Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2018
Mahfud MD: Perda Syariah dan Perda Sejenisnya Hanya Sia-sia | Hasil UEFA Nations League: Portugal ke Semifinal, 3 Tim Promosi | Anggota DPRD Kritik Rencana Anies Pasang Jaring Raksasa di Sungai | Piala AFF, Kalah dari Thailand, Bima: Semuanya Sudah Terlambat | Mahfud MD Sebut Perda Syariah Berpotensi Diskriminasi | Muzdalifah Pamer Kekasih Baru, Netizen Bandingkan dengan Nassar | Xiaomi Mi A2 Dapat Pembaruan Android Pie Stabil | Kata Kevin / Marcus Setelah Menyingkirkan Hendra / Ahsan | PDIP Soal Poster Raja Jokowi di Jateng: Kampanye Hitam Gaya Baru | Tokoh Muda NU: Menolak Perda Syariah Bukan Penistaan Agama | Milad ke-106, Muhammadiyah Serukan Ta'awun untuk Negeri | Dapat Penghargaan Muhammadiyah Award, JK: Ini Sangat Berarti | Kronologi OTT Bupati Pakpak Bharat, di Medan hingga Bekasi | Dovizioso Juara MotoGP Valencia, Rossi Jatuh dan Finis 13 | Sigi Wimala Mengisi Me Time dengan 3 Aktivitas Bermanfaat | Piala AFF: Tiba di Jakarta, Timnas Indonesia Dapat Libur Sehari | Jajal Datsun Go Live Bisa Dapat Diskon Harga Rp 10 Juta | KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat Sebagai Tersangka | Pesta Gol di Gianyar, Persebaya Surabaya Kalahkan Bali United | Kalahkan Persib, Jafri Sastra: Mental PSIS Semarang Luar Biasa |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

3 Kicauan Fayakhun di Sidang Suap Bakamla | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Kamis, 18 Oktober 2018 02:42 WIB

3 Kicauan Fayakhun di Sidang Suap Bakamla | Berita Tempo Hari Ini

Terdakwa anggota Komsi I DPR dari Fraksi Partai Golkar, Fayakhun Andriadi (tengah), bersiap menjalani sidang perdana pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis, 16 Agustus 2018. Fayakhun didakwa jaksa penuntut umum KPK menerima suap US$ 911.480 dari pengusaha karena mengupayakan alokasi penambahan anggaran di Bakamla. ANTARA FOTO/Reno Esnir

SUMUTkota.com, Jakarta - Fayakhun Andriadi berkicau seputar kasus dugaan suap Bakamla yang menjeratnya dalam sidang pemeriksaan dirinya sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu 17 Oktober 2018.

Baca juga: Fayakhun: Ada Utusan Setya Novanto Minta Fee Bakamla 7,5 Persen

Kicauan Fayakhun itu menyeret nama Setya Novanto hingga orang yang disebutnya kerabat Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

1. Kaget Setya Novanto Tahu Proyek Bakamla

Fayakhun dalam sidang itu mengisahkan pertemuannya dengan Setya Novanto sebelum kasus ini terungkap. Menurut Fayakhun ia kaget saat Setya Novanto telah mengetahui ada proyek pengadaan satelit monitoring dan drone di Badan Keamanan Laut atau Bakamla sebelum ia memberitahu.

Pertemuan Fayakhun dan Setya Novanto terjadi pada pertengahan 2016. Setya saat itu masih menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Fayakhun saat itu menyampaikan agar Golkar membantu proyek Bakamla. Menurut Fayakhun, Setya Novanto saat itu menyetujuinya. "Dari bahasa tubuhnya saat itu oke," katanya.

2. Dikenalkan dengan  Keluarga Solo

Fayakhun mengaku dikenalkan dengan orang-orang yang disebut kerabat Presiden Joko Widodo atau Jokowi oleh staf ahli Bakamla Fahmi Habsy.

