Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Ekonom Tak Sepakat Prabowo Naikan Rasio Pajak untuk Gaji PNS | 4 Novel yang Layak Dikoleksi versi Herjunot Ali | Temuan Ombudsman: PKL Tanah Abang Bayar Sewa Lapak ke Preman | 3 Keunggulan Pakai Paket Pesta Service Toyota Avanza di Auto2000 | Mengenal Kanker Usus, Penyakit yang Diderita Istri Ustaz Maulana | Dukung Jokowi, Wali Kota Cirebon: Saya Tak Pakai Fasilitas Negara | Supermoon Dikaitkan dengan Bencana, Ini Kata Pegiat Astronomi | Klasemen Liga Italia Pekan Ke-20: Napoli Vs Lazio 2-1 | LBH Jakarta Curiga Dirut PAM Jaya Pertahankan Swastanisasi Air | Menhan Inggris Diduga Punya Tisu Toilet Bergambar Vladimir Putin | Ditantang Boy William, Jokowi Siap Loncat Dari Helikopter | Top Skor Liga Spanyol: Tambah Gol, Messi dan Suarez Menjauh | Malam ini Supermoon, Bulan Purnama Akan Membesar dan Lebih Terang | Liga Inggris: Kata Pochettino Setelah Tottenham Tekuk Fulham | Piala Asia: Kalahkan Oman, Iran Lolos ke Perempat Final | Klasemen Liga Spanyol Pekan Ke-20: Barcelona Vs Leganes 3-1 | Jokowi Suka Kuliner, Intip Makanan Bogor yang jadi Favoritnya | Klasemen Liga Inggris Pekan Ke-23: Man City dan Tottenham Menang | Gading Marten Menjadi Aktor Terbaik di Piala Maya | MotoGP: Jorge Lorenzo Cedera Menjelang Peluncuran Motor Honda | Israel Kembangkan Nuklir Tanpa Sepengetahuan Pemerintah | Barcelona Vs Leganes 3-1, Trio DSM Berbagi Gol | AC Milan Dapatkan Piatek, Begini Kata Gennaro Gattuso | PSSI Masih Mungkin Gelar KLB untuk Cari Ketua Umum | Liga Inggris: Harry Winks Penyelamat Tottenham di Kandang Fulham | Huddersfield Vs Manchester City 0-3, Guardiola Kurang Puas | Piala Asia: Kalahkan Thailand 2-1, Cina Melaju ke Perempat Final | Piala Asia: Vietnam Bikin Kejutan, Lolos ke Perempat Final | Bos Manchester City Tak Pikirkan Laga MU Vs Liverpool | Hasil Liga Inggris, Fulham Vs Tottenham Hotspur 1-2 | Menangkan Piala Maya, Luna Maya Tertawa Seperti Suzanna | Ifan Seventeen Buat Dokter Heran Saat Temukan Jenazah Istri | Siapa Usulkan Pembebasan Abu Bakar Baasyir? Simak Pengakuan Ini | Mahathir Mohamad: Singapura Pisah dari Malaysia Adalah Tepat | 15 Mobil Terlaris 2018, Toyota Avanza - Mitsubishi Xpander Sengit | Menurut Jan Ethes Pekerjaan Jokowi Bukan Presiden | Tinju Dunia Hari Ini: Pacquiao Diunggulkan Atas Broner | Top Skor Liga Inggris: Cetak Dua Gol, Mohamed Salah Melesat | Sangar! Si Mungil Suzuki Jimny Diubah Menjadi Monster Truck | Baasyir Dibebaskan, ICJR Mnta Jokowi Lakukan 3 Hal Ini | Pembebasan Abu Bakar Baasyir Berpotensi Kacaukan Sistem Hukum | Ekonom Tak Sepakat Prabowo Naikan Rasio Pajak untuk Gaji PNS | 4 Novel yang Layak Dikoleksi versi Herjunot Ali | Temuan Ombudsman: PKL Tanah Abang Bayar Sewa Lapak ke Preman | PSSI : Vital Conference Needed to Find Edy Rahmayadi`s Stand In | 3 Keunggulan Pakai Paket Pesta Service Toyota Avanza di Auto2000 | Resignation is the Best Decision: PSSI Chairman | Mengenal Kanker Usus, Penyakit yang Diderita Istri Ustaz Maulana | Dukung Jokowi, Wali Kota Cirebon: Saya Tak Pakai Fasilitas Negara | Supermoon Dikaitkan dengan Bencana, Ini Kata Pegiat Astronomi | Klasemen Liga Italia Pekan Ke-20: Napoli Vs Lazio 2-1 |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Belajar Kehidupan di Kota Purwokerto | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Selasa, 16 Oktober 2018 12:33 WIB

Belajar Kehidupan di Kota Purwokerto | Berita Tempo Hari Ini

Dukung Asian Games, PT KAI menghias Stasiun Purwokerto dengan pernak-pernik Asian Games, 15 Agustus 2018. ANTARA.

