Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Liga Inggris: Kata Pochettino Setelah Tottenham Tekuk Fulham | Piala Asia: Kalahkan Oman, Iran Lolos ke Perempat Final | Klasemen Liga Spanyol Pekan Ke-20: Barcelona Vs Leganes 3-1 | Jokowi Suka Kuliner, Intip Makanan Bogor yang jadi Favoritnya | Klasemen Liga Inggris Pekan Ke-23: Man City dan Tottenham Menang | Gading Marten Menjadi Aktor Terbaik di Piala Maya | MotoGP: Jorge Lorenzo Cedera Menjelang Peluncuran Motor Honda | Israel Kembangkan Nuklir Tanpa Sepengetahuan Pemerintah | Barcelona Vs Leganes 3-1, Trio DSM Berbagi Gol | AC Milan Dapatkan Piatek, Begini Kata Gennaro Gattuso | PSSI Masih Mungkin Gelar KLB untuk Cari Ketua Umum | Liga Inggris: Harry Winks Penyelamat Tottenham di Kandang Fulham | Huddersfield Vs Manchester City 0-3, Guardiola Kurang Puas | Piala Asia: Kalahkan Thailand 2-1, Cina Melaju ke Perempat Final | Piala Asia: Vietnam Bikin Kejutan, Lolos ke Perempat Final | Bos Manchester City Tak Pikirkan Laga MU Vs Liverpool | Hasil Liga Inggris, Fulham Vs Tottenham Hotspur 1-2 | Menangkan Piala Maya, Luna Maya Tertawa Seperti Suzanna | Ifan Seventeen Buat Dokter Heran Saat Temukan Jenazah Istri | Siapa Usulkan Pembebasan Abu Bakar Baasyir? Simak Pengakuan Ini | 10 Fakta Mengejutkan dari Persidangan Raja Narkoba El Chapo | Mahathir Mohamad: Singapura Pisah dari Malaysia Adalah Tepat | 15 Mobil Terlaris 2018, Toyota Avanza - Mitsubishi Xpander Sengit | Menurut Jan Ethes Pekerjaan Jokowi Bukan Presiden | Tinju Dunia Hari Ini: Pacquiao Diunggulkan Atas Broner | Top Skor Liga Inggris: Cetak Dua Gol, Mohamed Salah Melesat | Sangar! Si Mungil Suzuki Jimny Diubah Menjadi Monster Truck | Baasyir Dibebaskan, ICJR Mnta Jokowi Lakukan 3 Hal Ini | Liga Inggris: Kata Pochettino Setelah Tottenham Tekuk Fulham | Piala Asia: Kalahkan Oman, Iran Lolos ke Perempat Final | Klasemen Liga Spanyol Pekan Ke-20: Barcelona Vs Leganes 3-1 | Jokowi Suka Kuliner, Intip Makanan Bogor yang jadi Favoritnya | Klasemen Liga Inggris Pekan Ke-23: Man City dan Tottenham Menang | Gading Marten Menjadi Aktor Terbaik di Piala Maya | MotoGP: Jorge Lorenzo Cedera Menjelang Peluncuran Motor Honda | Israel Kembangkan Nuklir Tanpa Sepengetahuan Pemerintah | Barcelona Vs Leganes 3-1, Trio DSM Berbagi Gol | AC Milan Dapatkan Piatek, Begini Kata Gennaro Gattuso |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Rekonstruksi Palu Berbasis Alam | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Selasa, 16 Oktober 2018 07:00 WIB

Rekonstruksi Palu Berbasis Alam | Berita Tempo Hari Ini

Warga binaan membersihkan ruang tahanan pascagempa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Palu, Sulawesi Tengah, Senin 15 Oktober 2018. Kementerian Hukum dan HAM memberi batas akhir 16 Oktober 2018 bagi para narapidana (Napi) yang kabur pascagempa dan tsunami Palu-Donggala untuk menyerahkan diri. ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang

Nirwono Joga
Kemitraan Kota Hijau

Getaran gempa bumi bermagnitudo 7,4 telah membangkitkan bencana susulan tsunami, tanah longsor, dan likuefaksi yang melanda Kabupaten Donggala dan Kota Palu, Sulawesi Tengah. Patut dicatat bahwa banyaknya korban tewas lebih diakibatkan tertimpa reruntuhan bangunan atau terjebak dalam bangunan roboh karena tidak tahan gempa dan terjangan tsunami.

Merujuk dari dampak gempa dan tsunami, Palu harus menjadi kota tangguh bencana berbasis alam. Kota tangguh bencana dirancang dapat bertahan terhadap guncangan tanpa gangguan permanen atau gagal fungsi. Kota itu memiliki kecenderungan untuk memulihkan diri atau menyesuaikan secara mudah terhadap perubahan mendadak atau kenahasan.

Kota dirancang dengan skenario jika dalam kondisi terburuk. Bayangkan bila jaringan listrik padam, jalur telekomunikasi lumpuh, infrastruktur jalan terputus, ketiadaan air bersih, dan bangunan hancur. Pendek kata, kota dalam keadaan lumpuh dan terisolasi.

