Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2018
Mensos Sebut Pembangunan Kota Palu Baru Butuh Waktu 2 Tahun | Atiqah Hasiholan Diperiksa, Polisi: Soal Foto Ratna Sarumpaet | Penuhi Panggilan Polda Jatim, Ahmad Dhani Minta Reimburse Ongkos | Sekelompok Ulama NU Deklarasikan Barisan Kiai Pendukung Prabowo | Sandiaga Uno Keluar Masuk Pasar, Pedagang: Sandi Hanya Nyinyir | Pembakaran Bendera Tauhid, Maarif Institute Minta Warga Bijak | Kata MUI, yang Dibakar di Garut Bukan Bendera HTI | Regu Pembunuh Jamal Khashoggi Bernama Pasukan Harimau | Jamal Khashoggi Tewas, Pelaku Telepon Kantor MBS Sebanyak 7 Kali | TKN: Penyerang Jokowi dengan Isu Agama Tak Punya Ilmu Agama | Liga Champions, Jose Mourinho: Juventus Bukan Hanya Ronaldo | Jamal Khashoggi Tewas, Sejumlah Kejanggalan Terungkap | Mensos Sebut Pembangunan Kota Palu Baru Butuh Waktu 2 Tahun | Atiqah Hasiholan Diperiksa, Polisi: Soal Foto Ratna Sarumpaet | 4 Tahun Jokowi, Ini Kata Menkes Soal Kesehatan Ibu dan Anak | Menristekdikti Pangkas Persentase Daya Tampung SNMPTN | Beda Jauh Data Produksi Beras dari BPS dengan Kementan, Kok Bisa? | Komnas PA Sebut Polisi Terlalu Dini Soal Penyebab Balita Tewas | Besok Giliran Bawaslu Periksa Ratna Sarumpaet, Ini yang Disoal | Ada Konsumen Meikarta Tak Cemas dengan Kasus Dugaan Suap, Sebab.. | Atiqah Hasiholan Penuhi Panggilan Polisi untuk Saksi Kasus Ibunya |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Elektabiitas Jokowi Bisa Terpengaruh Akibat Tak Tegas soal BBM | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Kamis, 11 Oktober 2018 16:26 WIB

Elektabiitas Jokowi Bisa Terpengaruh Akibat Tak Tegas soal BBM | Berita Tempo Hari Ini

Calon presiden inkumben Jokowi menunjukkan nomor urut untuk pilpres 2019 di gedung KPU, Jakarta, Jumat, 21 September 2018. Jokowi, yang berpasangan dengan calon wakil presiden Ma'ruf Amin, mendapatkan nomor urut 1. REUTERS/Darren Whiteside

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio angkat bicara soal kisruh pengumuman rencana kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM jenis premium dan kemudian dibatalkan oleh pemerintah kemarin. Ia khawatir tidak kompaknya suara dalam satu kabinet malah akan merugikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Baca: Jokowi Batalkan Kenaikan Harga BBM Premium karena Rakyat Kecil?

Hendri mengingatkan, khususnya terkait kebijakan kenaikan harga BBM akan mempengaruhi secara tak langsung terhadap elektabilitas Jokowi dalam pemilihan presiden 2019. "Dampak langsung mungkin tidak. Tapi kalau sering miskomunikasi antar pejabat pemerintah, dan itu banyak diingat masyarakat, bisa jadi mempengaruhi," katanya, Rabu, 10 Oktober 2018.

Oleh karena itu, Hendri meminta pemerintah Jokowi bisa menyamakan pendapat dulu sebelum memutuskan kebijakan. "BBM ini hal penting, pengaruhnya besar, ya. Jangan lagi lah miskomunikasi, ini sudah sering," ucapnya.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga BBM jenis Premium batal naik. "Atas perintah dan arahan bapak Presiden, premium batal naik, " kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi. Hingga saat ini keputusan menaikkan harga BBM jenis premium masih menunggu evaluasi dari banyak hal, salah satunya dari kesiapan PT Pertamina (Persero).

Sebelum pengumuman Agung, Menteri ESDM Ignasius Jonan sempat menyebutkan harga BBM jenis Premium akan naik dari Rp 6.550 menjadi Rp 7.000 per liter tepat pada pukul 18.00 WIB, Rabu, 10 Agustus 2018. Hal tersebut berkaitan dengan penyesuaian harga dari BBM nonsubsidi oleh  PT. Pertamina (Persero) sebelumnya.

Sebelumnya, perusahaan pelat merah itu telah menaikkan harga BBM non PSO di SPBU, khususnya Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar. Kenaikan harga berlaku di seluruh Indonesia pukul 11.00 WIB.

Baca: Maju Mundur Kenaikan BBM, Komunikasi Kabinet Jokowi Dipersoalkan

Atas ketentuan tersebut, maka Pertamina menetapkan penyesuaian harga. Sebagai contoh di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax Rp 10.400 per liter, Pertamax Turbo Rp 12.250 per liter, Pertamina Dex Rp 11.850 per liter, Dexlite Rp 10.500 per liter, dan Biosolar Non PSO Rp9.800 per liter," seperti dikutip dari situs Pertamina. Pertamina mengklaim harga BBM nonsubsidi yang ditetapkan ini masih lebih kompetitif dibandingkan dengan harga jual di SPBU lain. 

ANTARA

Simak berita lainnya terkait Jokowi hanya di Tempo.co.



Elektabiitas Jokowi Bisa Terpengaruh Akibat Tak Tegas soal BBM | Bang Naga | on Kamis, 11 Oktober 2018 16:26 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Elektabiitas Jokowi Bisa Terpengaruh Akibat Tak Tegas soal BBM
Description: Jokowi diperkirakan bakal dirugikan dalam pemilihan presiden 2019 jika suara dalam satu kabinet tidak seragam, khususnya terkait kebijakan harga BBM.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1135302/elektabiitas-jokowi-bisa-terpengaruh-akibat-tak-tegas-soal-bbm.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest News

» Petinggi RS Siloam Bungkam Usai Diperiksa KPK soal Meikarta
» Pemerintah Tak Setuju Alokasi Dana Saksi Parpol Dibiayai APBN
» Munchen Menang 2-0 Atas AEK Athens di Liga Champions
» Sjamsul Nursalim dan Istri Mangkir Lagi Dari Panggilan KPK
» Ma'ruf Amin Optimis Kantongi 70 Persen Suara di Kalteng
» Kisruh Khashoggi, AS Akui Tak Mau Kehilangan Investasi Saudi
» Jokowi Kucurkan Rp187 Triliun Dana Desa Selama Empat Tahun

Karir

Android APK


KESEHATAN

Selengkapnya >>

Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
© 2017 - 2018 sumutkota.com | Pers | V.DB: | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

Page loads : seconds