SUMUTkota.com, Jakarta - Banyak hal yang mau aku ceritakan tentang perjalanan ke Kota Purwokerto kemarin. Seperti liburanku pada umumnya, aku tak mau terikat waktu. Tidak harus bangun terlalu pagi untuk mengejar destinasi baru, juga tak tidur terlalu cepat.

Langsung aja ya. Lagi-lagi sangat bermanfaat tidak berekspektasi pada apa pun. Kejutan-kejutan baru sesungguhnya menanti. Orang-orang baru apalagi. Semua datang bersamaan.

Di sini semuanya berawal.

Kejutan pertama adalah: AKU DIJEMPUT! Dyah, staf mas Bangkit bertugas menjemputku. Sungguh kejutan luar biasa. Ada empat orang yang datang menjemput. Dyah, Primas, Mas Kris, dan Mas Teguh. Emang aku siapa harus dijemput segala? Untuk ini, tentu aku protes.

Kejutan kedua adalah: AKU DIINAPKAN DI HOTEL! Aku protes besar untuk ini. Kata mereka ini adalah standar layanan buat tamu. Aku padahal nggak merasa sebagai tamu. Karena besoknya nggak sempat check out, dua malamlah nginep di sana. Di Kota Purwokerto banyak hotel kok. Jadi kalau mau ke sana, gak ada saudara-pacar-kenalan-gebetan-apalagi simpanan jangan takut ya. Wkwkwk.

Kebanyakan protes, mas Bangkit menyerah dan bilang lakukan apa pun yang aku mau tapi HARUS NYAMAN. Dia kira aku anak kecil. Karena gak ada yang menawarkan diri untuk aku menginap di rumahnya (pengen gratisan banget yah!), akhirnya aku nyari di Airbnb. Ini juga penting banget. Banyak penginapan bagus dan murah. Juga host yang ramah dan baik hati. Hehehe.

Hari pertama, aku pergi ke Desa Rancamaya. Desa ini adalah penghasil gula kelapa. Di sana tinggal para penderes pohon kelapa. Beberapa juga mengolah nira menjadi gula. Ada dua jenis gula yang dihasilkan, gula cetak dan gula kristal.

 

Jangan sepele ya, produk yang mereka hasilkan pasarnya bukan kamu! Ya kamu! Pasarnya adalah daratan Eropa. Mereka telah bersertifikasi gula organik yang dibantu LPPSLH (Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Lingkungan Hidup) Purwokerto.

Aku sangat beruntung bisa melihat lebih tepatnya terlibat pembuatan gula kelapa. Kalau ditanya ibunya sih, Aku merepotkan mereka. Hehehe.  Ibu Surtina bilang, kunci dari pembuatan gula kelapa adalah keharmonisan rumah tangga. Itu bukan mitos, tapi memang terjadi. Nira bisa gagal diolah menjadi gula kalau hati tidak senang. Kegagalan ini selalu terjadi kalau mereka berantem. See, hati yang gembira adalah obat. Ternyata berlaku untuk semua hal.

Di rumah bu Surtina aku belajar membuat sapu lidi. Ini hal yang sama sekali baru. Semua pelepah tumbuhan palem bisa dibuat jadi sapu lidi. Intinya tulang pelepah itulah yang jadi lidi. Sampe pak Irwan (komandan koperasi gula kelapa) meledekku kalau dia bisa menyelesaikan lima lidi dengan waktu yang bersamaan aku hanya bisa membuat satu lidi.

Wadoh, ini baru cerita di satu tempat loh. Udah sepanjang ini. Semoga nggak bosan ya bacanya.

Di Kota Purwokerto ada banyak curug. Aku pergi ke salah satu curug yang dekat Batur Raden, puncaknya Kota Purwokerto. Banyak penginapan, juga taman nasional, hutan pinus, permandian air panas, dan arena bermain di sana. Lumayan dingin. Tapi gak sedingin Sidikalang, tempatku lahir.

Cerita selanjutnya disambung lagi ya.

Tulisan ini sudah tayang di Gustersihombing



Belajar Kehidupan di Kota Purwokerto | Bang Naga | on Selasa, 16 Oktober 2018 12:33 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Belajar Kehidupan di Kota Purwokerto
Description: Di rumah bu Surtina di Kota Purwokerto, aku belajar membuat sapu lidi dan gula.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1136755/belajar-kehidupan-di-kota-purwokerto.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest News

» Usai Kalahkan Broner, Pacquiao Ingin Tantang Mayweather Jr.
» Facebook Luncurkan Fitur Petisi 'Online'
» Prancis Dorong Uni Eropa Segera Pajaki Google Dkk
» Menu Makanan Orang Eskimo untuk Jaga Tubuh Tetap Hangat
» Bom Tewaskan 20 Polisi, Ribuan Warga Kolombia Berunjuk Rasa
» Edy Mundur, Asprov PSSI Jatim Optimistis dengan Joko Driyono
» Aksi Ambil Untung Pasar akan Tekan Pergerakan IHSG

Karir

Android APK


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
© 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

Page loads : seconds