Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Komisi Antitrust Korea Selatan Tuduh Apple Eksploitasi Operator | Buktikan Jimat Kebal, Biksu di Thailand Tebas Penjual Jimat | Jadi Kepala Bareskrim, Begini Perjalanan Karir Irjen Idham Azis | BMKG Prediksi Gelombang Hingga 7 Meter di Perairan NTT | Narkoba di Sekolah, Dinas Pendidikan dan Yayasan Saling Bantah | Perludem Sarankan ke KPU Ubah Jam Tayang Debat Capres | Universitas Indonesia Masuk Top 100 Universitas Negara Berkembang | Indonesia Masters: Tontowi/Liliyana Vs Hafiz/Gloria di Babak Ke-2 | Suzuki Ertiga di India Hadir dengan 6 Kursi Model Kapten, Mewah | Google Maps iOS dan Android Punya 2 Fitur Baru untuk Pengendara | Ekonomi Global Melambat, Kurs Dolar AS Melemah | Piala AFF U-22: Brunei dan Singapura Mundur, Ini Jadwal Terbaru | Menuju Resesi Amerika | Tertibkan Pedagang dengan Tegas | Anies Instruksikan Drainase Vertikal Buat Cegah Banjir, Caranya? | Ini Panggung yang Berkesan bagi Robi Navicula | Jadwal Copa del Rey Malam Ini, Ada Sevilla Vs Barcelona | Ancaman bagi Pengidap HIV/AIDS | Beli Motor Bekas di Motoran, Jamin Kualitas Ada Garansi 3 Bulan | Pelanggaran Data Pribadi, Prancis Denda Google Rp 810 Miliar | Cuaca Hari Ini, Ada Peringatan Dini BMKG untuk Sebagian Jakarta | Menyambut KUHP Rasa Kolonial | Marsha Aruan Punya Cara Khusus supaya Pacaran LDR Awet | Djarot Lakukan Ini Setelah Ahok Bebas dari Penjara | Soal Kevin-Prince Boateng, Begini Harapan Pelatih Barcelona | Jadwal Piala Asia: Korea Selatan dan Qatar Juga ke Perempat Final | Hobi Pelihara Burung, Ini Manfaat yang Dirasakan Opie Kumis | Sevilla Vs Barcelona, Messi Absen Kevin-Prince Boateng Main | 5 Lembaga Negara Ini Ikut Bahas Pembebasan Abu Bakar Baasyir | Calon Lawan yang Layak untuk Manny Pacquiao, Selain Mayweather Jr | Pajero Sport Family Kini Memiliki 1.750 Member dan 17 Chapter | Ahok Akan Bisnis Minyak Setelah Bebas 24 Januari 2019 | Dicopot Anies, Mantan Dirut Jakpro Ingin Kerja Bareng Ahok Lagi | Abu Bakar Baasyir Batal Dibebaskan, Begini Penjelasan Moeldoko | Chelsea Vs Tottenham, Dele Alli Dipastikan Absen | Tunggu Identifikasi Tim DVI, Keluarga Korban Lion Air Tunda Pencarian | Chip Kirin 980 Tingkatkan Kualitas Kamera Huawei Mate 20 Series | Hasil Piala Asia 2019 dan Jadwal: Qatar dan Korea Selatan Lolos | Hotel Kapsul Gaya Menginap ala Kaum Milenial? Cek Faktanya | Turki Beli Rumah Eks Petinju Muhammad Ali dan Dijadikan Sekolah | Krysztof Piatek Jalani Tes Medis di AC Milan Hari Ini | Survei: Sepertiga Staf PBB Alami Pelecehan Seksual | Suap Meikarta, KPK: Anggota DPRD Bekasi Ajak Keluarga ke Thailand | Pesawat Emiliano Sala Hilang, Cardiff City Batalkan Latihan | Surat Ahok Beri Dukungan, Caleg