Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
BKN: 991 ASN Melanggar Netralitas Saat Pemilu | Temukan ASN Simpatisan Khilafah, Ganjar Pranowo: Silakan Mundur | Studi Baru Ungkap Bulan Memiliki Lebih Banyak Air | Integrasi Dana Desa dan Perhutanan Sosial | Parkiran Mobil Depan Hailai Ancol Terbakar, Pemadaman Berjam-jam | Aplikasi FoodOn Reservation, Karya Mahasiswa Prasmul dan Binus | Honda CB650R Dipamerkan di GIIAS 2019, Inden Sampai Tahun Depan | Sebelum Ditangkap Polisi, Jefri Nichol Hadiri Acara Jumpa Fans | Adidas Football Merilis Away Kit Arsenal Terbaru | 24 Desa di Lombok Barat Kekeringan, Status Jadi Tanggap Darurat | DKI Jakarta Raih Penghargaan Pelopor Provinsi Layak Anak 2019 | BMKG Prediksi Cuaca Jakarta Cerah Berawan dari Pagi Hingga Malam | Amerika Sanksi Perusahaan Minyak Cina karena Beli Minyak Iran | Kelanjutan Perhutanan Sosial | Membenahi Penanganan Pengungsi | Siapa Picu Kecelakaan Truk Pertamina? Polisi Periksa TKP Hari Ini | Bocoran 3 Model iPhone 11: Chip A13 dan Lensa Ultra Wide | Tim Gabungan Beranak-Pinak | Pariwisata Vietnam Tak Lagi Mengandalkan Museum Perangnya | Bukalapak Ungkap Isi Pertemuan dengan Luhut Pandjaitan | Membedah Fitur Rem Otomatis All New Honda Accord | Megawati Bertemu Prabowo, JK: Kalau Negosiasi Tidak Ramai-ramai | Lexus LM Desain Layaknya Kabin First Class di Pesawat | WhatsApp Kini Bisa Dipakai di Ponsel Nokia Bertenaga Kai OS | Turis Bikin Kopi di Pinggir Jembatan Venesia, Ini yang Terjadi | Pelabuhan Marunda Mangkrak, Faisal Basri: Hambat Investasi Sektor Maritim | Prabowo Bertemu Megawati, PDIP: Jangan Dimaknai Sebagai Koalisi | Tujuh Pemain ke Babak II Japan Open, Enam Lagi Ditentukan Rabu | Produk Laptop HP Hanya Dijual di Lazada | Soal 7 Pelabuhan Hub, Luhut Pandjaitan Mau Ongkos Logistik Turun | 17 Tahun Minum Jamu untuk Jaga Stamina, Intip Kesibukan Jokowi | Lexus LM Model Alphard Hadir di Indonesia 2020, Harga Rp 2 M | Inggris Bakal Minta Angkatan Laut Eropa ke Selat Hormuz Iran | Data UNHCR, Belasan Ribu Pencari Suaka Masuk ke Indonesia | Raih 43 Medali Emas, Indonesia Juara Umum ASEAN School Games 2019 | Juara Atletik ASEAN School Games Akan Diikutkan SEA Games 2019 | Mengira Dapat Kulkas, Kakek Ini Kaget Menang Undian Hadiah Mobil | Terbukti Doping, Medali Juara Gulat Olimpiade London 2012 Dicabut | Istana Mittani Kuno Muncul di Dam di Irak | Begini Cerita Pencari Suaka dari Afganistan Sampai ke Kalideres | SEA Games 2019: Nomor Track Absen, Balap Sepeda Targetkan 2 Emas | Liga 2: Persiraja Vs Blitar United 2-1, Ini Kata Kedua Pelatih | Tinju