Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2018
Ahli Psikologi Politik: Visi Misi Jokowi dan Prabowo Tak Ada Beda | Irwan Mussry Dipuji Awet Muda, Intip 4 Resepnya | Piala AFF: Timnas Indonesia Punya Rekor Buruk di Kandang Thailand | Liga 1 Jumat Hari Ini: Prediksi PSM Makassar Vs Persija Jakarta | Erick Thohir: Olimpiade 2032 Bisa Digelar Jakarta dan Jawa Barat | Jadwal Siaran Langsung Liga 1 Jumat: PSM Makassar Vs Persija | Hasil Bola Jumat Dinihari: Inggris - Jerman Menang, Spanyol Keok | SBY: Dalam Pilpres, Calon Presiden Adalah Super Star | Bulu Tangkis: Catatan Anthony Ginting Setelah Ditekuk Jonatan | Saat Warga Dunia Maya Galang Dana untuk Baiq Nuril | Kisah Toleransi dari Kota Kediri | Pakar Otda Minta Mendagri Tolak Pengunduran Diri Bupati Indramayu | Khofifah Gerakkan Ustazah Menangkan Jokowi - Ma'ruf di Jawa Barat | Satgas Pangan Polri Bakal Kawal Distribusi BBM | Megawati Tak Punya Handphone, Begini Alasannya | Kata Kubu Prabowo Soal Kampanye Udara Kurang Terencana | Konser Musik Symphony of Friendship Digelar KBRI Wellington | KPU Sebut Jumlah Pemilih Sementara Bertambah 4 Juta Lebih | Irwan Mussry Dapat Kejutan, Ini 3 Hadiah yang Bikin Melting | Titiek Janji Bila Prabowo Menang RI Akan Seperti Era Soeharto | LSI Denny JA: Yang Mendengar Amien Rais Hanya 9,4 Persen | PT KAI Luncurkan Kereta Komuter Jateng-DIY, Berwisata Kian Mudah | Hanum & Rangga Panen Rating Bintang Lima, Ini Faktanya | Pembunuhan Satu Keluarga, Para Guru Gemetar dan Memulangkan Siswa | X-Ray Bandara Rekam Koper Pembunuh Jamal Khashoggi, Apa Isinya? | Pramugari Gambar Jendela Buatan untuk Penumpang Pesawat | Saling Sindir Anies-Prasetio, DPRD DKI: 3 Kekumuhan Tanah Abang | Megawati: Kasihan Prabowo, Kenapa Orang di Lingkungannya Begitu? | Ahli Psikologi Politik: Visi Misi Jokowi dan Prabowo Tak Ada Beda | Irwan Mussry Dipuji Awet Muda, Intip 4 Resepnya | Piala AFF: Timnas Indonesia Punya Rekor Buruk di Kandang Thailand | Liga 1 Jumat Hari Ini: Prediksi PSM Makassar Vs Persija Jakarta | Erick Thohir: Olimpiade 2032 Bisa Digelar Jakarta dan Jawa Barat | Jadwal Siaran Langsung Liga 1 Jumat: PSM Makassar Vs Persija | Hasil Bola Jumat Dinihari: Inggris - Jerman Menang, Spanyol Keok | SBY: Dalam Pilpres, Calon Presiden Adalah Super Star | Bulu Tangkis: Catatan Anthony Ginting Setelah Ditekuk Jonatan | Saat Warga Dunia Maya Galang Dana untuk Baiq Nuril |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Jamal Khashoggi Tewas, Sejumlah Kejanggalan Terungkap | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Selasa, 23 Oktober 2018 12:00 WIB

Jamal Khashoggi Tewas, Sejumlah Kejanggalan Terungkap | Berita Tempo Hari Ini

Wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi (lingkar merah), diperiksa petugas saat tiba di Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki, 2 Oktober 2018. Jamal Khashoggi dikenal sebagai kolumnis surat kabar dan komentator yang kritis terhadap rezim Arab Saudi saat ini, Mohammed bin Salman. Courtesy TRT World/Handout via Reuters

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Riyadh - Kasus tewasnya kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi, menjadi perhatian global sejak merebak pada awal Oktober 2018.

Baca:

Ajudan MBS Diduga Arahkan Pembunuhan Jamal Khashoggi Lewat Skype

 

Dunia internasional termasuk pemerintah Indonesia mendesak pemerintah Arab Saudi untuk bersikap transparan dalam mengungkap penyebab tewasnya jurnalis senior itu, menyerahkan jasad korban dan menangkap serta menghukum para pelaku yang terlibat.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel Aljubeir mengunjungi Presiden Joko Widodo pada Selasa, 22 Oktober 2018 untuk membahas kerja sama hubungan bilateral kedua negara termasuk bantuan untuk bencana alam.