Ini Yakin Elektabilitas Melonjak | Jadwal Bola Malam Ini: Burton Albion vs Manchester City | Rilis Februari, Ini Perkiraan Harga Samsung Galaxy S10 di Eropa | Dua Atlet Indonesia Akan Bermain di Liga Polo Air Serbia | Liga 1: Luciano Leandro Jadi Pelatih Persipura Jayapura | Anak Suka Mencoret Tembok? Intip Solusinya | Pensiun, Debby Susanto Blak-blakan Soal Rencana dan Jejaknya | Ahok Bebas, Sejuta Teman Belum Siapkan Sambutan Istimewa | Hari Ini Jadwal Bola Persija Vs Kepri Jaya, Debut Ivan Kolev | Pengacara Bandingkan Hukuman Baasyir dengan Robert Tantular | RUPS Arema FC: Agoes Soerjanto Gantikan Iwan Sebagai CEO | Pria AS Ditangkap karena Curi Komik Batman Seharga Rp 1,4 Miliar | Dua Staf Pribadi Maju Caleg Janji Usung Nilai Ahok, Apa Itu? | PA 212 Tunggu Sikap Tobat Ahok Bebas dari Penjara | Kamis, Joko Driyono Diperiksa Satgas Antimafia Sepak Bola | Ahok Bebas, Prasetio Beberkan Pekerjaan yang Cocok | Tolak Demo Pendukung, Simak Kesamaan Dua Surat Ahok Ini | Alasan NU dan Muhammadiyah Dijadikan Nominator Nobel Perdamaian | Debat Pilpres, Tim Jokowi: Pertahanan Terbaik Adalah Menyerang | Bulog Diminta Serap Jagung Petani untuk Stok Agar Tak Perlu Impor | Suap Meikarta, KPK: 20 Anggota DPRD Bekasi Dibiayai ke Thailand | Indonesia Masters: Sempat Grogi, Tontowi / Liliyana Menang | Pilpres Makin Dekat, Tiga Survei Merilis Jokowi di Atas Prabowo | Median: 31 Persen PSI Pilih Prabowo, 37 Persen Demokrat ke Jokowi | Said Didu Sebut Jokowi Berbohong Soal Utang dan Impor | Prabowo Sebut Indonesia Setingkat Haiti, Sri Mulyani: Adoh! | Tyas Mirasih Dilaporkan ke Polisi | Mutasi Polri: Kapolda Idham Azis Gantikan Kepala Bareskrim Arief | Kamala, Perempuan Kulit Hitam Pertama yang Maju Pilpres AS 2020 | Setelah LRT Jabodebek, JK Kritik Proyek Kereta Trans Sulawesi | Jokowi Dikritik Beli Sabun Cuci Rp 2 Miliar, JK: Masa Pemilu | Mandala Shoji Divonis 2 Kali, Begini Mekanisme Hadiah Kupon Umrah | Bulog Ordered to Absorb Local Corn Products | Anak Flu Lebih Membutuhkan Makanan Sehat, Bukan Suplemen Vitamin | Komisi Antitrust Korea Selatan Tuduh Apple Eksploitasi Operator | Buktikan Jimat Kebal, Biksu di Thailand Tebas Penjual Jimat | Jokowi Camp Adopts Offensive Play for VP Candidate Debate | Jadi Kepala Bareskrim, Begini Perjalanan Karir Irjen Idham Azis | BMKG Prediksi Gelombang Hingga 7 Meter di Perairan NTT | Narkoba di Sekolah, Dinas Pendidikan dan Yayasan Saling Bantah | Perludem Sarankan ke KPU Ubah Jam Tayang Debat Capres | Universitas Indonesia Masuk Top 100 Universitas Negara Berkembang |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Lindungi KPK dari Teror | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Jumat, 11 Januari 2019 07:00 WIB

