Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2018
Mensos Sebut Pembangunan Kota Palu Baru Butuh Waktu 2 Tahun | Atiqah Hasiholan Diperiksa, Polisi: Soal Foto Ratna Sarumpaet | Penuhi Panggilan Polda Jatim, Ahmad Dhani Minta Reimburse Ongkos | Sekelompok Ulama NU Deklarasikan Barisan Kiai Pendukung Prabowo | Sandiaga Uno Keluar Masuk Pasar, Pedagang: Sandi Hanya Nyinyir | Pembakaran Bendera Tauhid, Maarif Institute Minta Warga Bijak | Kata MUI, yang Dibakar di Garut Bukan Bendera HTI | Regu Pembunuh Jamal Khashoggi Bernama Pasukan Harimau | Jamal Khashoggi Tewas, Pelaku Telepon Kantor MBS Sebanyak 7 Kali | TKN: Penyerang Jokowi dengan Isu Agama Tak Punya Ilmu Agama | Liga Champions, Jose Mourinho: Juventus Bukan Hanya Ronaldo | Jamal Khashoggi Tewas, Sejumlah Kejanggalan Terungkap | Mensos Sebut Pembangunan Kota Palu Baru Butuh Waktu 2 Tahun | Atiqah Hasiholan Diperiksa, Polisi: Soal Foto Ratna Sarumpaet | 4 Tahun Jokowi, Ini Kata Menkes Soal Kesehatan Ibu dan Anak | Menristekdikti Pangkas Persentase Daya Tampung SNMPTN | Beda Jauh Data Produksi Beras dari BPS dengan Kementan, Kok Bisa? | Komnas PA Sebut Polisi Terlalu Dini Soal Penyebab Balita Tewas | Besok Giliran Bawaslu Periksa Ratna Sarumpaet, Ini yang Disoal | Ada Konsumen Meikarta Tak Cemas dengan Kasus Dugaan Suap, Sebab.. | Atiqah Hasiholan Penuhi Panggilan Polisi untuk Saksi Kasus Ibunya |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Kisah Roti Bakar Eddy, dari Urusan Kamtib sampai Buka Cabang Baru | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Kamis, 11 Oktober 2018 18:25 WIB

Kisah Roti Bakar Eddy, dari Urusan Kamtib sampai Buka Cabang Baru | Berita Tempo Hari Ini

suasana tempat Roti Bakar Eddy (rotibakareddy.com).jpg

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Pendiri usaha kuliner Roti Bakar Eddy, Eddy Supardi, meninggal dunia. Kabar tersebut dikonfirmasi oleh anak Eddy, Risdianti Edi Supardi atau Risdi, melalui akun instagramnya, @risdiantiedi. "Innalillahi wa inna ilaihi rojiun ..... Selamat jalan Bapak," tulisnya sekitar pukul 20.00 WIB, Rabu, 10 Oktober 2018.

Baca juga: Pemilik Roti Bakar Eddy Meninggal, Intip Perjuangannya di Jakarta

Eddy Supardi mendirikan usaha kuliner Roti Bakar Eddy pada tahun 1971 di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Berdasarkan laman rotibakareddy.com, Eddy membuka usaha roti bakar karena pada saat itu belum ada yang berjualan roti bakar di kawasan tersebut.

Keberhasilan Eddy menjadi pengusaha Roti Bakar Eddy tidaklah mudah. Eddy harus melalui perjalanan yang panjang dan berliku hingga usahanya dapat bertahan dan berkembang hingga sekarang.

Eddy adalah seorang pemuda kelahiran Solo, Jawa Tengah. Pada usia 15 tahun, ia memutuskan untuk hijrah dari daerah Solo, Jawa Tengah, ke Jakarta untuk mengadu nasib. Berbekal niat dan restu orangtua, akhirnya ia pun menapakkan kakinya pertama kali di Jakarta tahun 1966.
Ucapan duka untuk Eddy Supardi, pemilik Roti Bakar Edi. Instagram.com/@Risdiantiedi
Awalnya, Eddy muda bekerja dengan menjadi karyawan di warung roti bakar kaki lima. Tugasnya adalah melayani dan membereskan barang dagangan. Ia juga pernah menjadi penjual koran. Saat itu, yang dipikirkannya hanyalah mencari uang untuk makan.

