Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2018
Bupati Bekasi Ditahan KPK, Ini Langkah Wakil Bupati yang Jadi Plt | 600 Unit All New Honda Brio Sudah Dipesan di Jawa Timur-Bali | Pembentukan Pengadilan Pertanahan | 8 Kondisi Ini Sering Dialami Penderita Depresi, Cari Bantuan! | Dijamin, Informasi WhatsApp Ini Belum Anda Ketahui | Teknisi Yamaha Indonesia Sukses Juara Kedua World Technician GP | Tawuran di Diskotek Bandara, Polisi Kantongi Identitas Pelaku | Maju-Mundur Harga Premium | Tinju Dunia: Alvarez Jadi Atlet Termahal, Mayweather Jr Nyinyir | 4 Ujian Berat Roro Fitria: Kasus Narkoba Hingga Kepergian Ibunda | Mobil Van Terduga Pembunuh Jamal Khashoggi Terlacak ke Hutan | Menuju Pemilu Elektronik | Sandiaga Berterima Kasih Susi Cepat Respons Keluhan Nelayan | Ratu Meta Jalani Laser Lipolysis Buang 7 Liter Lemak | Ongkos Politik Mahal, PKB Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN | Kubu Jokowi Minta Kubu Prabowo Tak Curigai Usulan Penambahan DPT | Sri Mulyani Dilaporkan ke Bawaslu, Kemenkeu: Itu Bukan Kampanye | Kapal Baruna Jaya I BPPT Teruskan Survei Batimetri di Laut Palu | Luke Shaw Perpanjang Kontrak 5 Tahun dengan Manchester United | Nissan Terra Hadir di Surabaya, Konsumen Bisa Mencoba Sepuasnya | Subuh, Warga Pamulang Digegerkan Suara Tembakan, Ada Apa? | Gempa 5 SR Guncang Sibolga, Tidak Berpotensi Tsunami | Timnas U-19 di Piala AFC: Klasemen, Hasil, dan Jadwal Lengkap | Suami Indah Kalalo Ingin Punya 6 Anak, Senang atau Bimbang? | Pengacara Tetap Ngotot Sebut Roro Fitria Pencandu Narkoba | Turki Akan Beberkan Hasil Investigasi Kasus Jamal Khashoggi | Waspada Jejak Digital di Medsos, Karier Bisa Terancam | Tom Holland Tunjukkan Foto Syuting Spider-Man: Far From Home | Jadwal Denmark Open Jumat Ini: 6 Wakil Berlaga, 2 Berhadapan | Polisi Cukupkan Pemeriksaan Saksi Hoax Ratna Sarumpaet | Pernikahan Justin Bieber Diduga Pemicu Sakitnya Selena Gomez | 5 Peran Steffy Burase di Pusaran Kasus Korupsi Gubernur Aceh | Prediksi Mitra Kukar Vs Bhayangkara FC di Ajang Liga 1 Jumat Ini | Jamal Khashoggi Dilarang Menulis di Arab Saudi Usai Kritik Trump | Liga 1 Jumat Hari Ini: Prediksi Borneo FC Vs PSM Makassar | Ada Duit Yuan di Rumah Tersangka Suap Meikarta Bupati Bekasi | Golkar Ogah Tanggapi Kicauan Fayakhun di Sidang Suap Bakamla | Denmark Open 2018: Gregoria Mariska Melaju ke Perempat Final | 12 Tempat yang Digeledah KPK dalam Kasus Dugaan Suap Meikarta | Dua Tim Purnawirawan Kubu Jokowi Hadang Prabowo di Pilpres 2019 | Pembatasan Truk Sampah, DKI Minta Wali Kota Bekasi Diskusi Dulu | Timnas U-19 Menang, Indra Sjafri: Ada Problem Penyelesaian Akhir | Denny Indrayana Minta Maaf ke KPK | 5 Alasan Mengapa Barang yang Dilelang Harganya Fantastis | Jadwal Liga 1 Jumat: Borneo Vs PSM, Mitra Kukar Vs Bhayangkara | Saat Susi Pudjiastuti Sindir Tokoh yang Sebut Ikan Tak Punya KTP | Timnas U-19 Tekuk Taiwan, Indra Sjafri Jelaskan Taktik Indonesia | Vladimir Putin Pamer Mobil Kepresidenan Rusia ke Presiden Mesir | Anies Baswedan Sepakat Lapangan Tembak Senayan Harus Dipindah | Timnas U-19 Menang, Taiwan Ungkap 3 Pemain yang Sulitkan Timnya | Denmark Open 2018: Jonatan Christie Kalah, Tunggal Putra Habis | BPP Prabowo - Sandiaga Siapkan Bantuan Hukum untuk Ahmad Dhani | Soal Meikarta, BEI Ungkap Alasan Lippo Cikarang Batal ke Bursa | Golkar Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN dan Dikelola Bawaslu | Kata Sandiaga Soal Dana Saksi Dibebankan ke APBN | Soal Defisit BPJS Kesehatan, Gerindra: Masa Jokowi Ngeluh | Muktamar Pemuda Muhammadiyah, Polri: Komunikasi Bukan Intervensi | Bareskrim Polri Buka Pengaduan Online untuk Kritik Kinerja Mereka | Tempo Media dan Universitas Gunadarma Jalin Kerja Sama | Lima Bocah Tewas Tenggelam di Kubangan Karena Tergoda Ini | Kasus Video Banser, Ahmad Dhani Ditetapkan Tersangka | Parlemen Australia Heboh, PM Morrison Sebut Indonesia, Ada Apa? | Ini Sosok Ahli Forensik yang Diduga Memutilasi Jamal Khashoggi | Kesal dengan Sandiaga, Susi Pudjiastuti Raup Dukungan Netizen | Sandiaga Jawab Kekesalan Menteri Susi Soal Izin Nelayan | Gempa 5,3 M Guncang Aceh Barat, Listrik Padam | Sindir Sandiaga, Susi: Literatur Banyak, Tinggal Mau Belajar | Terduga Pembunuh Jamal Khashoggi Tewas dalam Kecelakaan di Riyadh | Ada Kasus Suap, Lippo: Pembangunan Meikarta Tetap Dilanjutkan | DKI Heran Truk Boleh Melintas Era Ahok, Tapi Dicegat di Era Anies | Konsumen Meikarta Minta Uangnya Dikembalikan Setelah Kasus Suap | Bupati Bekasi Ditahan KPK, Ini Langkah Wakil Bupati yang Jadi Plt | 600 Unit All New Honda Brio Sudah Dipesan di Jawa Timur-Bali | Pembentukan Pengadilan Pertanahan | 8 Kondisi Ini Sering Dialami Penderita Depresi, Cari Bantuan! | Sebab Kasus Kanker Payudara Kian Meningkat | Dijamin, Informasi WhatsApp Ini Belum Anda Ketahui | Teknisi Yamaha Indonesia Sukses Juara Kedua World Technician GP | Tawuran di Diskotek Bandara, Polisi Kantongi Identitas Pelaku | Maju-Mundur Harga Premium | Tinju Dunia: Alvarez Jadi Atlet Termahal, Mayweather Jr Nyinyir |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Gandum Memang Sehat, Tapi Bisa Berdampak Buruk buat Kesehatan | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Kamis, 11 Oktober 2018 17:50 WIB

