Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2018
Kata Yusril Ihza, Ia Tak Paksa Kader PBB Pilih Jokowi | Dibonceng Ojol, Prabowo Sebut Saat Muda Suka Naik Motor | Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Keerom Papua | Salah Satu Alasan Venna Melinda Pindah NasDem adalah Jokowi | Top Skor Liga Italia: Rapor Ronaldo Saat Juventus Tekuk Torino | Pelaku Pengeroyokan TNI Telah Dipecat dari Ormas Pemuda Pancasila | PSI Anti Poligami, Komnas Perempuan Bilang Begini | Komnas HAM Dorong Keluarga Pelaku Pengeroyokan TNI Lapor Polisi | Pimpinan Pemuda Pancasila Ungkap Alasan Pemecatan Pengeroyok TNI | Pengeroyokan TNI AL, Keluarga Pelaku Beberkan Peran Suci Ramdani | Ma'ruf Amin Sebut Ahok Sudah Dukung Kubunya | Waspada Motor Bodong Mulai Dijual ke Showroom, Ini Cirinya | Kata Yusril Ihza, Ia Tak Paksa Kader PBB Pilih Jokowi | Dibonceng Ojol, Prabowo Sebut Saat Muda Suka Naik Motor | Susah Mandikan Anak, Intip Tips Mudah Ini | Komnas HAM Diminta Ambil Posisi Tegas di Pilpres 2019 | Proliga 2019: Putri Jakarta BNI Kalahkan Jakarta Elektrik | Bulu Tangkis: Hafiz/Gloria Enggan Jadi Bayangane Owi/Butet | Menikah dengan Aktor? 5 Hal Ini Harus Siap Dihadapi | Intensifkan Pendapatan Negara Lewat Cukai, Sri Mulyani Teken Aturan Baru | KPAI: Shopee Janji akan Produksi Iklan yang Edukatif |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Selain Jamal Khashoggi, Bos Intel Saudi Mengincar Pejabat Iran | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Rabu, 14 November 2018 09:19 WIB

Selain Jamal Khashoggi, Bos Intel Saudi Mengincar Pejabat Iran | Berita Tempo Hari Ini

Bekas Deputi Kepala Direktorat Intelijen Umum Arab Saudi, Mayor Jenderal Ahmed Al Assiri. The Times

SUMUTkota.com, Riyadh – Bekas Deputi Kepala Direktorat Intelijen Umum Arab Saudi, Mayor Jenderal Ahmed al-Assiri, pernah menjajaki rencana pembunuhan pejabat tinggi militer Iran sebelum tersangkut skandal kasus pembunuhan kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi.

Baca:

Pembunuh Jamal Khashoggi Bilang 'Beritahu Bos Anda'

 

Al-Assiri, yang telah diberhentikan pada Oktober 2018 karena diduga memerintahkan pembunuhan Jamal Khashoggi, menanyakan kemungkinan dibuatnya rencana pembunuhan terhadap pemimpin pasukan elit Quds dari Korps Garda Revolusi Iran yaitu Qassim Suleimani.

Aljazeera, yang mengutip dari New York Times, melansir Al Assiri menjajaki rencana pembunuhan ini dengan pengusaha swasta bernama George Nader pada 2017. Nader pernah menjadi penasehat politik Putra Mahkota Uni Emirat Arab, Pangeran Mohammed Bin Zayed.

Nader, yang pernah divonis bersalah dalam kasus pedofilia, bertemu dengan Al Assiri di Riyadh, Arab Saudi. Dia menawarkan skenario menggoyang ekonomi Iran menggunakan jasa intelijen swasta. Nader meminta ongkos sekitar US$2 miliar atau sekitar Rp30 triliun untuk menjalankan rencana sabotase ekonomi Iran ini.

Baca:

Untuk menggolkan tawarannya ini, Nader disebut menemui Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed Bin Salman, dan sejumlah pejabat Gedung Putih, Amerika Serikat. Belum ada tanggapan dari pemerintah Arab Saudi terkait hal ini.

Nader mengajak rekannya yang bernama Joel Zamel, yang merupakan orang Israel dan pernah mendirikan perusahaan yang kemudian tutup Psy Group Intelligence. Perusahaan ini terkena investigasi FBI dan diduga melakukan manipulasi media untuk kepentingan kampanye Presiden dari kandidat Donald Trump 2016.

Komandan Pasukan Elit Quds dari Korps Garda Revolusi Iran, Soleimani. Fars News

Tiga orang sumber yang mengetahui pertemuan Nader dan Al Assiri bercerita pejabat intelijen dari Direktorat Intelijen Umum Arab Saudi itu bertanya apakah Nader juga melakukan operasi kinetik karena mereka ingin membunuh pejabat senior Iran. Operasi kinetik adalah operasi berbahaya berbentuk upaya pembunuhan.

