Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2018
Jokowi Izinkan Asing Kuasai 100 Persen Saham di 54 Industri Ini | Pelaporan Grace Natalie dan Polemik Perda Syariah di Indonesia | 5 Alasan Silaturahmi Kekhalifahan Dunia di Sentul Batal Hari Ini | Erick Thohir: Saya Orang Pertama yang Mundur Kalau Jokowi Raja | Pembunuhan di Bekasi, Polisi Ungkap Tujuan Haris Naik Gunung | Keduanya Mapan, Apakah Pernikahan Akan Bahagia? Ini Ramalannya | SUV Chevrolet FNR Carry Concept Mirip Mitsubishi Xpander | Pembunuhan di Bekasi, Ini Alasan Haris Bunuh Dua Anak Diperum | Sandiaga Sebut 3 Kelompok Ini Bakal Jadi Penentu Kemenangan | Hong Kong Open: Depak Ganda Korsel, Begini Cerita Kevin / Marcus | Agar Program Mengena, Kemenpora Susun Road Map Kepemudaan 2019 | Pengendara Sepeda Motor dengan Knalpot Racing Dihukum Push Up | Aktivis Greenpeace Ditangkap Saat Menaiki Kapal Minyak Wilmar | Kualifikasi MotoGP Valencia: Vinales Terbaik, Rossi Urutan 16 | Kubu Jokowi Luncurkan Aplikasi untuk Donasi dan Kampanye | Tekuk Hendra / Ahsan, Kevin / Marcus ke Final Hong Kong Open 2018 | A Man Called Ahok Tembus 1 Juta Penonton, Ahok Kirim Ucapan | Ini Kata Bima Sakti Setelah Timnas Indonesia Ditekuk Thailand | Belajar Hidup Mandiri ala Verrell Bramasta, Apa Ilmunya? | Jokowi Bahas Sawit dan Perikanan dengan PM Kepulauan Solomon |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Kanker Usus Besar Bisa Dicegah dan Diobati, Ini Penjelasan Ahli | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Selasa, 23 Oktober 2018 10:17 WIB

Kanker Usus Besar Bisa Dicegah dan Diobati, Ini Penjelasan Ahli | Berita Tempo Hari Ini

Ilustrasi Kanker. shutterstock.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Kanker usus kembali dibicarakan sejak berita Titi Qadarsih meninggal penyakit tersebut bergulir, Senin, 22 Oktober 2018. Kanker usus besar, menurut spesialis penyakit dalam, Prof Dr Ari Fahrial Syam, melalui keterangan tertulisnya hari ini, Selasa, 23 Oktober 2018, merupakan salah satu kanker yang menyebabkan kematian utama, baik pada wanita maupun pria, di seluruh dunia saat ini. 

Baca juga: Titi Qadarsih Meninggal, Waspada 11 Faktor Risiko Kanker Usus Ini

Namun, menurut Ari, penyakit kanker ini sebetulnya bisa dicegah dan diobati. "Semakin dini ditemukan, semakin baik prognosisnya," ujarnya. Ia menyebutkan, jika kasus kanker usus besar ini ditemukan pada stadium awal, harapan hidup lima tahunnya mencapai 92 persen. Sebaliknya, jika kanker usus ini ditemukan pada stadium IV atau lanjut, harapan hidup lima tahunnya hanya tinggal 12 persen.

Apa yang menjadi penyebab kanker usus besar? Ari menuturkan gaya hidup menjadi salah satu penyebab kanker usus besar tetap bertahan sebagai penyebab utama kematian, dan angka kejadian terus meningkat di tengah masyarakat.

“Dalam praktik saya sehari-hari, kasus kanker usus sudah umum ditemukan. Saat ini bahkan kasus-kasus baru yang ditemukan pada usia yang lebih muda,” ucapnya.