Dalam pembicaraan keduanya, Jokowi menyinggung penanganan kasus ini. "Presiden menyampaikan keprihatinan atas kasus itu dan Indonesia mengharapkan investigasi yang sedang dilakukan dapat dilakukan dengan transparan dan seksama," kata Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi seusai mendampingi Jokowi bertemu Adel di Istana Bogor.

Terkait kasus ini, pemerintah Arab Saudi baru mengakui Jamal Khashoggi, 60 tahun, tewas sekitar dua pekan setelah jurnalis ini terekam kamera closed-circuit television terlihat melangkah masuk ke kantor Konsulat Jenderal Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober 2018.

Baca: Regu Pembunuh Jamal Khashoggi Bernama Pasukan Harimau

Sebelumnya, Saudi selalu mengatakan Khashoggi telah meninggalkan kantor konsulat seusai mengurus dokumen. Saat itu, Khashoggi memang sedang mengurus dokumen untuk persiapan pernikahannya dengan tunangannya seorang gadis Turki yaitu Hatice Cengiz.

Penjelasan Saudi ini bermasalah karena Cengiz, yang menunggu di luar konsulat dan membawa ponsel Khashoggi, tidak pernah bertemu lagi dengan tunangannya itu setelah masuk ke konsulat.

Jamal Khashoggi dan Hatice Cengiz. [habersev.com]

Kabar raibnya Khashoggi, tidak berapa lama kemudian, menghiasi berita di berbagai media massal global. Mayoritas berita melansir penjelasan anonim dari pejabat pemerintah dan intelijen bahwa ada dugaan kuat Khashoggi telah tewas di kantor konsulat Saudi.

Baca: Jamal Khashoggi Tewas, Penasehat Erdogan Ragukan Arab Saudi

Dugaan kuat ini dilansir media global seperti Anadolu dari Turki, dan New York Times, CNN dan Washington Post dari Amerika Serikat berdasarkan penjelasan anonim dari sejumlah pejabat pemerintah dan intelijen di negara masing-masing.

Pada 2 Oktober 2018, media melansir, ada dua pesawat sewaan mendarat di bandara di Istanbul berisi 15 orang Saudi, termasuk sejumlah pejabat intelijen.

Mereka langsung menuju konsulat Saudi. Menurut versi kementerian Luar Negeri Arab Saudi, mereka ini ingin menemui Khashoggi dan mengajaknya pulang ke negaranya. Khashoggi memang dikenal sebagai jurnalis kritis yang kerap mengkritik kebijakan pemerintah Arab Saudi khususnya Putra Mahkota Mohammed Bin Salman.

Baca: Arab Saudi Bentuk Pasukan Online Serang Jamal Khashoggi di Medsos

Namun, menurut kemenlu Saudi, diskusi antara Khashoggi dan para penjemputnya di konsulat mengalami eskalasi hingga terjadi perkelahian, yang menewaskan jurnalis senior itu.

Kemenlu menyatakan para pelaku berusaha menutup-nutupi kasus ini. 18 orang Saudi telah ditangkap terkait kasus ini dengan 5 pejabat tinggi diberhentikan. Ini termasuk Deputi Kepala Intelijen Arab Saudi yaitu Mayor Jenderal Ahmed al-Assiri. 

Sebaliknya, media massa global melansir isi dua rekaman pembicaraan antara Khashoggi dengan para pembunuhnya di dalam konsulat baik yang terekam jam tangan Apple yang dikenakan Khashoggi dan sebuah rekaman audio lain.

Isi rekaman ini menunjukkan Khashoggi mengalami interogasi keras yang berujung tindak kekerasan penyiksaan lalu pembunuhan. Interogasi ini terjadi di ruang Konsul Jenderal Saudi Mohammed al-Otaibi.

Sejumlah jurnalis freelance Indonesia melakukan aksi damai di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Jumat, 19 Oktober 2018. Aksi ini menuntut kejelasan atas hilangnya jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, setelah memasuki Konsulat Jenderal Arab Saudi di Turki pada 2 Oktober lalu. TEMPO/Muhammad Hidayat

Otaibi sempat meminta para pelaku untuk keluar membawa Khasoggi agar konsulat tidak terlibat masalah. Pelaku malah mengancam al-Otaibi agar diam jika dia ingin selamat saat kembali ke Saudi.

Para pelaku lalu membawa paksa Khashoggi ke ruang lain dan menyuntiknya dengan cairan berbahaya. Seorang dokter forensik Salah Mohammed al-Tubaigy diduga kuat melakukan mutilasi terhadap tubuh Khashoggi untuk menghilangkan jejak.

Hingga kini jasad Khashoggi belum ditemukan. Satu versi mengatakan jasad itu diserahkan kepada operator lokal untuk dihilangkan dengan dibuang ke sebuah hutan.

