia: Atalanta Vs AC Milan 1-3 | Hasil dan Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Vs Valladolid 1-0 | Hasil Bola Piala FA: Tekuk Newport, Man City ke Perempat Final | FITRA Ingatkan Jokowi-Prabowo Soal Korupsi Anggaran Infrastruktur | Ini Alasan Muhammadiyah Tetap Jaga Jarak dari Perebutan Kekuasaan | JK Habiskan Akhir Pekan Bertemu Sutradara Hollywood Asal Blitar | Hujan Sabtu Malam, Sejumlah Wilayah DKI Terendam | Piala AFF Mulai Hari Ini di Kamboja, Timnas U-22 Vs Myanmar Senin | Jakarta Akan Miliki Tembok Panjat Tebing Berskala Internasional | Marek Hamsik Gabung Klub Liga Super Cina Dalian Yifang | Jadwal Persija Hari Ini: Vs Tira Persikabo di Piala Indonesia | Joko Driyono Jadi Tersangka, Ini Respons Komite Integritas PSSI | Rumor Bakal Digantikan Ahok, Ma'ruf Amin: Ganti Wapres Tak Mudah | Usai Bertemu Achmad Zaky, Jokowi: Stop Uninstall Bukalapak, Stop | Desain Mitsubishi Mirage Baru Kombinasi Honda Jazz dan Outlander? | Jadwal Bola Sabtu Malam Ini: Barcelona, Manchester City, AC Milan | Waspada, 5 Makanan Enak Ini Bisa Merusak Liver | Tebus Ratusan Juta, Sertifikat Gratis dari Jokowi Mau Dibatalkan | Begini Berita Indopos soal Prediksi Ahok Gantikan Ma'ruf Amin | Didukung Pengusaha Tambang, Kubu Jokowi: Bukan Berarti Pro Mereka | Jadwal Persib Vs Arema: Ezechiel Tiba, Kemungkinan Bisa Bermain | Bos Bukalapak Sebut Dana Riset Rp 28 T, Jokowi: Sudah Rp 26 T | Debat Capres Kedua, Ada Sesi Adu Argumen Tanpa Batas Waktu | Ini Alasan Migo e-Bike Dilarang Dikendarai di Jalan Raya | Desa Sardonoharjo jadi Percontohan Kawasan Anti Politik Uang | Reaktor Triga Milik Batan Ini Berumur 54 Tahun | Parkir Liar di Tanah Abang Kembali Merajalela, Ini Saran DPRD DKI | Kelompok Masyarakat Marginal Dinilai Apatis terhadap Pemilu | Chusnul Mariyah Imbau Para TKI Tidak Golput dalam Pemilu | Uskup Agung Semarang: Umat Menjadi Pemilih Bertanggung-jawab | Rating Bukalapak di App Store Merosot ke Level 3,0 | Kawasaki Siapkan Motor Listrik Penerus Ninja Masa Depan |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Tarif Ojek Online Naik, Ekonom: Inflasi Bisa 4,5 Persen Lebih | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Senin, 11 Februari 2019 14:35 WIB

Tarif Ojek Online Naik, Ekonom: Inflasi Bisa 4,5 Persen Lebih | Berita Tempo Hari Ini

Ratusan pengemudi ojek online Grab konvoi menuju kantor Grab Indonesia, di Gedung Lippo Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 19 September 2018. Turunnya harga tarif dasar membuat ratusan pengemudi ojek online ini berdemonstrasi di depan kantor Grab Indonesia. TEMPO/Subekti

SUMUTkota.com, Jakarta - Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal mengatakan jika tarif ojek online naik, maka angka inflasi akan melebihi target pemerintah. Hal itu merespons rencana Pemerintah yang akan menaikkan tarif ojek online melalui aturan baru.

Baca: Skema Tarif Ojek Online Naik, YLKI: Terlalu Tinggi dan Beresiko

Menurut dia, perusahan aplikator ojek online berdampak juga pada sektor-sektor lain. Dan, kata Fithra, dampak itu juga akan cukup signifikan.