Meski gaji yang diterima Eddy hanya cukup untuk biaya hidup, ia tetap konsisten menabung sisa uang dari gajinya dengan harapan suatu saat kelak jika modalnya dirasa cukup akan membuat usaha sendiri.

Sebelum menjajaki usaha roti bakar, Eddy mencoba peruntungan dengan berjualan lontong sayur dan bubur ayam di dekat Universitas Al-Azhar Indonesia, Blok-M, Jakarta Selatan. Ia memboyong gerobaknya di pinggir jalan. Akibatnya, ia jadi sering berurusan dengan petugas keamanan dan ketertiban kota (Kamtib) karena keberadaan gerobaknya dianggap menganggu warga sekitar karena pelanggannya lumayan ramai.

Gonta-ganti dagangan pun telah berkali-kali dilakoni Eddy. Sampai pada 1971, ia mencoba berjualan roti bakar dengan bermodal sedikit uang perak (mata uang zaman dulu) di lokasi yang sama. Berbekal pengalamannya menjadi karyawan usaha roti bakar milik orang lain, akhirnya Eddy memutuskan mencoba usaha yang satu ini.
menu spesial roti bakar eddy (rotibakareddy.com)
Perlahan tapi pasti pembeli roti bakar gerobak Eddy terus bertambah. Pundi-pundi rupiah pun mulai mengalir di tabungannya sehingga ia mempunyai kesempatan yang besar untuk mengembangkan usahanya. Dari sini, mulai banyak pembeli yang menyebut roti bakar dagangan Eddy dengan sebutan “Roti Bakar Eddy.”

Namun, lagi-lagi Eddy harus berurusan dengan kamtib karena lokasi berjualan rotinya terletak di pinggir jalan sehingga dianggap menganggu ketertiban dan kenyamanan.

Saat nama roti Eddy mulai dikenal masyarakat, tepatnya tahun 1980-an, 5 tahun kemudian usaha rotinya mengalami kerugian pendapatan. Saat itu, pemerintah mengeluarkan peraturan tidak boleh keluar malam setelah pukul 21.00 pasca terjadinya kerusuhan yang terjadi di wilayah Blok M dan sekitarnya.

Kini, pengunjung bisa menemukan dan menikmati Roti Bakar Eddy setiap malam mulai pukul 18.00-02.30 WIB saat hari kerja dan pukul 18.00-03.00 WIB saat akhir pekan. Sampai saat ini, Roti Bakar Eddy telah mempunyai beberapa cabang yang tersebar di berbagai tempat yang dikelola oleh anak-anak Eddy, yaitu di Blok M, Tanah Abang, Ciledug, Pondok Pucung, Haji Nawi, Pondok Gede, Lenteng Agung, Margonda, Cibubur dan yang terbaru di Bogor.

Baca juga: Menu Roti Bakar Eddy yang Siap Memanjakan Lidah, Apa Saja?

MITRA TARIGAN | ROTIBAKAREDDY.COM



Kisah Roti Bakar Eddy, dari Urusan Kamtib sampai Buka Cabang Baru | Bang Naga | on Kamis, 11 Oktober 2018 18:25 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Kisah Roti Bakar Eddy, dari Urusan Kamtib sampai Buka Cabang Baru
Description: Eddy Supardi mendirikan usaha kuliner Roti Bakar Eddy pada tahun 1971 di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Kini cabangnya ada di Bogor.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1135235/kisah-roti-bakar-eddy-dari-urusan-kamtib-sampai-buka-cabang-baru.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest News

» Menkes Sebut RI Tetap Harus Waspada Polio dari Papua Nugini
» Petinggi RS Siloam Bungkam Usai Diperiksa KPK soal Meikarta
» Pemerintah Tak Setuju Alokasi Dana Saksi Parpol Dibiayai APBN
» Munchen Menang 2-0 Atas AEK Athens di Liga Champions
» Sjamsul Nursalim dan Istri Mangkir Lagi Dari Panggilan KPK
» Ma'ruf Amin Optimis Kantongi 70 Persen Suara di Kalteng
» Kisruh Khashoggi, AS Akui Tak Mau Kehilangan Investasi Saudi

Karir

Android APK


KESEHATAN

Selengkapnya >>

Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
© 2017 - 2018 sumutkota.com | Pers | V.DB: | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

Page loads : seconds