Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2018
Desainer Jelaskan Makna Kostum Pria di Film Fantastic Beasts 2 | Giliran Titiek Soeharto Ditantang Netizen 50 Ribu Dapat Apa | Jadwal Hong Kong Open Jumat: 8 Wakil Kejar Semifinal, Ada Jonatan | Tahun Depan Pensiun, Dani Pedrosa Dapat Gelar Legenda MotoGP | Update Huawei Nova 3i Dapat Fitur Kamera Handheld Night Mode | Mobil Terbang Pertama Geely Segera Mendarat di Hainan | Reaksi Lanjutan Kaesang Pangarep Saat Bisnisnya Disindir Jokowi | WhatsApp Uji Fitur QR Code untuk Tambahkan Teman, Ini Manfaatnya | UEFA Nations League: Kroasia Vs Spanyol 3-2, Ada 5 Fakta Penting | Kementerian BUMN Targetkan Desember 2018 Holding Infrastruktur dan Perumahan Terbentuk | Tim UGM Adakan Ekspedisi Arung Jeram Sungai Franklin, Tasmania | Piala AFF 2018, Menakar Pemain Sayap Terbaik Timnas Indonesia | Resmi Cerai, Perempuan di Amerika Hancurkan Gaun Pengantin | Pembunuhan di Bekasi, Pemilik Kontrakan Beri Kesaksian tentang HS | Fashion Muslim Anisa Rahma saat Bulan Madu ke Korea | Ahli Psikologi Politik: Visi Misi Jokowi dan Prabowo Tak Ada Beda | Irwan Mussry Dipuji Awet Muda, Intip 4 Resepnya | Piala AFF: Timnas Indonesia Punya Rekor Buruk di Kandang Thailand | Liga 1 Jumat Hari Ini: Prediksi PSM Makassar Vs Persija Jakarta | Erick Thohir: Olimpiade 2032 Bisa Digelar Jakarta dan Jawa Barat | Jadwal Siaran Langsung Liga 1 Jumat: PSM Makassar Vs Persija | Hasil Bola Jumat Dinihari: Inggris - Jerman Menang, Spanyol Keok | SBY: Dalam Pilpres, Calon Presiden Adalah Super Star | Bulu Tangkis: Catatan Anthony Ginting Setelah Ditekuk Jonatan | Saat Warga Dunia Maya Galang Dana untuk Baiq Nuril | Kisah Toleransi dari Kota Kediri | Pakar Otda Minta Mendagri Tolak Pengunduran Diri Bupati Indramayu | Khofifah Gerakkan Ustazah Menangkan Jokowi - Ma'ruf di Jawa Barat | Satgas Pangan Polri Bakal Kawal Distribusi BBM | Megawati Tak Punya Handphone, Begini Alasannya | Kata Kubu Prabowo Soal Kampanye Udara Kurang Terencana | Konser Musik Symphony of Friendship Digelar KBRI Wellington | KPU Sebut Jumlah Pemilih Sementara Bertambah 4 Juta Lebih | Irwan Mussry Dapat Kejutan, Ini 3 Hadiah yang Bikin Melting | Titiek Janji Bila Prabowo Menang RI Akan Seperti Era Soeharto | PT KAI Luncurkan Kereta Komuter Jateng-DIY, Berwisata Kian Mudah | Hanum & Rangga Panen Rating Bintang Lima, Ini Faktanya | Pembunuhan Satu Keluarga, Para Guru Gemetar dan Memulangkan Siswa | X-Ray Bandara Rekam Koper Pembunuh Jamal Khashoggi, Apa Isinya? | Pramugari Gambar Jendela Buatan untuk Penumpang Pesawat | Megawati: Kasihan Prabowo, Kenapa Orang di Lingkungannya Begitu? | Prabowo - Sandi Janji Angkat Honorer Menjadi ASN | Saling Sindir Anies-Prasetio, DPRD DKI: 3 Kekumuhan Tanah Abang | Desainer Jelaskan Makna Kostum Pria di Film Fantastic Beasts 2 | Giliran Titiek Soeharto Ditantang Netizen 50 Ribu Dapat Apa | Jadwal Hong Kong Open Jumat: 8 Wakil Kejar Semifinal, Ada Jonatan | Anisa Rahma Bulan Madu ke Korea, Manisnya Busana Muslim Ala Korea | Tahun Depan Pensiun, Dani Pedrosa Dapat Gelar Legenda MotoGP | Update Huawei Nova 3i Dapat Fitur Kamera Handheld Night Mode | Mobil Terbang Pertama Geely Segera Mendarat di Hainan | Reaksi Lanjutan Kaesang Pangarep Saat Bisnisnya Disindir Jokowi | WhatsApp Uji Fitur QR Code untuk Tambahkan Teman, Ini Manfaatnya | UEFA Nations League: Kroasia Vs Spanyol 3-2, Ada 5 Fakta Penting |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Komnas HAM Minta Jokowi Prioritaskan Kasus Pelanggaran HAM | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Minggu, 21 Oktober 2018 06:57 WIB

