Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
KPK Soroti Tata Kelola Tambang yang Tak Sejahterakan Masyarakat | Penumpang Terbangun di Pesawat Air Canada, Kabin sudah Kosong | Kemendagri Evaluasi Berkas Permohonan Perpanjangan Izin FPI | Ahok Pertanyakan IMB Pulau Reklamasi, PSI Malah Puji Anies | Massa PA 212 Berduyun Datangi Mahkamah Konstitusi, Tuntutannya? | Kamera Tersembunyi Ditemukan di Toilet Syuting Film James Bond | Sidang MK, Bambang: Pemohon Tak Mungkin Buktikan Kecurangan | Video: Petarung UFC Asal Suriname KO Lawan dalam Waktu 9 Detik | Salat Deddy Corbuzier Dikritik, Gus Miftah Sindir Islam dari Orok | Tambah Pasukan untuk Jaga MK, Polri: Hasil Analisa Intelijen | Rini Soemarno Masuk Daftar Orang Tak Boleh Jenguk Sofyan Basir | KPK Soroti Tata Kelola Tambang yang Tak Sejahterakan Masyarakat | Keluar dari Rutan Polda, Eggi Sudjana Ucapkan Terimakasih | Kisruh Lahan Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta, Ini Ancaman Warga | Silence is golden for a Tanzanian mine | AirAsia: Selama Ini Harga Tiket Pesawat Kami Paling Terjangkau | Polri Keluarkan Nama Perwiranya untuk Daftar ke Pansel KPK Juli | Mines' dirty secrets echo on three continents | Sering Menyimpan atau Meremas Struk Belanja? Awas Risiko Kanker | Pelaku Pembunuhan Gadis di Tangerang Ternyata Sang Tunangan | Cat Rambut Sebabkan Iko Uwais Sempat Masuk Rumah Sakit, Kok Bisa? |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Ekonom: Risiko Terlalu Besar Jika Jokowi Naikkan BBM Bersubsidi | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Kamis, 11 Oktober 2018 16:14 WIB

Ekonom: Risiko Terlalu Besar Jika Jokowi Naikkan BBM Bersubsidi | Berita Tempo Hari Ini

Petugas tengah melakukan pengisian bahan bakar jenis premium di SPBU kawasan Matraman, Jakarta, Kamis 11 Oktober 2018. Awalnya harga premium diberitakan akan naik 7 persen dari Rp 6.550 menjadi Rp 7.000 per liter. Tempo/Tony Hartawan

SUMUTkota.com, Jakarta - Ekonom Center of Reform on Economics Piter Abdullah mengatakan risiko terlalu besar jika pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBMbersubsidi. Hal tersebut merespons pemerintah yang sempat berencana menaikkan BBM bersubsidi kemarin, namun tidak jadi.

Baca: Selain soal BBM, Ini 3 Pernyataan Kontroversial Ignasius Jonan

"Memang agak mengherankan kenapa sepertinya tidak ada koordinasi antar kementerian untuk urusan yang begitu penting ini. Tapi menurut saya itu tidak penting, yang lebih penting sekarang adalah harga BBM Premium, Solar dan bahkan Pertalite tidak ikut naik," kata Piter saat dihubungi, Kamis, 11 Oktober 2018.

Piter yakin pemerintah tidak akan menaikkan BBM bersubsidi sampai pertengahan tahun depan.

"Agak riskan bagi pemerintah untuk menaikkan harga BBM subsidi, karena risikonya terlalu besar baik untuk perekonomian, maupun untuk kepentingan politik pemerintahan Jokowi (Presiden Joko Widodo)," kata Piter.

Piter menilai kenaikan harga BBM subsidi akan menjadi bahan bagi kubu oposisi untuk menjatuhkan pemerintah.

Menurut Piter menaikkan BBM bersubsidi akan berdampak besar terhadap kenaikan harga atau inflasi sekaligus menggerus daya beli. "Akibatnya konsumsi akan turun dan berujung tidak tercapainya pertumbuhan ekonomi, tidak tercapainya penyerapan tenaga kerja," kata Piter.

Sebelumnya pada pukul 17.50 WITA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM, Ignasius Jonan mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM Premium menjadi Rp 7000 per liter mulai hari ini, Rabu, 10 Oktober 2018. Kenaikan harga ini, kata Jonan, akan berlaku di wilayah Jawa, Madura dan Bali.

"Pemerintah mempertimbangkan Premium mulai hari ini jam 18.00 WIB, paling cepat,  tergantung dari persiapan Pertamina mensosialisasikan sebanyak 2500 SPBU yang menjual Premium naik sekitar 7 persen," kata Jonan saat mengelar konferensi pers di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Rabu, 10 Oktober 2018.

Jonan mengatakan untuk kenaikan Premium di Jawa, Madura dan Bali naik dari Rp 6.550 per liter menjadi Rp 7.000 per liter. Sedangkan, kenaikan di luar Jawa, Madura dan Bali naik menjadi Rp 6.900 per liter dari sebelumnya, Rp 6.450 per liter.

Pada pukul 19.00 WITA Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan pemerintah belum menaikkan harga BBM Premium hari ini.

"Jadi kami baru tahu tadi setelah Pak Jonan sampaikan pengumuman bahwa akan naik dan kemudian kami tanyakan Menteri Rini, apakah bisa dilaksanakan atau tidak, Menteri Rini melakykan kroscek dengan Pertamina dan sampaikan bahwa kami tidak siap untuk menaikkan dua kali dalam satu hari," kata Fajar saat menggelar konferensi pers di Indonesia Paviliun, Nusa Dua, Bali, Rabu, 10 Oktober 2018.

HENDARTYO HANGGI | DIAZ PRASONGKO



Ekonom: Risiko Terlalu Besar Jika Jokowi Naikkan BBM Bersubsidi | Bang Naga | on Kamis, 11 Oktober 2018 16:14 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Ekonom: Risiko Terlalu Besar Jika Jokowi Naikkan BBM Bersubsidi
Description: Ekonom Center of Reform on Economics Piter Abdullah mengatakan risiko terlalu besar jika pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1135297/ekonom-risiko-terlalu-besar-jika-jokowi-naikkan-bbm-bersubsidi.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Cak Imin Mendukung Rekonsiliasi Asal Jatah Tetap
» Deputi Gubernur Bank Sentral India Mengundurkan Diri
» Ma'ruf Amin Beri 'Sinyal' Hanif Kembali Jadi Menaker
» Torres Ingin Main dengan Gerrard Meski Satu Menit
» Ahmad Dhani Pastikan Memori Banding Selesai Pekan Ini
» Kemenag Minta Tambahan Anggaran Jadi Rp71,3 Triliun pada 2020
» BW Akui Persidangan Cepat MK Buat Sulit Pembuktian Kecurangan

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status

    Page loads : seconds