Gandum Memang Sehat, Tapi Bisa Berdampak Buruk buat Kesehatan | Berita Tempo Hari Ini

Ilustrasi roti gandum. 30andfit.com

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Tepung terigu dari gandum utuh dianggap sehat dan merupakan sumber serat, biasanya digunakan untuk menyiapkan produk makanan yang dipanggang seperti roti. Tepung terigu mengandung berbagai nutrisi yang sangat bagus untuk kesehatan, tetapi juga mengandung gluten yang dapat menjadi masalah utama bagi orang yang tidak toleran gluten.

Nilai gizi dari 100 gram tepung terigu yang terbuat dari gandum utuh adalah 340 kalori, 10,7 gram serat, 72 gram karbohidrat, 13,2 gram protein, 0,4 gram gula, 2,5 gram lemak, 0,07 gram asam lemak omega-3 dan 11 persen kadar air. Meskipun dianggap bahan makanan sehat, tepung terigu memiliki dampak buruk bagi tubuh yang mungkin belum Anda ketahui.

Artikel lain:
Segudang Alasan Gandum Baik untuk Kesehatan Tubuh
Roti Gandum Menyehatkan, Mitos atau Fakta?

Oleh karena itu, penting menakar konsumsi tepung terigu yang banyak digunakan untuk roti, kue, dan makanan lain. Berikut lima cara tepung terigu berefek buruk pada kesehatan, seperti dikutip dari Boldsky.com.

1. Memicu kadar gula darah
Produk yang dibuat menggunakan biji-bijian olahan, seperti roti putih, memicu kadar gula darah karena dicerna dengan cepat, yang menyebabkan melonjaknya kadar gula darah. Ketika mengkonsumsi produk biji-bijian, gandum utuh terdiri dari serat. Semakin banyak serat, semakin lambat kadar gula darah dipicu. Tetapi, ketika biji-bijian direduksi menjadi partikel yang lebih halus maka cenderung dicerna dengan cepat dan mengakibatkan naiknya kadar gula darah. Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti diabetes, obesitas, penyakit kardiovaskular.

2. Menyebabkan alergi terkait gluten
Gluten adalah bentuk protein yang ditemukan dalam berbagai biji-bijian, termasuk gandum. Protein ini memberikan elastisitas pada adonan gandum. Banyak orang menderita intoleransi gluten. Konsumsi gluten dengan cara apa pun mengarah ke masalah terkait pencernaan seperti diare, gas, atau sakit perut.

Beberapa orang yang menderita penyakit otoimun, seperti penyakit celiac, juga kesulitan dalam mencerna makanan karena usus kecil menjadi lebih sensitif terhadap gluten. Orang dengan intoleransi gluten atau penyakit celiac harus berkonsultasi dengan dokter untuk beralih ke pengganti yang lebih aman.