Komnas HAM Minta Jokowi Prioritaskan Kasus Pelanggaran HAM | Berita Tempo Hari Ini

Komisioner Komnas HAM Amiruddin saat menerima Ketua Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965/1966 (YPKP 65) Bedjo Untung di Gedung Komnas HAM, Jakarta, 15 November 2017. YPKP 65 melaporkan bukti baru berupa penemuan kuburan massal di Grobogan, Purwodadi, Jawa Tengah. TEMPO/Subekti.

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi lambat menangani penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM. Kominioner Komnas HAM, Amiruddin, mengatakan upaya pemerintah menangani kasus tersebut kerap berhenti di level perintah presiden.

Baca: 3 Jenis Kasus Pelanggaran HAM Ini Tak Selesai di Era Jokowi

"Sampai sekarang belum ada usaha pemerintah menyelesaikan. Kasus-kasus itu mau ditangani seperti apa, ini yang ditunggu," kata Amiruddin kepada Tempo saat ditemui seusai konferensi pers 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK dan Penegakan HAM di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat, 19 Oktober 2018.

Amiruddin mencontohkan kasus intoleransi seperti penyerangan terhadap kelompok Ahmadiyah di Lombok Timur pada 19-20 Mei lalu. Sampai sekarang, pemerintah dinilai belum memiliki kuasa untuk menjamin kebebasan masyarakat berekspresi dan memeluk agama. Akhirnya, kasus itu mandek dan tak menemui jalan terang.

Menurut Amiruddin, seharusnya pemerintah melakukan prioritas supaya kasus-kasus HAM tidak terabaikan. Pertama, ujar dia, percepatan penyidikan. "Kalau ada percepatan penyidikan, pengadilan bisa digelar," ujarnya.

Baca: Komnas HAM Beri Rapor Merah Penuntasan HAM di era Jokowi

Selanjutnya, jika pengadilan digelar, vonis hakim akan segera menentukan status pokok perkara. "Apa pun putusan pengadilan ya silakan," ujarnya.

Kedua, kata dia, menyiapkan dasar hukum untuk kasus-kasus yang akan direkonsiliasi. Menurut Amiruddin, sampai saat ini, pemerintah baru mewacanakan rekonsiliasi, namun belum merumuskan dasar hukum.

Di samping itu, kata dia, aduan terus bermunculan. "Yang dilaporkan jumlahnya ratusan," ujar Amiruddin. Apalagi, kini tengah mencuat kasus-kasus pelanggaran HAM yang berkaitan dengan pembebasan lahan dan proyek-proyek agraria. Menurut Amiruddin, ada sekitar 400 kasus laporan. Namun, penyelesaiannya nihil.



Komnas HAM Minta Jokowi Prioritaskan Kasus Pelanggaran HAM | Bang Naga | on Minggu, 21 Oktober 2018 06:57 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Komnas HAM Minta Jokowi Prioritaskan Kasus Pelanggaran HAM
Description: Kominioner Komnas HAM, Amiruddin, mengatakan upaya pemerintahan Jokowi menangani kasus tersebut kerap berhenti di level perintah presiden.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1138350/komnas-ham-minta-jokowi-prioritaskan-kasus-pelanggaran-ham.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest News

» Menerka Cerita Cap Satria Piningit Prabowo dan Raja Jokowi
» Hasil Lengkap UEFA Nations League Jumat Dini Hari
» Sriwijaya Air Punya Utang Perawatan Pesawat ke Garuda Rp433 M
» Jokowi Sebut ASEAN Ikut Buka 550 Ribu Lapangan Kerja di AS
» Sandiaga Akan Datangi Keluarga Pendiri NU untuk Minta Maaf
» PDIP Tuding Poster Raja Jokowi Upaya Gembosi Suara di Jateng
» FPI soal Turunnya Pengaruh Rizieq: LSI Lembaga Propoganda

Karir

Android APK


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
© 2017 - 2018 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

Page loads : seconds