Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2018
Mobil Terbang Pertama Geely Segera Mendarat di Hainan | Reaksi Lanjutan Kaesang Pangarep Saat Bisnisnya Disindir Jokowi | WhatsApp Uji Fitur QR Code untuk Tambahkan Teman, Ini Manfaatnya | UEFA Nations League: Kroasia Vs Spanyol 3-2, Ada 5 Fakta Penting | Kementerian BUMN Targetkan Desember 2018 Holding Infrastruktur dan Perumahan Terbentuk | Tim UGM Adakan Ekspedisi Arung Jeram Sungai Franklin, Tasmania | Piala AFF 2018, Menakar Pemain Sayap Terbaik Timnas Indonesia | Resmi Cerai, Perempuan di Amerika Hancurkan Gaun Pengantin | Pembunuhan di Bekasi, Pemilik Kontrakan Beri Kesaksian tentang HS | Fashion Muslim Anisa Rahma saat Bulan Madu ke Korea | Ahli Psikologi Politik: Visi Misi Jokowi dan Prabowo Tak Ada Beda | Irwan Mussry Dipuji Awet Muda, Intip 4 Resepnya | Piala AFF: Timnas Indonesia Punya Rekor Buruk di Kandang Thailand | Liga 1 Jumat Hari Ini: Prediksi PSM Makassar Vs Persija Jakarta | Erick Thohir: Olimpiade 2032 Bisa Digelar Jakarta dan Jawa Barat | Jadwal Siaran Langsung Liga 1 Jumat: PSM Makassar Vs Persija | Hasil Bola Jumat Dinihari: Inggris - Jerman Menang, Spanyol Keok | SBY: Dalam Pilpres, Calon Presiden Adalah Super Star | Bulu Tangkis: Catatan Anthony Ginting Setelah Ditekuk Jonatan | Saat Warga Dunia Maya Galang Dana untuk Baiq Nuril | Kisah Toleransi dari Kota Kediri | Pakar Otda Minta Mendagri Tolak Pengunduran Diri Bupati Indramayu | Khofifah Gerakkan Ustazah Menangkan Jokowi - Ma'ruf di Jawa Barat | Satgas Pangan Polri Bakal Kawal Distribusi BBM | Megawati Tak Punya Handphone, Begini Alasannya | Kata Kubu Prabowo Soal Kampanye Udara Kurang Terencana | Konser Musik Symphony of Friendship Digelar KBRI Wellington | KPU Sebut Jumlah Pemilih Sementara Bertambah 4 Juta Lebih | Irwan Mussry Dapat Kejutan, Ini 3 Hadiah yang Bikin Melting | Titiek Janji Bila Prabowo Menang RI Akan Seperti Era Soeharto | PT KAI Luncurkan Kereta Komuter Jateng-DIY, Berwisata Kian Mudah | Hanum & Rangga Panen Rating Bintang Lima, Ini Faktanya | Pembunuhan Satu Keluarga, Para Guru Gemetar dan Memulangkan Siswa | X-Ray Bandara Rekam Koper Pembunuh Jamal Khashoggi, Apa Isinya? | Pramugari Gambar Jendela Buatan untuk Penumpang Pesawat | Megawati: Kasihan Prabowo, Kenapa Orang di Lingkungannya Begitu? | Prabowo - Sandi Janji Angkat Honorer Menjadi ASN | Saling Sindir Anies-Prasetio, DPRD DKI: 3 Kekumuhan Tanah Abang | Mobil Terbang Pertama Geely Segera Mendarat di Hainan | Reaksi Lanjutan Kaesang Pangarep Saat Bisnisnya Disindir Jokowi | WhatsApp Uji Fitur QR Code untuk Tambahkan Teman, Ini Manfaatnya | UEFA Nations League: Kroasia Vs Spanyol 3-2, Ada 5 Fakta Penting | Kementerian BUMN Targetkan Desember 2018 Holding Infrastruktur dan Perumahan Terbentuk | Tim UGM Adakan Ekspedisi Arung Jeram Sungai Franklin, Tasmania | Piala AFF 2018, Menakar Pemain Sayap Terbaik Timnas Indonesia | Resmi Cerai, Perempuan di Amerika Hancurkan Gaun Pengantin | Pembunuhan di Bekasi, Pemilik Kontrakan Beri Kesaksian tentang HS | Fashion Muslim Anisa Rahma saat Bulan Madu ke Korea |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

PUPR: Bantuan Pembangunan Rumah Korban Gempa Diserahkan ke Pokmas | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Kamis, 18 Oktober 2018 09:01 WIB

PUPR: Bantuan Pembangunan Rumah Korban Gempa Diserahkan ke Pokmas | Berita Tempo Hari Ini

Warga korban gempa mulai membangun sendiri rumah sementara setelah dua bulan lebih pascagempa di Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Selasa, 9 Oktober 2018. Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, progres hasil verifikasi menunjukkan rumah rusak akibat gempa di Lombok dan Sumbawa berjumlah 177.280 unit. ANTARA/Ahmad Subaidi

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Jakarta -Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR menyatakan penyaluran bantuan untuk pembangunan rumah yang rusak pascabencana gempa bumi di Nusa Tenggara Barat atau NTB akan disampaikan lewat kelompok masyarakat atau Pokmas yang dibentuk di tingkat kecamatan.

