Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Stop Plastik Sekali Pakai Daging Kurban, Ini Kata Masjid Istiqlal | Kominfo Larang Penjualan Kartu SIM Saudi untuk Calon Jamaah Haji | Jadwal Liga 2 Rabu dan Klasemeb: PSIM, Persik, Persewar | Membaca Makna Prabowo Bertemu Megawati di Dalam Koalisi Jokowi | Jusuf Kalla Usul Krakatau Steel Ubah Manajemen | Bantah Sokong ISIS, Bukalapak: Kerja Sama Tak Hanya dengan ACT | Jalur Pedestrian Malioboro Bakal Dipel Tiap Hari | Lansia di Cina Kecelakaan Eskalator, Satu Kaki Putus | Jogjabike untuk Blusukan Kampung Wisata | JK Tegur Pemerintah Daerah Papua dalam Tangani Pengungsi Nduga | Mahasiswa FTUI Ciptakan Kotak Makanan Bertenaga Surya | Otak Staf Kedubes AS di Kuba Alami Perubahan, Kenapa? | Said Aqil Sebut Cak Imin Ketua Umum PKB 2019-2024 | BKN: 991 ASN Melanggar Netralitas Saat Pemilu | Temukan ASN Simpatisan Khilafah, Ganjar Pranowo: Silakan Mundur | Studi Baru Ungkap Bulan Memiliki Lebih Banyak Air | Integrasi Dana Desa dan Perhutanan Sosial | Parkiran Mobil Depan Hailai Ancol Terbakar, Pemadaman Berjam-jam | Aplikasi FoodOn Reservation, Karya Mahasiswa Prasmul dan Binus | Honda CB650R Dipamerkan di GIIAS 2019, Inden Sampai Tahun Depan | Sebelum Ditangkap Polisi, Jefri Nichol Hadiri Acara Jumpa Fans | Adidas Football Merilis Away Kit Arsenal Terbaru | 24 Desa di Lombok Barat Kekeringan, Status Jadi Tanggap Darurat | DKI Jakarta Raih Penghargaan Pelopor Provinsi Layak Anak 2019 | BMKG Prediksi Cuaca Jakarta Cerah Berawan dari Pagi Hingga Malam | Amerika Sanksi Perusahaan Minyak Cina karena Beli Minyak Iran | Kelanjutan Perhutanan Sosial | Membenahi Penanganan Pengungsi | Siapa Picu Kecelakaan Truk Pertamina? Polisi Periksa TKP Hari Ini | Bocoran 3 Model iPhone 11: Chip A13 dan Lensa Ultra Wide | Tim Gabungan Beranak-Pinak | Pariwisata Vietnam Tak Lagi Mengandalkan Museum Perangnya | Bukalapak Ungkap Isi Pertemuan dengan Luhut Pandjaitan | Membedah Fitur Rem Otomatis All New Honda Accord | Megawati Bertemu Prabowo, JK: Kalau Negosiasi Tidak Ramai-ramai | Lexus LM Desain Layaknya Kabin First Class di Pesawat | WhatsApp Kini Bisa Dipakai di Ponsel Nokia Bertenaga Kai OS | Turis Bikin Kopi di Pinggir Jembatan Venesia, Ini yang Terjadi | Pelabuhan Marunda Mangkrak, Faisal Basri: Hambat Investasi Sektor Maritim | Prabowo Bertemu Megawati, PDIP: Jangan Dimaknai Sebagai Koalisi | Tujuh Pemain ke Babak II Japan Open, Enam Lagi Ditentukan Rabu | Produk Laptop HP Hanya Dijual di Lazada | Soal 7 Pelabuhan Hub, Luhut Pandjaitan Mau Ongkos Logistik Turun | 17 Tahun Minum Jamu untuk Jaga Stamina, Intip Kesibukan Jokowi | Lexus LM Model Alphard Hadir di Indonesia 2020, Harga Rp 2 M | Inggris Bakal Minta Angkatan Laut Eropa ke Selat Hormuz Iran | Data UNHCR, Belasan Ribu Pencari Suaka Masuk ke Indonesia | Raih 43 Medali Emas, Indonesia Juara Umum ASEAN School Games 2019 | Juara Atletik ASEAN School Games Akan Diikutkan SEA Games 2019 | Mengira