Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Liga 1, Badai Cedera dan Duka Persebaya Surabaya | KPK Butuh Waktu Satu Bulan Hitung Amplop dan Uang Bowo Sidik | Atlet Jetski Aero Sutan Aswar dan Aqsa Terjun ke Bisnis Fashion | Suporter Manchester United Tolak Transfer Rakitic Dari Barcelona | Kentaro Nanayama Juara Golf Junior Dunia Ciputra 2019 | Setelah MotoGP, Indonesia Ingin Gelar Balap F1 | AJI Minta Pemerintah Mencabut Pembatasan Akses Media Sosial | Hasil Otopsi 4 Korban Rusuh 22 Mei, RS Polri: Tewas Tertembak | Kerusuhan 22 Mei: Saat Polisi Kegirangan Melihat Pedagang Kopi Keliling | Opick Tak Ikut Pemakaman Arifin Ilham, Ini Alasannya... | Pesan Arifin Ilham untuk Anak-anaknya: 7 Sunnah dan 7 Surat | Demo di Jakarta, Dana Asing Masuk ke SBN Rp 1,7 T | Jemaah yang Melayat Arifin Ilham Diimbau Kenakan Pakaian Putih | Aksi 22 Mei, Delapan Negara Terbitkan Travel Advice ke Indonesia | Prabowo Tinggalkan Rumah Kertanegara, Tak Jelas ke Mana | Menantu Arifin Ilham: Abi Sekarang Enggak Perlu Kesakitan | Rusuh 22 Mei, Kapolri Bantah Perintahkan Tembak di Tempat | WhatsApp Dibatasi, BRTI: Masyarakat Coba Terobos Lewat VPN | Liga 1, Badai Cedera dan Duka Persebaya Surabaya | KPK Butuh Waktu Satu Bulan Hitung Amplop dan Uang Bowo Sidik | Atlet Jetski Aero Sutan Aswar dan Aqsa Terjun ke Bisnis Fashion | Suporter Manchester United Tolak Transfer Rakitic Dari Barcelona | Kentaro Nanayama Juara Golf Junior Dunia Ciputra 2019 | Setelah MotoGP, Indonesia Ingin Gelar Balap F1 | AJI Minta Pemerintah Mencabut Pembatasan Akses Media Sosial | Hasil Otopsi 4 Korban Rusuh 22 Mei, RS Polri: Tewas Tertembak | Kapolda Sebut Pembakaran Polsek di Sampang Dipicu Salah Informasi |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Komnas Perempuan: Ratusan Perda Diskriminatif terhadap Perempuan | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Selasa, 20 November 2018 12:35 WIB

Komnas Perempuan: Ratusan Perda Diskriminatif terhadap Perempuan | Berita Tempo Hari Ini

Ilustrasi Undang-undang. shutterstock.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan atau  Komnas Perempuan, Azriana Manalu, mengatakan ada 421 kebijakan yang diskriminatif.

"Kami sudah sampaikan sejak 2009, perda diskriminatif. Terakhir juga sudah disampaikan pada Agustus ada 421 kebijakan diskriminatif," kata Azriana di kantor Komnas Perempuan, Jakarta, Senin, 19 November 2018.

Baca: 20 Tahun Komnas Perempuan: Aktivis HAM Perempuan Rawan Dirundung

Menurut Azriana, kebijakan diskriminatif ini 56 persennya berbentuk perda. Sisanya berbentuk surat edaran keputusan kepala daerah dari tingkat kelurahan sampai desa. Dan 333 di antaranya, kata Azriana, menyasar perempuan.

Kebijakan yang menurut Azriana merugikan kaum perempuan adalah larangan jam malam. Menurutnya pembatasan ini dapat mempengaruhi aktivitas perempuan yang harus bekerja di malam hari, baik itu di instansi pemerintahan yang perlu melayani publik 24 jam, atau pedagang-pedagang kecil yang menjajakan jajanan malam.

Aturan jam malam, kata dia, dapat menghilangkan penghasilan bagi perempuan-perempuan ini. Selain itu juga pembatasan untuk waria bisa bekerja. "Ada juga tentang berbusana, prostitusi. Jadi sangat beragam," ucap Azriana.

Baca: Komnas Perempuan Minta Kejaksaan Tunda Eksekusi Baiq Nuril

Azriana mengatakan kebijakan ini bukan hanya membatasi ruang gerak kaum perempuan, tetapi juga tidak jarang menekan kehidupan perempuan. Ia mengatakan ada perempuan yang dapat menyesuaikan diri, tapi ada juga yang sebetulnya merasa tertekan dengan kebijkan ini.

Dia menyempatkan memberi contoh ekstrem soal penerapan kebijakan diskriminatif, yakni kebijakan prostitusi. Perda Prostitusi di Tangerang, kata Azriana tidak dirumuskan secara matang. Sehingga batasan-batasan soal pelacuran ini dinilai masih kurang jelas.

Akibatnya semua orang yang berada di wilayah yang kadung dicap sebagai teritori prostitusi dicurigai sebagai pelaku asusila. “Akhirnya (Perda Prostitusi) memakan korban. Ada satu perempuan yg diciduk Satpol-PP di wilayah itu. Padahal ia sedang menunggu jemputan,” ujar dia.



Komnas Perempuan: Ratusan Perda Diskriminatif terhadap Perempuan | Bang Naga | on Selasa, 20 November 2018 12:35 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Komnas Perempuan: Ratusan Perda Diskriminatif terhadap Perempuan
Description: Komnas Perempuan mengatakan kebijakan ini bukan hanya membatasi ruang gerak kaum perempuan, tetapi juga menekan kehidupan perempuan.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1147997/komnas-perempuan-ratusan-perda-diskriminatif-terhadap-perempuan.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status

    Page loads : seconds