Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Liga Italia: Antonio Conte Latih Inter Milan, Gantikan Spalletti | Antar CLS Knights Juara, Brian Rowsom Calon Pelatih Timnas Basket | Promosi Sail Nias 2019 Dilakukan Melalui Kesenian Saban Pekan | Prediksi Persebaya Surabaya Vs Kalteng Putra di Liga 1 Selasa Ini | BPN Prabowo Minta Penangguhan Penahanan terhadap Eggi dan Lieus | Brian Rowsom Jadi Kunci Sukses CLS Knights Juarai Basket ABL | Yamaha Siapkan 46 Bengkel dan 4 Pos Mudik 2019, Cek Lokasinya | Dituding Tembakkan Rudal Balistik ke Mekah, Houthi Angkat Bicara | Top Skor Liga 1 Pekan Pertama: 3 Pemain Asing di Puncak | Persebaya Surabaya Waspadai 2 Pemain Kalteng Putra Ini | Sulit Dikenali, Intip Gejala Autisme yang Sering Muncul pada Bayi | Hasil Piala Sudirman 2019: Inggris Kalahkan Denmark 3-2 | BPN Prabowo-Sandiaga Tolak Penetapan Hasil Rekapitulasi KPU | Hasil Lengkap Liga 1 Pekan Pertama dan Klasemen | Makna Religius Nama Anak Keempat Kim Kardashian | Pengusaha Bus Tawarkan Solusi Terkait Sistem Satu Arah Mudik 2019 | Hasil Liga 1: PSM Makassar Vs Semen Padang 1-0 | Sambut Kalteng Putra, Persebaya Bisa Diperkuat Pemain Pilarnya | Comot Foto Orang Tanpa Izin, Ayu Ting Ting Sebut Salah Manajemen | KPU Tetapkan Hasil Rekapitulasi Pileg, PDIP Raup Suara Terbesar | Addie MS Ajak Masyarakat 'Move On' dari Drama Pilpres | Eksklusif, Tempo Menjajal Kendaraan Tempur Komodo Buatan Pindad | Jadwal Liga 1 Hari Ini, Ada Persebaya dan Bali United | Anies Baswedan Dipastikan Berada di Jakarta Pada 22 Mei | Gizi Buruk Mengancam Anak Perkotaan, Apa Penyebabnya? | Fakta Final Liga Champions Tottenham Hotspur vs Liverpool | Waspadai Awal Lelah Mudik 2019 di Rest Area KM 39 Cikampek | Polisi: Lieus Sungkharisma Sempat Melawan saat Ditangkap | KPU Menetapkan Jokowi-Ma'ruf Unggul 55.50 Persen | Rekapitulasi Selesai, Jokowi - Ma'ruf Amin Unggul di 21 Propinsi | KPU Tetapkan Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara | KPU Siap Sampaikan Rekapitulasi Nasional Secara Lengkap | Polisi Siagakan Kendaraan Perintis di Depan Gedung KPU | Di Papua, Jokowi Unggul 2,7 Juta Suara dari Prabowo Subianto | Seluruh Sekolah di Kota Surabaya Diliburkan Pada 22 Mei | Rekapitulasi Suara, PDIP Unggul di Provinsi Maluku | Yusuf Mansur Didoakan Cepat Mati, Ini Reaksinya | Menjelang Aksi 22 Mei, Anies Bertolak ke Jepang | 106 Purnawirawan TNI - Polisi Pro Prabowo Sampaikan Sikap Pemilu | Diduga Ikut Prabowo, Direktur Marketing Pertamina Dinonaktifkan | Akhirnya Harga Tiket Pesawat Turun, Lion Air Sampai 25 Persen | Pertamina Selidiki Pejabatnya yang Diduga Ikut Prabowo ke Brunei | Hendropriyono: Massa Aksi 22 Mei Sebagian Bekas HTI dan FPI | Sultan Hamengku Buwono X Pertanyakan Alasan Aksi 22 Mei | Tanggapi Aksi 22 Mei, Cendekiawan Muslim: Ulama Jangan Partisan | Berikut Pihak-pihak yang Menentang Aksi Ifthor Akbar 212 | Liga Italia: Antonio Conte Latih Inter Milan, Gantikan Spalletti | Antar CLS Knights Juara, Brian Rowsom Calon Pelatih Timnas Basket | Promosi Sail Nias 2019 Dilakukan Melalui Kesenian Saban Pekan | Prediksi Persebaya Surabaya Vs Kalteng Putra di Liga 1 Selasa Ini | BPN Prabowo Minta Penangguhan Penahanan terhadap Eggi dan Lieus | Brian Rowsom Jadi Kunci Sukses CLS Knights Juarai Basket ABL | Yamaha Siapkan 46 Bengkel dan 4 Pos Mudik 2019, Cek Lokasinya | Dituding Tembakkan Rudal Balistik ke Mekah, Houthi Angkat Bicara | Bagi Chacha Frederica Hijrah Itu Proses | Top Skor Liga 1 Pekan Pertama: 3 Pemain Asing di Puncak |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