Fayakhun bertemu mereka di sebuah restoran di Jakarta. Di sana ia diperkenalkan dengan orang yang disebut keluarga Solo. "Ternyata tiga orang itu disebut Keluarga Solo, satu dikenalkan sebagai om Pak Jokowi satu lagi dikenalkan sebagai adik Pak Jokowi dan satu lagi katanya paman Pak Jokowi,' kata dia. Namun Fayakhun mengaku tak ingat identitas mereka.

Setya Novanto menurut Fayakhun pernah mengutus seseorang untuk melobinya agar imbalan komitmen dalam proyek pengadaan satelit di Bakamla naik menjadi 7,5 persen."Ada utusan yang mengaku dari Setya Novanto meminta saya agar fee komitmennya jangan 6 persen, kalau bisa 7.5 persen," ujar Fayakhun.

Adapun nilai proyek tersebut Rp 1,2 triliun. Fayakhun kemudian melaporkan hal itu kepada Fahmi Al Habsy. Namun saat itu Fahmi menolak keinginan Setya Novanto tersebut.

3. Uang Rp 12 Miliar untuk Jadi Petinggi Golkar

Fayakhun Andriadi mengatakan mendapat bantuan duit senilai Rp 12 miliar dari Direktur PT Rodhe and Schwarz Erwin. Uang itu digunakan untuk menjadi petinggi Golkar. "Saya menerimanya karena dia teman saya, untuk membantu dalam karier politik," ujarnya.

Baca juga: Cerita Fayakhun Kaget Saat Setya Novanto Tahu Proyek Bakamla

Namun setelah Erwin terlibat dalam proyek pengadaan satelit Bakamla, Fayakhun mengatakan Erwin mengaitkan duit tadi dengan proyek Bakamla. Fayakhun mengakui uang tersebut dipergunakan untuk kepentingan politiknya. sebanyak Rp 2 miliar dihabiskan untuk kepentingan pribadi

Sisanya, kata Fayakhun dibagi-bagi ke pengurus DPD Golkar dalam upayanya untuk menjadi ketua DPD Jakarta. "Ke pengurus Golkar di Jakarta." ujarnya.

Jaksa KPK Subhan Takdir merincikan jumlah uang dibagi-bagikan oleh Fayakhun. Pertama kata Takdir, Fayakhun menyerahkan Rp 5 miliar untuk Setya Novanto, lalu Rp 2 miliar untuk Idrus Marham dan Yorrys. Sedangkan sisanya Rp 3 miliar untuk dibagikan ke DPD Golkar di Jakarta.

Tempo belum mendapat konfirmasi dari nama-nama yang ada di daftar tersebut.



3 Kicauan Fayakhun di Sidang Suap Bakamla | Bang Naga | on Kamis, 18 Oktober 2018 02:42 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: 3 Kicauan Fayakhun di Sidang Suap Bakamla
Description: Fayakhun Andriadi berkicau seputar kasus dugaan suap Bakamla yang menjeratnya dalam sidang pemeriksaan dirinya sebagai terdakwa.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1137432/3-kicauan-fayakhun-di-sidang-suap-bakamla.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest News

» Tunai, Blackberry Akuisisi Perusahaan Keamanan Siber Rp20 T
» Klasemen Akhir MotoGP 2018, Marquez Dikuntit Dovi dan Rossi
» Tali Putus, Satu Mahasiswa Tewas saat 'Caving' di Tasikmalaya
» Inggris Menang Tipis atas Kroasia di UEFA Nations League
» Bupati Pakpak Bharat, Kepala Daerah ke-104 yang 'Digarap' KPK
» Baiq Nuril Dorong Perempuan Korban Berani Ungkap Kebenaran
» Bupati Remigo Diduga Pakai Uang Suap buat Amankan Kasus Istri

Karir

Android APK


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
© 2017 - 2018 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

Page loads : seconds