Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Deklarasi Amien Rais, Ketua PBNU Ingatkan Hoax Ratna Sarumpaet | Massa Syukuran di Rumah Prabowo Diminta Bertahan Meski Hujan | Pesta Kemenangan Prabowo Dianggap Cederai Aksi Bela Islam 212 | BPN: Klaim Kemenangan Prabowo Didasarkan 320 Ribu C1 Plano | Deklarasi Kemenangan Prabowo, Ekspresi Sandiaga, dan Manuver SBY | Jokowi dan Prabowo Saling Klaim Menang, Simak Perbedaannya | Di Jabar Jokowi Kalah Versi Hitung Cepat, Ini Alasan Ridwan Kamil | Rayakan Kemenangan, Eks 212: Prabowo-Sandi Hanya Perdalam Luka | Dampingi Prabowo, Ini Kata Pakar soal Ekspresi Lesu Sandiaga Uno | Eks 212 Bicara Bahayanya Aksi Nisfu Syaban 2019 untuk Prabowo | Real Count KPU: Jokowi 55,14 Persen, Prabowo 44,86 Persen | Berikut Makna Sujud Syukur Prabowo Menurut Busyro Muqoddas | Deklarasi Amien Rais, Ketua PBNU Ingatkan Hoax Ratna Sarumpaet | Massa Syukuran di Rumah Prabowo Diminta Bertahan Meski Hujan | Satu Lagi Panitia di TPS Kabupaten Bogor Meninggal | MUI Minta Kedua Capres Tahan Klaim Kemenangan | Hoax Pasca Coblosan Pemilu Melonjak, Beberapa Sedang Diselidiki | RNI Pasang Target Produksi Gula 320 Ribu Ton | Seorang Wanita Ditemukan Meninggal di Parkiran Hotel Sawah Besar | Pelanggaran Pemilu, Bawaslu Usut Caleg NasDem Kampanye di Gereja | Bawaslu Jaktim Temukan Tiga Pelanggaran Politik Uang, Apa Saja? | TKN Umumkan Secara Resmi Kemenangan Jokowi |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Defisit BPJS, Jokowi: Mestinya Ada Manajemen Sistem Jelas | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Rabu, 17 Oktober 2018 19:22 WIB

Defisit BPJS, Jokowi: Mestinya Ada Manajemen Sistem Jelas | Berita Tempo Hari Ini

Presiden Repuplik Indonesia Ir Joko Widodo melakukan rakor (rapat Kordinasi) "pengendalian program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa di deliserdang Sumatra Utara, 8 Oktober 2018. Joko Widodo juga memberikan arahan di hadapan 3000 peserta yg hadir dalam Rakor ini , di antaranya Pendamping desa , guru PAUD para tenaga PKK dan para pengurus Bumdes di Deliserdang Sumatra Utara. Foto:Dody/humas kemendesa PDTT

SUMUTkota.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengungkapkan kekesalannya kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Ia menyampaikan itu dalam pidatonya di pembukaan Kongres Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia.

Baca: Jokowi Ingatkan Agar Masalah Defisit BPJS Kesehatan Tak Terulang

Jokowi menyatakan kesal setelah memutuskan untuk memberi talangan sebesar Rp 4,9 triliun kepada BPJS. Menurut dia, pihak BPJS menganggap angka itu masih kurang. Padahal, kata dia, seharusnya BPJS memperbaiki manajemennya ketimbang terus meminta bantuan pemerintah.

"'Pak masih kurang. Kebutuhannya bukan Rp 4,9 triliun'. Lah kok enak banget ini, kalau kurang minta, kalau kurang minta. Mestinya ada manajemen sistem yang jelas sehingga rumah sakit kepastian pembayaran ini jelas," ucap Jokowi sambil mengulang permintaan BPJS, di Jakarta Convention Center, Rabu, 17 Oktober 2018.

Sebelumnya pemerintah memutuskan mengucurkan Rp 4,9 triliun untuk menutup defisit BPJS Kesehatan. Dana talangan ini berdasarkan tunggakan BPJS Kesehatan kepada rumah sakit hingga Juli 2018.

Baca:  Dana Talangan BPJS Kesehatan Rp 4,9 Triliun Telah Cair

Jokowi menilai urusan defisit ini semestinya bisa diselesaikan sendiri oleh Menteri Kesehatan dan Direktur Utama BPJS. Ia pun bercerita, kerap memarahi Direktur Utama BPJS Fahmi Idris di dalam hati dan tidak diungkapkan keluar karena memahami kesulitan Fahmi dalam mengurus ribuan rumah sakit yang ada di Indonesia.

"Saya sering marahi pak Dirut BPJS tapi di dalam hati saya, enggak bisa keluarkan, ini manajemen negara sebesar kita enggak mudah. Tapi sekali lagi kalau membangun sistemnya bener ini gampang," ujarnya.

Karena itu, Jokowi mewanti-wanti Menteri Kesehatan Nila Moeloek dan Dirut BPJS Fahmi Idris untuk menyelesaikan masalah defisit ini tanpa perlu mencari solusi darinya karena kondisi ini sudah berlangsung selama tiga tahun.

Baca: Jokowi: Urusan Utang Rumah Sakit ke Presiden, Ini Kebangetan

"Masa setiap tahun harus dicarikan solusi. Mestinya sudah rampung di Menkes, di Dirut BPJS. Urusan pembayaran utang RS sampai ke Presiden. Ini kebangetan sebetulnya. Kalau tahun depan masih diulang, kebangeten," kata Jokowi



Defisit BPJS, Jokowi: Mestinya Ada Manajemen Sistem Jelas | Bang Naga | on Rabu, 17 Oktober 2018 19:22 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Defisit BPJS, Jokowi: Mestinya Ada Manajemen Sistem Jelas
Description: Jokowi menyatakan kesal setelah memutuskan untuk memberi talangan sebesar Rp 4,9 triliun kepada BPJS.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1137373/defisit-bpjs-jokowi-mestinya-ada-manajemen-sistem-jelas.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status

    Page loads : seconds