Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2018
Jokowi Izinkan Asing Kuasai 100 Persen Saham di 54 Industri Ini | Pelaporan Grace Natalie dan Polemik Perda Syariah di Indonesia | 5 Alasan Silaturahmi Kekhalifahan Dunia di Sentul Batal Hari Ini | Erick Thohir: Saya Orang Pertama yang Mundur Kalau Jokowi Raja | Pembunuhan di Bekasi, Polisi Ungkap Tujuan Haris Naik Gunung | Keduanya Mapan, Apakah Pernikahan Akan Bahagia? Ini Ramalannya | SUV Chevrolet FNR Carry Concept Mirip Mitsubishi Xpander | Pembunuhan di Bekasi, Ini Alasan Haris Bunuh Dua Anak Diperum | Sandiaga Sebut 3 Kelompok Ini Bakal Jadi Penentu Kemenangan | Hong Kong Open: Depak Ganda Korsel, Begini Cerita Kevin / Marcus | Agar Program Mengena, Kemenpora Susun Road Map Kepemudaan 2019 | Pengendara Sepeda Motor dengan Knalpot Racing Dihukum Push Up | Aktivis Greenpeace Ditangkap Saat Menaiki Kapal Minyak Wilmar | Kualifikasi MotoGP Valencia: Vinales Terbaik, Rossi Urutan 16 | Kubu Jokowi Luncurkan Aplikasi untuk Donasi dan Kampanye | Tekuk Hendra / Ahsan, Kevin / Marcus ke Final Hong Kong Open 2018 | A Man Called Ahok Tembus 1 Juta Penonton, Ahok Kirim Ucapan | Ini Kata Bima Sakti Setelah Timnas Indonesia Ditekuk Thailand | Belajar Hidup Mandiri ala Verrell Bramasta, Apa Ilmunya? | Jokowi Bahas Sawit dan Perikanan dengan PM Kepulauan Solomon |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Beda Kasus Ratna Sarumpaet dan Novel Baswedan Menurut Tim Jokowi | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Minggu, 21 Oktober 2018 09:41 WIB

Beda Kasus Ratna Sarumpaet dan Novel Baswedan Menurut Tim Jokowi | Berita Tempo Hari Ini

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PPP, Asrul Sani. TEMPO/Dhemas Reviyanto

SUMUTkota.com, Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo atau Jokowi-Ma'ruf Amin, Asrul Sani, mengatakan kasus hoax Ratna Sarumpaet berbeda dengan kasus penyerangan Novel Baswedan. Menurut Asrul, pengungkapan kebohongan Ratna oleh tim kepolisian dikarenakan hard evidence yang gampang didapat.

Baca: Hoax Ratna Sarumpaet, Alasan Polisi Tak Panggil Prabowo Bersaksi

"Melihat posisi telepon seluler yang bersangkutan, itu ada di Bandung apa nggak, begitu. Itu dengan gampang bisa dilakukan, jadi nggak bisa dibandingkan apple to apple (dengan kasus penyerangan Novel)," kata Asrul di posko Cemara 19, Jakarta, 20 Oktober 2018.

Untuk kasus Novel Baswedan, Arsul mengatakan permasalahannya adalah tidak adanya hard evidence. Ia menjelaskan hard evidence tersebut dapat berupa saksi yang melihat dan mampu mengidentifikasi pelaku maupun bukti petunjuk seperti rekaman CCTV.

Arsul juga mengatakan masyarakat hendaknya tidak menyalahkan Presiden Jokowi karena kasus Novel Baswedan tak kunjung mendapat titik terang. Anggota komisi III di Dewan Perwakilan Rakyat itu berujar pihak yang seharusnya dipertanyai terus-menerus tentang perkembangan kasus tersebut adalah Polri.

Baca: Disenggol Sandiaga, Susi Pudjiastuti Sindir Kasus Ratna Sarumpaet

"Tidak tertutup kemungkinan, kami fraksi pendukung pemerintahan yang ada di DPR akan menanyakan kepada Polri. Kalau memang tidak bisa diproses, ya harus ada keberanian bahwa pada satu titik tertentu ini unresolved case," tuturnya.

Pada Jum'at lalu, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menilai belum terungkapnya kasus Novel Baswedan termasuk kegagalan Presiden Jokowi memenuhi poin pertama janji hak asasi manusia dalam Nawacita.

"Realitasnya justru pejuang antikorupsi dikriminalisasi," kata koordinator KontraS, Yati Andriani, di kantornya, Jakarta, Jumat, 19 Oktober 2018.

Penyerangan terhadap Novel terjadi pada 11 April 2017. Novel diserang dua orang saat berjalan pulang selepas menunaikan salat Subuh berjamaah di Masjid Ihsan yang tak jauh dari rumahnya, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017. Dua orang berboncengan sepeda motor menyiram air keras ke arah Novel.

Baca: KPK Segera Tagih Perkembangan Kasus Novel Baswedan ke Polri

Sejak penyerangan terjadi hingga kini, Polri belum mampu menangkap pelakunya. Polisi berdalih kesulitan menangkap pelaku lantaran penyidik belum dapat mengidentifikasi dua orang yang menyiram air keras itu.



Beda Kasus Ratna Sarumpaet dan Novel Baswedan Menurut Tim Jokowi | Bang Naga | on Minggu, 21 Oktober 2018 09:41 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Beda Kasus Ratna Sarumpaet dan Novel Baswedan Menurut Tim Jokowi
Description: Wakil Ketua TKN Jokowi - Ma'ruf, Asrul Sani, menjelaskan perbedaan antara kasus hoax Ratna Sarumpaet dan kasus penyerangan Novel Baswedan.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1138379/beda-kasus-ratna-sarumpaet-dan-novel-baswedan-menurut-tim-jokowi.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest News

» Beredar Video Messi dan Pogba Seru Bahas Kante
» Ingin ke Mars, NASA Disebut Hadapi Risiko Medis Gravitasi Nol
» Persilakan Reuni 212, Said Aqil Minta Nihil Tendensi Politik
» Kepedulian Legenda Timnas Indonesia untuk Korban Gempa Palu
» Jokowi Minta XI Jinping Permudah Impor Sarang Walet Indonesia
» PBNU Enggan Laporkan PSI Meski Dukung Perda Syariah
» Eden Hazard Dukung Kylian Mbappe Raih Ballon d'Or 2018

Karir

Android APK


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
© 2017 - 2018 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

Page loads : seconds