Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Prediksi Borneo FC Vs Persipura Jayapura di Ajang Liga 1 Senin | Bursa Transfer: PSM Pinjamkan Zulkifli Syukur ke Sriwijaya FC | Erick Thohir Resmikan Peluncuran Jagat Bumilangit Jilid 1 | Muhammadiyah Sebut Abdul Somad Lakukan Penghinaan Simbol Agama | Abdul Somad Dipolisikan, Gerakan Angkatan Muda Kristen Bicara | 3 Poin Klarifikasi Abdul Somad Soal Tuduhan Penistaan Agama | Ikatan Sarjana Katolik Sayangkan Ceramah Abdul Somad | Pertamina Buka Lowongan Kerja Bagi Fresh Graduate | Pemindahan Ibu Kota, Gubernur Kalbar: Kami Diuntungkan | Klarifikasi Lengkap Abdul Somad Soal Tudingan Penista Agama | Polda NTT: Belum Ada Laporan Resmi Soal Abdul Somad, Tapi... | Pemindahan Ibu Kota, Warga Jakarta: Kami Betah, Tak Mau Pindah | Rahasia Makeup Flawless Segar Iriana Jokowi di HUT RI ke-74 | Prediksi Borneo FC Vs Persipura Jayapura di Ajang Liga 1 Senin | Bursa Transfer: PSM Pinjamkan Zulkifli Syukur ke Sriwijaya FC | Erick Thohir Resmikan Peluncuran Jagat Bumilangit Jilid 1 | Indonesia Kirim 10 Atlet ke Kejuaraan Wushu Junior Asia di Brunei | Qarrar Firhand Juara Balap Gokart Rok Cup di Singapura | 12 Negara Ikuti Tenis Junior Internasional Medco di Palembang | Sho Shimabukuro Juara Nomor Tunggal Tenis Combiphar Open 2019 | Berteman dengan Taurus dan 2 Zodiak Ini Jangan Banyak Bergurau | Sempat Dibully, Celine Dion Lebih Percaya Diri di Usia 51 Tahun | Simak Gaya Jan Ethes Gunakan Baju Adat Bali Hingga Aceh |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Soal Swastanisasi Air, Anies Diminta Beberkan Hasil Kajian Timnya | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Senin, 11 Februari 2019 06:47 WIB

Soal Swastanisasi Air, Anies Diminta Beberkan Hasil Kajian Timnya | Berita Tempo Hari Ini

Sejumlah petugas PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA), operator penyediaan dan pelayanan air bersih saat memperbaiki pipa pecah di jalan Inpeksi, Jakarta, Kamis (28/4). Hingga akhir 2015, cakupan pelayanan PAM Jaya di Jakarta baru mencapai 60 persen dari luas wilayah. Tempo/ Aditia Noviansyah

SUMUTkota.com, Jakarta - Koalisi Masyarakat Menolak Swastanisasi Air meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka seluruh rekomendasi ihwal swastanisasi air ibu kota, khususnya karena masa kerja Tim Tata Kelola Air Minum telah habis. Anies diminta membuka konsultasi publik agar dapat mengetahui dan menguji seluruh rekomendasi.

"Dalam konsultasi publik, yang paling penting warga yang terdampak dan paling rentan dari rekomendasi-rekomendasi itu diajak diskusi," kata pengacara publik koalisi, Tommy Albert pada Ahad, 10 Februari 2019.

Baca: Contoh Surabaya, Ini 6 Alasan untuk Anies Tolak Swastanisasi Air

Anies Baswedan membentuk Tim Evaluasi Tata Kelola Air Minum melalui Keputusan Gubernur Nomor 1149 Tahun 2018 yang ditandatangani pada 10 Agustus 2018. Tim tersebut diketuai oleh Sekretaris Daerah Saefullah. Salah satu tugasnya adalah mengevaluasi kebijakan tata kelola air minum menyesuaikan Putusan Mahkamah Agung tentang penghentian kebijakan swastanisasi air. Tim itu diberikan waktu enam bulan masa kerja.

Tommy mempersilahkan Anies untuk memutuskan melanjutkan atau tidak kerja tim tersebut. Namun dia menekankan Anies agar melibatkan orang-orang yang tepat untuk memastikan political will menghentikan swastanisasi diwujudkan. "Tim Tata Kelola Air Minum atau apapun bentuknya, kembali ke political will Gubernur," kata dia.

Dalam kesempatan ini, koalisi juga kembali mendesak Anies untuk menghentikan swastanisasi air dengan memutuskan kontrak kerja sama PAM Jaya dengan PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Aetra Air Jakarta (Aetra). Walaupun, Mahkamah Konstitusi telah mengabulkan permohonan peninjauan kembali yang diajukan oleh Kementerian Keuangan.

