Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
KPK Butuh Waktu Satu Bulan Hitung Amplop dan Uang Bowo Sidik | Atlet Jetski Aero Sutan Aswar dan Aqsa Terjun ke Bisnis Fashion | Suporter Manchester United Tolak Transfer Rakitic Dari Barcelona | Kentaro Nanayama Juara Golf Junior Dunia Ciputra 2019 | Rencana Indonesia Jadi Penyelenggara F1 Mulai Diseriusi | AJI Minta Pemerintah Mencabut Pembatasan Akses Media Sosial | Hasil Otopsi 4 Korban Rusuh 22 Mei, RS Polri: Tewas Tertembak | Kerusuhan 22 Mei: Saat Polisi Kegirangan Melihat Pedagang Kopi Keliling | Opick Tak Ikut Pemakaman Arifin Ilham, Ini Alasannya... | Pesan Arifin Ilham untuk Anak-anaknya: 7 Sunnah dan 7 Surat | Demo di Jakarta, Dana Asing Masuk ke SBN Rp 1,7 T | Jemaah yang Melayat Arifin Ilham Diimbau Kenakan Pakaian Putih | Aksi 22 Mei, Delapan Negara Terbitkan Travel Advice ke Indonesia | Prabowo Tinggalkan Rumah Kertanegara, Tak Jelas ke Mana | Menantu Arifin Ilham: Abi Sekarang Enggak Perlu Kesakitan | Rusuh 22 Mei, Kapolri Bantah Perintahkan Tembak di Tempat | WhatsApp Dibatasi, BRTI: Masyarakat Coba Terobos Lewat VPN | KPK Butuh Waktu Satu Bulan Hitung Amplop dan Uang Bowo Sidik | Atlet Jetski Aero Sutan Aswar dan Aqsa Terjun ke Bisnis Fashion | Suporter Manchester United Tolak Transfer Rakitic Dari Barcelona | Kentaro Nanayama Juara Golf Junior Dunia Ciputra 2019 | Rencana Indonesia Jadi Penyelenggara F1 Mulai Diseriusi | AJI Minta Pemerintah Mencabut Pembatasan Akses Media Sosial | Hasil Otopsi 4 Korban Rusuh 22 Mei, RS Polri: Tewas Tertembak | Kapolda Sebut Pembakaran Polsek di Sampang Dipicu Salah Informasi | Pasca-Rusuh 22 Mei, JK Kumpulkan Tokoh Nasional di Rumah Dinasnya |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Arsul Sani Tuding Mukernas PPP Humphrey Djemat Cari Perhatian | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Jumat, 16 November 2018 18:31 WIB

Arsul Sani Tuding Mukernas PPP Humphrey Djemat Cari Perhatian | Berita Tempo Hari Ini

Kader PPP kubu Muktamar Jakarta usai menggelar musyawarah kerja nasional atau Mukernas III di Gedung Galery Jalan Talang Nomor 3 Menteng, Jakarta Pusat pada 15-16 November 2018. Hasil Mukernas memutuskan mendukung pasangan Capres dan Wapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019. TEMPO/Dewi

SUMUTkota.com, Jakarta- Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengatakan pihaknya tak mengakui Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) III  yang diselenggarakan PPP Muktamar Jakarta pada 15-16 November 2018. Arsul menuding mukernas itu ilegal dan hanya mencari perhatian media

"Apa yang dilakukan sekelompok orang PPP di bawahnya pimpinan Humphrey Djemat  tidak ubahnya hanya kumpul-kumpul untuk cari perhatian dari media," ujar Arsul Sani lewat keterangannya, Jumat, 16 November 2018.

Lihat: Pilpres 2019, PPP Kubu Muktamar Jakarta Dukung Prabowo - Sandiaga

Arsul juga menuding PPP Muktamar Jakarta sedang mencari perhatian tim sukses calon presiden dan calon wakil presiden tertentu. "Jadi sama sekali tidak bisa disebut Mukernas, karena mereka tidak punya legal standing untuk membuat kegiatan yang mengatasnamakan DPP PPP," ujar Arsul.

Arsul Sani berujar segera melaporkan pengurus PPP Muktamar Jakarta ke polisi atas dugaan melakukan kegiatan ilegal, memalsukan kop surat, alamat kantor, stempel partai, serta menipu polisi dan masyarakat dengan mengatasnamakan PPP. "Kami akan ambil tindakan hukum secara pidana," ujar Arsul.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PPP Muktamar Jakarta, Sudarto, mengatakan tak khawatir jika PPP kubu Romahurmuziy melapor ke polisi . "Kita sudah biasa menghadapi ancam-mengancam mereka 4 tahun dan kita tetap berjalan dan solid.
Jadi, dipidanakan saja. kalau mau lapor, lapor saja," ujar Sudarto di sela-sela acara Mukernas di Jalan Talang Nomor 3 Menteng, Jakarta Pusat, 15 November 2018.

Baca: PPP Muktamar Jakarta Sebut Niat Islah dengan Kubu Rommy Pupus

PPP mulai retak sejak empat tahun lalu ketika Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Ketua Umum PPP saat itu, Suryadharma Ali, sebagai tersangka korupsi penyelanggaraan ibadah haji. Pengurus Pusat yang diinisiasi Romahurmuziy memecat Suryadharma. Sebaliknya, Suryadharma juga memecat Rommy.

Kubu Rommy menggelar muktamar di Surabaya dan memilih dia sebagai ketua umum. Adapun kubu Suryadharma menggelar muktamar di Jakarta dengan memilih Djan Faridz sebagai ketua umum. Meski telah melalui berbagai jalur hukum, kedua kubu sampai saat ini masing-masing mengklaim diri sebagai pengurus yang sah.

Sudarto berujar PPP Muktamar Jakarta bukanlah gerombolan, melainkan organisasi politik yang sah. "Kita punya kepengurusan sampai tingkat bawah. Jadi, dipidanakan saja. kalau mau lapor, lapor saja, wong sampai sekarang belum ada satupun keputusan pengadilan yang melarang kami menggunakan atribut atau mengatasnamakan PPP," ujar Sudarto.

 



Arsul Sani Tuding Mukernas PPP Humphrey Djemat Cari Perhatian | Bang Naga | on Jumat, 16 November 2018 18:31 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Arsul Sani Tuding Mukernas PPP Humphrey Djemat Cari Perhatian
Description: Arsul Sani berujar segera melaporkan pengurus PPP Muktamar Jakarta ke polisi.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1147074/arsul-sani-tuding-mukernas-ppp-humphrey-djemat-cari-perhatian.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status

    Page loads : seconds