"Karena kita bicara mengenai logistik, transportasi dan industri-industri yang lain yang terkait langsung maupun tidak langsung, sehingga prediksi saya dengan kenaikkan 100 persen ini akan terkonversi dengan rata-rata inflasi kenaikannya bisa sampai 1 persen dari kondisi sekarang," kata Fithra di Hong Kong Cafe, Jakarta, Senin, 11 Februari 2019.

Jadi, kata dia, kalau misal target inflasi pemerintah 3,5 persen, nantinya dengan kenaikan tarif ojek online, bisa jadi 4,5 persen atau bahkan lebih.

Hal itu dia sampaikan usai rilis hasil survei konsumen ojek online yang dilakukan oleh Research Institute of Socio-Economic Development atau Rised. Survei Rised mencatat konsumen sangat sensitif terhadap segala kemungkinan peningkatan tarif.

Ketua Tim Peneliti Rised, Rumayya Batubara mengatakan kenaikan tarif akan banyak memiliki dampak negatif ketimbang positif. Menurut dia, permintaan konsumen akan turun dengan drastis sehingga menurunkan pendapatan pengemudi ojol. Bahkan, kata dia bisa meningkatkan frekuensi masyarakat menggunakan kendaraan pribadi dalam beraktivitas sehari-hari sehingga dapat menambah kemacetan.

“Kenaikan tarif ojek online berpotensi menurunkan permintaan konsumen hingga 71,12 persen,” kata Rumayya Batubara.

Survei tersebut melibatkan 2.001 responden yang merupakan konsumen pengguna ojek online di 10 provinsi. Sebanyak 51 persen responden perempuan berusia 16 hingga 62. Dengan pendapatan responden di bawah Rp 2 juta sebanyak 50 persen, 2 sampai 7 juta sebanyak 40 persen, dan penghasilan responden di atas Rp 7 juta sebanyak 10 persen. Survei itu dilakukan pada periode awal hingga pertengahan Januari 2019.

Rumayya mengatakan hasil survei juga menyebutkan 45,83 persen responden menyatakan tarif ojol yang ada saat ini sudah sesuai. Bahkan 28 persen responden lainnya mengaku bahwa tarif ojol saat ini sudah mahal dan sangat mahal.

"Jika memang ada kenaikan, sebanyak 48,13 persen responden hanya mau mengeluarkan biaya tambahan kurang dari Rp 5 ribu per hari," ujar dia.

Ada juga sebanyak 23 persen responden yang tidak ingin mengeluarkan biaya tambahan sama sekali. Dari hasil survei yang dilakukan Rised itu, diketahui bahwa jarak tempuh rata-rata konsumen ojek online adalah 8,8 km per hari.

"Dengan jarak tempuh sejauh itu, apabila terjadi kenaikan tarif dari Rp 2.200 per km menjadi Rp 3.100 per km atau sebesar Rp 900 per km, maka pengeluaran konsumen akan bertambah sebesar Rp 7.920 per hari," kata Rumayya. 



Tarif Ojek Online Naik, Ekonom: Inflasi Bisa 4,5 Persen Lebih | Bang Naga | on Senin, 11 Februari 2019 14:35 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Tarif Ojek Online Naik, Ekonom: Inflasi Bisa 4,5 Persen Lebih
Description: Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal mengatakan jika tarif ojek online naik, maka realisasi inflasi pemerintah akan melebihi target pemerintah.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1174462/tarif-ojek-online-naik-ekonom-inflasi-bisa-45-persen-lebih.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest News

» Mesin Kecerdasan Buatan Open AI Bisa Bikin Berita Otomatis
» Klasemen Liga Spanyol Usai Barcelona dan Atletico Menang
» Hujan Deras, Empat Kecamatan di Jaksel Banjir
» Arab Saudi Buat Aplikasi 'Awasi' Perempuan
» Mantan Pelatih Real Madrid: Bale Harus Belajar Bahasa Spanyol
» Debat Capres Kedua: Hal-hal yang Perlu Diketahui
» Tol Balikpapan-Samarinda Selesai 85,7 Persen

Karir

Android APK


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
© 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

Page loads : seconds