Rekonstruksi dan rehabilitasi kota perlu diselaraskan dengan kondisi alam lokal. Jejak jalur gempa pada lokasi reruntuhan terparah menandakan kawasan masuk zona berbahaya untuk hunian dan permukiman. Tsunami yang menyapu kawasan tepi pantai dan teluk mempertegas batas wilayah aman dari terjangan tsunami.

Rencana tata ruang dan wilayah Kota Palu dievaluasi, direvisi, dan dibandingkan dengan data kerusakan di lapangan dan kajian geologis peta rawan bencana kota terbaru pascagempa. Rencana tata kota baru harus menggambarkan upaya antisipasi (pencegahan terjadinya bencana), mitigasi (pengurangan risiko bencana), dan adaptasi (penyesuaian terhadap perubahan bencana).

Kawasan Teluk Palu dan pantai yang terkena dampak tsunami harus bebas bangunan dengan jarak aman dari bibir pantai minimal 200-500 meter berupa ruang terbuka hijau (RTH) hutan mangrove, hutan pantai, dan taman. RTH berfungsi meredam tsunami, menahan abrasi, memperbaiki kualitas lingkungan, seperti ketersediaan air bersih, udara segar, dan habitat satwa liar.

Kawasan pantai dibatasi jalan raya lebar yang berfungsi sebagai jalur evakuasi bencana, lalu lintas kendaraan berat, dan landasan pacu darurat. Jalur evakuasi dilengkapi rambu, marka, papan petunjuk, sirene maupun tanda peringatan tradisional (misalnya kentongan), dan lampu penerang jalan bertenaga surya.

Pada sisi jalan yang menghadap pantai dalam jarak aman, kawasan dataran rendah yang terkena dampak ringan-sedang ditata ulang. Tim audit cepat bangunan dilakukan untuk memastikan prioritas penanganan bangunan rusak ringan/sedang/berat. Bangunan yang sudah runtuh segera dibersihkan. Bangunan dalam kondisi baik, aman, dan layak pakai dipugar agar dapat ditempati kembali warga (dari pengungsian dan pemulihan trauma).

Reruntuhan bangunan yang masih layak pakai didaur ulang dan digunakan kembali untuk membangun rumah dengan cepat. Teknik ini pernah diterapkan saat rekonstruksi dan rehabilitasi perumahan pascagempa di Yogyakarta.

Pembangunan kembali perumahan menerapkan standar bangunan tahan gempa yang dikembangkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, seperti rumah instan sehat sederhana (Risha), dan perguruan tinggi (lokal) serta mempertimbangkan kearifan lokal dan arsitektur tradisional yang terbukti tahan gempa dan ramah lingkungan.

Pengerahan tenaga konstruksi dan komunitas, didampingi akademikus dan asosiasi profesi terkait, yang semuanya berasal dari daerah itu dan sekitarnya, mendampingi pembangunan rumah warga. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin keberlanjutan program rekonstruksi dan rehabilitasi.

Kawasan dikembangkan untuk peruntukan komersial dan perkantoran dengan gedung-gedung bertingkat yang wajib memenuhi standar tahan gempa yang ketat dan menyediakan tempat evakuasi bencana (jika terjadi tsunami).

Permukiman dan kantor pemerintahan dikembangkan ke dataran tinggi atau kawasan perbukitan yang dinilai lebih aman, yang mensyaratkan bangunan standar tahan gempa dan RTH minimal 30 persen setiap kaveling bangunan. Kawasan dilengkapi jalan sebagai jalur evakuasi, lapangan olahraga (posko pengungsian), dan taman-taman (tempat evakuasi).

Masyarakat dibangun budaya sadar bencana, paham jenis kebencanaan, dan siap hidup di lokasi rentan bencana. Mereka harus tahu bagaimana menyelamatkan diri dan bertahan pascabencana melalui latihan simulasi rutin serta tangguh untuk segera bangkit memulihkan diri.



Rekonstruksi Palu Berbasis Alam | Bang Naga | on Selasa, 16 Oktober 2018 07:00 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Rekonstruksi Palu Berbasis Alam
Description: Getaran gempa bumi bermagnitudo 7,4 telah membangkitkan bencana susulan tsunami, tanah longsor, dan likuefaksi yang melanda Kabupaten Donggala dan Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1136693/rekonstruksi-palu-berbasis-alam.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest News

» Serangan bom mobil Tewaskan delapan Pasukan Afghanistan
» Klasemen Liga Inggris Usai Man City dan Tottenham Menang
» BPJS Kesehatan Belum Berlakukan Skema Urun Biaya
» Naturalisasi Mentok, Yu Hyun Koo Hengkang dari Sriwijaya FC
» Menhub Sebut Bandara Kulon Progo Tahan Tsunami Skala Besar
» Barcelona Kalahkan Leganes 3-1 di Liga Spanyol
» 'Glass' Masuk Box Office Akhir Pekan, Kantongi US$47 Juta

Karir

Android APK


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
© 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

Page loads : seconds