Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2018
Jokowi Izinkan Asing Kuasai 100 Persen Saham di 54 Industri Ini | Pelaporan Grace Natalie dan Polemik Perda Syariah di Indonesia | 5 Alasan Silaturahmi Kekhalifahan Dunia di Sentul Batal Hari Ini | Erick Thohir: Saya Orang Pertama yang Mundur Kalau Jokowi Raja | Pembunuhan di Bekasi, Polisi Ungkap Tujuan Haris Naik Gunung | Keduanya Mapan, Apakah Pernikahan Akan Bahagia? Ini Ramalannya | SUV Chevrolet FNR Carry Concept Mirip Mitsubishi Xpander | Pembunuhan di Bekasi, Ini Alasan Haris Bunuh Dua Anak Diperum | Sandiaga Sebut 3 Kelompok Ini Bakal Jadi Penentu Kemenangan | Hong Kong Open: Depak Ganda Korsel, Begini Cerita Kevin / Marcus | Agar Program Mengena, Kemenpora Susun Road Map Kepemudaan 2019 | Pengendara Sepeda Motor dengan Knalpot Racing Dihukum Push Up | Aktivis Greenpeace Ditangkap Saat Menaiki Kapal Minyak Wilmar | Kualifikasi MotoGP Valencia: Vinales Terbaik, Rossi Urutan 16 | Kubu Jokowi Luncurkan Aplikasi untuk Donasi dan Kampanye | Tekuk Hendra / Ahsan, Kevin / Marcus ke Final Hong Kong Open 2018 | A Man Called Ahok Tembus 1 Juta Penonton, Ahok Kirim Ucapan | Ini Kata Bima Sakti Setelah Timnas Indonesia Ditekuk Thailand | Belajar Hidup Mandiri ala Verrell Bramasta, Apa Ilmunya? | Jokowi Bahas Sawit dan Perikanan dengan PM Kepulauan Solomon |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Jalan Retak Imbas Tanah Bergerak di Tangerang, Bolehkah Diaspal? | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Rabu, 17 Oktober 2018 06:00 WIB

Jalan Retak Imbas Tanah Bergerak di Tangerang, Bolehkah Diaspal? | Berita Tempo Hari Ini

Suasana penambalan jalan retak akibat tanah bergerak di Kampung Kadu Sirung, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Selasa 16 Oktober 2018. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

SUMUTkota.com, Tangerang - Jalan desa yang retak akibat tanah bergerak di Tangerang ditutup dengan aspal. Menurut Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Slamet Budi, hal tersebut merupakan tindakan preventif.

Baca juga: Tanah Bergerak di Tangerang, Ini Saran PVMB Supaya Tak Meluas

"Agar rekahan tak meluas," ujar Slamet, Selasa, 16 Oktober 2018. Sebelumnya, tanah bergerak di RT 04/RW 01, Kampung Kadu Sirung, Desa Kadu Sirung, Pagedangan, Kabupaten Tangerang telah merusak jalan dan rumah penduduk.

Pengamatan Tempo di lokasi, Selasa siang, 16 Oktober 2018, retakan besar dan panjang terjadi di jalan lingkungan desa itu. Retakan sepanjang 50 meter itu memiliki lebar dan kedalaman bervariasi dari 0,5 meter hingga 1 meter.

Retakan akibat tanah bergerak di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. FOTO Dinas Bina Marga Kabupaten Tangerang

Baca juga: Fenomena Tanah Bergerak di Tangerang, Mungkinkah Likuifaksi?

Pengaspalan ini dilakukan oleh petugas Bina Marga dan petugas kecamatan serta desa. Pengamatan Tempo di lokasi, Selasa, 16 Oktober 2018, sejumlah petugas juga terlihat melakukan pengaspalan jalan yang retak. Alat berat dikerahkan untuk menghotmix jalan.

Kepala Desa Kadu Sirung Samsu Guna Miharja bingung dengan tujuan penambalan jalan itu. "Kami sendiri belum tahu penyebab retakan apa? Nah penambalan jalan ini juga apakah untuk meredam ketakutan warga atau apa?," kata Samsu.