Baca:

Nader, menurut sumber NYT, terkejut dengan permintaan ini dan mengaku akan mengontak pengacaranya. Belakangan, Nader mengatakan pengacaranya melarangnya terlibat dalam urusan pembunuhan itu.

“Nadel mengatakan kepada pejabat Saudi bahwa ada perusahaan jasa keamanan yang didirikan bekas anggota SAS di London yang mungkin berminat melakukan itu,” begitu dilansir Aljazeera mengutip pernyataan jurnalis Ronen Bergman dari NYT yang ikut menulis kisah ini.

Nama Mayor Jenderal Al Assiri, yang pernah menjadi juru bicara militer Arab Saudi dalam operasi militer di Yaman, muncul dalam kasus pembunuhan kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi. Dia diduga memerintahkan pengiriman regu pembunuh beranggotakan 15 orang ke Istanbul, Turki, untuk membunuh Jamal Khashoggi pada 2 Oktober 2018.

Baca:

Tim pembunuh ini diduga dipimpin oleh Maher Abdulaziz Mutreb, yang merupakan perwira intelijen militer Arab Saudi dan juga pengawal dari Putra Mahkota Saudi, Mohammed Bin Salman.

 George Nader (kiri), yang merupakan seorang pengusaha Amerika keturunan Lebanon, berfoto bersama Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed Bin Salman. NY Times via Tech2

Pasca terungkapnya kasus ini, Al Assiri dicopot dari jabatannya. Pemerintah Saudi lalu membentuk sebuah komite untuk merombak Direktorat Intelijen Umum, yang dituding melakukan operasi ilegal melampaui kewenangannya. Otoritas Saudi juga menangkap 18 orang yang diduga terlibat pembunuhan Khashoggi.

Baca:

Menurut NYT, Nader dan Zamel merancang skenario sabotase ekonomi Iran sejak 2016. “Mereka merancang operasi seperti mengungkap aset tersembunyi dari pasukan Quds, membuat berbagai akun palsu sosial media dalam bahasa Farsi untuk menyebarkan keresahan di tengah masyarakat Iran, membiayai kelompok oposisi Iran, menyebarkan berbagai tudingan faktual dan fiktif terhadap tokoh Iran agar mereka saling bermusuhan,” begitu dilansir NYT.

Nader dan Zamel lalu mengajak Erik Prince, yang merupakan bekas pendiri Blackwater, yaitu perusahaan penyedia milisi dari AS dan juga anggota dari tim transisi Trump. Blackwater merupakan salah satu perusahaan jasa keamanan yang ikut mengirimkan pasukan milisi ke Irak saat invasi AS pada awal 2000an. Belakangan, keduanya menyadari Prince ternyata juga membuat skenario serupa untuk dijual kepada pemerintah Saudi.

Saat ini, kasus pembunuhan kolumnis Jamal Khashoggi masih terus diinvestigasi. Presiden AS, Donald Trump, telah meminta pemerintah Arab Saudi untuk segera mengungkap kasus ini dan menghukum semua pelaku. Dia juga menjanjikan sanksi keras kepada Saudi jika terbukti terlibat pembunuhan Jamal Khashoggi.



Selain Jamal Khashoggi, Bos Intel Saudi Mengincar Pejabat Iran | Bang Naga | on Rabu, 14 November 2018 09:19 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Selain Jamal Khashoggi, Bos Intel Saudi Mengincar Pejabat Iran
Description: Bekas Deputi Kepala Direktorat Intelijen Umum Saudi, Al Assiri, pernah menjajaki pembunuhan pejabat militer Iran sebelum kasus Jamal Khashoggi.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1146119/selain-jamal-khashoggi-bos-intel-saudi-mengincar-pejabat-iran.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest News

» Statistik dan Fakta-fakta Menarik Kemenangan Chelsea
» Minta Pembakaran e-KTP Rusak, Mendagri Singgung Tahun Politik
» Statistik Liverpool vs Man United, 22 Tembakan Banding 5
» Klaim Semua Wilayah Yerusalem, Israel Sesalkan Australia
» Paloh Klaim NasDem Tak Kalah dengan Parpol Umur Puluhan Tahun
» Klasemen Liga Inggris Usai Liverpool Kalahkan Man United
» VIDEO: Pakta Iklim Global Disetujui Mayoritas Negara

Karir

Android APK


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
© 2017 - 2018 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

Page loads : seconds