Faktor genetik memang merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker usus besar, tapi gaya hidup merupakan hal utama. Beberapa faktor risiko yang telah teridentifikasi dan konsisten dalam berbagai penelitian, termasuk penelitian di Indonesia, adalah diet tinggi daging merah serta daging olahan serta kurang makan sayur dan buah.

Ari mewanti-wanti soal anjuran diet untuk mengontrol berat badan dengan konsumsi daging merah yang berlebihan dan tidak mengkonsumsi buah karena mengandung karbohidrat. "Itu merupakan anjuran yang menyesatkan," tuturnya.

Satu lagi faktor utama penyebab kanker usus besar adalah rokok. Bukan saja perokok aktif, tapi juga perokok pasif. "Beberapa kasus kanker usus yang saya temukan bukan pada perokok, tapi orang terdekat dan sekitarnya merokok, sehingga mereka yang terkena kanker usus besar tersebut merupakan perokok pasif," kata Ari.

Indonesia masih menjadi surga buat para perokok karena mereka bebas merokok di mana saja. Di beberapa kota besar di negara maju sudah sulit mencari tempat buat merokok.

Faktor risiko lain adalah kegemukan, kurang bergerak, dan peminum alkohol. Ada beberapa faktor risiko yang tidak bisa berubah adalah umur. Umur di atas 50 tahun menjadi batasan umur untuk memulai screening. Faktor genetik berupa riwayat kanker atau polip usus pada keluarga, riwayat penyakit radang usus kronis (inflammatory bowel disease/IBD) sebelumnya, dan riwayat penyakit kencing manis/diabetes mellitus merupakan faktor risiko yang juga harus diantisipasi.

Gejala yang timbul kalau kanker usus sudah terjadi antara lain buang air besar berdarah, pola defekasi yang berubah, baik mudah diare maupun sembelit secara bergantian, sakit perut berulang, berat badan turun, pucat tanpa sebab yang jelas, bahkan apabila teraba benjolan di perut merupakan gejala kanker usus besar.

Penyakit ini, menurut Ari, awalnya tanpa gejala. Karena itu, masyarakat yang mempunyai risiko tinggi mengalami kanker usus besar sebaiknya segera kontrol ke dokter. "Dokter akan melakukan pemeriksaan screening untuk mendeteksi secara dini penyakit ini," ujarnya. Kemudian akan ada pemeriksaan kolonoskopi dan dilanjutkan dengan biopsi merupakan metode utama untuk menemukan kanker usus ini pada usus.

Jika sudah dikenali gejala kanker usus besarnya, berobat adalah pilihan selanjutnya. "Jangan lupa untuk selalu menjaga agar tetap melakukan gaya hidup sehat," ucap Ari sambil mewanti-wanti untuk segera melakukan deteksi dini sehingga harapan hidup masih terbentang ke depan.



Kanker Usus Besar Bisa Dicegah dan Diobati, Ini Penjelasan Ahli | Bang Naga | on Selasa, 23 Oktober 2018 10:17 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Kanker Usus Besar Bisa Dicegah dan Diobati, Ini Penjelasan Ahli
Description: Kanker usus kembali dibicarakan sejak berita Titi Qadarsih meninggal karena penyakit tersebut. Bagaimana mencegah dan mengobatinya?
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1139007/kanker-usus-besar-bisa-dicegah-dan-diobati-ini-penjelasan-ahli.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest News

» Bodyguard Karl Lagerfeld Ikuti Jejak Jadi Desainer
» Jelang Hadapi Kroasia, Kane Ingat Kekalahan di Piala Dunia
» TKN Serahkan Penyelidikan Poster Raja Jokowi ke Timses Daerah
» Beredar Video Messi dan Pogba Seru Bahas Kante
» Ingin ke Mars, NASA Disebut Hadapi Risiko Medis Gravitasi Nol
» Persilakan Reuni 212, Said Aqil Minta Nihil Tendensi Politik
» Kepedulian Legenda Timnas Indonesia untuk Korban Gempa Palu

Karir

Android APK


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
© 2017 - 2018 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

Page loads : seconds