Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Lokasi Tenggelam 2 Anak Disebut Bukan di Kawasan Wisata Ancol | Kenali Teknologi Terkini pada Kereta Cepat Jakarta-Bandung | Pengemudi BMW yang Viral Dapat Senjata Legal dari Importir | Kominfo: Tak Ada Hoaks Baru di Masa Sidang Gugatan Pilpres di MK | Kesehatan Menurun, Pemeriksaan Sofyan Jacob Dihentikan Sementara | Ditetapkan Tersangka, Pengemudi BMW Penodong Senjata Api | Dokumen Bukti Sengketa Pilpres Prabowo Tak Jadi Sampai 12 Truk | Instruksi Rizieq, PA 212 Gelar Demo Hingga Putusan MK | Mengintip Isi 3 Truk Alat Bukti Sengketa Pilpres Kubu Prabowo | Mobil Vietnam VinFast Hari Ini Diserahkan ke Konsumen | Jokowi Beri Bocoran Sosok Calon Menteri Kabinet Baru | Keluarga Simpatisan ISIS di Suriah Berharap Pulang ke Indonesia | Menguji Konsumsi BBM All New Nissan Livina di Jalur Mudik | Ketika Netizen Komentari Kaki Hitam dan Bekas Luka Marion Jola | AirAsia Promo 5 Juta Kursi, Tiket Jakarta-Singapura Rp 150 Ribu | Wiranto: Pemerintah akan Bikin Lapas Khusus di Pulau Terpencil | Lokasi Tenggelam 2 Anak Disebut Bukan di Kawasan Wisata Ancol | Kenali Teknologi Terkini pada Kereta Cepat Jakarta-Bandung | Pengemudi BMW yang Viral Dapat Senjata Legal dari Importir | Kominfo: Tak Ada Hoaks Baru di Masa Sidang Gugatan Pilpres di MK | Kesehatan Menurun, Pemeriksaan Sofyan Jacob Dihentikan Sementara | Ditetapkan Tersangka, Pengemudi BMW Penodong Senjata Api | Sri Mulyani Demands DPR to Discuss Plastic Tax | PLN Kirim Power Bank Raksasa untuk Pembangunan IKEA Jakarta | Gempa Magnitdo 5,3, Warga Agam Berhamburan Keluar Rumah | Election Trial; Police Apply Traffic Engineering as of Tonight |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Hendak Mediasi Sopir Cium Penumpang, Netizen Hujat Grab Indonesia | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Kamis, 11 Oktober 2018 15:35 WIB

Hendak Mediasi Sopir Cium Penumpang, Netizen Hujat Grab Indonesia | Berita Tempo Hari Ini

Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, pada perayaan ulang tahun ke-4 Grab Indonesia di Empirica, SCBD, Jakarta, 3 Juni 2016. TEMPO/Diko Oktara

SUMUTkota.com, Jakarta – Perusahaan aplikator transportasi online Grab Indonesia dihujani kritik di media sosial. Netizen mengecam Grab Indonesia karena hendak memediasi satu sopir yang menjadi mitranya dengan seorang pelanggan atau penumpangnya. Si sopir sebelumnya dilaporkan melecehkan penumpang perempuannya itu.

Baca: Viral Sopir Cium Penumpang Perempuan, Ini Tanggapan Grab

Netizen mengkritik kebijakan Grab Indonesia sebagai tidak tegas dan tidak berempati terhadap penumpang yang menjadi korban tersebut. Satu pengguna Twitter, @Whimsical_vin, misalnya menghujat dengan menulis, "F you very much," Kamis, 11 Oktober 2018. Dia sambil menyertakan rekam gambar yang menunjukan penghapusan aplikasi Grab dalam ponselnya.

Akun @cesarinae juga mengkritik tindakan Grab Indonesia. Menurutnya kebijakan yang ingin mempertemukan langsung pelaku dengan korbannya itu sangat tidak tepat. "Kecewa sekali dengan @GrabId saya pikir akan menawarkan solusi yang cerdas ternyata malah solusi bodoh yang ditawarkan kepada korban, mempertemukan kedua pihak hanya akan menimbulkan trauma bagi si korban. Logikanya tolong dipakai," cuit akun tersebut.

Baca: Perampokan di Taksi Online, Grab Indonesia Pasang Fitur Emergency

Sementara, akun @heyitsmonde meminta Grab Indonesia untuk melaporkan sopir pelaku pelecehan itu ke polisi alih-alih menggelar mediasi. "Kalian harusnya dampingin korban bikin laporan ke polisi! Ngajak mediasi, berharap baikan? Dikira ini perkara anak TK rebutan permen?!" cuit akun itu.

Grab Indonesia sebelumnya menyatakan telah membekukan sementara akun sopir Grabcar yang dikabarkan memaksa mencium seorang penumpang perempuan. Peristiwa itu viral di media sosial karena selain melecehkan penumpangnya, pengemudi Grab itu juga meminta agar penumpang tersebut memberikannya skor lima bintang atau terbaik.

Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan telah melakukan prosedur standar untuk menangani kasus tersebut. Prosedur pertama, kata dia, jika ada laporan terkait tindakan tidak menyenangkan oleh pengemudi pihaknya akan membekukan akun dari mitra Grab tersebut.

Baca: Grab Indonesia Berhentikan Pengemudi Ojek Online yang Pukul Pejalan Kaki

"Pembekuan sementara sampai penyelidikan di Grab selesai dan sampai ada kesimpulan," ujar dia di Ritz Carlton, Rabu, 10 Oktober 2018.

Untuk menuju kesimpulan itu, Grab Indonesia di antaranya menunggu mediasi dilakukan. Menurutnya, penjelasan telah disampaikan kepada si penumpang namun yang bersangkutan menolak untuk datang sekalipun si sopir telah bersedia.



Hendak Mediasi Sopir Cium Penumpang, Netizen Hujat Grab Indonesia | Bang Naga | on Kamis, 11 Oktober 2018 15:35 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Hendak Mediasi Sopir Cium Penumpang, Netizen Hujat Grab Indonesia
Description: Netizen mengkritik kebijakan Grab Indonesia sebagai tidak tegas dan tidak berempati terhadap penumpang yang dikabarkan menjadi korban pelecehan.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1135276/hendak-mediasi-sopir-cium-penumpang-netizen-hujat-grab-indonesia.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Pasutri Kompak Jalani Profesi sebagai Sopir Grabbike
» Urusan Tanah, Pensiunan Polisi dan Keluarganya Dianiaya
» Bom Bunuh Diri di Nigeria Merenggut 30 Nyawa
» Ikhwanul Muslimin Salahkan Mesir atas Kematian Mursi
» Sering Cedera, Neymar Masih Diminati Real Madrid
» Polisi Minta Toko Emas Pasang Terali demi Perlambat Perampok
» Mursi Meninggal, Sempat Pingsan di Sidang Kasus Spionase

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status

    Page loads : seconds