Lindungi KPK dari Teror | Berita Tempo Hari Ini

Wadah Pegawai KPK memutar video CCTV yang merekam teror bom di penyidik KPK, Afief Yulian Miftach, Rabu, 9 Januari 2019. ROSENNO AJI

Aksi teror di rumah dua pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu dinihari lalu, seharusnya tak boleh terjadi. Polisi yang bertugas menjaga kediaman Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo dan Wakil Ketua Laode Muhammad Syarif jelas lalai melaksanakan tugasnya. Beruntung bom molotov dan bom pipa yang dipasang di rumah Agus dan Laode tak sampai meledak dan menimbulkan korban.

Kini pelaku teror itu tengah dikejar aparat penegak hukum. Jika kelak pelaku tertangkap, jaksa wajib menuntutnya dengan hukuman seberat mungkin. Ini penting agar ada efek jera buat mereka yang coba-coba mengganggu KPK.

Ketidakmampuan polisi mengantisipasi aksi teror di rumah pimpinan KPK sebenarnya tak terlalu mengejutkan. Sampai sekarang polisi juga masih gagal menyelidiki sembilan insiden sebelumnya ketika staf KPK menjadi korban kriminalisasi. Rupa-rupa teror yang dialami staf KPK, dari perampokan alat kerja sampai penyerangan fisik, semua tak diusut tuntas. Pendeknya, tak ada satu pun aksi teror terhadap KPK yang berhasil dibongkar. Ini faktor penting yang memicu terus bermunculannya teror baru.

Aksi teror pada April 2017 merupakan contoh nyata. Ketika itu penyidik senior KPK, Novel Baswedan, disiram dengan air keras oleh dua orang tak dikenal setelah menunaikan salat subuh di masjid dekat rumahnya. Sampai saat ini-hampir dua tahun sejak kasus ini terjadi- ada kesan polisi justru sengaja membiarkan aksi teror itu agar tidak terungkap.

Karena itu, kini saat yang tepat untuk Presiden Joko Widodo bersikap. Dia bisa membentuk tim independen pencari fakta untuk mengungkap siapa di balik kasus penganiayaan Novel. Fakta-fakta yang terungkap sejauh ini sudah cukup sebagai bukti awal. Ada saksi, cangkir bekas air keras, juga rekaman video pengawas. Polisi bahkan telah membuat dan menyebarkan sketsa pelaku.

Selain itu, pengamanan terhadap penyidik dan pimpinan KPK mesti diperketat. Lembaga antirasuah ini harus meninjau kembali dan memperbaiki berbagai prosedur sekuriti terhadap kantor, pegawai, serta penyidik dan pimpinan. Berkaca pada teror yang terus terjadi, kalau perlu, pimpinan dan para penyidik utama KPK mendapat pengawalan.

Ada baiknya pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat memikirkan rancangan undang-undang yang memastikan perlindungan terhadap penyidik dan pimpinan KPK. Sebagaimana Undang-Undang Terorisme mewajibkan negara menjamin keselamatan aparat hukum dalam perkara tindak pidana terorisme, perlindungan serupa perlu diberikan kepada petugas antikorupsi. Ini tentu jika semua orang sepakat bahwa korupsi merupakan kejahatan luar biasa. Serangan terhadap petugas antikorupsi dengan sendirinya merupakan sikap antidemokrasi dan pendorong kejahatan kemanusiaan.

Ke depan, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian harus memastikan anak buahnya tak lagi kecolongan. Personel tim pengamanan dari polisi harus ditambah. Penjagaan polisi atas rumah pimpinan KPK juga harus diperketat. Upaya-upaya melancarkan aksi teror serupa harus dicegah sebelum terlambat. Serangan sekecil apa pun atas pimpinan KPK dan jajarannya tak boleh sampai terjadi lagi.



Lindungi KPK dari Teror | Bang Naga | on Jumat, 11 Januari 2019 07:00 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Lindungi KPK dari Teror
Description: Aksi teror di rumah dua pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu dinihari lalu, seharusnya tak boleh terjadi.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1163742/lindungi-kpk-dari-teror.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest News

» Said Didu Minta Pemerintah Tanggung Beban Pertamina dan PLN
» Gaji Pekerja TI Asia Lebih Besar Rp400 Juta Ketimbang Eropa
» Djarot: Ahok Siap Fisik dan Batin
» Ejek McGregor, Khabib Sebut McChicken di Hadapan Penggemar
» Ma'ruf Safari di Jatim, Sandi ke Sentra Sepatu Cibaduyut
» Demi Lovato Ungkap Pandangan Hidup di Album Baru
» Minyak Dunia Tertekan Pemangkasan Proyeksi Pertumbuhan IMF

Karir

Android APK


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
© 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

Page loads : seconds