Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2018
Mata Panda? Coba Atasi dengan Cara Mudah Ini | Daerah dengan Perda Syariah dan Injil dari Aceh hingga Papua | Maia Estianty - Irwan Mussry Tampak Bahagia, Apa Kata Suhu Naga? | Dukung Perda Syariah, PPP: Mencegah yang Mungkar | Cerita 50 Keluarga di Desa Kelor Tangerang Berebut 1 Toilet Umum | Luna Maya Tak Percaya Ada Cinta tapi Tak Memiliki | Xiaomi Mi Mix 3 Diklaim Tahan 600 Ribu Slide | Merasa Lucu, Joe Taslim Tertantang Main Film Komedi | Tiga Agenda Menanti Jokowi di KTT APEC di Papua Nugini | Partai Koalisi Berebut Ekor Jas Jokowi - Prabowo di Pilpres 2019 | Ada Rekaman Percakapan Sebelum Jamal Khashoggi Tiba di Konsulat | Luruskan Kabar Negatif, Billy Syahputra Buat Akun Youtube | Beauty Vlogger Kekeyi: Apa Orang Pendek Gendut Tak Bisa Cantik? | Cara Gombal Justin Bieber kepada Hailey Baldwin | Selain Mata, Ini Persamaan Luna Maya dan Suzzanna | Christian Bautista Menikah di Bali | Atlet Difabel Ingatkan Pentingnya Sekolah Khusus buat Disabilitas | Paket Kebijakan 16 , Ekonom: Investor Masih Temui Hambatan | Honda CBR250RR Pemenang HMC Motif Ukiran, Biaya Modif Rp 60Juta | Airlangga Ingin Batam Jadi Tujuan Investasi Industri Manufaktur | Dinkes: 27 Persen Warga Kabupaten Tangerang Masih BAB Sembarangan | Bantah Kesimpulan CIA soal Jamal Khashoggi, Trump Bela Arab Saudi | 1000 Orang Hilang dalam Kebakaran Besar di California | Wisata Hutan Bambu di Bekasi Timur Seret, Ini Daftar Keluhan Tamu | Modifikasi Mobil AMMDes, Bisa Angkut Motor Trail | Jelang Konser, Merchandise Blackpink Laku Keras! Intip Triknya | Lewati Apple, Huawei Target Kalahkan Smartphone Samsung pada 2020 | Jalan Trans Papua Barat Hubungkan 4 Destinasi Wisata Unggulan | Pasar Motor Sport Anjlok, Begini Strategi Honda Mendongkraknya | Survei 41 Masjid Terpapar Radikalisme, BIN: Ceramah Harus Sejuk | Libur Weekend Belum Berakhir di Yogyakarta, Nikmati 3 Agenda Ini | Luna Maya Bicara Cinta dan Tak Cinta, Memiliki dan Sisa Perasaan | Mahfud MD Sebut Perda Syariah Berpotensi Diskriminasi | Di Forum APEC, Jokowi Pamer Revolusi Industri 4.0 | Inikah Tempat Tidur Termahal di Inggris? | Prediksi Bali United Vs Persebaya Surabaya di Ajang Liga 1 | Tak Komentari Ketua PSI, Ini Sikap Yenny Wahid Soal Perda Syariah | Mitsubishi Triton Dijual di Thailand Rp 327 Juta | Liga 1 Ahad Ini: Prediksi PSIS Semarang Vs Persib Bandung | Final Hong Kong Open: Head-to-Head Kevin/Marcus Vs Kamura/Sonoda | Suzuki Ignis Modifikasi Curi Perhatian di IMX 2018 | Yenny Wahid Sebut Perempuan Kunci Kemenangan Jokowi - Ma'ruf | Mahfud MD: Perda Syariah dan Perda Sejenisnya Hanya Sia-sia | Skybridge Tanah Abang Belum Rampung, Ini Keluhan Warga jakarta | Penjelasan Kemenperin Soal Mobil Nasional dan Dampaknya | Bangkai Hiu Besar Terdampar di Pantai Irlandia Utara | Xiaomi Mi A2 Dapat Pembaruan Android Pie Stabil | PDIP Soal