Baca: PK Kemenkeu Dikabulkan, Anies Tetap Mau Hentikan Swastanisasi Air

Ketua Divisi Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur yang tergabung dalam koalisi mengatakan putusan PK tidak mempengaruhi wewenang Anies untuk memutuskan kontrak. "Apakah gubernur kehilangan kewenangannya untuk mencabut kontrak? Tidak," kata dia.

Isnur mengatakan Anies Baswedan bisa saja memutuskan kontrak dengan landasan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Selain itu, Anies dapat berpegang pada putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 85/PPU-XI/2013 yang berisi ihwal pembatasan-pembatasan pengusaan air sebagai upaya menjaga kelestarian dan keberlanjutan. Ditambah, adanya wanprestasi dari Palyja dan Aetra selama ini.

"Banyak alasan, kewenangan, dan lain-lain yang dimiliki oleh Pemprov DKI untuk menghentikan swastanisasi air, jika punya political will yang baik," kata Isnur.

Pengunjung mengambil air saat peresmian fasilitas air siap minum (drinking fountain) oleh PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Rabu, 7 November 2018. Pembangunan drinking fountain ini juga dapat melengkapi fasilitas pendukung museum dari segi akses air minum yang sehat dan bersih bagi pengunjung. TEMPO/Muhammad Hidayat

Pengacara publik koalisi lainnya, Alghiffari Aqsa menyakini putusan PK tersebut tidak menggugurkan substansi putusan kasasi MA sebelumnya untuk menghentikan swastanisasi air. Walaupun dia mengaku belum menerima salinan putusan PK.

Keyakinan tersebut melihat argumentasi memori PK oleh Kementerian Keuangan yang justru mempermasalahkan status citizen lawsuit atau gugatan warga negara oleh koalisi. Kementerian menilai gugatan itu tidak sesuai syarat karena memasukkan Palyja dan Aetra sebagai tergugat.

"Hal-hal yang sifatnya formil dan teknis," kata Alghiffari. "Subtansi putusan di MA yang seharusnya diikuti oleh Pemerintah Daerah".

Baca: MA Kabulkan PK Soal Swastanisasi Air, Begini Kata Pihak Tergugat

MA diketahui mengabulkan permohonan PK yang diajukan oleh Kementerian Keuangan terkait swastanisasi air di Jakarta. Putusan itu diketuk oleh hakim agung pada Jumat, 30 November 2018.

Kepala Biro Hukum dan Humas MA Abdullah membenarkan soal kabulnya putusan PK itu. “Kalau dalam situsnya tertera amar putusan kabul, ya berarti (permohonannya) dikabulkan,” ujarnya, Sabtu, 26 Januari 2019.

Ihwal pertimbangan hakim agung yang mengabulkan permohonan PK, Abdullah belum bisa menjelaskan. Dia mengaku belum memegang salinan putusan perkara. Begitu pun dengan koalisi yang hingga kini mengaku belum menerima salinan.

Kementerian Keuangan mengajukan PK atas putusan kasasi MA yang mengabulkan kasasi Koalisi pada 10 April 2017. Dalam amar putusan kasasi, MA menilai kerja sama PAM Jaya dengan Palyja dan Aetra yang berlangsung sejak 6 Juni 1997 melanggar aturan. Hakim memerintahkan para tergugat menghentikan swastanisasi air serta mengembalikan pengelolaannya kepada PAM Jaya.



Soal Swastanisasi Air, Anies Diminta Beberkan Hasil Kajian Timnya | Bang Naga | on Senin, 11 Februari 2019 06:47 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Soal Swastanisasi Air, Anies Diminta Beberkan Hasil Kajian Timnya
Description: Tugas tim tata kelola air adalah mengevaluasi kebijakan tata kelola air minum menyesuaikan putusan MA tentang penghentian kebijakan swastanisasi air.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1174271/soal-swastanisasi-air-anies-diminta-beberkan-hasil-kajian-timnya.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Disney+ Dekati Ewan McGregor untuk Serial 'Obi Wan Kenobi'
» Lampard Samai Rekor Buruk Benitez di Chelsea
» VIDEO: Pokémon World Championships Berhadiah Rp7 Miliar
» TNI AL Sergap Pembajak KM Mina Sejati di Laut Kepulauan Aru
» Timnas Indonesia Intip Lawan di Tour de Indonesia
» FOTO : Ledakan Bom saat Pesta Pernikahan di Afghanistan
» Kepala Bekraf Minta Maaf soal Video Lelang Perpecahan Negeri

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status

    Page loads : seconds