BACA:Tanah Bergerak di Tangerang Bukan Likuifaksi, Ini Alasannya

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan pembentukan Pokmas dimaksudkan untuk menjamin akuntabilitas bahwa penerima bantuan tepat sasaran, yaitu korban bencana yang rumahnya rusak berat.

Dia menjelaskan bahwa prosesnya dimulai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten, kemudian disampaikan ke rekening warga, yang membentuk Pokmas. Warga menyerahkan kuasa kepada Pokmas untuk membeli bahan bangunan yang dibutuhkan sesuai kebutuhan.

"Dengan adanya Pokmas, warga jadi saling mengecek penyalurannya dipastikan untuk rumah yang rusak berat dan memastikan uang bantuan dipakai untuk membangun kembali rumah warga," kata Basuki saat meninjau lokasi pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat atau RISHA di Mataram, Rabu, 17 Oktober 2018.

Menurutnya, saat ini sudah terbentuk 430 Pokmas korban bencana gempa di NTB yang masing-masing beranggotakan 10-20 orang.

Untuk mempercepat penyaluran bantuan, pemerintah telah menyederhanakan format pencairan dana perbaikan rumah dari sebelumnya 17 formulir menjadi 1 formulir saja.

Pembentukan Pokmas merupakan bagian pelibatan masyarakat secara gotong royong atau yang dikenal dengan metode Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat dan Permukiman berbasis Komunitas atau Rekompak.

Masyarakat akan dibantu tim pendamping dalam membangun kembali rumahnya dengan teknologi rumah tahan gempa yang beranggotakan sembilan orang, terdiri atas Tim Balitbang, TNI/Polri, fasilitator, relawan, dan mahasiswa KKN Tematik.

Basuki menyatakan rumah tahan gempa yang dibangun tidak harus menggunakan RISHA, tapi bisa teknologi lainnya.

"Masing-masing warga kebutuhannya berbeda, ada yang ingin bangun RISHA, Rumah Instan Kayu (RIKA), serta Rumah Kayu dan Konvensional (RIKO)," ujarnya.

Kementerian PUPR mengungkapkan tantangan dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga korban gempa NTB adalah verifikasi jumlah rumah rusak berat yang berhak menerima bantuan.

"Dari segi administrasi terkadang ada yang nama atau alamatnya duplikasi. Proses verifikasi ini di lapangan juga dibantu pengecekan oleh Pokmas," terang Basuki.

Dukungan percepatan pembangunan RISHA juga dilakukan BUMN Karya di antaranya PT Waskita Karya (Persero) Tbk, yang telah membuka Batching Plant atau area untuk memproduksi panel beton dalam skala besar di Kecamatan Praya dan Kecamatan Labu Api.

Baca berita tentang gempa lainnya di Tempo.co.



PUPR: Bantuan Pembangunan Rumah Korban Gempa Diserahkan ke Pokmas | Bang Naga | on Kamis, 18 Oktober 2018 09:01 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: PUPR: Bantuan Pembangunan Rumah Korban Gempa Diserahkan ke Pokmas
Description: Kementerian PUPR menyatakan bantuan pembangunan rumah rusak korban gempa di NTB disampaikan lewat kelompok masyarakat di tingkat kecamatan.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1137496/pupr-bantuan-pembangunan-rumah-korban-gempa-diserahkan-ke-pokmas.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest News

» Hasil Lengkap UEFA Nations League Jumat Dini Hari
» Sriwijaya Air Punya Utang Perawatan Pesawat ke Garuda Rp433 M
» Jokowi Sebut ASEAN Ikut Buka 550 Ribu Lapangan Kerja di AS
» Sandiaga Akan Datangi Keluarga Pendiri NU untuk Minta Maaf
» PDIP Tuding Poster Raja Jokowi Upaya Gembosi Suara di Jateng
» FPI soal Turunnya Pengaruh Rizieq: LSI Lembaga Propoganda
» Tagih Janji Prabowo, Demokrat Klaim Turut Perjuangkan PAN-PKS

Karir

Android APK


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
© 2017 - 2018 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

Page loads : seconds