Poster Raja Jokowi di Jateng: Kampanye Hitam Gaya Baru | Dikritik Tak Pernah Bicara Program Kerja, Sandiaga: Fokus Ekonomi | Skybridge Punya Toilet Pintar, Pedagang: Saya Ga Paham Apa Itu? | 3 Kali Target Skybridge Molor, PD Sarana Tak Sebut Kapan Siap | PDIP Sebut Jokowi - Ma'ruf Lemah di Tujuh Wilayah Jawa Barat | Demam Tik Tok Sudah Merambah Amerika, Anda Sudah Punya? | Dampak Jangka Panjang dan Pendek Paket Kebijakan Ekonomi Ke - 16 | Lima DPC PDIP Janjikan Suara Jokowi - Ma'ruf 60 persen | Piala AFF: Kalahkan Timnas Indonesia, Apa Kata Pelatih Thailand? | Jadwal Liga 1 Ahad Ini: PSIS Vs Persib, Bali United Vs Persebaya | Video Viral Soal Kebersihan Hotel, Otoritas Cina Investigasi | Konvensi Keanekaragaman Hayati Bahas Mikroplastik Laut Indonesia | Timnas Indonesia Ditekuk Thailand, Alasan Bima Pilih Awan Setho | Anggota DPRD Kritik Rencana Anies Pasang Jaring Raksasa di Sungai | Kata Kevin / Marcus Setelah Menyingkirkan Hendra / Ahsan | Belajar dari Pembunuhan di Bekasi, Cek 5 Jurus Cegah Konflik Ini | Hasil UEFA Nations League: Portugal ke Semifinal, 3 Tim Promosi | Terasa Adem, Puluhan Orang Ngaso di Bawah Skybridge Tanah Abang | Hasil Bola Ahad Dinihari: Italia Vs Portugal 0-0, Swedia Menang | Piala AFF, Kalah dari Thailand, Bima: Semuanya Sudah Terlambat | MMA One Championship: Priscilla Hertati Tekuk Petarung Filipina | Tundukkan Federer, Alexander Zverev ke Final ATP Finals | Cuaca Jakarta Hari ini, Berawan dan Hujan Lokal | YLKI: Jika Merpati Terbang Lagi, Bisa Jaga Keseimbangan Industri | Mahfud MD: Perda Syariah dan Perda Sejenisnya Hanya Sia-sia | Erick Thohir: Saya Orang Pertama yang Mundur Kalau Jokowi Raja | Ziarah ke Makam Abah Sepuh, Prabowo Lakukan Hal Tak Lazim | Hasil UEFA Nations League: Portugal ke Semifinal, 3 Tim Promosi | Anggota DPRD Kritik Rencana Anies Pasang Jaring Raksasa di Sungai | Piala AFF, Kalah dari Thailand, Bima: Semuanya Sudah Terlambat | Prabowo Kritik Gaji TNI, Polisi, dan Guru Kecil | Klasemen Piala AFF: Ditekuk Thailand, Indonesia Susah Lolos | Tolak Perda Syariah, Grace Natalie: Saya Tak Anti-agama | Said Aqil Siradj Sindir Polri soal Kasus Pembakaran Bendera | Mata Panda? Coba Atasi dengan Cara Mudah Ini | Daerah dengan Perda Syariah dan Injil dari Aceh hingga Papua | Maia Estianty - Irwan Mussry Tampak Bahagia, Apa Kata Suhu Naga? | Dukung Perda Syariah, PPP: Mencegah yang Mungkar | Cerita 50 Keluarga di Desa Kelor Tangerang Berebut 1 Toilet Umum | Luna Maya Tak Percaya Ada Cinta tapi Tak Memiliki | Xiaomi Mi Mix 3 Diklaim Tahan 600 Ribu Slide | Merasa Lucu, Joe Taslim Tertantang Main Film Komedi | Tiga Agenda Menanti Jokowi di KTT APEC di Papua Nugini | Partai Koalisi Berebut Ekor Jas Jokowi - Prabowo di Pilpres 2019 |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Tim Prabowo | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Minggu, 21 Oktober 2018 06:07 WIB

