Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Jokowi, Prabowo, dan Megawati Bakal Bertemu Besok | Mewahnya Mini Bus Racikan Karoseri Adiputro, Harga Rp 800 Jutaan | Anies Ikuti Pengajian, Gus Miftah Singgung Kriminalisasi Ulama | Lima Kandidat Ketua MPR dari Golkar Tanpa Nama Bambang Soesatyo | Jokowi Minta Alat Deteksi Bencana Dititip Polisi Biar Tak Dicuri | Bulu Tangkis: Japan Open 2019 Disiarkan TVRI, Simak Jadwalnya | Ini Sosok Mitsubishi Pajero Sport Facelift Gagah dan Futuristik | Viral Tudingan Sokong Kelompok Radikal, Bukalapak Angkat Suara | Nama-nama yang Dijagokan Partai untuk Menjabat Ketua MPR | Luhut: Perusahaan Properti Cina akan Investasi Besar di Indonesia | Jawa Timur Mendominasi di Indonesia Attractiveness Award 2019 | Anggota DPRD Kota Depok Ini Ungkap Bahaya Usulan Perda Anti LGBT | Becak Kayuh Listrik, Moda Transportasi Baru Wisata Yogyakarta | Sad Boy dan Sad Girl Didi Kempot 'Serbu' Harlah PKB Ke-21 | Liga 1: Seusai Imbangi Perseru, Borneo FC Bergegas ke Gresik | More than 60 Killed by Bangladesh Flood | Persela Lamongan Istimewa di Kandang Barito Putera, Ini Alasannya | Begal Modus Lukai Pipi Korban Pakai Pedang Dibekuk Polisi | Tokyo Preparations On Track One Year out from Olympics |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Jumlah Ateis di Arab dan Mesir Meningkat, Apa Pemicunya? | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Jumat, 11 Januari 2019 19:24 WIB

Jumlah Ateis di Arab dan Mesir Meningkat, Apa Pemicunya? | Berita Tempo Hari Ini

Presentasi fisikawan Harry Cliff di gereja kaum ateis di London

SUMUTkota.com, Jakarta - Negara-negara Arab memiliki populasi ateis yang tinggi. Pusat Penelitian Hukum Islam di Kairo, Mesir, Dar Al Ifta, mengutip satu jajak pendapat yang menyebut ada 2.293 ateis di negara-negara Arab yang berpopulasi 300 juta jiwa.

Namun banyak yang mempertanyakan angka dari hasil jajak pendapat itu karena dianggap hanya melihat dari jumlah keanggotaan grup ateis di media sosial.

Baca: Jumlah Penganut Ateis Meningkat di Turki dan Iran, Mengapa?

Sedangkan jajak pendapat tim riset WIN/Gallup International pada tahun 2012 menemukan bahwa lebih dari satu juta warga Arab Saudi mengidentifikasi diri sebagai ateis, hampir enam juta orang menganggap diri mereka bukan orang yang religius. Angka ini lebih mengejutkan mengingat banyak negara Arab menegakkan aturan syariah yang menghukum kemurtadan dengan kematian.

Namun, hukuman mati hampir tidak pernah dipraktikkan. Ateis yang dipidana menghabiskan waktu di penjara sebelum diberikan kesempatan untuk mengakui kesalahan. Hukuman resmi yang dikenakan pada ateis bisa sangat berat.


Baca: Ribuan Warga Denmark Pilih Jadi Ateis

Januari ini, seorang siswa asal Mesir, Karim Al Banna, 21 tahun, dijatuhi hukuman penjara tiga tahun karena dianggap menghina Islam atas pernyataannya di Facebook bahwa ia seorang ateis.

Pada Desember 2018, ada seorang kolumnis yang menulis kritik terhadap sistem kasta negaranya dengan melacak mekanisme keputusan yang dibuat oleh nabi pada abad ketujuh, dijatuhi hukuman mati.

Pada musim semi tahun 2011, negara Arab mengalami guncangan revolusioner di seluruh wilayah. Di wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara, ribuan anak muda menuntut kebebasan. Bersamaan dengan tuntutan ini, Waleed Al Husseini, 22 tahun, ditangkap agen intelijen Palestina karena membuat tulisan di blognya dengan mempromosikan ateisme.

Al Husseini dikurung selama sepuluh bulan. Selama pengurungan, ia disiksa secara fisik dan diinterogasi tanpa henti. Satu pertanyaan yang terlintas di benaknya: "Siapa yang membiayai Ateisme Anda?"


Baca: Orang Cerdas Cenderung Jadi Ateis

Al-Husseini menyampaikan pada The New Republic bahwa negara tidak memiliki kemampuan untuk memahami bahwa meninggalkan Islam adalah pilihannya. Dia tidak hanya dianggap sebagai musuh Tuhan, tetapi juga negara. Hal ini dikarenakan rezim negara Arab yang berdasar agama sebagai sumber legitimasi.

Aktivis ateis asal Mesir, Ahmed Harqan mengatakan kepada Ahram Online, "Jika negara (Arab) melindungi hak minoritas, jumlah orang-orang yang mengungkapkan bahwa mereka ateis akan bertambah sepuluh kali lipat."

Dari banyaknya populasi negara-negara Arab yang merupakan ateis, mereka tidak berani untuk menyampaikan pada kerabatnya karena takut mengecewakan mereka. Agama dianggap norma yang harus dipatuhi dan tidak perlu dipertanyakan lagi.

NAURA NADY | THE NEW REPUBLIC



Jumlah Ateis di Arab dan Mesir Meningkat, Apa Pemicunya? | Bang Naga | on Jumat, 11 Januari 2019 19:24 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Jumlah Ateis di Arab dan Mesir Meningkat, Apa Pemicunya?
Description: Jumlah populasi ateis di negara-negara Arab semakin banyak seperti di Arab Saudi dan Mesir.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1164034/jumlah-ateis-di-arab-dan-mesir-meningkat-apa-pemicunya.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Polisi Beber Aliran Dana Buat JAD dari WNI di Afghanistan
» Tak Ada Baca Alquran di Harlah PKB, Said Aqil Tegur Cak Imin
» Roket Suriah Hantam Perbatasan Turki, Lima Orang Terluka
» Ibunda Sebut Jefri Nichol dalam Keadaan Baik Usai Ditangkap
» Polisi Akan Umumkan Tersangka Baru Penganiayaan MOS Taruna
» Pertamina Temukan 4 Sumur Ilegal di Banyuasin
» China Gaet Mayweather untuk Olimpiade 2020

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status

    Page loads : seconds