Meski begitu, Samsu mengapresiasi respon cepat yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tangerang setelah menerima laporan warga soal tanah bergerak ini. "Cepat sekali responnya, kami hanya berharap semoga dengan pengaspalan ini tidak ada lagi terjadi retakan di kampung ini," kata Samsu.

Baca juga: Rumah Retak Akibat Tanah Bergerak di Pagedangan, Warga Mengungsi

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani, mengatakan langkah pemda setempat untuk menutup tanah yang retak dengan melakukan pengaspalan boleh saja. Asalkan seluruh retakan yang terbentuk bisa tertutup.

"Asal rata dan yang penting air dijaga tidak masuk ke rekahan," kata dia. Menurut dia, air yang merembes salah satu penyebab tanah bergerak. "Kemungkinan di situ tanah timbun atau daerahnya melereng (miring)."

Saat ini PVMBG masih mempelajari kasus tanah bergerak di Tangerang itu. Secepatnya Kasbani dan tim akan mengirimkan rekomendasi teknis penangan fenomena tanah bergerak tersebut. "Tanggapannya sedang kami siapkan," ujar dia.

Saat ditanya apakah ini disebabkan likuifaksi, dia menepis anggapan tersebut. "Enggaklah. Likuifaksi itu harus ada getaran. Tanahnya juga harus berpasir dan jenuh air. Kayaknya di situ (Pagedangan) enggak begitu," kata Kasbani.

Baca juga: Tanah Bergerak di Tangerang, Warga Pagedangan Panik

Tanah bergerak juga menyebabkan rumah seorang penduduk retak pada bagian dinding dan lantai. Retakan cukup parah terjadi di rumah Saeni, 40 tahun. "Dapur rumah saya rusak, saya takut nempatin rumah," kata Saeni, Selasa, 16 Oktober 2018. Menurut Saeni, sejak Senin malam, dia dan empat anggota keluarganya yang terdiri dari anak dan cucu mengungsi ke rumah sanak saudaranya, tak jauh dari rumahnya.

Ketua RT 04, Maryadi mengatakan sampai saat ini baru satu rumah penduduk yang terdata mengalami kerusakan akibat tanah bergerak ini. "Baru satu dan sudah kami laporkan ke pemerintah daerah," katanya. Tanah bergerak di desa Kabupaten Tangerang ini terjadi Senin petang sekitar pukul 16.30. Retakan pertama diketahui warga setelah hujan deras mendera kawasan itu.

Baca juga: Begini Kronologi Fenomena Tanah Bergerak di Tangerang

Simak kabar terbaru seputar fenomena tanah bergerak di Tangerang hanya di kanal Tekno Tempo.co.

JONIANSYAH HARDJONO | AHMAD FIKRI



Jalan Retak Imbas Tanah Bergerak di Tangerang, Bolehkah Diaspal? | Bang Naga | on Rabu, 17 Oktober 2018 06:00 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Jalan Retak Imbas Tanah Bergerak di Tangerang, Bolehkah Diaspal?
Description: Jalan desa yang retak akibat tanah bergerak di Tangerang ditutup dengan aspal.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1137064/jalan-retak-imbas-tanah-bergerak-di-tangerang-bolehkah-diaspal.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest News

» Beredar Video Messi dan Pogba Seru Bahas Kante
» Ingin ke Mars, NASA Disebut Hadapi Risiko Medis Gravitasi Nol
» Persilakan Reuni 212, Said Aqil Minta Nihil Tendensi Politik
» Kepedulian Legenda Timnas Indonesia untuk Korban Gempa Palu
» Jokowi Minta XI Jinping Permudah Impor Sarang Walet Indonesia
» PBNU Enggan Laporkan PSI Meski Dukung Perda Syariah
» Eden Hazard Dukung Kylian Mbappe Raih Ballon d'Or 2018

Karir

Android APK


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
© 2017 - 2018 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

Page loads : seconds