Dunia: Lomachenko Kuat Tahan Naas di Air Hingga 4 Menit | Jadwal Japan Open Rabu: 6 Wakil Main, Ada Jojo dan Marcus / Kevin | Bungee Jumping Maut di Polandia, Tali Mendadak Putus di Udara | Hasil Liga Champions Rabu Dinihari dan Jadwal Malam Ini | Jefri Nichol Satu Malam di Polres, Ini Kata Ibunda | Hasil Liga 2: Tekuk Blitar United 2-1, Persiraja Kokoh di Puncak | 5 Penyebab Kenapa Gareth Bale Tergusur dari Real Madrid | Tolak Anggota Baru Koalisi Pendukung Jokowi, PKB: Sudah Banyak | Egy Maulana Masuk Skuad Lechia, Berpeluang Debut di Liga Europa | Nunung dan Narkoba: Berawal dari Ekstasi di Solo 20 Tahun Lalu | KPAI Minta Maaf Soal Berita Bullying Anak Nunung, Kenapa? | WAGs PSS Sleman: Rudi Widodo Bertunangan dengan Dwi Ika Nova | Tour de France: Juarai Etape XVI, Caleb Ewan Raih Gelar Kedua | Jefri Nichol Ditangkap Polisi, Eks. Manajer:Dulu Minum Aja Enggak | Fasilitas DKI untuk Para Pencari Suaka, UNHCR Anggap Tak Layak? | Terlibat Kasus Narkoba, Jefri Nichol Jadi Trending Topic | PKB Soal Pertemuan Jokowi, Prabowo, plus Megawati: Bagus, Bagus | Teman Syuting Bicara Keseharian Jefri Nichol: Enggak Nyangka! | Jokowi, Prabowo, dan Megawati Bakal Bertemu Besok | Mewahnya Mini Bus Racikan Karoseri Adiputro, Harga Rp 800 Jutaan | Anies Ikuti Pengajian, Gus Miftah Singgung Kriminalisasi Ulama | Lima Kandidat Ketua MPR dari Golkar Tanpa Nama Bambang Soesatyo | Jokowi Minta Alat Deteksi Bencana Dititip Polisi Biar Tak Dicuri | Bulu Tangkis: Japan Open 2019 Disiarkan TVRI, Simak Jadwalnya | Ini Sosok Mitsubishi Pajero Sport Facelift Gagah dan Futuristik | Viral Tudingan Sokong Kelompok Radikal, Bukalapak Angkat Suara | Luhut: Perusahaan Properti Cina akan Investasi Besar di Indonesia | Bukalapak Minta Dukungan Pemerintah, Luhut: Pasti, Asal... | BKN: 991 ASN Melanggar Netralitas Saat Pemilu | Temukan ASN Simpatisan Khilafah, Ganjar Pranowo: Silakan Mundur | Studi Baru Ungkap Bulan Memiliki Lebih Banyak Air | Integrasi Dana Desa dan Perhutanan Sosial | Parkiran Mobil Depan Hailai Ancol Terbakar, Pemadaman Berjam-jam | Aplikasi FoodOn Reservation, Karya Mahasiswa Prasmul dan Binus | Honda CB650R Dipamerkan di GIIAS 2019, Inden Sampai Tahun Depan | Sebelum Ditangkap Polisi, Jefri Nichol Hadiri Acara Jumpa Fans | Adidas Football Merilis Away Kit Arsenal Terbaru | 24 Desa di Lombok Barat Kekeringan, Status Jadi Tanggap Darurat |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Lucas Bantah Bantu Eddy Sindoro Kabur dalam Eksepsinya | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Rabu, 14 November 2018 12:14 WIB