Dapat Kulkas, Kakek Ini Kaget Menang Undian Hadiah Mobil | Terbukti Doping, Medali Juara Gulat Olimpiade London 2012 Dicabut | Istana Mittani Kuno Muncul di Dam di Irak | Begini Cerita Pencari Suaka dari Afganistan Sampai ke Kalideres | SEA Games 2019: Nomor Track Absen, Balap Sepeda Targetkan 2 Emas | Liga 2: Persiraja Vs Blitar United 2-1, Ini Kata Kedua Pelatih | Tinju Dunia: Lomachenko Kuat Tahan Napas di Air Hingga 4 Menit | Jadwal Japan Open Rabu: 6 Wakil Main, Ada Jojo dan Marcus / Kevin | Bungee Jumping Maut di Polandia, Tali Mendadak Putus di Udara | Hasil Liga Champions Rabu Dinihari dan Jadwal Malam Ini | Jefri Nichol Satu Malam di Polres, Ini Kata Ibunda | Hasil Liga 2: Tekuk Blitar United 2-1, Persiraja Kokoh di Puncak | 5 Penyebab Kenapa Gareth Bale Tergusur dari Real Madrid | Tolak Anggota Baru Koalisi Pendukung Jokowi, PKB: Sudah Banyak | Egy Maulana Masuk Skuad Lechia, Berpeluang Debut di Liga Europa | Nunung dan Narkoba: Berawal dari Ekstasi di Solo 20 Tahun Lalu | KPAI Minta Maaf Soal Berita Bullying Anak Nunung, Kenapa? | WAGs PSS Sleman: Rudi Widodo Bertunangan dengan Dwi Ika Nova | Tour de France: Juarai Etape XVI, Caleb Ewan Raih Gelar Kedua | Jefri Nichol Ditangkap Polisi, Eks. Manajer:Dulu Minum Aja Enggak | Fasilitas DKI untuk Para Pencari Suaka, UNHCR Anggap Tak Layak? | Terlibat Kasus Narkoba, Jefri Nichol Jadi Trending Topic | PKB Soal Pertemuan Jokowi, Prabowo, plus Megawati: Bagus, Bagus | Teman Syuting Bicara Keseharian Jefri Nichol: Enggak Nyangka! | Jokowi, Prabowo, dan Megawati Bakal Bertemu Besok | Mewahnya Mini Bus Racikan Karoseri Adiputro, Harga Rp 800 Jutaan | Anies Ikuti Pengajian, Gus Miftah Singgung Kriminalisasi Ulama | Lima Kandidat Ketua MPR dari Golkar Tanpa Nama Bambang Soesatyo | Jokowi Minta Alat Deteksi Bencana Dititip Polisi Biar Tak Dicuri | Bulu Tangkis: Japan Open 2019 Disiarkan TVRI, Simak Jadwalnya | Viral Tudingan Sokong Kelompok Radikal, Bukalapak Angkat Suara | Luhut: Perusahaan Properti Cina akan Investasi Besar di Indonesia | Bukalapak Minta Dukungan Pemerintah, Luhut: Pasti, Asal... | Pengacara Siapkan Permohonan Rehabilitasi Nunung, Peluangnya? | Stop Plastik Sekali Pakai Daging Kurban, Ini Kata Masjid Istiqlal | Kominfo Larang Penjualan Kartu SIM Saudi untuk Calon Jamaah Haji | Jadwal Liga 2 Rabu dan Klasemeb: PSIM, Persik, Persewar | Membaca Makna Prabowo Bertemu Megawati di Dalam Koalisi Jokowi | Jusuf Kalla Usul Krakatau Steel Ubah Manajemen | Bantah Sokong ISIS, Bukalapak: Kerja Sama Tak Hanya dengan ACT | Jalur Pedestrian Malioboro Bakal Dipel Tiap Hari | Lansia di Cina Kecelakaan Eskalator, Satu Kaki Putus | Jogjabike untuk Blusukan Kampung Wisata | JK Tegur Pemerintah Daerah Papua dalam Tangani Pengungsi Nduga |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Jumlah Penganut Ateis Meningkat di Turki dan Iran, Mengapa? | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Jumat, 11 Januari 2019 16:38 WIB