KPU Diminta Ikuti MK soal Oso untuk Jaga Semangat Pembentukan DPD | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Senin, 19 November 2018 09:41 WIB

KPU Diminta Ikuti MK soal Oso untuk Jaga Semangat Pembentukan DPD | Berita Tempo Hari Ini

Wakil Ketua MPR Oesman Sapta meninggalkan kediamannya di Jalan Irama Laut, Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat untuk salat Idul Adha berjamaah di Masjid Oesman Al Khair, Kalimantan Barat, Selasa, 22 Agustus 2018. (dok.MPR RI)

SUMUTkota.com, Jakarta - Direktur Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Fakultas Hukum Universitas Andalas Feri Amsari menyarankan Komisi Pemilihan Umum atau KPU mengikuti putusan Mahkamah Konstitusi yang melarang pengurus partai politik menjadi calon anggota Dewan Perwakilan Daerah.

Baca: Perludem Minta KPU Jangan Kurangi Syarat Maju Caleg DPD untuk Oso

Feri mengatakan, DPD pada awalnya dibentuk untuk menyeimbangkan dominasi kekuasan partai politik. "Gagasannya ketika itu mewujudkan dua kamar di parlemen. Karena dominasi partai politik sudah ada di DPR, DPD dibentuk untuk betul-betul menjadi perwakilan individu di daerah," katanya di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Ahad, 18 November 2018.

Namun seiring berjalannya waktu, DPD semakin dikuasai partai politik. Feri mencatat sekitar 70 persen anggota DPD berkaitan dengan partai politik.

Upaya menyeimbangkan dominasi partai kembali dilakukan oleh Muhammad Hafidz. Dia mengajukan uji materi Pasal 128 huruf I Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum terhadap UUD 1945. Beleid itu dinilai belum menjelaskan apakah pengurus partai boleh atau tidak mencalonkan diri sebagai anggota DPD.

MK kemudian memutuskan pengurus partai politik tak boleh menjadi calon anggota DPD mulai pemilu 2019. Putusan ini ditindaklanjuti KPU dengan menerbitkan PKPU Nomor 26 Tahun 2018.

Baca: Soal Oesman Sapta, Pengamat Sarankan KPU Tak Ikuti Putusan MA

Namun PKPU itu digugat Ketua DPD Oesman Sapta Oedang atau Oso yang namanya dicoret dari daftar calon anggota DPD. Ketua Umum Partai Hanura itu enggan mengundurkan diri dari jabatannya di partai.

Gugatan Oso dimenangkan Mahkamah Agung. MA menilai PKPU itu tidak berkekuatan hukum tetap. Feri mengatakan, putusan MK bersifat mengikat sehingga PKPU yang dibuat seharusnya sudah sah.

Oso juga menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) lantaran namanya dicoret dari daftar calon anggota DPD. Dia mendesak namanya dimasukkan kembali. Dampaknya, KPU kini dihadapkan pilihan antara putusan MA dan MK yang saling bertentangan. Feri menyatakan KPU harus mengikuti MK. "Jadi saya menyarankan KPU ikuti putusan MK. Dengan begitu, KPU mematuhi kehendak UUD, UU Pemilu," katanya.

Menurut Feri, putusan MA dan PTUN tidak sesuai dengan Undang-Undang Dasar. Putusan tersebut tidak mendukung semangat pembentukan DPD dan UU Pemilu yang sudah ditafsirkan MK.



KPU Diminta Ikuti MK soal Oso untuk Jaga Semangat Pembentukan DPD | Bang Naga | on Senin, 19 November 2018 09:41 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: KPU Diminta Ikuti MK soal Oso untuk Jaga Semangat Pembentukan DPD
Description: KPU kini dihadapkan pilihan antara putusan MA dan MK yang saling bertentangan.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1147645/kpu-diminta-ikuti-mk-soal-oso-untuk-jaga-semangat-pembentukan-dpd.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status

    Page loads : seconds