Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2018
Sepeda Nusantara Kemenpora Digelar Bersama di Empat Kota | Jadi Pelatih Timnas Senior, Bima Sakti Merasa Dapat Tantangan | Cerita Fachrul Razi dan Surat Pemberhentian Prabowo yang Bocor | Tersangka Pembunuh Jamal Khashoggi pernah Belajar di Australia | DKI Tak Kucurkan Hibah, Wali Kota Bekasi Ancam Tutup Bantargebang | Prabowo - Sandiaga Uno Akan Sampaikan Sikap Soal Meikarta | Penumpang Pesawat Dikeluarkan karena Komplain Bayi Menangis | Jumlah Korban Tewas Terkini Gempa dan Tsunami Palu 2.113 Orang | Hari Santri Nasional, Cucu Jokowi Jan Ethes Jadi Trending Topic | Kisruh Dana Hibah, Wali Kota Bekasi Siap Tolak Undangan Anies | Di Hadapan Santri, Jokowi Berjanji Tingkatkan BLK di Pesantren | Caleg PAN Tak Dukung Prabowo, Sandiaga: Caleg Partai Lain Dukung | Sepeda Nusantara Kemenpora Digelar Bersama di Empat Kota | Jadi Pelatih Timnas Senior, Bima Sakti Merasa Dapat Tantangan | Bupati Bekasi Akan Kooperatif dalam Kasus Meikarta | Libas Ganda Jepang, Marcus / Kevin Juarai Denmark Open 2018 | Jokowi kepada Santri: NKRI Adalah Rumah Sendiri | Dikalahkan Qatar 6-5, Indra Sjafri: Timnas U-19 Kehilangan Fokus | Sandiaga Pertanyakan Pencairan Dana Kelurahan Menjelang Pemilu | Piala AFC: Timnas U-19 Ditekuk Qatar 5-6, Ini Kata Indra Sjafri | Kurs Rupiah Diperkirakan Bergerak Rp 15.175 - 15.196 Pekan Depan | Piafa AFC U-19: Drama 11 Gol, Timnas U-19 Ditekuk Qatar 5-6 |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Ekonom: Risiko Terlalu Besar Jika Jokowi Naikkan BBM Bersubsidi | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Kamis, 11 Oktober 2018 16:14 WIB

Ekonom: Risiko Terlalu Besar Jika Jokowi Naikkan BBM Bersubsidi | Berita Tempo Hari Ini

Petugas tengah melakukan pengisian bahan bakar jenis premium di SPBU kawasan Matraman, Jakarta, Kamis 11 Oktober 2018. Awalnya harga premium diberitakan akan naik 7 persen dari Rp 6.550 menjadi Rp 7.000 per liter. Tempo/Tony Hartawan

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Ekonom Center of Reform on Economics Piter Abdullah mengatakan risiko terlalu besar jika pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBMbersubsidi. Hal tersebut merespons pemerintah yang sempat berencana menaikkan BBM bersubsidi kemarin, namun tidak jadi.

Baca: Selain soal BBM, Ini 3 Pernyataan Kontroversial Ignasius Jonan

"Memang agak mengherankan kenapa sepertinya tidak ada koordinasi antar kementerian untuk urusan yang begitu penting ini. Tapi menurut saya itu tidak penting, yang lebih penting sekarang adalah harga BBM Premium, Solar dan bahkan Pertalite tidak ikut naik," kata Piter saat dihubungi, Kamis, 11 Oktober 2018.

Piter yakin pemerintah tidak akan menaikkan BBM bersubsidi sampai pertengahan tahun depan.

"Agak riskan bagi pemerintah untuk menaikkan harga BBM subsidi, karena risikonya terlalu besar baik untuk perekonomian, maupun untuk kepentingan politik pemerintahan Jokowi (Presiden Joko Widodo)," kata Piter.

Piter menilai kenaikan harga BBM subsidi akan menjadi bahan bagi kubu oposisi untuk menjatuhkan pemerintah.

Menurut Piter menaikkan BBM bersubsidi akan berdampak besar terhadap kenaikan harga atau inflasi sekaligus menggerus daya beli. "Akibatnya konsumsi akan turun dan berujung tidak tercapainya pertumbuhan ekonomi, tidak tercapainya penyerapan tenaga kerja," kata Piter.

Sebelumnya pada pukul 17.50 WITA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM, Ignasius Jonan mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM Premium menjadi Rp 7000 per liter mulai hari ini, Rabu, 10 Oktober 2018. Kenaikan harga ini, kata Jonan, akan berlaku di wilayah Jawa, Madura dan Bali.

"Pemerintah mempertimbangkan Premium mulai hari ini jam 18.00 WIB, paling cepat,  tergantung dari persiapan Pertamina mensosialisasikan sebanyak 2500 SPBU yang menjual Premium naik sekitar 7 persen," kata Jonan saat mengelar konferensi pers di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Rabu, 10 Oktober 2018.

Jonan mengatakan untuk kenaikan Premium di Jawa, Madura dan Bali naik dari Rp 6.550 per liter menjadi Rp 7.000 per liter. Sedangkan, kenaikan di luar Jawa, Madura dan Bali naik menjadi Rp 6.900 per liter dari sebelumnya, Rp 6.450 per liter.

Pada pukul 19.00 WITA Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan pemerintah belum menaikkan harga BBM Premium hari ini.

"Jadi kami baru tahu tadi setelah Pak Jonan sampaikan pengumuman bahwa akan naik dan kemudian kami tanyakan Menteri Rini, apakah bisa dilaksanakan atau tidak, Menteri Rini melakykan kroscek dengan Pertamina dan sampaikan bahwa kami tidak siap untuk menaikkan dua kali dalam satu hari," kata Fajar saat menggelar konferensi pers di Indonesia Paviliun, Nusa Dua, Bali, Rabu, 10 Oktober 2018.

HENDARTYO HANGGI | DIAZ PRASONGKO



Ekonom: Risiko Terlalu Besar Jika Jokowi Naikkan BBM Bersubsidi | Bang Naga | on Kamis, 11 Oktober 2018 16:14 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Ekonom: Risiko Terlalu Besar Jika Jokowi Naikkan BBM Bersubsidi
Description: Ekonom Center of Reform on Economics Piter Abdullah mengatakan risiko terlalu besar jika pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1135297/ekonom-risiko-terlalu-besar-jika-jokowi-naikkan-bbm-bersubsidi.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest News

» Lopetegui Diklaim Bakal Segera Dipecat Real Madrid
» Mayoritas Pengusaha HIPMI dan KADIN Diklaim Dukung Jokowi
» FOTO: Masalah Air dan Penambangan Litium di Chile
» Kalahkan Timnas Indonesia U-19, Qatar Klaim sebagai Tim Kuat
» Pesan Jokowi ke Santri: Silakan Beda Pilihan, Saring Hoaks
» Satpol PP DKI Duga Diskotek Old City Biarkan Narkoba Beredar
» Trump Tuding Saudi Berbohong Soal Khashoggi

Karir

Android APK


KESEHATAN

Selengkapnya >>

Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
© 2017 - 2018 sumutkota.com | Pers | V.DB: | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

Page loads : seconds