Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2018
Jokowi Izinkan Asing Kuasai 100 Persen Saham di 54 Industri Ini | Pelaporan Grace Natalie dan Polemik Perda Syariah di Indonesia | Korban Tidak Teridentifikasi, Surat Kematian dari Lion Air | 5 Alasan Silaturahmi Kekhalifahan Dunia di Sentul Batal Hari Ini | Erick Thohir: Saya Orang Pertama yang Mundur Kalau Jokowi Raja | Pembunuhan di Bekasi, Polisi Ungkap Tujuan Haris Naik Gunung | Keduanya Mapan, Apakah Pernikahan Akan Bahagia? Ini Ramalannya | SUV Chevrolet FNR Carry Concept Mirip Mitsubishi Xpander | Pembunuhan di Bekasi, Ini Alasan Haris Bunuh Dua Anak Diperum | Sandiaga Sebut 3 Kelompok Ini Bakal Jadi Penentu Kemenangan | Agar Program Mengena, Kemenpora Susun Road Map Kepemudaan 2019 | Pengendara Sepeda Motor dengan Knalpot Racing Dihukum Push Up | Aktivis Greenpeace Ditangkap Saat Menaiki Kapal Minyak Wilmar | Kualifikasi MotoGP Valencia: Vinales Terbaik, Rossi Urutan 16 | Kubu Jokowi Luncurkan Aplikasi untuk Donasi dan Kampanye | Tekuk Hendra / Ahsan, Kevin / Marcus ke Final Hong Kong Open 2018 | A Man Called Ahok Tembus 1 Juta Penonton, Ahok Kirim Ucapan | Ini Kata Bima Sakti Setelah Timnas Indonesia Ditekuk Thailand | Belajar Hidup Mandiri ala Verrell Bramasta, Apa Ilmunya? | Jokowi Bahas Sawit dan Perikanan dengan PM Kepulauan Solomon |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Kata Pakar, Influenza Lebih Mematikan dari Perang. Cek Sebabnya | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Rabu, 17 Oktober 2018 20:21 WIB

Kata Pakar, Influenza Lebih Mematikan dari Perang. Cek Sebabnya | Berita Tempo Hari Ini

Ilustrasi wanita flu. shutterstock.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Ilmuwan dan ahli penyakit infeksi asal Amerika Serikat, Dr. Michael Osterholm, mengatakan dunia saat ini menghadapi masalah kesehatan yang sering dianggap remeh namun kenyataannya berbahaya, yakni influenza.

"Kita akan mengalami pandemi influenza yang buruk," kata Osterholm dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Rabu, 17 Oktober 2018.

Artikel lain:
Pengobatan Alami Bila Si Kecil Influenza
Pencegahan Influenza Bisa Dilakukan Sehari-hari, Ini Caranya

Menurutnya, pandemi influenza adalah epidemi yang terjadi di seluruh dunia. Terkait hal ini, menurutnya penting bagi Indonesia untuk merespons krisis kesehatan. Pasalnya, Indonesia termasuk salah satu negara dengan tingkat pandemi influenza yang tinggi.

Osterholm mengatakan betapa berbahayanya pandemi influenza. Menurutnya, pada 1918 pandemi telah menyebabkan 60 persen populasi kehilangan nyawa. Persentase kematian akibat pandemi juga lebih tinggi bila dibandingkan dengan jumlah kematian akibat perang dunia.

"Jumlah tentara Amerika yang meninggal di Eropa karena flu delapan kali lipat jumlahnya dibandingkan yang meninggal karena perang," katanya.

Ia berpendapat saat ini kesiapan dunia dalam menghadapi pandemi influenza tidak lebih baik dibandingkan pada 1918. Dalam kesempatan tersebut, ia menambahkan bahwa dewasa ini dunia medis juga dihadapkan pada tantangan vaksin, termasuk jumlah stok dan efektivitas vaksin terhadap mikroba.

Selain itu, tantangan lain adalah resistensi mikroba terhadap antibiotik karena mikroba telah bermutasi.

"Kemudian, tantangan lain tentang resistensi. Mikroba banyak yang bermutasi dan tidak dapat dihancurkan dengan antibiotik," katanya.

Osterholm bekerja sama dengan pemerintah Indonesia akan mengedukasi masyarakat tentang pandemi influenza.

"Saya tidak akan ada di Indonesia saat ini jika tidak ada kesempatan bekerja sama dengan Indonesia," katanya.

Selain itu pihaknya juga terus berupaya bekerja sama dengan para tenaga medis dan ahli kesehatan untuk memikirkan solusi menangani resistensi mikroba terhadap antibiotik.

"Bagaimana kita menggunakan antibiotik dengan lebih baik, bagaimana kita ciptakan antibiotik baru, bagaimana menangani sanitasi. Kuncinya keamanan kesehatan global, pandemi influenza dan resistensi terhadap antibiotik adalah prioritas yang harus ditangani," paparnya.

Baca juga:
Kenali 11 Cara Mudah Atasi Flu yang Menyerang
Kiat Mengatasi Flu pada Anak Tanpa Obat-obatan

Ia menambahkan bahwa saat ini diperlukan kerja sama berbagai pihak untuk menemukan vaksin flu yang dapat melindungi dari berbagai jenis influenza.

"Kita butuh vaksin flu yang lebih baik. Saya melihat di masa depan bahwa kita hanya perlu divaksin satu kali dan bertahan hingga 10-20 tahun dan dapat melindungi diri dari berbagai gejala influenza, tidak hanya yang musiman tapi juga pandemi," katanya.



Kata Pakar, Influenza Lebih Mematikan dari Perang. Cek Sebabnya | Bang Naga | on Rabu, 17 Oktober 2018 20:21 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Kata Pakar, Influenza Lebih Mematikan dari Perang. Cek Sebabnya
Description: Influenza atau flu sering dianggap sepele. Padahal menurut pakar penyakit ini bisa mencabut lebih banyak nyawa dibanding perang.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1137387/kata-pakar-influenza-lebih-mematikan-dari-perang-cek-sebabnya.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest News

» Ingin ke Mars, NASA Disebut Hadapi Risiko Medis Gravitasi Nol
» Persilakan Reuni 212, Said Aqil Minta Nihil Tendensi Politik
» Kepedulian Legenda Timnas Indonesia untuk Korban Gempa Palu
» Jokowi Minta XI Jinping Permudah Impor Sarang Walet Indonesia
» PBNU Enggan Laporkan PSI Meski Dukung Perda Syariah
» Eden Hazard Dukung Kylian Mbappe Raih Ballon d'Or 2018
» Kapolri Segera Naikkan Polda Banten dan DIY Jadi Tipe A

Karir

Android APK


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
© 2017 - 2018 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

Page loads : seconds