Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Mengenal Kanker Usus, Penyakit yang Diderita Istri Ustaz Maulana | Dukung Jokowi, Wali Kota Cirebon: Saya Tak Pakai Fasilitas Negara | Supermoon Dikaitkan dengan Bencana, Ini Kata Pegiat Astronomi | Klasemen Liga Italia Pekan Ke-20: Napoli Vs Lazio 2-1 | LBH Jakarta Curiga Dirut PAM Jaya Pertahankan Swastanisasi Air | Menhan Inggris Diduga Punya Tisu Toilet Bergambar Vladimir Putin | Ditantang Boy William, Jokowi Siap Loncat Dari Helikopter | Top Skor Liga Spanyol: Tambah Gol, Messi dan Suarez Menjauh | Malam ini Supermoon, Bulan Purnama Akan Membesar dan Lebih Terang | Liga Inggris: Kata Pochettino Setelah Tottenham Tekuk Fulham | Piala Asia: Kalahkan Oman, Iran Lolos ke Perempat Final | Klasemen Liga Spanyol Pekan Ke-20: Barcelona Vs Leganes 3-1 | Jokowi Suka Kuliner, Intip Makanan Bogor yang jadi Favoritnya | Klasemen Liga Inggris Pekan Ke-23: Man City dan Tottenham Menang | Gading Marten Menjadi Aktor Terbaik di Piala Maya | MotoGP: Jorge Lorenzo Cedera Menjelang Peluncuran Motor Honda | Israel Kembangkan Nuklir Tanpa Sepengetahuan Pemerintah | Barcelona Vs Leganes 3-1, Trio DSM Berbagi Gol | AC Milan Dapatkan Piatek, Begini Kata Gennaro Gattuso | PSSI Masih Mungkin Gelar KLB untuk Cari Ketua Umum | Liga Inggris: Harry Winks Penyelamat Tottenham di Kandang Fulham | Huddersfield Vs Manchester City 0-3, Guardiola Kurang Puas | Piala Asia: Kalahkan Thailand 2-1, Cina Melaju ke Perempat Final | Piala Asia: Vietnam Bikin Kejutan, Lolos ke Perempat Final | Bos Manchester City Tak Pikirkan Laga MU Vs Liverpool | Hasil Liga Inggris, Fulham Vs Tottenham Hotspur 1-2 | Menangkan Piala Maya, Luna Maya Tertawa Seperti Suzanna | Ifan Seventeen Buat Dokter Heran Saat Temukan Jenazah Istri | Siapa Usulkan Pembebasan Abu Bakar Baasyir? Simak Pengakuan Ini | Mahathir Mohamad: Singapura Pisah dari Malaysia Adalah Tepat | 15 Mobil Terlaris 2018, Toyota Avanza - Mitsubishi Xpander Sengit | Menurut Jan Ethes Pekerjaan Jokowi Bukan Presiden | Tinju Dunia Hari Ini: Pacquiao Diunggulkan Atas Broner | Top Skor Liga Inggris: Cetak Dua Gol, Mohamed Salah Melesat | Sangar! Si Mungil Suzuki Jimny Diubah Menjadi Monster Truck | Baasyir Dibebaskan, ICJR Mnta Jokowi Lakukan 3 Hal Ini | Pembebasan Abu Bakar Baasyir Berpotensi Kacaukan Sistem Hukum | Resignation is the Best Decision: PSSI Chairman | Mengenal Kanker Usus, Penyakit yang Diderita Istri Ustaz Maulana | Dukung Jokowi, Wali Kota Cirebon: Saya Tak Pakai Fasilitas Negara | Supermoon Dikaitkan dengan Bencana, Ini Kata Pegiat Astronomi | Klasemen Liga Italia Pekan Ke-20: Napoli Vs Lazio 2-1 | LBH Jakarta Curiga Dirut PAM Jaya Pertahankan Swastanisasi Air | Menhan Inggris Diduga Punya Tisu Toilet Bergambar Vladimir Putin | Ditantang Boy William, Jokowi Siap Loncat Dari Helikopter | Top Skor Liga Spanyol: Tambah Gol, Messi dan Suarez Menjauh | Malam ini Supermoon, Bulan Purnama Akan Membesar dan Lebih Terang |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Pembentukan Pengadilan Pertanahan | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Jumat, 19 Oktober 2018 07:30 WIB

Pembentukan Pengadilan Pertanahan | Berita Tempo Hari Ini

Warga mengangkat sertifikat tanah mereka yang dibagikan oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi dalam acara Penyerahan Sertifikat Tanah Untuk Rakyat di kawasan Marunda, Jakarta Utara, Rabu, 17 Oktober 2018. Dalam acara tersebut, Jokowi membagikan 10 ribu sertifikat tanah untuk masyarakat di 13 kelurahan di Jakarta Utara. ANTARA/Dhemas Reviyanto

Enrico Simanjuntak 
Kandidat Doktor Hukum Universitas Indonesia

Sebagai rancangan undang-undang prioritas pertama pada 2018, pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertanahan ditargetkan rampung dan akan disahkan secepat mungkin. Sebelum terlambat, kiranya pemerintah dan parlemen bersedia memperhatikan salah satu poin krusial dalam pembahasan rancangan inisiatif DPR tersebut, yakni rencana pembentukan Pengadilan Khusus Pertanahan di bawah lingkungan peradilan umum.