3. Mengurangi penyerapan mineral oleh tubuh
Biji mengandung zat yang disebut asam fitat, yang memiliki kemampuan untuk menyerap mineral penting oleh tubuh. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan Desember 2002 dalam jurnal American Family Physician, serat gandum dapat memicu defisiensi vitamin D dengan membakar vitamin D yang disimpan oleh tubuh.

Gandum utuh mengandung lebih banyak asam fitat dibandingkan dengan gandum olahan. dan membuat tubuh kurang menyerap beberapa mineral, seperti kalsium, zat besi, seng, dan magnesium.

Baca juga:
Alasan Roti Gandum Lebih Sehat daripada Roti Putih
Bingung Mau Makan Roti Putih atau Gandum, Cek Dulu Penjelasan Ini

4. Memicu risiko penyakit jantung
Ada berbagai jenis kolesterol jahat (LDL), tergantung pada ukuran molekulnya. Jenis-jenis ini dapat didefinisikan sebagai pola A dan pola B. Mereka yang memiliki tingkat tinggi pola B kolesterol, juga dikenal sebagai partikel LDL padat, berada pada risiko lebih besar terkena penyakit jantung dibandingkan dengan pola A.

Sesuai penelitian yang diterbitkan di NCBI (Pusat Informasi Bioteknologi Nasional) pada Agustus 2002, penelitian selama 12 minggu dilakukan yang melibatkan 36 pria obesitas yang termasuk dalam kelompok usia 50 hingga 75 tahun, yang dibagi menjadi dua kelompok.

Salah satu kelompok diberi oat sementara kelompok lainnya diberi tepung terigu dari gandum utuh. Faktor risiko yang terkait dengan penyakit jantung diskalakan dan ditemukan bahwa kelompok yang mengonsumsi oat mengalami penurunan LDL total, LDL padat kecil, bersama dengan jumlah partikel LDL. Sedangkan, kelompok yang mengonsumsi tepung terigu mengalami lonjakan LDL 8 persen, peningkatan serta pemicu 14,2 persen dalam jumlah partikel LDL.

5. Penyakit otak
Penelitian telah mengungkapkan bahwa ada hubungan antara konsumsi gandum dan penyakit otak. Penyakit otak ini disebabkan karena asupan gluten.

-Ataksia gluten
Serebelum adalah bagian dari otak yang ada di belakang tengkorak pada vertebrata. Bagian otak ini menjalankan fungsi mengatur dan mengordinasikan aktivitas otot.

Ataksia serebelar adalah penyakit di mana lesi yang disebabkan oleh serebelum dapat menyebabkan gangguan motorik. Ataksia gluten merupakan bentuk lain dari penyakit yang mungkin disebabkan dan diperburuk oleh asupan gluten, bahkan mengarah ke serangan otoimun pada otak kecil.

-Skizofrenia
Skizofrenia gangguan mental berat dan kronis juga dikaitkan dengan sensitivitas gluten dan penyakit celiac. Antibodi terhadap gluten juga telah ditemukan aliran darah sebagian besar penderita skizofrenia.

Sebuah studi uji coba terkontrol yang diterbitkan pada 1 Januari 1988 dalam Journal of Psychoses and Related Disorders bahkan mengungkapkan bahwa ada beberapa perbaikan yang diamati pada kondisi beberapa penderita skizofrenia yang mengikuti diet bebas gluten.

-Autisme dan epilepsi
Sensitivitas gluten serta penyakit celiac, juga kemungkinan terkait dengan epilepsi dan autisme.



Gandum Memang Sehat, Tapi Bisa Berdampak Buruk buat Kesehatan | Bang Naga | on Kamis, 11 Oktober 2018 17:50 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Gandum Memang Sehat, Tapi Bisa Berdampak Buruk buat Kesehatan
Description: Meskipun dianggap bahan makanan sehat,gandum memiliki dampak buruk bagi tubuh.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1135343/gandum-memang-sehat-tapi-bisa-berdampak-buruk-buat-kesehatan.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest News

» Pemprov DKI Sebut Bekasi Ajukan Dana Hibah Rp2 Triliun
» Marquez Tak Mau Paksa Jadi Juara Dunia di MotoGP Jepang
» FOTO: Kolektor Asal Austria Punya 1.100 Unit Komputer Apple
» 'Ajudan' Iron Man Pamer Produksi Live-Action 'The Lion King'
» INFOGRAFIS: Peta Fakta Peluru Nyasar ke Kantor Anggota DPR
» Penembakan Massal di Kampus Rusia, Putin Salahkan Globalisasi
» Perang Dagang Jadi Sentimen Penekan Harga Minyak

Karir

Android APK


KESEHATAN

Selengkapnya >>

Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo DAIRI CNN Zodiak
© 2017 - 2018 sumutkota.com | Pers | V.DB: | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

Page loads : seconds