Jumlah Penganut Ateis Meningkat di Turki dan Iran, Mengapa? | Berita Tempo Hari Ini

Simbol Ateisme

SUMUTkota.com, Jakarta - Jumlah penganut ateis, tidak percaya agama dan tidak percaya Tuhan, meningkat di Turki berdasarkan survei terbaru Konda, badan khusus menghitung opini publik di Turki.

Menurut survei, pertumbuhan penganut ateis di Turki sebanyak tiga kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir. Dari survei, ditemukan juga penurunan angka dari 55 persen menjadi 51 persen orang Turki yang mengatakan mereka menganut Islam.

Baca: Kehidupan Seks Orang Ateis Lebih Baik 

Direktorat Resmi Urusan Agama Turki, Diyanet, pada tahun 2014 menyampaikan ada 99 persen populasi di Turki yang mengidentifikasikan dirinya sebagai Muslim. Hasil survei terbaru Konda yang tersebar di publik menimbulkan perdebatan panas.

Cemil Kilic, seorang teologis percaya keduanya benar. Menurutnya, dari 99 persen orang Islam di Turki yang disebutkan, banyak yang mempraktikkan keyakinannya sebagai kebudayaan dibandingkan kebutuhan spiritual.

Dalam pandangan Kilic, menilai seseorang religius harus didasarkan apakah orang itu menganut nilai dan etika kemanusiaan tertentu atau tidak. Ketika memperhitungkan orang Turki yang mempraktikkan nilai itu, tidak lebih dari 60 persen melakukannya. Sehingga hanya beberapa yang dapat dianggap Muslim.


Baca: Tidak Percaya Tuhan, PM Baru Spanyol Dilantik Tanpa Alkitab

Kilic juga berpendapat adanya orang yang beribadah di masjid sebagai Muslim di Turki justru mencerminkan dunia politik yang sedang berkuasa.

Hampir 16 tahun Turki berada di bawah kekuasan Recep Tayyip Erdogan, dari jabatannya sebagai perdana menteri sampai menjadi presiden pada 2014. Para pejabat Turki menggunakan Islam untuk dasar politik mereka.

"Mereka (warga Turki) tidak menginginkan agama seperti ini dan keimanan secara resmi," kata Kilic dikutip dari dw.com. menanggapi pertanyaan mengapa semakin banyak orang Turki yang menjadi atheis.

Tidak hanya di Turki, hal serupa juga terjadi di Iran. Portal berita "Baztab" dari Iran, yang paling banyak dibaca dan dikutip, melaporkan secara terbuka dan kritis banyak masalah yang dihadapi orang Iran dalam kehidupan sehari-hari. Baztab menuliskan artikel adanya "Atheisme di Republik Islam".

Baca:  Pengakuan kaum muda Turki yang meninggalkan Islam dan menjadi ateis

Artikel itu mengatakan bahwa ateisme, tahayul, dan kepatuhan terhadap sekte-sekte sudah seperti "tsunami" yang terjadi pada kaum muda Iran. Baztab berpendapat bahwa fenomena ini disebabkan oleh penyalahgunaan agama oleh pemerintah.

Artikel yang berisi campuran analisis, editorial, dan peringatan ini mendapatkan banyak komentar dari pembacanya. Pembaca menceritakan pengalaman mereka tentang penyalahgunaan agama dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa mempertanyakan penjelasan fakta bahwa kaum muda berbalik dari agama, beberapa mengakui bahwa mereka tidak percaya Tuhan. Banyak orang yang mencari makna spiritual ke agama Kristen, ordo Darwis Muslim, atau sekte.
 

Iran memiliki landasan teoritis Republik Islam. Menurut landasan itu, agama minoritas harus ditoleransi, sementara pada saat yang sama segala sesuatu yang melawan ajaran agama harus dilawan dengan tegas, karena bukan hanya masalah keyakinan agama, tetapi juga ancaman terhadap keamanan nasional.

Baca: Atheis Lebih Tahu Agama

Pernyataan itu kontradiksi dengan fakta adanya penangkapan sebelas ibu rumah tangga di Shahrud, Iran karena keanggotaan mereka dalam sekte Mistik Antar-Dunia dikutip dari situs en.qantara.de.

Namun setiap kali organisasi luar atau pemerintah protes atas persekusi agama minoritas di Iran, Mohammed-Javad Larijani, Ketua Komisi Hak Asasi Manusia Iran, mengulangi pernyataannya, "Tidak ada yang dipersekusi di Iran karena kepercayaannya."

Teolog dan filsuf Iran yang terkenal, Mohsen Kadivar, percaya bahwa versi Islam yang disebarkan oleh negara menyebabkan sebagian besar orang Iran menjauh dari agama mereka. Mereka mencoba menemukan keselamatan mereka dalam agama Kristen, Budha, atau salah satu sekte.

Jumlah warga Iran yang mencari keselamatan di sekte atau minoritas agama lainnya terus bertambah. Menurut situs web organisasi evangelis "Open Doors", jumlah penganut Kristen di Iran meningkat dari 300.000 menjadi 460.000.

NAURA NADY | DEUTSCHE WELLE | QANTARA.DE



Jumlah Penganut Ateis Meningkat di Turki dan Iran, Mengapa? | Bang Naga | on Jumat, 11 Januari 2019 16:38 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Jumlah Penganut Ateis Meningkat di Turki dan Iran, Mengapa?
Description: Survei Konda menemukan jumlah penganut ateis meningkat di Turki, adapun berita portal Iran melaporkan aetisme seperti tsunami di kalangan anak muda.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1163970/jumlah-penganut-ateis-meningkat-di-turki-dan-iran-mengapa.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» KPK: Duit Sitaan Gubernur Kepri terkait Gratifikasi Rp6,1 M
» Madrid vs Arsenal Imbang, Lanjut ke Adu Penalti
» Konflik di Selat Hormuz Terus Angkat Harga Minyak
» Walhi: Masyarakat Adat Masih Disalahkan Jadi Pemicu Karhutla
» Aniaya Bayi Majikan hingga Tewas, TKI Dibui 7,5 Tahun
» Microsoft, Tesla dan Amazon Buat Proyek Kecerdasan Buatan
» Solein, Makanan Ajaib Terbuat dari Listrik, Air, dan Udara

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status

    Page loads : seconds