Versi lain menyebut ada kemungkinan jasad Khashoggi telah dibawa ke Saudi dengan sebuah koper besar. Ini terlihat dari koper besar yang dibawa seorang petugas intelijen Maher Abdulaziz Mutrib, yang juga merupakan pengawal Putra Mahkota Arab Saudi.

Mutrib terekam kamera CCTV di Bandara Attartuk pada sore hari. "Mutrib yang membawa paspor diplomatik muncul tergesa-gesa," kata sumber itu seperti dilansir Middle East Eye. Satu pesawat sewaan meninggalkan Turki pada sore hari. Dan satu pesawat lagi terbang dari Turki pada malam hari.

Hingga kini, pemerintah Saudi mengaku tidak mengetahui di mana jasad Khashoggi. Dan penjelasan ini semakin menimbulkan tanda-tanya.

Tiga Menteri Luar Negeri Inggris, Prancis, dan Jerman, mengeluarkan pernyataan bersama pada Ahad, 21 Oktober 2018, pasca penjelasan pemerintah Arab Saudi pada Jumat, 19 Oktober 2018, bahwa Khashoggi tewas setelah terjadi perkelahian melawan 15 orang di kantor Konjen itu.

Presiden Donald Trump bersama dengan Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman di Gedung Putih, Washington, 20 Maret 2018. REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo

“Tidak ada yang bisa membenarkan pembunuhan ini dan kami mengecamnya dengan pernyataan paling keras,” begitu bunyi pernyataan dari Menlu Inggris, Jeremy Hunt, Menlu Prancis, Jean-Yves Le Drian, dan Menlu Jerman, Heiko Maas seperti dilansir Anadolu pada Senin, 22 Oktober 2018.

Mereka juga mengatakan,”Tapi tetap ada kebutuhan mendesak untuk klarifikasi mengenai apa yang terjadi pada 2 Oktober – di luar hipotesis yang disampaikan oleh investigasi Saudi, yang membutuh dukungan fakta agar dianggap kredibel.”

Keraguan juga disampaikan penasehat Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, yaitu Yasin Aktay, lewat sebuah tulisan artikel di media Yeni Safak.

“Orang bakal merasa keheranan bagaimana bisa terjadi perkelahian antara 15 orang yang ahli berkelahi melawan seorang Khashoggi yang berusia 60 tahun, sendiri, tidak berdaya,” kata Yasin Aktay, penasehat Presiden Erdogan di Partai Keadilan dan Pembangunan Turki, seperti dilansir Reuters pada Senin, 22 Oktober 2018.

Erdogan dikabarkan bakal mengungkap secara detil kasus ini dalam pasca pertemuannya dengan Partai Keadilan dan Pembangunan Turki pada Selasa, 23 Oktober 2018. Erdogan dan Presiden AS Donald Trump juga bersepakat agar kasus ini diungkap saat berbicara dalam sambungan telepon.

Pemerintah Amerika Serikat mendesak agar kasus ini segera diungkap ke publik secara transparan. Presiden Donald Trump, yang terkesan bersimpati terhadap Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed Bin Salman, mengakui ada kebohongan dan penipuan dalam kasus ini.

Dalam pernyataan terbarunya di Twitter mengenai tewasnya Jamal Khashoggi, kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan para pelaku akan dihukum. “Putra Mahkota tidak tahu menahu soal operasi ini. Kami tidak pernah terlibat dalam perilaku seperti itu dan tidak akan pernah terlibat,” kata Adel al-Jubeir, Menteri Luar Negeri Saudi dalam cuitan di akun Twitter @Ksmofaen. 



Jamal Khashoggi Tewas, Sejumlah Kejanggalan Terungkap | Bang Naga | on Selasa, 23 Oktober 2018 12:00 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Jamal Khashoggi Tewas, Sejumlah Kejanggalan Terungkap
Description: Sejumlah kejanggalan mewarnai kasus tewasnya kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi, di konsulat Saudi di Istanbul, Turki.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1139043/jamal-khashoggi-tewas-sejumlah-kejanggalan-terungkap.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest News

» Tagih Janji Prabowo, Demokrat Klaim Turut Perjuangkan PAN-PKS
» Laga Terakhir Wayne Rooney, Inggris Menang 3-0 Atas AS
» Van Dijk Senang Jika Rekor Bek Termahal Dipecahkan De Ligt
» Polisi Selidiki Unsur Pidana dalam Bencana Alam di Jawa Barat
» Arab Saudi Tolak Usul Turki dan Bela MbS di Kasus Khashoggi
» KPU Tawarkan Syarat Agar OSO Tetap Bisa Jadi Caleg DPD
» PAN Sebut Rugi Kalau Caleg Tak Ikut Kampanyekan Prabowo-Sandi

Karir

Android APK


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
© 2017 - 2018 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

Page loads : seconds