Tim Prabowo | Berita Tempo Hari Ini

Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jabodetabek dan Banten menggelar aksi bela rupiah di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 14 September 2018. TEMPO/Subekti

SUMUTkota.com, Jakarta - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Handi Risza Idris mengatakan kebijakan ekonomi yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo alias Jokowi belum efektif menahan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Akibatnya, neraca dagang harus terus mengalami defisit sehingga menyebabkan melebarnya defisit transaksi berjalan dan berdampak pada pelemahan rupiah.

"Perlu ada action, pemerintah belum efektif untuk menahan laju pelemahan rupiah. Perlu langkah berani dari kepemimpinan Presiden Jokowi," kata Handi ditemui usai menjadi pembicara dalam acara diskusi bertajuk "Dollar Menguat, Benarkah Indonesia Menuju Krisis?" di Rumah Makan Mbok Berek, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu, 20 Oktober 2018.

Adapun merujuk Kurs Referensi Jakarta Interbank Dollar Spot (JISDOR) nilai tukar rupiah tercatat ke level Rp 15.221 per dolar AS. Nilai tersebut melemah dibandingkan pada Kamis, 18 Oktober 2018 yang mencapai Rp 15.187 per dollar AS.

Merujuk data RTI, pada Sabtu, 20 Oktober 2018 hingga pukul 17.00 WIB, nilai tukar rupiah telah bertengger ke level Rp 15.197 per dollar AS. Sebelumnya, sekitar pukul 14.00 WIB, rupiah sempat melemah ke level Rp 15.157per dolar AS.

Handi mengatakan sejauh ini, kebijakan pemerintah belum efektif untuk menahan laju karena sasaran belum tepat. Misalnya, ia mencontohkan bahwa kebijakan kenaikan tarif PPh impor 1.147 barang konsumsi hanya menyasar barang-barang yang memiliki nilai kecil.

Sebab, jika ditotal nilainya hanya mencapai 10 persen dari total impor. Karena itu nilainya tidak terlalu signifikan untuk menekan jumlah impor. "Kenapa bukan impor baja yang dikurangi atau dinaikkan tarifnya, padahal bahan itu berpengaruh besar terhadap neraca," kata Handi.

Selain itu, Handi juga mengatakan untuk menahan pelemahan rupiah, pemerintah juga perlu memikirkan opsi untuk mengurangi subsidi atau menaikkan harga bahan-bakar minyak (BBM). Handi juga mengatakan sejauh ini belum ada penyelesain masalah ekonomi secara struktural. Dalam hal ini, industrialisasi belum berjalan maksimal di era kepemimpinan Jokowi.

"Pak Jokowi berasumsi bahwa dengan memperbaiki infrastruktur itu bisa menyelesaikan masalah, ngga tahunya engga. Industri justru keteteran," kata dia.

Padahal, Handi menjelaskan, pemerintah telah mengeluarkan 16 paket kebijakan. Namun ternyata semua hal itu belum terlihat nyata dampaknya.

Menurut Handi, keputusan pemerintah untuk menetapkan mengubah asumsi makro nilai tukar rupiah Rp 15.000 per dolar AS pada 2019 adalah salah satu buktinya. Bahwa kondisi fundamental masih belum kuat dan kebijakan ekonomi belum sepenuhnya efektif.



Tim Prabowo | Bang Naga | on Minggu, 21 Oktober 2018 06:07 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Tim Prabowo
Description: Tim Prabowo - Sandiaga menilai kebijakan Jokowi tak efektif menahan pelemahan rupiah.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1138312/tim-prabowo-sandiaga-kebijakan-jokowi-gagal-jaga-rupiah.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest News

» Masalah Rem, Honda Recall 64 Ribu Kendaraan di AS
» Tips William Wongso untuk Mengolah Cumi Agar Tak Alot
» BIN Bantah Suap Ormas Mahasiswa yang Kritisi Pemerintah
» Melawan Kebotakan Alam Pakidulan Sukabumi
» Evan Dimas: Timnas Indonesia Bakal Mati-matian Lawan Filipina
» Trump Sebut Bakal Ungkap Pembunuh Khashoggi dalam 2 Hari
» 'Meluncur' ke Geopark Ciletuh-Palabuhanratu

Karir

Android APK


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
© 2017 - 2018 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

Page loads : seconds