Tanpa kajian dan analisis mendalam, terutama pembahasan bersama dengan pemangku kepentingan, seperti institusi peradilan, pembentukan Pengadilan Khusus Pertanahan selalu ditawarkan sebagai solusi ampuh mengatasi masalah benang kusut sengketa pertanahan/agraria. Benarkah?

Sejatinya, sengketa pertanahan memiliki banyak wajah dan melibatkan beragam isu hukum. Maka, penyelesaiannya akan melibatkan multi-yurisdiksi jalur penyelesaian hukum, baik secara perdata (peradilan umum, peradilan agama) atau pidana (peradilan umum) maupun administrasi (peradilan tata usaha negara). Maka, sulit membayangkan hadirnya satu peradilan tunggal pertanahan yang mampu menjangkau semua yurisdiksi hukum terkait dengan masalah pertanahan.

Memposisikan pengadilan pertanahan berada di lingkungan peradilan umum sama saja dengan menambah beban berat lingkungan peradilan umum. Ini juga menjauhkan sasaran efektivitas dan efisiensi penyelesaian perkara berdasarkan spesialisasi hakim. Urgensi masuknya hakim ad hoc pertanahan juga perlu ditimbang. Semestinya, masalah rekrutmen hakim ad hoc pengadilan tindak pidana korupsi atau pengadilan hubungan industrial harus menjadi cermin bagi pembuat undang-undang dalam menawarkan opsi hakim ad hoc pertanahan.

Permasalahan di hulu adalah pluralisme yurisdiksi pemutus sengketa pertanahan ini tidak dapat dipisahkan dari sistem stelsel pendaftaran tanah secara negatif. Hal ini telah diakui secara tersirat oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (2013: 32). Dalam sistem ini, negara tidak sepenuhnya menjamin lalu lintas perpindahan hak atas tanah. Secara yuridis formal, sertifikat hak atas tanah merupakan tanda bukti hak. Tapi, sepanjang masih dapat dipersoalkan oleh pihak lain, kepastian hukum pemegang hak akan selalu lepas dari kompensasi dan pertanggungjawaban hukum negara.

Posisi kantor pertanahan sebagai representasi pemerintah (dan negara) tak ubahnya penonton pasif dalam pertempuran hukum masyarakat yang bersengketa. Negara tidak dapat berbuat banyak dan cenderung absen bertindak sebagaimana seharusnya, yakni sebagai penjamin hak-hak atas tanah masyarakat.

Ironisnya, jenis hukum acara yang rencananya digunakan oleh pengadilan pertanahan adalah hukum acara perdata yang jelas bukan merupakan bagian dari instrumen hukum publik. Pilihan yang tidak disertai dasar argumentasi hukum ini digunakan hanya karena desain pengadilan pertanahan berada di bawah lingkungan peradilan umum.

Perubahan kiblat sistem pendaftaran tanah, dari stelsel negatif ke stelsel positif, yang dijanjikan dalam RUU Pertanahan akan rancu dan kontraproduktif dengan desain serta kedudukan pengadilan pertanahan yang direncanakan. Konsekuensi yuridis berlakunya stelsel pendaftaran positif adalah menuntut sikap proaktif administrator pemerintah di bidang pertanahan dalam melindungi kepentingan warga negara. Maka, peran hukum administrasi akan meningkat signifikan karena data dan arsip publik pertanahan akan menjadi basis acuan perlindungan hukum bagi para pihak.

Begitu juga bila sebidang tanah akan dimanfaatkan, ia harus selalu disesuaikan dengan aturan hukum publik. Hak-hak atas tanah yang bersifat individual akan selalu disesuaikan dengan kaidah hukum publik, seperti dalam kebijakan tata ruang pemerintah.

Jika desain dan kedudukan pengadilan pertanahan dipaksakan seperti versi RUU Pertanahan sekarang, ia tidak sejalan dengan maksud reforma agraria. Selain itu, semua pelajaran hukum mahasiswa tingkat pertama harus direvisi total agar mahasiswa tidak terasing dan terheran-heran menyaksikan kontradiksi kaidah hukum (acara) perdata digunakan dalam menegakkan aturan pertanahan yang akan beralih ke hukum publik.



Pembentukan Pengadilan Pertanahan | Bang Naga | on Jumat, 19 Oktober 2018 07:30 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Pembentukan Pengadilan Pertanahan
Description: Sebagai rancangan undang-undang prioritas pertama pada 2018, pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertanahan ditargetkan rampung dan akan disahkan secepat mungkin.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1137813/pembentukan-pengadilan-pertanahan.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest News

» Menu Makanan Orang Eskimo untuk Jaga Tubuh Tetap Hangat
» Bom Tewaskan 20 Polisi, Ribuan Warga Kolombia Berunjuk Rasa
» Edy Mundur, Asprov PSSI Jatim Optimistis dengan Joko Driyono
» Aksi Ambil Untung Pasar akan Tekan Pergerakan IHSG
» Jakarta Masuki Fase Waspada DBD
» Serangan Bom Mobil Tewaskan Delapan Pasukan Afghanistan
» Klasemen Liga Inggris Usai Man City dan Tottenham Menang

Karir

Android APK


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
© 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

Page loads : seconds