Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Buku Sosiolog Prancis Sebut 80 Persen Imam di Vatikan Gay | Timnas U-22 Bakal Hadapi Persaingan Ketat di Piala AFF | Top Skor Liga Spanyol Pekan 24: Messi Torehkan Catatan Hebat | Taufik Gerindra Yakinkan PKS Prabowo Tak Intervensi 3 Cawagub DKI | Atasi Masalah Ejakulasi Dini dengan 4 Cara Ini | Top Skor Liga Italia Pekan 24: Piatek Borong Gol, Tekan Ronaldo | Proliga: Popsivo Lolos, Tantang Putri Pertamina di Grand Final | Hasil dan Klasemen Liga Italia: Atalanta Vs AC Milan 1-3 | Hasil dan Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Vs Valladolid 1-0 | Hasil Bola Piala FA: Tekuk Newport, Man City ke Perempat Final | FITRA Ingatkan Jokowi-Prabowo Soal Korupsi Anggaran Infrastruktur | Ini Alasan Muhammadiyah Tetap Jaga Jarak dari Perebutan Kekuasaan | JK Habiskan Akhir Pekan Bertemu Sutradara Hollywood Asal Blitar | Hujan Sabtu Malam, Sejumlah Wilayah DKI Terendam | Piala AFF Mulai Hari Ini di Kamboja, Timnas U-22 Vs Myanmar Senin | Jakarta Akan Miliki Tembok Panjat Tebing Berskala Internasional | Marek Hamsik Gabung Klub Liga Super Cina Dalian Yifang | Jadwal Persija Hari Ini: Vs Tira Persikabo di Piala Indonesia | Joko Driyono Jadi Tersangka, Ini Respons Komite Integritas PSSI | Rumor Bakal Digantikan Ahok, Ma'ruf Amin: Ganti Wapres Tak Mudah | Usai Bertemu Achmad Zaky, Jokowi: Stop Uninstall Bukalapak, Stop | Desain Mitsubishi Mirage Baru Kombinasi Honda Jazz dan Outlander? | Jadwal Bola Sabtu Malam Ini: Barcelona, Manchester City, AC Milan | Toyota Hiace 2019 Tampang Lebih Kekinian Fitur Tambah Mewah | Prabowo: Saya Tidak Pernah Meminta Dukungan Ulama | Buntut Uninstall Bukalapak: Uninstall Jokowi Jadi Trending Topics | Waspada, 5 Makanan Enak Ini Bisa Merusak Liver | Tebus Ratusan Juta, Sertifikat Gratis dari Jokowi Mau Dibatalkan | Begini Berita Indopos soal Prediksi Ahok Gantikan Ma'ruf Amin | Buku Sosiolog Prancis Sebut 80 Persen Imam di Vatikan Gay | Timnas U-22 Bakal Hadapi Persaingan Ketat di Piala AFF | Top Skor Liga Spanyol Pekan 24: Messi Torehkan Catatan Hebat | Taufik Gerindra Yakinkan PKS Prabowo Tak Intervensi 3 Cawagub DKI | Atasi Masalah Ejakulasi Dini dengan 4 Cara Ini | Top Skor Liga Italia Pekan 24: Piatek Borong Gol, Tekan Ronaldo | Proliga: Popsivo Lolos, Tantang Putri Pertamina di Grand Final | Hasil dan Klasemen Liga Italia: Atalanta Vs AC Milan 1-3 | Hasil dan Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Vs Valladolid 1-0 | Hasil Bola Piala FA: Tekuk Newport, Man City ke Perempat Final |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Gempa Magnitudo 7 Guncang Papua Nugini, Tidak Berpotensi Tsunami | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Kamis, 11 Oktober 2018 17:50 WIB

Gempa Magnitudo 7 Guncang Papua Nugini, Tidak Berpotensi Tsunami | Berita Tempo Hari Ini

Peta Gempa Magnitudo 7 yang melanda Papua Nugini tepatnya di New Britain, 11 Oktober 2018.[earthquake.usgs.gov/]

SUMUTkota.com, JakartaGempa berkekuatan Magnitudo 7 menghantam Papua Nugini, tepatnya sekitar 118 kilometer timur Kimbe, West New Britain, di kepulauan Pasifik.

Pascagempa Magnitudo 7, muncul gempa susulan berkekuatan Magnitudo 5,7 dan 5,9, seperti dilansir dari CBS News, 11 Oktober 2018.

Lebih dari satu jam kemudian, gempa berkekuatan Magnitudo 6,3 melanda bagian timur laut lebih jauh di pulau itu.

Baca: Gempa 7,5 Magnitudo Landa Papua Nugini, Tidak Ada Tsunami

Ahli Peringatan Tsunami Pasifik, David Walsh, mengatakan setiap tsunami dari gempa hanya akan mempengaruhi daerah-daerah di sekitar pusat gempa.

Sementara ABC melaporkan gempa itu melanda bagian dari New Britain, sekitar 200 kilometer barat daya kota Rabaul pada kedalaman hampir 40 kilometer, tepat sebelum pukul 7 pagi waktu setempat, ungkap Survei Geologi Amerika Serikat.

"Kami merasakan gempa sedikit, tetapi itu tidak terlalu kuat," kata petugas polisi Roy Michael, berbicara melalui telepon dari kantor polisi Rabaul.

Titik Gempa Magnitudo 7 di Papua Nugini [Daily Express]

Dia mengatakan tidak ada kerusakan di kota, tetapi petugas belum dapat menghubungi desa lebih dekat ke pusat gempa.

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik mengatakan tidak ada lagi ancaman gelombang tsunami setelah gempa.

Sebelumnya pusat peringatan tsunami memperingatkan bahwa gelombang hingga sekitar 30 cm dimungkinkan dalam jarak 300 kilometer dari pusat gempa.

Chris McKee dari Departemen Manajemen Geohazards Papua Nugini di Port Moresby, mengatakan pihak berwenang masih mencoba untuk mengkonfirmasi laporan kerusakan.

Baca: Antisipasi Gempa, Panitia IMF - World Bank Siapkan Alat Berat

Pusat Peringatan Tsunami Australia mengatakan garis pantainya tidak beresiko.

Ahli peringatan Tsunami Pasifik, David Walsh sebelumnya mengatakan bahwa tsunami dari gempa hanya akan mempengaruhi daerah-daerah di sekitar pusat gempa.

Tetapi para ilmuwan tidak memiliki alat pengukur gelombang pasang di dekat tempat terjadinya gempa, sehingga tidak dapat mengatakan pada titik ini apakah tsunami telah terjadi.

Kondisi tanah yang retak akibat guncangan gempa di kota Tari, Papua Nugini, 27 Februari 2018. Francis Ambrose/via REUTERS

Ia mengatakan bahwa daerah-daerah yang lebih jauh tidak mungkin terkena dampak karena gempa bumi tidak terlalu dan banyak daerah terlindungi oleh daratan dan kepulauan.

Baca: Gempa Situbondo, Agenda Pertemuan IMF - World Bank Tak Terganggu

Gempa ini awalnya direkam dengan kekuatan Magnitudo 7,3 tetapi diturunkan menjadi Magnitudo 7.

Papua Nugini, salah satu negara termiskin di dunia, terletak di Cincin Api Pasifik yang aktif secara geologis dan masih belum pulih dari gempa berkekuatan Magnitudo 7,5 yang menerjang sekitar 900 kilometer ke barat pada Februari tahun ini, yang menewaskan sedikitnya 100 orang.