Lucas Bantah Bantu Eddy Sindoro Kabur dalam Eksepsinya | Berita Tempo Hari Ini

Pengacara Lucas (kanan) mengacungkan kedua ibu jarinya sebelum mengikuti sidang perdana pembacaan dakwaan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu, 7 November 2018. Dalam sidang ini jaksa penuntut umum KPK mendakwa Lucas, dengan sengaja telah mencegah, merintangi penyidikan perkara suap terhadap tersangka mantan bos Lippo Group, Eddy Sindoro, dalam korupsi memberi hadiah atau janji terkait pengajuan peninjauan kembali pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. TEMPO/Imam Sukamto

SUMUTkota.com, Jakarta - Terdakwa perintangan penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Lucas membantah membantu Eddy Sindoro kabur ke luar negeri. Advokat itu mengatakan tidak pernah menjadi penasehat hukum Eddy Sindoro dan tidak pernah membantu bekas petinggi Lippo Group itu melarikan diri.

"Saya tidak pernah menjadi kuasa hukum atau penasihat hukum Eddy Sindoro apalagi sampai membantunya melarikan diri," kata advokat Lucas membacakan eksepsinya dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu, 14 November 2018.

Baca: Merasa Tak Terlibat Pelarian Eddy Sindoro ...

Lucas juga membantah mengenal Dina Soraya. Dina adalah orang yang didakwa bersama Lucas membantu Eddy Sindoro kabur ke luar negeri. Menurut Lucas, dia tak memiliki hubungan apapun dengan Dina. "Saya tidak kenal Dina Soraya, saya tidak mempunyai hubungan personal atau profesional dengan dia," kata Lucas.

Lucas menilai KPK tidak berwenang menangani penyidikan dan penuntutan pasal 21 Undang-Undang Tipikor tentang perintangan penyidikan. Dia mengatakan Pasal 21 diatur dalam Pasal III UU Tipikor tentang tindak pidana lain yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi. Sedangkan wewenang KPK diatur dalam pasal lain undang-undang itu. Lucas menyatakan Pengadilan Tipikor juga tidak berwenang menyidangkan kasusnya.

Baca: KPK Perpanjang Penahanan Advokat Lucas

Dalam perkara ini, KPK mendakwa Lucas bersama Dina Soraya menghalangi penyidikan KPK terhadap Eddy Sindoro. Eddy menjadi tersangka penyuap Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution sejak November 2016. Saat ditetapkan sebagai tersangka, Eddy berada di luar negeri.

Menurut jaksa, Eddy sempat menghubungi Lucas pada Desember 2016. Eddy menyatakan ingin pulang ke tanah air. Namun, Lucas menyarankan Eddy agar tetap di luar negeri supaya terhindar dari proses hukum di KPK. Menurut jaksa, Lucas juga menyarankan Eddy mengganti kewarganegaraannya.

Simak: Perjalanan Karier Lucas Sebelum Dijadikan ...

Eddy ditangkap imigrasi Malaysia karena menggunakan paspor palsu pada 7 Agustus 2018. Imigrasi Malaysia mendeportasi Eddy pada 29 Agustus 2018.

Mengetahui itu, menurut jaksa, Lucas meminta Dina Soraya mengatur supaya Eddy Sindoro dapat pergi lagi ke luar negeri tanpa proses imigrasi. Menurut KPK, Dina mengusahakan rencana itu dibantu sejumlah pihak dari maskapai penerbangan, petugas bandara, dan petugas imigrasi. Karena itu, Eddy yang sempat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta bisa kembali terbang ke luar negeri tanpa melalui proses imigrasi.



Lucas Bantah Bantu Eddy Sindoro Kabur dalam Eksepsinya | Bang Naga | on Rabu, 14 November 2018 12:14 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Lucas Bantah Bantu Eddy Sindoro Kabur dalam Eksepsinya
Description: Lucas menilai KPK tidak berwenang menangani penyidikan dan penuntutan pasal 21 Undang Undang Tipikor tentang perintangan penyidikan.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1146189/lucas-bantah-bantu-eddy-sindoro-kabur-dalam-eksepsinya.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Solein, Makanan Ajaib Terbuat dari Listrik, Air, dan Udara
» Rodgers: Manchester United Tak Boleh Tawar Harga Maguire
» RUU SDA: Pebisnis Tak Wajib Beri 10 Persen untuk Konservasi
» FOTO: Venezuela Kembali Gelap Gulita
» Grrrl Gang di Antara Tur, Kuliah, dan Omelan Keluarga
» Cak Imin Setuju Koalisi Jokowi Tak Tambah Partai Baru
» 10 Ribu Orang Indonesia Tertipu Aplikasi FaceApp 'Abal-abal'

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status

    Page loads : seconds